Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah

Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah
Episode 20 - Anak


__ADS_3

Anggita POV


Keesokan harinya. Kini aku dan kak Arland pergi ke rumah mamah Karin. Sesampainya di rumah mamah Karin, kami hanya di sambut oleh Tania-adik dari kak Arland


"Kak Anggita, kak Arland kalian datang" cerianya sambil memeluk kami bergantian


"Tania, mama ada?" Tanya kak Arland


"Mama lagi keluar sebentar kak, katanya sih beli cemilan buat kak Anggita" jawab Tania sambil cemberut


"Terus kenapa Tania cemberut begitu?" Tanya kak Arland


"Habisnya aku kan pengen ikut kak, tapi mamah gak ngebolehin katanya nanti kalau kalian datang gak ada yang nyambut kalian" katanya


"Memang papa Dave kemana?" Tanyaku


"Papa lagi ada di kantor. Padahal ini hari minggu, papa sebenarnya mau ketemu sama kalian, tapi sekertaris papa nelfon ada rapat penting" kata Tania lesu


"Gak usah lesu gitu, kakak juga pernah gitu. Sampai kak Arland gak terlalu semangat di rumah" kataku


"Iya sih, tapi kan kakak hanya sekolah doang" kata Tania


"Emang kakak hanya sekolah doang. Tapi kan posisi kakak di SMA NUSA BANGSA bukan hanya sebagai ketua kelas, tapi juga sebagai ketua osis. Tugas kakak jadi menumpuk 2x" kataku


"Pantesan waktu itu kak Arland kesini lesu banget, gak tau nya kakak ngegantiin posisi kak Arland jadi ketua osis" kata Tania sambil melihat kak Arland


"Emang kapan kak Arland kesini?" Tanyaku


"Emmm.... Kira-kira 2 bulan yang lalu" katanya santai dan aku hanya mendengus mendengarnya sambil mengingat hari itu bagaimana childish nya kak Arland


"Udah ah. Oh ya kakak ke kamar kak Arland dulu ya, kalau mamah udah sampai, kasih tau kakak" kataku


"Oke" katanya lalu aku berjalan melangkah ke kamar kak Arland. Sesampai nya di kamar, kak Arland pun masuk ke kamar


"Masih inget sama kejadian itu heumm?" Tanya nya sambil memelukku dan menyandarkan kepala nya di bahuku


"Inget banget. Ingatan ku masih sangat jelas bagaimana childish nya kak Arland yang gak mau sendirian di rumah" kataku cemberut


"Entahlah. Tiba-tiba saja waktu itu kakak cuma pengen aja manja-manjaan sama kamu berdua aja" katanya sambil membenamkan wajah nya di leherku


"Kak Arland geli tau" kataku

__ADS_1


"Kita lakukan sekarang ya. Mumpung masih gak ada mama" katanya sambil menggigit kecil di leherku


"Walau mama gak ada, tapi kan ada Tania" kataku sambil menahan desahan


"Tania gak bakal kesini, dia paling kekamar atau nonton tv" katanya


"Kak" panggilku


"Ya" jawabnya


"Kenapa kak Arland jadi manja gini sih. Padahal dulu di sekolah sifat kakak jauh beda dari yang aku kenal tegas, dingin, irit bicara. beda sama sekarang terlalu manja, childish ahh pokoknya beda sama yang dulu" kataku


"Sikap kakak yang dulu hanya ditunjukkan pada orang yang gak terlalu dekat dengan kakak. Kalau kamu kan beda, kamu kan istri kakak" katanya sambil tangan nya *** payudaraku


"Ahhh.... sudahlah kak, aku gak mau jadi istri pendosa kalau gak memenuhi keinginan kakak. Sebaik nya jangan di tahan ahh" kataku sambil mendesah


Tanpa buang-buang waktu kak Arland menempelkan bibir nya di bibirku sesekali menggigit kecil bibirku. Tangan kirinya nya memengang tengkukku untuk memperdalam ciumanku dan tangan kanan nya *** payudara kiriku


"Aku mau lebih Anggita. Aku juga ingin sekali mempunyai anak darimu" katanya yang tangan nya masih diposisi nya


"Maafin Anggita kak, untuk sementara Gita masih belum bisa kasih kakak anak" kataku pelan


"(mengehela nafas) Iya kak, ini memang ada hubungan nya dengan Regan. Tapi masalah penundaan kehamilan Gita, itu keinginan Gita sendiri. Gita masih butuh waktu sampai Gita lulus SMA" kataku


"Maaf kan kakak yang tidak becus menjadi suamimu yang baik" katanya lirih


"Ini bukan kesalahan kakak. Gita bisa menyimpulkan sewaktu Gita masih di rumah sakit, kakak pasti mendengar semua yang Gita ceritakan ke kak Ray" kataku


"Iya kakak denger semua nya. Apa dulu hubungan mu dengan Fians sangat begitu dekat. Hingga kalian tidak begitu terpisahkan. Bahkan dia saja sudah menyiapkan rumah jika kalian sudah menikah nanti. Berbeda dengan kakak, yang setelah menikah hanya membawa mu ke apartement" katanya dan aku hanya menggelengkan kepala


"Nggak kak, Gita gak mempersalahkan tinggal dimana. Asal kakak bersama Gita, Gita gak mempermasalahkan nya" kataku


"Apa kau mencintaiku hanya karena kau ingin menepati janjimu pada mantan kekasihmu" lirihnya


"Gak kak, Gita memang membuat janji pada Fians. Jika Gita menemukan dan menikah dengan pria lain, maka Gita akan mencintai nya dengan tulus. Awalnya saat Gita menikah dengan kak Arland, Gita memang ingin menepati janji Gita pada Fians. Tapi setelah Gita rasakan, Gita mencintai kak Arland bukan karena janji Gita pada Fians. Jujur karena Gita mencintai kak Arland jauh sebelum Gita mengingat janji Gita pada Fians" kataku


"Kapan?" Tanya nya


"Saat pertama kali kak Joey masuk kelas sepuluh SMA, dan membawa kak Arland di hari ulang tahun kak Joey. Dan apa kakak masih ingat dengan liontin bulan" kataku dan dia terdiam sambil memikirkan sesuatu


"Jadi itu kau, yang memberikan kakak sebuah liontin berbentuk bulan?" Tanya nya

__ADS_1


"Iya kak, Gita yang memberikan liontin itu pada kakak" kataku


"Kakak kira itu pemberian dari Yinna, karena wajah kalian sangat mirip. Berbeda dengan Lewis. Yang sangat mirip dengan papa Garlen" katanya


"Ya memang sulit membedakan mana Anggita dan mana Yinna. Tapi sifat kami berbeda. Dulu sifat Yinna sangatlah feminim, ceria, ramah, dan santun. Tapi sifat berubah saat dekat denga Daniel" kataku


"Kak, Gita mencintai kakak tulus tanpa ada paksaan. Gita mencintai kakak jauh sebelum Gita mengingat janji Gita pada Fians. Gita sengaja memberikan liontin itu sebagai tanda cinta Gita pada kak Arland, meski Gita tau hal itu pasti tidak diterima kak Arland" kataku


"Anggita, perlu yang kamu tau. Saat pertama kali Joey mengundangku ke pesta ulang tahun nya dan melihatmu, saat itu kakak menyukaimu. Tapi saat kau sedang bersama kembaranmu, kakak tidak bisa mengajak mu mengobrol karena kakak gak bisa membedakan mana kau dan mana Yinna. Karena hari itu kalian memakai gaun yang sama dan riasan yang sama. Dan saat kakak mendapat kan liontin bulan, kakak fikir itu dari Yinna. Makanya kakak sengaja membuang liontin itu. Maafkan kakak karena membuang liontin pemberianmu" katanya dan aku menggelengkan kepalaku


"Gak kak, liontin itu ada sama Gita. Saat kakak membuang nya, Gita mengambilnya dan menyimpan liontin itu. Jujur sebenarnya liontin itu pemberian dari mama Felisha" kataku


"Lalu kenapa kau memberikan kalung pemberian mama Felisha padaku?" Tanya kak Arland


"Entahlah, saat itu Gita gak kefikiran kenapa Gita memberikan nya pada kakak. Mungkin karena perasaan cinta yang hadir dengan sendirinya" kataku


"Maaf kan kakak, Gita. karena kakak mungkin kau mer-" ucapan nya terpotong karena aku mencium kak Arland


"Sekarang kita sudah mengetahui perasaan kita masing-masing kak. Gita juga tidak mempermasalah kan lagi. Gita juga sangat ingin memiliki anak dari kakak sebagai bukti cinta kita berdua" kataku


"Apa kau yakin Gita?" Tanya nya


"Gita yakin kak" kataku


"Baiklah. Jangan menyesal karena hamil" katanya


"Gita gak akan nyesal kak, tapi kita hanya main sebentar aja ya. Takut nanti mamah pulang" kataku


"Baiklah jangan salahkan kakak setelah kita pulang nanti kau tidak di perbolehkan tidur" katanya


"Dasar maniak Seks" kataku


"Sama suami sendiri apa salahnya?" Tanya nya pura-pura tidak tahu


"Mesum" kataku sedikit meninggikan suara


"Pria mesum ini suamimu Anggita. Pria yang kau sukai 3 tahun lalu" katanya dengan senyum jahil


"kak Arland kau men- umm" ucapan ku terpotong karena kak Arland menciumku


"Lebih baik kita cepat melalukan nya sebelum mama kembali dan menghukumku" katanya kembali menciumku dan hanya ada suara desahan yang terdengar di ruangan kamar kak Arland

__ADS_1


__ADS_2