Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah

Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah
Episode 12 - Siksaan dari Kei


__ADS_3

Beberapa bulan setelah kejadian masalah kak Arland dan Amel. Kini sekarang aku, Yinna, dan Lewis sudah duduk di kelas XII. Bahkan Dreynan dan Vino yang tahun lalu sekolah terpisah. Kini mereka sekolah di SMA NUSA BANGSA dan duduk di kelas XI IPA-3. Begitu juga dengan Salsa dan Melisha. Mereka sekolah di SMA NUSA BANGSA dan duduk di kelas X IPS-2. Sedangkan kak Arland, kak Joey, dan kak Ray. Mereka kuliah di tempat yang sama dengan kak Kei, kak Vera, dan kak Frida.


"Akhirnya kita udah kelas XII. Gak nyangka waktu berlalu begitu cepat" kata Vira


"Iya. Dan sekarang gue dapat bisa lihat adek kelas cantik" kata Daniel dengan membayang kan hal negatif


"Cewek aja di fikirin. Kenapa gue jadi males sih temenan sama luh yang dipikirin selalu bohai nya cewek" timpal Vira pada Daniel


"KALIAN BISA DIEM GAK. DANIEL KALAU LUH MASIH MIKIRIN KAYA BEGITU. GUE PINDAHIN LUH KE KELAS XI" teriakku membuat satu kelas menjadi takut


"Iya-iya maaf" katanya. aku pun keluar kelas karena malas menegur mereka


Saat aku mau menuju kantin, aku mendapat pesan dari "R" . Entah kenapa aku sudah sangat malas membaca pesan nya. Karena dia selalu mengirim pesan fhoto antara Amel dan kak Arland. Tanpa pikir panjang, aku pergi ke cafe yang dikirim oleh orang itu. Sesampai nya disana, aku langsung menghampiri mereka berdua


"Ekhemm oh jadi kak Arland disini rupanya" kataku yang membuat mereka kaget


"Gita. Buk-"


"Bukan seperti yang kamu fikirkan. Aku udah bosen dengernya. udah sekarang pesenin aku pasta sama es teh manis" kataku sambil duduk di tengah-tengah mereka


"Anggita maaf. Ini gak seperti yang kamu fikirkan" kata Amel yang membuatku lebih males lagi


"Emang apa yang aku fikirkan. Aku kesini cuma lagi kesel aja sama Daniel, Vira, dan Yinna. Mereka gak bisa di ajak kompromi kerja sama untuk tugas pelajaran sejarah" kataku bohong. Bahkan aku melihat mereka sudah tidak bisa lagi untuk mengatakan apapun lagi. Bagus lah lebih baik ku nikmati makanan ku yang sudah datang


"Kak, aku sudah kenyang" kataku


"Tapi makanan kamu masih banyak" kata kak Arland


"Udah gak selera. Mending kakak anterin aku ke kampus kakak. Aku mau ketemu kak Kei" kataku

__ADS_1


"Kenapa kamu mau ketemu kak Kei" katanya


"Aku lagi males. Makanya aku minta kak Arland anterin aku ketemu kak kei. Dia lebih tahu ketenangan ku dari pada kak Joey" kataku dan keluar dari cafe sambil mengambil kunci mobil kak Arland dan masuk ke dalam mobil nya. Dan kak Arland pun juga masuk ke dalam mobil


"Anggita, maaf karena kakak gak per-"


"Aku minta kita pisah" kata ku sambil melihat ke arah lain. dan kak Arland pun menepikan mobil nya ke pinggir jalan


"Gak Anggita. Aku gak mau kita pisah" kata nya


"APA KAKAK LUPA KALAU AKU JUGA GAK MAU PISAH DARI KAKAK. AKU HARUS NEPATIN JANJIKU PADA MU KALAU AKU GAK AKAN NINGGALIN KAKAK. TAPI APA YANG KU DAPAT SETIAP HARI KAKAK SELALU BERSAMA AMEL. AKU KAPAN KAK, KAKAK SENDIRI YANG MEMINTAKU UNTUK TIDAK MENINGGALKAN KAKAK. AKU CAPEK KAK AKU MAU KITA CER- EMM" ucapanku terhenti karena kak Arland menciumku dengan kasar aku berusaha untuk memberontak sampai aku merasakan sesuatu yang basah. Kak Arland menangis.


"Maafkan aku Anggita. Aku memang meminta mu untuk tidak meninggalkan ku. Harus nya aku menjaga perasaan mu Gita karena kita saling mencintai. Maafkan aku. Beri aku kesempatan sekali lagi Anggita. Aku gak mau kita pisah" lirihnya


"Tepatin janji kakak kalau gak mau kita pisah" kataku


From: Kei


Datang ke kampus kakak sekarang


"Kak, anterin aku ke kampus kak Kei sekarang" kataku


"Baiklah" katanya dan kak Arland menjalankan mobil nya menuju ke kampus. Sesampai nya di kampus aku melihat kak Kei ada di depan halaman kampus. lalu aku dan kak Arland menghampiri kak Kei


PLAKK


"Anggita" panggil kak Joey dan kakak-kakak ku yang lain sambil menghampiriku


"KAK KEI KENAPA LUH MUKUL ANGGITA" teriak kak Ray yang mendapat tontonan dari seluruh mahasiswa

__ADS_1


"Sebaiknya kalian gak perlu ikut campur" kata kak Kei dengan tatapan dingin


"Jangan ikut campur. Kak Kei, Anggita itu istriku jadi aku berhak untuk tau masalah mu" kata kak Arland yang tak kalah dingin


"Masuk ke mobil kakak sekarang" kata kak Kei lalu aku mengikutinya untuk ke mobil nya tapi tangan ku sudah dicekal oleh kak Arland


"Kakak gak bisa seenak nya membawa Anggita begitu saja. DIA ISTRIKU JADI AKU BERHAK TAHU KEMANA KAKAK MAU MEMBAWA NYA" kata kak Arland


"Anggita masuk ke mobil kakak sekarang" kata kak Kei dengan tatapan dingin


"Kak Arland, Gita gpp. Ada yang harus Gita bahas sama kak Kei" kataku


"Tapi-" ucapan kak Arland terhenti karena aku mencium pipinya


"Gita gpp. Gita bakal baik-baik aja" kataku meyakinkan kak Arland


"Baiklah hati-hati" katanya dan aku masuk kedalam mobil kak Kei


1 jam perjalanan kini kami sudah sampai dirumah tersembunyi. Aku dan kak Kei pun masuk ke dalam rumah itu. Saat kami sudah masuk, kak Kei memegang tangan ku dan menamparku kembali


"Kakak sudah bilang Anggita, tutupi sifat aslimu. Tapi kau tidak pernah mendengarkan kakak. ku rasa aku harus menghukummu" kata kak Kei sambil menamparku berulang-ulang


"MAAF KAK KEI, MAAF, GITA SALAH KAK, GITA SALAH" teriakku karena terus mendapatkan tamparan dan pukulan dari kak Kei


Kak Kei terus menampar, memukul, menjambak, bahkan menendangku. Lalu dia kembali menarik rambutku dan membawaku ke kamar dan mendorong ku masuk hingga kepalaku terbentur ke lemari


"Renungkan kesalahan mu mulai sekarang. Agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali" ucapnya dengan tatapan dingin dan menutup pintu kamar serta mengunci nya dari luar


"Maafkan Gita, kak Kei. Gita salah. Kak Arland maafin Gita. Karena tidak kuat nya Gita, Gita hampir saja menceraikan kakak. Maafin Gita kak Arland. Maaf" lirihku dalam hati sambil memejamkan mataku menahan rasa sakit akibat pukulan dari kak Kei

__ADS_1


__ADS_2