
Satu minggu setelah kejadian itu, kini aku sudah mulai bisa beraktifitas seperti biasa. Meski kakak pertamaku Kei menyuruhku untuk bersikap seperti biasa, tapi entah mengapa aku mulai merasa takut. Aku sangat berharap ketakutan ini hanya sementara
drtt... drtt... drtt...
Tiba-tiba ponselku bergetar dan melihat siapa pengirim pesan itu. Rupanya itu pesan dari kak Kei
From: Kei
Anggita datang ke kampus kakak sekarang juga, ada hal yang harus kakak konfirmasi sama kamu
Tanpa pikir panjang, aku bergegas ke kelas, lalu mengambil tasku untuk segera ke kampus kak Kei. Dalam perjalanan keluar gerbang aku mendengar suara akrab memanggilku. Itu suara kak Joey. Saat aku berbalik, bukan hanya kak Joey yang ada di sana, tapi juga ada kak Arland
"Mau kemana kamu Anggita" kata kak Arland
"Gita mau ke kampus kak Kei, kak" jawabku
"Untuk apa kamu ke kampus kak Kei" tanya kal Joey
"(menghela nafas) Gita di suruh kak Kei buat ke kampus nya. Gita juga gak tau alasan kak Kei nyuruh Gita ke kampus nya" kataku bohong
"Kalau gitu, aku anterin kamu ke kampus kak Kei" tawar kak Arland padaku
"Oke" jawabku pasrah. Lalu aku masuk ke dalam mobil kak Arland, selama di perjalanan, kami hanya diam saja tak ada satupun yang membuka suara. Hingga kami sampai di kampus kak Kei
__ADS_1
"Kalau gitu Gita duluan yak kak" kataku
"Nanti mau kakak jemput atau gimana?" Tanya nya padaku
"Gak usah kak. Nanti Gita minta kak Kei buat anterin Gita ke apartement. Gita gak mau balik lagi kesekolah" jawabku
"Ya udah, nanti malam kakak pulang jam 19.00" katanya
"Iya kak. Paling Gita gak lama. Ya udah kak. Gita harus temuin kak Kei dulu" ucapku sambil mencium punggung telapak tangan kak Arland
"Hati-Hati" katanya lalu aku mengangguk dan keluar dari mobil kak Arland. Saat aku mau memasuki kampus kak Kei, aku malah bertemu dengan ke dua kakak kembarku kak Vera dan kak Frida
"Anggita, ngapain luh kesini?" Tanya kak Vera padaku
"Kak Kei ada di taman belakang kampus, samperin sana" kata kak Frida
"Oke kak, kalau gitu Gita temuin kak Kei sekarang. Bye kak" kataku pada mereka
"Bye" jawab mereka serempak. Lalu aku bergegas ke taman belakang kampus. Jangan tanya bagaimana aku tau letaknya, karena aku memang tahu karena kak Frida atau kak Vera pernah mengajak ku ke kampus nya. Sampai di taman, aku melihat kak Kei duduk di kursi sambil memainkan ponsel. Lalu aku bergegas menghampiri nya
"Kak Kei" panggilku padanya dan dia pun menoleh kearah ku
"Udah sampai"
__ADS_1
"Udah kak, sebenar nya ada apa kakak menyuruh Gita kemari"
"Perlihat kan semua barang-barang mantan kekasihmu yang kau simpan di suatu tempat" kata kak Kei membuat ku membeku seketika
"Untuk apa kak"
"Dengan barang itu adalah untuk memperkuat bukti kejadian 4 tahun lalu"
"Baiklah kalau gitu, antarkan Gita ke jalan Jingga no. 23. disitu hanya ada satu rumah dan tidak ada siapa pun. Gita menyembunyikan barang milliknya di rumah itu, bahkan bunda dan ayah tidak tahu dimana Gita menyembunyikan barang milik putranya" kataku
"Baiklah ayo" ajaknya dan kami pun bergegas menuju ke alamat yang ku beritahu pada kak Kei. 1 jam perjalanan, kini kami sampai di alamat yang di tuju. Aku dan kak Kei pun masuk ke rumah itu
"Rumah ini sebenar nya rumah ku dan dia. Dulu siapa sangka uang yang selalu di kirim papa nya cukup untuk membangun rumah bahkan bisa lebih. Pertama kali dia membawaku kesini dia mengatakan
"Shi Ta aku menunjukkan rumah ini padamu karena aku ingin suatu saat ini akan menjadi rumah untuk kita berdua setelah menikah. memiliki banyak anak dan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita. Aku sudah menabung dari aku kelas 6 SD. Dan bertemu dengan mu hingga kita pacaran. Aku percaya kalau suatu hari nanti kita akan menikah. dan menempati rumah ini. hanya kau dan aku yang baru tahu rumah ini. ayah dan bunda masih belum tahu. Aku berencana akan memberitahu nya setelah kita menikah. rawatlah rumah ini baik-baik Shi Ta"
Begitulah katanya. Aku selalu datang kesini setiap 2 hari sekali untuk membersihkan rumah ini bahkan barang-barang milik nya masih tersimpan rapi" kata ku sambi menangis
"Kalau gitu, kita tinggal menunggu orang itu datang. Karena semua bukti ada disini" kata kak Kei sambil memelukku
Setelah cukup lama kak Kei menenangkan ku. Kini dia mengantarku ke apartement. Agar aku melupakan kejadian yang terjadi 4 tahun lalu. Setelah sampai, aku masuk ke aprtement ku meninggal kan kak Kei tanpa mengucapkan 1 patah katapu
"Permainan belum di mulai Anggita, kakak harap kau bisa menguatkan dirimu apapun terjadi. Jika permainan di mulai, kakak janji akan membantumu agar pernikahan mu dan Arland tidak akan berakhir" kata kak Kei dalam hati lalu pergi dari apartement untuk pulang ke rumah Adiwijaya
__ADS_1