
"3 minggu setelah dari London. Aku berencana akan menemui Fians di sekolah. Keesokan hari nya aku pergi ke sekolah, sampai di sana aku melihat nya tidak terlalu semangat" kataku pada kak Rayhan
------------------------------------------------------------------
"Tebak aku siapa?" Tanya ku sambil menutup matanya
"Shi Ta, ini bener kamu kan?" katanya lalu aku membuka matanya dan dia pun memelukku erat
"Fi-fians ak-ku gak bi-sa na-fas" kataku
"Maaf, habisnya aku seneng kau kembali" katanya
"Hei.. aku kan udah bilang. Kalau aku ke London hanya liburan keluarga doang untuk ketemu kakak ku yang di di London" kata ku sambil cemberut
"Tuh bibir minta di ciumkah?" katanya refleks aku langsung menutup mulutku
"Enak aja cium-cium. Lagian aku percaya kamu gak akan Cium aku" kataku
"Kamu ini, bikin aku makin cinta deh. Memang aku gak akan nyentuh kamu apalagi cium kamu sampai kita menikah nanti" katanya sambil mengacak rambutku
"Ihhh... Fians rambutku jadi acak-acakan nih" kataku cemberut
"Iya iya maaf" katanya saat aku ingin bicara, bel sudah berbunyi
"Masuk yuk udah bel" katanya
"Yuk" balasku. lalu aku dan Fians masuk ke kelas. Sesampai di kelas, bu guru Dini masuk bersama salah satu siswa
"Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru. Silahkan perkenalkan namamu" kata bu guru Dini
"Perkenalkan nama saya Regan Gwen. Saya pindahan dari London" katanya
__ADS_1
"Bukan nya kamu anak dari Julius Gwen pemilik hotel RG Years" ucap salah satu siswi yang ada di kelas ku
"Itu benar, saya anak dari Julius Gwen pemilik hotel RG Years" jawab Regan
"Wow gue gak nyangka anak pemilik hotel terbesar di London-Indonesia masuk sekolah kita
"Ahh... senang nya"
"Sudah-sudah. Regan kamu bisa duduk di belakang Anggita" kata bu Dini. Lalu Regan pun duduk di tempat yang di tunjukkan bu Dini
"Hai gue Regan" sapanya padaku
"Anggita dan disebelah gue itu pacar gue namanya Fians" balasku dengan raut wajah datar dan membuat Regan terdiam
------------------------------------------------------------------
"2 bulan setelah itu, Regan menyatakan cinta padaku dan ingin aku menjadi pacar nya. Namun aku menolah dan mengatakan sekali lagi kalau aku sudah mempunyai pacar.
--------------------------------------------------------------------
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA FIANS, REGAN" ucap ku marah
"Apa yang ku lakukan. Aku lakukan ini untukmu Anggita" kata Regan
"Untukku. Memang apa yang Fians lakukan. dia itu pacarku Regan" kataku
"Justru karena dia, aku harus melenyapkan nya. karena aku mencintaimu Anggita. Aku mencintaimu" ucap nya dengan sedikit lantang
"Aku sudah pernah mengatakan nya Regan, pria yang kucintai adalah Fians. Hanya Fians yang sudah singgah di hatiku" kataku
"Tidak akan ku biarkan dia singgah di hatimu Anggita. AKAN KU LENYAPKAN DIA DARI HIDUPMU DAN HATIMU" katanya sambil memegang pistol
__ADS_1
"S-shi Ta lari. pergi lah" kata Fians sambil menahan rasa sakit
"Gak Fians aku akan tetap bersama mu" tegas ku
"Shi Ta, boleh aku meminta satu hal pada mu" pinta Fians padaku
"Jika kau menemukan dan menikah dengan pria yang bisa mendampingi dan menyayangi mu dengan tulus, maka aku minta cintai lah dia sepenuh hatimu. Lindungi dia dari Regan" kata Fians
"Apa yang kau katakan Fians. Aku sangat mencintai mu dan kita sudah berjanji akan bersama sampai kita menikah nanti" bantahku dan Fians hanya menggelengkan kepala nya
"Apa sudah selesai drama kalian, kalau sudah selamat tinggal" kata Regan
DOR DOR DOR
3 suara pistol itu tepat mengenai punggung Fians. posisiku berada di bawah Fians sedangkan dia berada di atasku
"Fi-fians" kataku ketakutan setengah mati
"Jangan takut Shi Ta. Berjanjilah padaku, Jika kau bertemu dengan seorang pria dan menikah dengan nya. Maka cintailah pria itu dengan tulus. Jangan biarkan aku menyesal karena harus meninggalkan mu selama nya" lirih nya
"Fians, aku janji. Jika aku menemukan dan menikah dengan pria lain aku akan mencintai nya dengan tulus dan tidak akan pernah melepaskan nya" kataku lirih
"Izinkan aku untuk menciummu untuk terakhir kalinya Anggita" pinta nya dan aku pun mengangguk
"Kau tau, ini pertama kalinya kau memanggil nama asliku" kataku sambil tersenyum
"Itu karena aku ingin mengukir nama aslimu di hatiku. Sekarang tutuplah matamu dan biarkan aku menciummu" katanya. aku pun menutup mataku dan merasakan bibir nya menyentuh bibir ku. Ciuman yang tadinya singkat menjadi lumatan dan nafsu. dan tanpa sadar Fians menekan nadiku hingga perlahan aku hampir kehilangan kesadaran
"Aku mencintaimu Anggita. Dan akan selalu mencintaimu. berjanjilah hidup lah dengan pria yang akan menikah dengan mu kelak dan belajarlah untuk mencintainya" lirihnya
"Aku juga mencintaimu Fians. Dan akan selalu mencintaimu. aku berjanji, jika kelak aku menikah dengan pria lain aku akan selalu mencintai nya hingga akhir hayatku" lirihku. Hingga aku dan Fians tidak sadarkan diri
__ADS_1