
Anggita POV
1 bulan setelah pembebasanku dari Regan. Hidupku kembali normal seperti biasa. Disitu juga aku mulai kesal dengan kak Arland yang menjadi posesive. Tidak boleh ini lah, tidak boleh itulah. Huft menyebalkan
"Kau kenapa kak?" Tanya seseorang yang tak lain adalah Yinna
"Kakak cuma sebel saja sama kak Arland. Padahal kakak kan cuma mau bantu mama Vina masak. Tapi kak Arland malah melarang kakak alasan nya katanya jangan sampai bayinya kelelahan saja" kataku dengan ekpresi cemberut
"Hahaha. Wajar kali kak. Itu artinya kak Arland tipe seorang ayah yang pengertian" kata Yinna
"Pengertian sih boleh-boleh saja. Tapi gak gitu juga kali" kataku
"Ayolah kakak ku sayang. Kak Arland hanya tidak mau terjadi sesuatu pada kalian" katanya
"Terserah deh. Oh ya ada berita apa hari ini?" Tanyaku pada Yinna
"Heummm. Seperti nya sekarang keluarga kita sudah punya pasangan" katanya
"Pasangan" kataku
"Iya. Kak Joey sudah mulai dekat dengan Yena. Dreynan sudah mulai dekat dengan Yemi. Sedangkan kak Ray belum ada kepastian hubungan nya dengan Amel" katanya
"Lalu Melisha?" Tanyaku
"Melisha mah gak usah di tanya. Dia masih sendiri" katanya
"Lalu kau bagaimana? bagaimana hubungan mu dengan Daniel?" kataku
"Ahhh... kakak. Daniel kan teman sekolah kita. Lagian yang ku tahu Vira juga menyukai Daniel" katanya
"Itu artinya kau juga menyukai Daniel kan?" kataku
"I-iya kak" katanya gugup
"Bagus dong. Artinya cinta mu terbalaskan juga" kataku
__ADS_1
"Mak-maksud kakak apa?" Tanya nya bingung
"Belum tahu ya? sebenarnya Daniel juga menyukaimu Nana adikku sayang" kataku sambil mencubit pipi kanan nya
"Ihs kakak sakit tahu. Lagian emang bener kalau Daniel suka sama Nana?" katanya
"Nana gak percaya nih sama kakak?" kataku
"Bukan begitu kak. Iya-iya Nana percaya kakak gak pernah bohong sama Nana" katanya dan tiba-tiba Dreynan menghampiri kami
"Kak Gita, kak Nana gawat" kata Dreynan yang masih terengah-engah
"Gawat kenapa Drey?" kataku
"Kak Arland dan kak Joey. Mereka dalam bahaya" katanya
"Bahaya bagaimana Drey. Bicara yang jelas" kataku dengan sedikit meninggikan suaraku
"Drey dapat kabar dari kak Ray" katanya
"ANGGITA" panggil seseorang yang tak lain adalah kak Ray
"Katakan padaku APA YANG TERJADI PADA KAK ARLAND DAN KAK JOEY" kataku dengan penuh emosi
"Mereka di culik. Pelakunya adalah Regan" kata kak Ray membuat tubuhku melemas dan terduduk
"Gak boleh. Kejadian 5 tahun lalu gak boleh terulang. Ku mohon kak Ray selamatkan kak Arland dan kak Joey" kataku
"Jangan khawatir Gita. Kakak janji akan menyelamatkan mereka" kata kak Ray
"Drey juga ikut kak" kata Dreynan pada kak Ray
"Baiklah tapi hati-hati" kata kak Ray dan Dreynan pun mengangguk
"Kakak sama Drey pergi dulu Gita. Kakak janji akan menyelamatkan Arland dan Joey. Nana jaga baik-baik Gita, jangan sampai sesuatu terjadi padanya" kata kak Ray
__ADS_1
"Jangan khawatir kak. Nana akan menjaga kak Gita" kata Yinna. Lalu kak Ray dan Dreynan pun pergi untuk menemukan kak Arland dan kak Joey
"Istirahat lah kak. Biarkan kak Ray sama Dreynan mencari mereka berdua. Kakak harus ingat, kakak sedang hamil. Jangan terlalu capek ya" kata Yinna dan aku membiarkan Yinna ke kamar dan membaringkan tubuhku di tempat tidur
"Istirahat lah kak" katanya dan aku pun memejamkan mataku dan tertidur
------ **Anggita POV END ----
----- Arland POV** -----
Sial. Sekarang aku dan Joey benar-benar tidak bisa lolos dari ulah Regan
"Mau membebaskan diri heum. Tidak akan bisa, karenamu pernikahanku dan Anggita gagal" kata Regan
"Wajar saja aku menggagalkan nya. Karena Anggita istriku" kataku dan dia memukul wajahku
"ANGGITA HANYA MILIKKU. SIAPAPUN YANG BERUSAHA MENGHENTIKAN KU MENDAPATKAN ANGGITA HARUS MATI" teriaknya dan aku hanya menatap nya dengan tatapan remeh
"Milikmu. Heuh. Sejak kapan istriku Anggita menjadi milik orang lain" kataku
"Tentu saja dia milikku. Bahkan aku sudah menyentuhnya" katanya membuat amarahku makin tinggi
"Kau memang menyentuhnya. Itu semua karena ulahmu" kataku dengan penuh emosi
"Itu benar. dan kau lihat di video itu, bagaimana liarnya Anggita bila aku sentuh dan ku pastikan Anggita mengandung anakku" katanya dan pergi meninggalkan kami
"Tahan amarah mu Arland. Ingatlah Anggita sekarang ini sedang hamil, sebaiknya kau rahasiakan kehamilan Anggita dari Regan atau hal buruk akan terjadi pada istrimu dan anakmu" kata Joey membuat amarahku mereda
"Sekarang tenang lah. Ku pastikan Rayhan akan membebaskan kita" kata Joey
"Ku harap Anggita baik-baik saja" kataku
"Tenang lah, Anggita pasti baik-baik saja. Walaupun dia bersikeras untuk ikut membantu. Dapat dipastikan Ray akan melarang Anggita untuk ikut" kata Joey dan aku hanya menangguk pasrah
"Anggita, kakak harap kau baik-baik saja. Jangan cemaskan kakak, kakak pasti akan kembali" kataku dalam hati
__ADS_1
---- Arland POV END -----