Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah

Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah
Episode 29 - Rencana Dimulai


__ADS_3

Amel POV


Regan benar-benar keterlaluan. Aku tidak percaya dia bisa bebas begitu saja dari penjara papa dan menculik kak Arland dan kak Joey. Sekarang aku berada di rumah ini lagi. Rumah yang harus nya tidak aku datangi 1 bulan terakhir


"Katakan padaku dimana Regan?" Tanyaku pada salah satu pelayan dan dia hanya diam saja


"KATAKAN PADAKU DIMANA REGAN" teriakku marah


"Tu-tuan mu-muda ka-kabur" cicitnya takut


"YENA, YEMI" panggilku pada Yena dan Yemi


"Ada apa Mel?" Tanya Yena


"Kita harus cepat mencari Regan. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada kak Arland" kataku


"Jangan khawatir Mel. Kita sudah menyuruh orang untuk mencari keberadaan Arland dan Joey" kata Yena


"Kita harus menemui Anggita jangan sampai dia jugan turun tangan untuk mencari keberadaan Arland dan Joey" kata Yemi


"Setuju. Anggita sedang hamil. Jangan sampai dia dan bayi nya terluka. Ayo cepat kita harus ke kediaman Adriana" kataku dan kami bergegas ke kediaman Adriana. Sesampai nya di sana, nyonya Vina Shen memberitahu kami bahwah Anggita tidak ada di kamar bahkan di apartement pun tidak ada


"Anggita kami harap kau baik-baik saja. Tidak akan ku biarkan kau melakukan hal yang membahayakan situasimu sekarang ini" kataku dalam hati


----- Amel POV END -----


------ Anggita POV -----


Sudah berapa lama aku tertidur. Aku tidak bisa diam saja karena permainan Regan harus dihentikan. Kini aku masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diriku. 30 menit selesai membersihkan diri dan berpakaian serta memakai make-up natural, kini aku keluar dari rumah. Beruntung tidak ada siapapun, jadi aku bisa keluar. 45 menit perjalanan menggunakan mobil, akhirnya aku sampai ke kediaman Mahendra


"Shi Ta, kamu datang sayang" kata bunda Lidya


"Bunda, Shi Ta minta tolong pada bunda" kataku

__ADS_1


"Tolong apa nak? bunda pasti akan membantumu" kata bunda Lidya


"Pinjamkan seluruh pasukan mafia ayah Evan" kataku


"Untuk apa kamu memakai mereka?" Tanya bunda


"Kak Arland dan kak Joey di culik bunda. Dan pelaku nya adalah Regan. Bunda, Gita mohon. Gita tidak mau kejadian 5 tahun lalu terulang lagi" kataku


"Baiklah nak. Tapi berhati-hatilah" kata bunda


"Pasti bun. Terimakasih" kataku lalu bergegas ke markas ayah Evan. Sementara bunda yang masih memperhatikan ku keluar dari rumah, seorang pemuda keluar dari persembunyian nya


"Permainan sudah di mulai, Bunda harap kamu bisa membantu Gita untuk menghentikan semuanya dan menyatukan kembali Anggita dan Arland" kata bunda Lidya pada pemuda itu


"Saya janji bun, semoga Arland dan Anggita tetap bersama dan tidak akan terpisahkan" katanya lirih


"Bunda tau perasaanmu nak, tapi ini sudah terlambat. Anggita sudah menikah dan kamu harus mengikhlaskan nya" kata bunda


"Sekarang ikutilah Anggita. Jangan sampai dia dan bayinya terluka" kata bunda


"Baiklah bun kalau begitu saya pamit" katanya dan pergi keluar mengikuti Anggita


"Semoga semua ini berakhir. Anggita, bunda harap kau bisa tenang setelah kau tau apa yang terjadi sebenarnya" kata bunda dalam hati


Sementara itu, setelah aku membawa beberapa orang suruhan ayah Evan untuk menyelamatkan kak Arland dan kak Joey. Kini kami sudah berada di tempat dimana Regan membawa kak Arland dan kak Joey


"Bagaimana situasi nya?" Tanyaku pada salah satu orang suruhan ayah Evan


"Penjagaan nya sangat ketat nona. Kita mungkin bisa menyerang mereka di jam 12.00 siang" katanya


"Baiklah sekarang pukul 11.30 masih ada 30 menit lagi untuk menyerang. sekarang kalian isirahat dulu, kalian harus mengisi tenaga kalian aku tidak mau saat kalian menyerang sudah pingsan karena kelaparan" kataku


"Baik nona" kata mereka lalu bergegas untuk pergi ke sebuah restoran

__ADS_1


----- Anggita POV END ------


------ Rayhan POV -------


"Bagaimana ini kak?" Tanya Dreynan padaku


"Sebaiknya kita menyerang mereka 30 menit lagi. Kakak sudah menyuruh orang suruhan Adiwijaya, Juan, dan Adriana untuk menunda 30 menit lagi" kataku


"Baiklah. Eh kak, itu bukan nya kak Anggita" kata Dreynan lalu aku melihat kearah yang di tunjuk oleh nya


"Itu memang Anggita. Sial kenapa dia bisa ada si sini" kataku


"Kak, sepertinya kak Anggita kesini bersama orang suruhan keluarga Mahendra" kata Dreyanan


"Kenapa harus orang suruhan keluarga Mahendra. Mafia keluarga Mahendra kenapa harus ikut campur juga dan kenapa mereka memberikan akses Anggita untuk meminjam suruhan keluarga Mahendra" kataku


"Sebaiknya kita temui kak Anggita" kata Dreynan dan aku mengangguk lalu keluar dari mobil menghampiri Anggita dan memengang tangan nya dan dia terkejut saat tangan nya di pengang kuat olehku


"K-kak Ray" katanya pelan


"Sedang apa kau dan orang suruhan keluarga Mahendra disini?" Tanyaku


"Aku mau menyelamatkan mereka kak. Aku tidak bisa diam saja" kata Anggita


"Disini berbahaya Anggita. Ingatlah kau juga sedang hamil" kataku


"Kak, Gita mohon. Biarkan Gita membantu membebaskan kak Arland dan kak Joey" katanya


"(menghela nafas) baiklah kakak izinkan. Tapi kau harus hati-hati. Sebaiknya orang suruhan Mahendra bergabung dengan kakak" kataku


"Baiklah" katanya lalu aku, Anggita, dan Dreynan memutuskan untuk ke restoran memesan makanan sambil menyusun rencana untuk membebaskan Arland dan Joey


----- Rayhan POV END -----

__ADS_1


__ADS_2