Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah

Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah
Episode 18 - Menemui Ayah Evan


__ADS_3

3 minggu kemudian. Kini aku sudah diperboleh kan pulang. Setelah selesai merapikan barang-barangku, kami pun keluar dari ruangan dan menuju parkiran. Saat kami ingin menuju ke parkiran, kami melihat kak Kei ada di sana


"MAU APA KAKAK KESINI HAH. BELUM PUAS KAKAK MENYIKSA ANGGITA" teriak kak Ray


"Ada hal yang harus aku bicarakan dengan nya" katanya


"Kalau ada yang mau di bicarakan, bicarakan dihadapan kami. Dan jelaskan kenapa kakak tega menyiksa Gita" kata kak Arland dengan tatapan dingin


"itu bukan urusan mu. Anggita sekarang ikut kakak" kata kak Kei tak kalah dingin


"Kak Arland. Gita gpp, Gita sudah punya janji dengan kak Kei" kataku


"Gak, kakak gak akan biarkan kak Kei membawamu lagi" kata kak Arland


"Gita janji kak. Kak Kei gak bakal ngelukain Gita lagi" kataku meyakin kan kak Arland


"Arland. Luh jangan khawatir. Gita akan baik-baik saja karena gue juga ikut" kata kak Ray sinis


"Terserah" jawab kak Kei. Aku dan kak Ray masuk kedalam mobil kak Kei dan pergi dari rumah sakit.


40 menit perjalanan, kini aku, kak Ray dan kak Kei sampai di kantor polisi. Dan disana juga aku melihat bunda Lidya


"Shi Ta kamu sudah datang nak" kata bunda


"Sudah bun. Sebenarnya kenapa kita ke kantor polisi?" Tanyaku


"Apa kau sudah lupa, kita juga harus bertemu dengan Tuan Mahendra untuk masalah Regan" kata kak Kei


"Ya sudah sekarang kita masuk. Ayo Shi Ta" ajak bunda dan kami masuk kedalam kantor polisi menemui ayah Evan


"Bagaimana kabarmu Shi Ta dan bagimana dengan rencana yang sudah disiapka. Juga bagaimana dengan orang-orang suruhan ayah" kata ayah padaku


"Shi Ta baik ayah. Rencana yang sudah disiapkan berjalan dengan lancar. Jangan khawatir masalah orang suruhan ayah yang sekarang ini menerima perintah Shi Ta" kataku


"Baguslah. Dengan begini kita hanya perlu menunggu Regan keluar dari persembunyian. dan kehidupan mu yang dulu akan kembali padamu" kata Ayah


"Shi Ta ayah minta satu hal pada mu" kata Ayah


"Apapun akan Shi Ta lakukan ayah" kataku


"Tetaplah hidup bersama suamimu dan cintailah dia dengan tulus. Jangan pernah kau lepaskan dia hanya karena gertakan badai kecil yang datang dari Regan" kata Ayah Evan


"Shi Ta janji ayah. Shi Ta juga waktu itu hampir menceraikan kak Arland. Dan Shi Ta juga sudah mendapat hukuman dari kak Kei karena kesalahan Shi Ta sendiri" kataku


"Mungkin yang di lakukan Kei ada benar nya Shi Ta. Kesalahan mu meminta cerai pada Arland adalah kesalahan yang fatal dan dapat beresiko. Kehidupan pernikahan mu dengan Arland sekarang ini tidak bisa mundur dan tidak bisa maju lagi. Hanya saling mempertahan kan dan kepercayaan lah yang bisa membuat kalian tetap bertahan jika kalian membawa kata cinta dalam kehidupan kalian" kata ayah


"Iya ayah. Shi Ta dan kak Arland sudah saling mencintai. Dan tidak akan Shi Ta biarkan pernikahan Shi Ta dan kak Arland hancur karena gertakan badai kecil" kataku


"Ayah percaya kalau kalian bisa melewati rintangan yang ada di hadapan kalian" kata ayah


"Jam berkunjung sudah habis" ucap salah satu seorang polisi


"Ayah, Shi Ta janji akan secepatnya menemukan Regan dan membebaskan ayah" kataku


"Ayah akan selalu percaya setiap langkah yang kau tempuh Shi Ta" kata ayah lalu pergi bersama salah satu polisi ke ruang sel. Lalu aku pun keluar dari kantor polisi


"Bagaimana Shi Ta?" Tanya bunda

__ADS_1


"Kita harus secepat nya menangkap Regan, bunda. Kasihan ayah sudah 5 tahun berada di penjara gara-gara Shi Ta" kataku


"Jangan khawatir Gita. Tuan Mahendra pasti bisa menunggu. Yang harus kita lakukan hanya mengikuti alur permaina Regan" kata kak Ray


"Ray benar Shi Ta. Suamiku masih bisa menunggu, hanya mengikuti alur permainan dan tidak ceroboh. maka kita bisa menjebloskan nya ke penjara" kata bunda


"Iya bun. Shi Ta akan selalu ingat" kataku


"Baiklah bunda pergi dulu. Bunda merasa lelah" kata bunda


"Istirahat lah bun. Jangan sampai bunda sakit" kataku dan bunda pun hanya mengangguk dan pergi pulang ke rumah kediaman Mahendra


"Kak Ray. Sebaik nya kakak pulang saja dulu. Ada yang mau Gita bicarakan dengan kak Kei" kataku


"Anggita apa kau serius?" Tanya kak Ray


"Gita serius kak. Jangan khawatir, Gita bakal baik-baik saja" kataku


"Baiklah hati-hati" kata kak Ray dan dia menaiki taxi untuk pulang kerumah. Lalu aku masuk ke dalam mobil kak Kei menuju ke rumah tersembunyi. Setelah sampai, kini kami masuk kedalam dan duduk di sofa


"Maafkan kakak yang terjadi 5 minggu lalu padamu" kata kak Kei


"Sudah Gita bilang untuk tidak usah terus minta maaf. Gita ngerti, yang kak Kei lakukan adalah kesalahan Gita. Ayah juga bilang kalau itu tidak sepenuh nya salah kakak. Itu juga kesalahan Gita karena hampir menceraikan kak Arland. Ayah juga bilang kesalahan yang Gita lakukan adalah kesalahan fatal. Pernikahan Gita sudah tidak bisa maju ataupun mundur. Yang harus Gita lakukan adalah tetap bertahan bersama kak Arland" kataku


"Kakak akan selalu membantumu Gita. Agar pernikahan mu dengan Arland tidak berakhir" kata kak Kei


"Terima kasih kak. Karena kakak mau membantu dan menemani Gita" kataku


"Setelah permainan ini selesai, kakak akan pindah ke London" kata kak Kei


"Kenapa kakak pindah ke London. Kak, Gita gak mau kakak pindah ke London" kataku dengan sedikit meninggikan suaraku


"Kak Kei. Sudah Gita bilang, itu semua bukan salah kakak. Kakak hanya menghukum Gita selayak nya bagaimana seorang kakak menghukum adik nya jika berbuat salah" kataku sambil memeluk kak Kei


"Gita mohon kak, tetaplah disini bersama Gita. Jika Gita melakukan kesalahan, kakak berhak menghukum Gita. Gita gak masalah asal kakak tetap bersama Gita" kataku lirih


"(menghela nafas) baiklah kakak janji tidak akan pernah meninggalkan mu" katanya yang membuatku kembali tersenyum


"Terima kasih kak Kei. Gita sayang kak Kei" kataku sambil memeluknya


"Kau ini sudah punya suami tapi manjanya sama kakak kandungnya" kata kak Kei sambil mengejek


"Biarin. Sekali-kali kan, aku manja sama kakak ku yang satu ini. Karena selama 19 tahun, kak Kei gak pernah bicara sama Gita" kataku sambil cemberut


"Tuh mulut minta di cium kah?" kata kak kei dengan senyuman jahil


"Ihh. kak Kei apa-apaan sih. Ciuman Gita hanya khusus untuk kak Arland" kataku tanpa sadar dengan ucapanku sendiri


"Ngaku nih" Ejeknya membuatku sadar dengan perkataan ku sendiri


"N-nggak. Ahh lupain aja apa yang Gita bilang tadi" kataku yang ku yakini wajahku sudah merah seperti kepiting rebus


"Yakin. Terus tuh wajahmu kenapa merah gitu" Ledek kak Kei


"Enggak yak kak Kei" kataku sambil memalingkan wajahku ke arah lain


"Ngaku aja apa susah nya sih" katanya

__ADS_1


"Udah ah. Anterin Gita pulang sekarang. Kak Arland pasti udah nungguin Gita" kataku


"Ya sudah lah. Nanti tinggal kakak bilang aja ke papa, mama, sama Arland" kata nya sambil beranjak dari kursi


"KAK KEIII. AWAS YA KALAU KAKAK NGOMONG KE MEREKA. KAK KEIII TUNGGUUU. KAKK KEII" teriakku menghampirinya dan masuk kedalam mobil. Sepanjang perjalanan aku masih diam karena kesal. Hingga saat sudah sampai di apartement, aku melihat kak Arland, papa, mama, dan saudaraku yang lain. Hingga suatu ide muncul di fikiranku


"Anggita kamu gpp kan?" Tanya kak Arland padaku


"Huhuhu kak Arland. Setelah kak Ray pulang, Kak Kei menyiksa Gita lagi" kataku sambil diam-diam menjulurkan lidahku ke arah kak Kei


"Apa yang kamu lakukan pada adikmu Kei" kata papa Gerlad. Lalu kak Kei mengambil ponsel nya dan memutar sesuatu


"*Kau ini sudah punya suami tapi manjanya sama kakak kandung nya"


"Biarin. Sekali-kali kan, aku manja sama kakakku yang satu ini. Karena selama 19 tahun, kak Kei gak pernah bicara sama Gita"


"Tuh mulut minta dicium kah?"


"Ihh. Kak Kei apa-apaan sih. Ciuman Gita hanya khusus untuk kak Arland"


"Ngaku nih"


"N-nggak. Ahh lupain aja apa yang Gita bilang tadi"


"Yakin. Terus tuh wajahmu kenapa merah gitu"


"Enggak ya kak Kei"


"Ngaku aja apa susah nya sih"


"Udah ah. Anterin Gita pulang sekarang. Kak Arland pasti udah nungguin Gita


"Ya sudah lah. Nanti tinggal bilang aja ke papa, mama, sama Arland


"KAK KEIII. AWAS YA KALAU KAKAK NGOMONG KE MEREKA. KAK KEIII TUNGGU. KAKK KEII*"


"Mau bicara apa sekarang nona manis" Ledek kak Kei membuat yang lain tertawa


"K-kapan Gita ngomong gitu" bantahku


"Serius nih gak mau ngaku" katanya


"Gak. Lagian itu bukan Gita" Elakku


"Ya sudah kalau gitu tinggal kakak tunjukkin video nya" katanya


"Iya-iya Gita ngaku. Gita memang ngomong gitu karena ciuman Gita khusus untuk kak Arland saja. Puas" kataku dengan sedikit meninggikan suaraku sambil menutup wajah ku di pelukkan kak Arland


"Sudah-sudah. Sekarang kita pulang. Biarin mereka berdua disini aja" kata mama Vina


"Ya sudah. Hati-hati pa, ma" kata kak Arland dan mereka pun keluar dari Apartement Arland dan Anggita. Kini hanya terisa mereka berdua


"Kau harus membuktikan ucapanmu nyonya Anggita Leonard" kata kak Arland


"Sejak kapan namaku jadi Anggita Leonard" kataku


"Dengar ya nyonya Leonard. Kau itu adalah istri dari Arland Leonard. Dan itu artinya kau adalah nyonya Leonard, istri dari Arland Leonard" katanya dan membuat wajahku kembali memerah seperti tomat

__ADS_1


"Kau harus membuktikan ucapan mu nyonya Leonard. Dan aku ingin melakukan nya hingga besok pagi" katanya lalu menciumku dan melakukan nya hingga pagi


__ADS_2