
2 hari kemudian. Kini keluarga Leonard, keluarga Adriana, keluarga Juan, dan keluarga Adiwijaya mengunjungi pemakaman mama Verlita, mama Felisha, pap Alex, dan papa Garlen
"Pa, Ma. Hari ini Gita membawa calon suami Gita. Sesuai keinginan kalian, maka Gita menyetujui keinginan kalian. Gita tahu kalian sudah merencanakan nya dengan tante Karin dan om Dave. Gita percaya dengan pilihan kalian dan tidak akan Gita sia-sia kan keputusan kalian" kataku dalam hati
Setelah pulang dari pemakaman, kini 4 keluarga tengah berkumpul di kediaman Juan untuk penentuan pernikahanku dengan kak Arland
"Jadi bagaimana Gita, apa kau setuju" kata Lisa nenekku atau ibu dari papa Garlen
"Gita setuju nek, dan perencanaan nya Gita serahkan pada kak Arland atau yang lain" jawabku
"Baiklah, bagaimana kalau 2 minggu lagi" kata mama Vina
"Setuju. Lebih cepat lebih baik" kata tante Karin
Setelah keputusan pernikahanku dengan kak Arland, Kini aku diajak oleh tante Karin untuk membeli gaun pengantin dan cincin pernikahan. Setelah semua selesai tante Karin mengantarku pulang karena besok aku harus sekolah
Keesokan hari nya, seperti biasa aku berangkat sekolah bersama kak Joey, Yinna, dan Lewis. Sesampai nya di sekolah, aku dan Yinna pun pamit pada kak Joey ingin ke kelas. Saat aku dan Yinna ingin masuk kelas, suara yang kami kenal memanggil kami
__ADS_1
"ANGGITAAA, YINNAAA" Panggil orang itu yang tak lain adalah Vina sahabat kami
"Duh, tuh mulut bisa gak sih sehari aja gak usah teriak-teriak segala. Masih pagi udah teriak-teriak kaya di hutan aja" kata Yinna
"Hehehe maaf soalnya hari ini aku seneng banget denger sahabatku satu ini mau nikah" kata Vira sambil memelukku
"Gak usah berisik napa. Kalau misalkan orang lain tau nanti kakak gue gak bisa sekolah" kata Yinna
"Ya maaf, terus pernikahan nya kapan?" Tanya nya padaku
"2 minggu lagi, kemarin gue udah milih gaun pengantin sama cincin nikah" jawabku pada Vira dan seseorang memanggilku
"Gita" panggil seseorang yang tak lain adalah Daniel teman sekelas ku
"Hei nenek kaleng, mulut luh ditutup deh. Kalau gak bisa sini gua cium" kata Daniel
"Gak mau. Enak aja main cium-cium gue. Dan juga ngapain luh ngatain gue nenek kaleng" kata Yinna tidak terima
__ADS_1
"Dari pada luh, ngatain gue motor pot" jawabnya santai. Memang begitulah kalau mereka bertemu, selalu saja pada adu mulut
"Udah-udah mending kita masuk, sebentar lagi jam pelajaran di mulai" leraiku dan kami masuk ke kelas saat jam pelajaran sudah dimulai
Setelah pelajaran, kini waktu nya istirahat. Kami ber empat pergi ke kantin untuk memesan makanan, tapi semua meja sudah penuh. Dan disaat itu aku melihat kak Joey dan kak Arland, kami pun menghampiri mereka
"Ehemmm kak Joey, kak Arland boleh gak kami gabung. Kami gak kebagian tempat" kataku
"Ya udah sini gabung aja. Lagian ada yang mau kita bahas juga sama luh Anggita" kata kak Joey padaku. dan kami bergabung dengan kak Joey dan kak Arland
"Oke sekarang katakan apa yan mau kak Joey sama kak Arland bicarakan?" tanyaku penasaran
"mengenai pernikahan kita yang akan dilangsungkan 2 hari lagi" kata kak Arland sontak membuat ku tersedak
"2 hari. Apa gak terlalu cepat kak?" Tanyaku
"Gak Anggita itu sudah keputusan dari nenek Lisa" kata kak Joey
__ADS_1
"Oke" jawabku pasrah. Karena memang aku tidak bisa melawan keputusan dari nenek Lisa atau ibu dari ayahku Garlen Juan