
Setelah berkunjung ke kediaman keluarga Leonard, kini aku dan kak Arland pamit pada mamah karin untuk segera pulang. Saat di perjalanan hanya ada keheningan di dalam mobil. Saat aku ingin memulai pembicaraan, ponselku berbunyi
"Halo pa, ada apa?"
"Kak, ini Vino. Vino mau ngasih kabar kalau kak Kei, kak Vera, sama kak Frida kecelakaan kak"
"Kecelakaan. Bagaimana bisa Vin"
"Gak tau kak. Sekarang mereka bertiga ada di rumah sakit keluarga Juan"
"Ya sudah nanti kakak sama kak Arland kesana"
Setelah pembicaraan ku dengan Vino. Aku mematikan telfonku
"Kak kita harus ke rumah sakit milik papa Garlen. Kak Kei, kak Vera, sama kak Frida kecelakaan" kataku pada kak Arland
"Bagaimana bisa?" Tanyanya
"Gak tau kak. Buruan kak kita ke rumah sakit sekarang" kataku. Tanpa menjawab kak Arland segera melajukan mobilnya ke rumah sakit. Sesampai nya di rumah sakit, aku melihat keluarga ku menunggu di luar ruangan operasi
"Pa, ma bagaimana keadaan kakak?" Tanyaku
"Dokter masih didalam, masih belum memberikan kabar" kata papa dan tidak lama dokter keluar dari ruangan
"Dok bagaimana keaadaan anak-anakku?" Tanya mama Vina
__ADS_1
"Mereka masih dalam penanganan. Saya bagian penanganan Tuan muda Kei. Saat saya sedang melakukan operasi, Tuan muda Kei sadar. Beliau ingin bertemu dengan nona Anggita" kata dokter
"Saya Anggita dok" kataku
"Baiklah kalau begitu kita masuk. Tuan muda Kei ingin bicara dengan anda" kata dokter
"Baiklah ayo" kataku. Lalu aku dan dokter masuk ke ruangan dan aku melihat kak Kei yang sedang memejamkan mata
"Kak kei" kataku lirih
"Gi-ta ha-ti-ha-ti de-ngan- Re-gan" katanya terbata-bata
"Maksud kakak ini semua ulah Regan?" Tanya ku dan dia pun mengangguk
"Ber-jan-ji-lah lin-du-ngi li-ma ke-luarga be-sar" katanya
"Masih ada Arland Gita. Lindungi suami mu dengan baik. Cintailah dia, pertahankan pernikahan kalian apapun yang terjadi" katanya
"Gita janji kak, Gita janji. Tapi Gita mohon jangan tinggalin Gita, kak. Gita gak tau dengan siapa nanti Gita bertahan untuk menghadapi permainan Regan, jika kakak meninggalkan Gita" kataku
"Kau harus bisa memenangi permainan Regan sendirian Gita. Gunakan kekuasaan Adiwijaya dan kekuasaan Mahendra untuk menghentikan nya" kata kak Kei
"Anggita. Berjanjilah pada kakak, hiduplah dengan bahagia bersama Arland. Lahirkan lah anak-anak yang lucu dengan Arland. Kakak tidak menyesal melindungi mu walau harus mengorbankan nyawa sekalipun. Dulu kakak terpaksa menggunakan jalan kekerasan untuk menghukum mu, agar kau tidak berhenti di tengah jalan. Hanya karena rintangan sulit yang di berikan Regan. Berjanjilah pada kakak, jangan pernah ada kata cerai dalam pernikahan mu dan Arland" katanya
"Gita janji kak" kataku dan kak Kei pun tersenyum lalu menutup matanya dan meninggal.
__ADS_1
Saat aku masih dalam tangisan sambil memeluk kak Kei, 2 dokter yang menangani kak Vera dan kak Frida mengatakan kalau mereka tidak bisa tertolong. Lengkap sudah kesedihan ku. Kehilangan 3 orang kakak yang paling ku sayangi. Lalu aku memutuskan keluar dari ruangan, aku melihat mereka begitu berduka karena kehilangan 3 orang sekaligus. Saat itu juga, aku melihat kak Ray begitu terpukul karena kehilangan 3 kakak kandungnya
"Kak Ray" kataku pelan sambil memeluknya
"Kenapa hidup kakak seperti ini Gita. Saat kakak masih kecil, kakak kehilangan mama Verlita dan papa Alex. Sekarang kakak kehilangan ketiga kakak kandung kakak sendiri. Sekarang kakak sendiri Gita, meski masih memiliki nenek Annisa dan kakek Rian. Tapi aku masih merasa hampa. Mereka bertiga sudah lebih dulu menemui mama Verlita dan papa Alex. Lalu sekarang kakak sendiri tanpa mereka" lirih nya
"Kak Ray, walaupun Gita bukan adik kandung kakak. Tapi Gita tetaplah adikmu. Jika Gita di posisi kakak saat kehilangan Yinna, Lewis, dan Dreynan. Gita juga akan di posisi yang sama seperti kakak. Tapi Gita juga harus tetap hidup karena masih ada kak Joey, Vino, Salsa, dan Melisha sebagai saudara Gita. Tetaplah bertahan kak Ray. Kak Kei sudah memberitahu Gita bahwa penyebab kecelakaan ini adalah ulah Regan" kataku
"Regan. Jadi dia sudah kembali?" Tanya nya dan aku hanya mengangguk pelan
"Kak, sebelum kak Kei meninggal dia pernah memberitahu Gita. Kalau dia selalu mengawasi Gita. Dari situ Gita berkesimpulan, kalau bukan hanya Gita saja yang diawasi. Tapi juga kalian semua. Gita juga yakin kalau ada cctv di mobil kak Kei" kataku
"Kalau gitu, kita simpan saja dulu buktinya, kita sambungkan dengan yang terjadi 5 tahun lalu" kata kak Ray
"Gita, kak Kei sudah tidak bisa melindungi mu lagi. Sekarang kakak adalah penerus satu-satunya keluarga Adiwijaya. Sebagai penerus Adiwijaya, Saya Rayhan Adiwijaya berjanji akan melindungimu dan membantumu mengakhiri permainan Regan yang sudah terjadi 5 tahun lalu" Tegasnya
"Gita juga janji kak, Gita berjanji pada Kei Adiwijaya dan Reyhan Adiwijaya akan secepat nya mengakhiri permainan yang sudah berjalan selama 5 tahun" Tegasku
"Kalau begitu sekarang kita harus mengahkiri permainan Regan. Agar kau bisa hidup bersama Arland dan memiliki keluarga yang utuh. Gunakan lah akses keluarga Adiwijaya untuk memulai permainan Regan. Menangilah permainan ini Anggita" kata kak Ray
"Gita janji kak" kataku
"Sekarang pulang lah dengan Arland. Kita harus istirahat yang cukup jika kita ingin mengakhiri permainan gila Regan" katanya
"Baiklah, kalau begitu Gita pamit pulang dulu kak" Pamitku pada kak Ray
__ADS_1
"Hati-hati" katanya dan aku hanya mengangguk kecil lalu pulang bersama kak Arland ke apartement