Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah

Cinta Seputih Salju Dan Semerah Darah
Episode 27 - Kabar


__ADS_3

3 setelah istirahat. Kini kak Arland membawaku kerumah sakit untuk memeriksa kandunganku


"Bagaimana keadaan nya dokter?" Tanyaku pada dokter Irma


"Keadaan bayinya sehat. Dan usia kandungan nya sudah sekitar 5 minggu" kata Dokter Irma yang membuatku dan kak Arland terkejut


"5 minggu dok. Itu tidak mungkin. Saya tidak meminum pil kontrasepsi 2 minggu lalu" kataku


"Mungkin nona ada sedikit kelupaan untuk meminum obatnya setelah kalian berhubungan badan" kata dokter Irma


"Terimakasih dokter. Kalau gitu kami pamit" kataku


"Sama-sama" kata dokter Irma.


Lalu aku dan kak Arland keluar dari rumah sakit dan pergi ke kediaman Adriana. Sesampai nya di sana, kini 4 keluarga besar berkumpul untuk menyambut kehadiranku


"Bagaimana keadaan mu Gita. Ada yang terluka?" Tanya mama Vina sambil memelukku


"Gita gpp ma. Mama gak usah cemas" kataku


"Ya sudah ayo masuk" kata mama Vina dan kami pun masuk kedalam rumah


"Ma, Pa. Lewis, Vino, Salsa kemana? kenapa mereka bertiga gak ada disini?" Tanyaku pada mereka membuat mereka semua diam


"Sekali lagi Gita tanya. Lewis, Vino, dan Salsa kemana?" Tanya ku dengan sedikit meninggikan suaraku


"Mereka bertiga meninggal" kata kak Ray. Lalu aku mendekat pada kak Ray dan menarik kerah bajunya


"KATAKAN PADAKU APA YANG TERJADI PADA MEREKA?" Tanyaku


"Mereka meninggal saat melakukan pengejaran pada Regan setelah dia mengirim video itu" kata kak Ray dengan tatapan dingin

__ADS_1


"LALU APA HUBUNGAN NYA DENGAN SALSA. KALAU LEWIS DAN VINO BISA KUPERCAYA KEMATIAN MEREKA, TAPI BAGAIMANA DENGAN SALSA" tanyaku pada kak Ray


"Salsa di jadikan sandera oleh Regan. Dan dia memperkosa Salsa, sehingga Salsa bunuh diri" kata kak Ray sehingga tubuhku merasa lemas dan pingsan


beberapa jam kemudian. Kini aku mulai sadar dan menetralisir seluruh ruangan yaitu kamarku sendiri


"Sudah lebih baik Gita" kata kak Arland


"Kenapa kakak tidak memberitahuku masalah kematian adikku?" Tanyaku pada kak Arland


"ku kira Amel sudah memberitahumu, ternyata tidak. Dia juga ikut ke pemakaman, walau dari jarak jauh" kata kak Arland


"Istirahat lah Gita. Kau harus menjaga kondisi kesehatan mu" kata kak Arland dan aku sudah kembali terlelap tidur


-------- Anggita POV END -------


------- Amel POV -------


"Bagaimana keadaan kakakmu itu" kata laki-laki itu yang tak lain adalah Rayhan Adiwijaya


"Dia masih ada di rumah ini, dan masih suka teriak untuk di keluarkan" kataku


"Anggita sudah mengetahui kematian adiknya" katanya


"(menghela nafas) 7 nyawa sudah melayang mati secara tragis karena ulah Regan. Lalu bagaimana keadaan Anggita?" kataku


"Dia masih shok karena kematian ketiga adiknya terutama Lewis yang merupakan saudara kembarnya" kata Rayhan


"Semoga dia baik-baik saja. Lalu bagaimana janin nya?" Tanyaku


"Keadaan nya sehat. Bahkan usia kandungan nya sudah berjalan 5 minggu" katanya

__ADS_1


"5 minggu. Kalau sudah diusia begitu seharusnya dia masih mengalami awal gejala" kataku


"Mungkin Gita dan bayinya sangat sehat dan bisa di ajak kerja sama" katanya


"Dasar tidak peka. Mana ada seorang janin bisa bekerja sama. Memangnya dia udah mempunyai pikiran wawasan bisa diajak kerja sama" kataku


"Entahlah. Aku kan tidak punya istri, jadi tidak tahu" katanya


"Kalau begitu carilah istri. Diusia mu sekarang yang 20 tahun seharusnya sudah di perbolehkan menikah" kataku


"Bagaimana mau menikah. Kalau calon nya gak ada" katanya


"Kasihan" kataku sambil meledeknya membuat dia mendengus sebal


"Sudahlah. Ayo sekarang ku antar kau ke bandara" katanya


"Baiklah ayo" kataku dan kami masuk kedalam mobil Rayhan menuju bandara. Sesampainya di bandara, kami pun keluar dari mobil


"Kapan kau akan kembali?" Tanya nya


"Entahlah. Mungkin saat waktunya tiba aku akan pulang" jawabku


"Baiklah. Hati-hati. Kabari aku jika kau sudah sampai" katanya


"Oke. Bye" kataku


"Bye" katanya dan aku masuk ke dalam sambil mengantri karena sudah waktunya berangkat


"Akan aku usahakan secepatnya kembali Ray. Aku tidak mau hal buruk terjadi pada kehidupan teman masa kecilku. Meski dulu aku menyukai kak Arland. Kini rasa suka itu hilang. Kak Arland hanya teman masa kecilku sekarang. Anggita, ku harap kau bisa tegar menghadapi rintangan yang terjadi selanjutnya aku akan mendukungmu dan membantu mu jika kau mengalami kesulitan" kataku dalam hati


------ Amel POV END -----

__ADS_1


__ADS_2