
Anggita POV
30 menit setelah kami makan dan menyusun rencana. Kini kami memulai rencana tepat pukul 12.00 P.M
"Nona Juan, mereka sudah berkurang" kata salah satu orang suruhan Mahendra
"Bagus. Sebaiknya beberapa orang suruhan keluarga Mahendra, Adiwijaya, Juan, dan Adriana berpencar dan tangkap orang suruhan Regan yang sedang keluar dari zona aman mereka. Dan ingatlah untuk bermain bersih. Biarkan polisi yang memberi hukuman pada mereka" kataku
"Baik nona" kata nya dan membawa beberapa orang suruhan 4 keluarga untuk menangkap beberapa orang suruhan Regan
"Apa sekarang bisa kita mulai kak Ray?" Tanyaku pada kak Ray
"Baiklah kita mulai sekarang. Jumlah mereka sedikit" kata kak Ray lalu kami menyelinap masuk kedalam rumah tua. Dan disana aku melihat kak Arland dan kak Joey
"Bagaimana ini kak?" Tanyaku
"Jangan khawatir. Dreynan akan mengalihkan perhatian mereka dan orang suruhan Juan akan membuat mereka pingsan lalu kita bisa membebaskan mereka berdua" kata kak Ray. Lalu dia memberikan kode pada Dreynan untuk memulai rencana. Dan tepat sasaran, mereka pingsan lalu aku dan kak Ray mendekati kak Arland dan kak Joey membebaskan mereka setelah tali terlepas, aku memeluk erat kak Arland
"Tidak seharusnya kau kesini Anggita" kata kak Arland sambil membalas pelukan ku erat
"Gita tidak bisa diam saja kak. Gita gak mau terjadi sesuatu pada kak Arland" kataku sambil melepaskan pelukan kak Arland
"Sebaiknya kita keluar dari sini" kata kak Ray. Saat kami ingin pergi sialnya Regan dan orang suruhan nya sudah menghadang kami berlima
"Mau pergi kah nona manis. Tangkap Anggita dan tahan mereka ber-empat" kata Regan dan mereka pun melakukan perintah Regan
"Lepaskan aku" berontak ku saat mereka mendekatkan ku pada Regan dan mengikat tuhuhku di kursi
"Lama tidak bertemu sayang. Tubuhmu adalah canduku. Kau hanya milikku Anggita bukan milik siapapun" katanya sambil memelukku
__ADS_1
"LEPASKAN TANGAN KOTORMU ITU DARI ISTRIKU REGAN" teriak kak Arland
"Melepaskan nya. Sekarang kita lihat apakah kau bisa membuatku melepaskan Anggita saat aku menyentuh setiap inci tubuh istrimu" kata Regan lalu dia mencium bibirku dan melumatnya dengan kasar
"LEPASKAN AKU BRENGSEK" teriakku saat Regan sudah melucuti semua pakaianku
"ANGGITA. REGAN LEPASKAN ANGGITA" teriak kak Arland pada Regan
"Tidak akan dan tidak akan pernah" katanya dan saat dia mencium leherku, tiba-tiba Regan terhuyung ke belakang lalu aku merasa ada yang memelukku dan memberikan ku selimut untuk menutup tubuhku
"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI AMEL" kata Regan
"Tidak akan ku biarkan kau menyentuh Anggita" kata Amel
"Menyingkirlah Amel" kata Regan
"Tidak akan. Yemi bawa Anggita pergi" kata Amel dan Yemi pun membawaku keluar. Tapi sayang kami terhadang hingga membuat kepalaku terbentur dinding
"Bi ci jin wo de shou song kai"
"Qu yong bao geng duo wei lai"
2 kalimat dari nyanyian itu seperti kaset lama yang berputar kembali di ingatanku. Aku berusaha untuk menahan rasa sakit karena beberapa kilasan muncul begitu saja. Saat aku membuka mata, ku lihat semua orang sudah terluka dan aku juga melihat Regan mengarahkan pistol ke kepala kak Arland. Lalu aku bangkit dan berdiri dihadapan Regan menjadi tameng untuk kak Arland
"Anggita menyingkirlah" kata kak Arland dan aku menggelengkan kepalaku menandakan tidak setuju
"MENYINGKIR LAH ANGGITA. AKU HARUS MEMBUNUH NYA. KAU HANYA MILIKKU. HANYA MILIKKU" kata Regan
"Ni-nio" kataku membuat tubuh Regan bergetar
__ADS_1
"Nio" kataku
"Anggi. Anggi" katanya
"Jangan sakiti mereka Nio. Jangan buat aku membencimu" kataku dan Regan menjatuhkan pistolnya ke lantai dan dia terduduk sambil tubuh bya gemetar
"Maaf maaf maaf" katanya terisak
"Nio. Maafkan aku yang melupakanmu. Maafkan aku yang melupakan janjiku dulu pada mu. Nio, apa yang Nio lakukan 5 tahun lalu membuat Anggi membenci Nio. Nio tidak hanya menyakiti Anggi, tapi Nio juga menyakiti Regan. Tubuh ini adalah tubuh Regan, dan Nio membuat Regan tertidur selama 5 tahun" kataku
"Maafkan Nio, Anggi. Maafkan Nio. Nio hanya tidak mau siapapun memiliki Anggi" katanya
"Nio, jika Nio ingin Anggi memaafkan Nio. Nio harus berjanji pada Anggi, untuk membebaskan Regan. Nio sudah membuat Regan tertidur selama 5 tahun" kataku
"Tapi Nio gak mau Anggi pergi dari Nio. Nio gak mau menghilang" katanya
"Anggi gak akan pergi dari Nio. Dan Nio gak akan menghilang dari tubuh Regan asal Nio melakukan beberapa syarat" kataku
"Syarat apa?" Tanyanya
"1: Nio harus membangunkan kembali Regan
2: Nio harus meminta maaf pada Regan
3: Nio juga harus minta maaf pada 5 keluarga besar
4: Nio harus merubah sifat Nio jika ingin tetap di tubuh Regan" kataku
"Ni-nio janji" katanya dan dia pun pingsan dan tiba-tiba aku pun merasa tubuhku lemas dan samar-samar aku melihat seseorang menghampiriku
__ADS_1
"Fi-fians" panggilku padanya dan pingsan