
🌼CLUB🌼
Karena terus saja dicerewetin mama Alin akhirnya Justin pun bersedia untuk menemui Dea
Kini Justin dan Dea sedang duduk berhadapan di sebuah atap restoran mewah yang sudah disulap sedemikian rupa agar suasananya menjadi sangat indah dan cantik
"Hhmm ternyata mama tidak bohong, kau benar tampan rupanya"
Justin hanya tersenyum menanggapi ucapan Dea, bagi nya sudah biasa mendapatkan pujian seperti itu
Justin dan Dea pun berbincang tentang kesibukan mereka sehari hari dan tentu saja Dea lah orang yang paling vokal karena Justin lebih banyak diam
Jujur saja Justin bahkan tidak tertarik sekali dengan topik pembicaraan ini karena otak Justin sudah keracunan bisnis hingga yang ada dipikiran Justin hanya saham, saham, saham.
Bukan nya bosan dengan tingkah Justin diluar dugaan Dea justru sangat tertarik. Tiba-tiba saja naluri Dea merasa tertantang agar bisa menaklukan Justin, diam Justin di mata Dea sangat cool dan menantang
"Jangan panggil aku Deandra Stevani kalau aku tidak bisa membuat mu jatuh ke dalam pelukan ku Justin" batin Dea
Makan malam telah selesai, Justin pun mengantarkan Dea pulang dengan menggunakan mobil mewah milik nya.
Tentu saja mata Dea langsung berbinar karena mobil itu adalah mobil mewah limited edition dan hanya ada 10 di dunia. Beruntung sekali rasanya Dea bisa naik mobil seperti ini
"Apa kau besok sibuk?"
"Tentu saja, memang kenapa?"
"Sebenarnya aku ingin mampir sebentar di kantor mu, apa boleh?"
"Baiklah silahkan saja"
"Benarkah, Ahh aku senang sekali mendengar nya"
Cup
Tanpa ragu Dea mendaratkan sebuah kecupan di pipi Justin, setelah itu Dea langsung turun dari mobil dengan wajah yang memerah dan tersipu malu.
Dengan malu-malu sembari menutup kedua pipi nya lalu satu tangannya melambai kepada Justin sebelum mobil Justin berlalu dari halaman depan rumah Dea
"Iissh apa-apa'an wanita itu. Ciih sepertinya ini akan menarik"
Drrrrrtt drrrtrr drrrtt
"Edo, ngapain dia nelpon jam segini?"
"Lu dimana bro?"
"Masih dijalan, ini mau pulang ke rumah"
"Cih kau ini seperti anak ABG, sesekali nakal sedikit tidak akan membuat mu masuk neraka"
__ADS_1
"Iissh kau ini mau apa sebenarnya?"
"Temani aku ke club"
"Oke"
"Aku tunggu di club biasa"
"Baiklah"
Justin pun memutar mobil nya lagi menuju club yang biasa ia dan Edo datangi jika sedang ada masalah. Justin tidak pernah menyentuh minuman haram jika ia ingin minum dia hanya akan memesan air mineral atau soft drink saja.
Beda dengan Edo yang memang biasa nakal, Edo akan minum sampai mabuk setelah itu dia akan membawa seorang wanita untuk naik ke ranjang nya
Saat sampai Justin pun terlebih dahulu memarkirkan mobil. Saat masuk ke dalam club Justin langsung menjadi soroton karena perawakan nya yang gagah, tampan dan berkarisma.
"Kenapa lagi kau, aku baru datang kau sudah mabuk"
"Cih aku belum mabuk, satu botol ini tidak akan membuat ku hilang kesadaran"
"Apa kau bertengkar lagi dengan papa mu?"
"Cih tua bangka itu, panjang sekali umur nya... Harusnya dia mati lebih cepat agar aku bisa bebas"
"Anak macam apa kau ini"
"Whahahaha kau tau dari dulu Justin aku ini bukan laki-laki yang hebat seperti mu. Kau dan kedua orang tua mu sangat bahagia dan orang tua mu sedikit pun tidak pernah menuntut mu apa-apa dan lagi pula kau itu memang terlahir dengan kepintaran di atas rata-rata. Lah apa kabar dengan aku, orang tua ku selalu menuntut ku untuk memajukan perusahaan, mereka menekan ku habis-habisan dan selalu membandingkan aku dengan kakak ku. Cih mungkin jika aku anak tunggal seperti mu mungkin aku tidak akan bernasib sial seperti ini"
Saat Edo masih mengoceh ada dua orang wanita mendekat ke arah mereka. Tentu saja wanita-wanita ini berpakain kurang bahan dan sangat seksi dengan menonjolkan aset-aset milik nya untuk memikat hati para buaya
"Boleh kami duduk?" ucap salah satu dari mereka
"Yaa silahkan" jawab Edo
"Hay aku Yuka dan aku Jessi"
Ucap mereka bergantian sembari mengulurkan tangan nya pada Justin dan juga Edo. Hanya Edo yang menyambut uluran tangan mereka sedangkan Justin nampak sangat acuh hingga membuat dua wanita itu kesal
"Kalian mau aku temani, kita bisa keatas"
"Sorry girl aku ingin membersihkan diri ku, aku tidak mau lagi bermain dengan sembarangan wanita"
"Cih kalian ini sombong sekali"
Yuka dan Jessi pun pergi dari hadapan Edo dan Justin untuk mencari target yang baru
"Kau benar-benar tidak ingin lagi bermain dengan wanita?"
"Yaa dan kau tau alasan nya. Percintaan satu malam ku dengan wanita itu benar-benar membuat ku jatuh dalam pesonanya"
__ADS_1
"Kau yakin dia di Indonesia?"
"Yaa aku yakin karena aku masih menympan barang nya yang tertinggal sampai saat ini... Aku akan mencari nya dan tidak akan berhenti sebelum aku menemukan nya. Hanya dia satu-satu nya wanita yang ingin aku nikahi"
"Cih gaya mu itu sudah seperti laki-laki yang alim saja"
"Kau ini selalu saja meragukan aku... Aku serius aku ingin menikahi wanita itu"
"Kau ingin menikahi wanita yang bahkan nama nya saja kau tidak tau siapa"
"Karena itulah aku akan berusaha lebih keras lagi untuk bisa menemukan nya, andai kau tau kecantikan nya itu mengalahkan cantik nya bidadari"
"Jjiiiiaaahhh dasar lebay"
Setelah semua unek unek yang ada di hati Edo keluar dan jangan di tanya lagi Edo saat ini sedang mabuk berat dan sudah tidak sadarkan diri
Justin pun harus bersusah payah menggotong Edo dan membawa nya memasuki mobil.
Justin membawa Edo ke apartemen milik Edo, Justin teman yang bertanggung jawab. Setelah mengantarkan Edo pulang Justin tidak langsung pergi, dia membantu melepaskan sepatu, kaos kaki dan juga membantu mengganti baju Edo.
Setelah semua nya selesai baru lah Justin pulang ke rumah nya. Kini hari sudah menunjukan pukul dua pagi waktu yang sangat terlambat untuk Justin pergi tidur
Justin benar-benar sangat mengantuk sekarang. Tanpa basa-basi setelah masuk ke dalam kamar nya Justin langsung merebahkan diri dan tertidur
Keesokan pagi nya Justin bangun seperti biasa, pergi mandi, memakai stelan kantor dan turun untuk sarapan pagi bersama mama dan papa nya
"Tadi malam pulang jam berapa Justin?"
"Jam 2 ma"
"Whaat ! Apa saja yang kamu lakukan dengan Dea sampai kamu pulang pagi?"
"Tidak ada ma, Justin dan Dea hanya makan malam"
"Kalau hanya makan malam lalu kenapa pulang begitu larut?"
"Justin pergi ke club bersama Edo"
"Astaga, mama pikir kau pergi bersama Dea, apa harapan mama kali ini putus lagi"
"Tali kali ma putus"
"Kau pasti tidak ada kelanjutan kan dengan Dea?"
"Siapa bilang, hari ini Dea mau main ke kantor kata nya"
"Heh benarkah, kau serius Justin"
"Memang kapan Justin becanda?"
__ADS_1
"Yee mama seneng denger nya"