
Seminggu sudah berlalu, tiba-tiba saja Justin kehilangan kontak dengan Edo sejak pertemuan mereka terakhir di cafe
Justin pernah mencoba datang ke kantor Edo namun Edo tidak ada di tempat bahkan ponsel nya pun tidak aktif
Justin tidak tau apa yang terjadi di dalam pikiran Justin dia khawatir sahabat nya ini dalam masalah karena itulah dia berusaha untuk mencari dan menghubungi Edo
Tok tok tok
"Masuk"
"Selamat pagi pak"
"Ada apa may?"
Maya pun melangkah dan menyerahkan sebuah surat di atas meja Justin
"Apa ini may?"
"Maaf pak itu adalah surat pengunduran diri Saya, Saya mau resign dari kantor pak"
"Loh kenapa mendadak, apa gajih kamu kurang?"
"Tidak pak bukan begitu, gajih yang bapak berikan sangat cukup tapi orang tua Saya di kampung sedang sakit-sakitan pak dan tidak ada yang merawat mereka. Karena itulah Saya dan suami Saya memutuskan untuk pulang ke kampung"
"Kalau cuma itu alasan nya, Saya akan naikkan gajih kamu supaya kamu bisa menyewa perawat untuk menjaga orang tua kamu"
"Maaf pak, bukan Saya menolak rejeki hanya saja Saya tidak mau orang tua Saya dirawat oleh orang lain. Sedari kecil orang tua Saya merawat Saya dengan kedua tangan mereka, Saya hanya ingin berbalas budi pak" ucap Maya sembari tertunduk
Justin dapat melihat meskipun Maya menundukan wajah. Ada buliran bening yang jatuh dari pipi nya itu menandakan kalau Maya benar tulus pada ke dua orang tua nya
"Baiklah tapi apa tidak bisa kau menunggu sampai aku mendapatkan sekretaris baru?"
Maya diam sebentar untuk berpikir
"Sebenarnya Saya bisa menunggu sampai satu minggu lagi pak"
"Baiklah, kalau begitu kau buat iklan cari sekretaris yang siap diandalkan dan tahan banting seperti mu ingat dia harus berkompeten dan rapi serta tidak boleh ceroboh"
"Baik pak"
Segera setelah turun perintah dari Justin, Maya langsung membuat iklan bahkan dalam skala yang besar. Luar biasa yang ingin masuk ke perusahaan WinsFood ini jumlah nya bahkan ratusan orang padahal yang dicari hanya satu orang sekretaris
Setelah melakukan seleksi yang ketat selama dua hari akhirnya tepilih lah 10 orang kandidat untuk menggantikan posisi Maya sebagai sekretaris Justin
__ADS_1
10 orang ini hari ini di jadwalkan untuk bertemu dengan Justin. Justin sendiri yang akan menilai dan memilih sekretaris yang cocok dengan diri nya
"Astagaa... Terlambat terlambat aku terlambat... Mati aku mati" ucap Shasya
Diantara 10 orang terpilih tersebut ternyata Shasya adalah salah satu nya. Karena tadi malam dia kerja lembur akhirnya Shasya kesiangan untuk interview di perusahaan WinsFood
Shasya pun melajukan sepeda motor miliknya bagai orang kesetanan. Begitu sulit nya mencari kerja Shasya harus rela bekerja serabutan mulai menjadi pelayan cafe sampai jadi penjaga toserba yang buka 24 jam padahal Shasya adalah seorang Sarjana di jurusan Ekonomi dan Bisnis
Interview itu dimulai pukul 10 sedangkan sekarang waktu sudah menunjukan pukul 09.55 itu artinya 5 menit lagi interview yang langsung dipimpin oleh petinggi perusahaan WinsFood akan dimulai
Shasya baru saja sampai, dia bahkan memarkirkan motor nya sembarang dan berlari menuju lantai 17 tempat dimana interview itu dilaksanakan
Shasya berlari menuju lift namun terlambat lift itu telah pergi naik meninggalkan Shasya. Akhirnya mau tidak mau Shasya harus berlari dengan menggunakan heels menuju tangga darurat demi menggapai lantai 17
Dengan langkah kaki yang terburu-buru Shasya terus berdoa semoga dia tidak kehilangan kesempatan untuk bisa bekerja diperusahaan bergengsi ini
"Yaa Allah semoga engkau berbaik hati. Bantu aku ya Allah tolong"
Benar saja dia terlambat. Interview itu bahkan sudah berlangsung sejak 15 menit yang lalu. Shasya pun tidak diijinkan untuk masuk ke ruang interview dia dihalangi oleh dua orang pengawal yang berjaga di depan pintu
Namun tentu saja bukan Shasya nama nya jika dia harus pasrah apalagi mengingat perjuangan peluh nya untuk bisa sampai di tempat ini
Shasya pun memukul dua orang pengawal tersebut hingga tumbang. Ho ho ho tentu saja Shasya punya kemampuan bela diri yang bagus karena itulah penampilan dan gaya nya pun juga sedikit tomboy
"Aaahhhh" Shasya menerobos masuk
"Keluaarr" dua orang pengawal tadi berusaha untuk menyeret Shasya untuk kembali keluar dengan wajah yang sudah babak belur
"Ada apa ini" ucap Justin dengan suara kharismatik nya
"Maaf Tuan, tapi nona ini menerobos untuk masuk"
Justin memperhatikan wajah pengawal nya yang babak belur. Apa itu karena ulah wanita ini pikir Justin
"Siapa kau?" ucap Justin
"Saya Shasya Marinka Tuan dan Saya adalah salah satu kandidat sekretaris yang kemaren telah berhasil lolos seleksi awal" ucap Shasya sembari sedikit membungkuk memberi hormat pada Justin
Justin pun melirik jam yang melekat dipergelangan tangan nya
"Kau terlambat 15 menit nona"
"Maaf Tuan, ijinkan aku berpartisipasi"
__ADS_1
"Aku tidak suka orang yang tidak disiplin itu nanti akan merepotkan dan menghambat pekerjaan ku, kau keluar"
"Maaf Tuan, Anda bahkan belum tau kinerja Saya seperti apa. Mengapa Anda langsung menilai Saya hanya karena satu kesalahan yang Saya lakukan"
"Kau tau perusahan ini seperti apa, satu detiknya adalah ratusan juta rupiah kau hitung saja dengan keterlambatan mu selama 15 menit ini berapa juta dolllar kerugian yang akan diterima oleh perusahaan"
"Setidaknya ijinkan lah Saya untuk mencoba berpartisipasi jika Saya gagal artinya Saya memang tidak pantas untuk bergabung dengan perusahaan Tuan"
"Hhhmmm menarik aku suka semangat wanita ini" batin Justin
"Baiklah aku akan memberikan mu sebuah laporan keuangan dan aku akan memberikan mu waktu selama 5 menit untuk menganalisa laporan tersebut dan jika kau gagal maka kau harus angkat kaki dari perusahaan ku dan nama mu akan aku blacklist sehingga kau tidak akan bisa melamar lagi jika perusahaan ku membuka lowongan... Bagaimana?"
Shasya menarik nafas sebentar, bismilah dalam hati nya setidaknya dia harus mencoba urusan hasil serahkan pada Allah begitu pikir Shasya
"Baik Saya terima tantangan dari Tuan"
Acara interview yang telah berlangsung tadi terpaksa harus ditunda sebentar karena tantangan dari Justin untuk Shasya
Tidak butuh waktu lama datang salah seorang karyawan disana dengan membawa dua buah berkas. Justin meminta agar berkas itu diserahkan pada Shasya dan Shasya pun menerima itu dengan baik
Shasya mulai serius dan matanya mulai mengamati setiap detail angka yang tercetak pada 2 buah map yang berisi tentang laporan keuangan perusahaan tersebut
"Waktu mu habis" ucap Justin
Pegawai tadi lalu menarik kembali berkas tersebut dan menyerahkan itu pada Justin
"Katakan apa analisa mu"
"Pada laporan keuangan yang pertama itu wajar tanpa pengecualian. Tidak ada tanda-tanda adanya penyimpangan aset atau keuntungan. Namun pada laporan keuangan yang kedua terjadi penggelapan uang perusahaan sebesar 1,3-1,7 milyar perhari selama 30 hari berturut-turut. Dan hal tersebut membuat perusahaan kehilangan dana mencapai 50 M dalam periode bulan tersebut"
"Wow hebat juga dia" batin Justin
"Baiklah aku akan memberikan mu kesempatan untuk mengikuti interview ini"
"Apa benarkah Tuan? Yeee alhamdulilah"
"Duduk lah manis pada tempat dan tunggu giliran mu"
"Terimkasih Tuan terimakasih"
Shasya pun lalu mengambil tempat bagian dari mereka yang sudah terlebih dahulu masuk ke ruangan ini
"Aku seperti pernah bertemu wanita ini tapi dimana yaa?" batin Justin
__ADS_1
"Koq aku seperti pernah melihat wajah calon bos ku ini yaa?" batin Shasya