CINTA SIAL CEO ARROGANT

CINTA SIAL CEO ARROGANT
DITERIMA


__ADS_3

Setelah kurang lebih menyita waktu Justin selama dua jam acara interview calon sekretaris Justin ini pun berakhir


Hasil dari interview kali ini akan diumumkan dalam dua hari lagi


"Bagaimana menurut mu Rei?"


"Semua nya nampak bagus Tuan namun menurut Saya wanita yang bernama Syasha Miranda itu seperti nya cocok untuk menjadi sekretaris Anda"


"Tapi dia tidak begitu cantik dan seperti nya dia itu tomboy"


"Tapi dia pintar Tuan dan dari hasil studi nya saat menempuh pendidikan sangat baik apalagi dia adalah salah satu dari penerima beasiswa yang diberikan oleh negara untuk orang-orang yang berprestasi"


"Yaa kau benar Rei, dia juga lumayan cekatan... Tapi aku seperti pernah melihat nya...Emmm dimana yaa?"


"Dia adalah pelayan yang waktu itu Tuan"


"Pelayaan!!" Justin nampak binggung, dia berpikir sembari telunjuk dan jari tengah yang menggosok gosokan pada bagian dagu karena tengah berpikir keras


"Aahh maksud mu dia pelayan yang meneriaki aku di restoran waktu itu?"


"Benar Tuan"


"Aahh menarik juga... Kalau begitu jadikan dia sekretaris ku" ucap Justin sambari tersenyum penuh arti


Rei pun mengangguk patuh.


Di tempat lain Syasha saat ini sedang bekerja sebagai penjaga toserba.


"Uuhh kembali ke pengaturan awal"


"Sha gimana interview nya tadi?" ucap Abdul teman nya sesama penjaga toserba


"Belum tau, itu akan diumumkan dua hari lagi"


"Semoga diterima yaa Sha sayang loh izasah sarjana cuma mentok jadi penjaga toserba"


"Hhuuff" Shasya menarik nafas dalam


Orang-orang selalu saja merendahkan pekerjaan nya dan selalu memandangnya sebelah mata. Memang nya kenapa kalau sarjana kerja sebagi pelayan atau pun penjaga toserba, selagi itu pekerjaan halal dan menghasilkan rupiah untuk Shasya tidak masalah bagi nya


Orang selalu memandang sebelah mata karena dia dianggap sebagai orang yang pintar dalam studi dan juga penerima beasiswa namun setelah lulus ujung-ujung nya jadi pengangguran pas dapat kerja eeh malah mentok jadi penjaga toserba


Sudah hampir lima tahun Syasha lulus dan menyandang gelar sarjana, namun selama dua tahun Shasya benar-benar menjadi pengangguran. Dia sudah mencoba untuk melamar pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan lain namun tak satu pun perusahaan yang membutuhkan kemampuan nya hingga dia berakhir menjadi pelayan di cafe hingga jadi tukang cuci piring di restoran


Karena sebuah insiden dia pun di pecat lalu disini lah sekarang Syasha berada, menjadi seorang penjaga toserba yang buka 24 jam. Kadang dia harus berganti shif di tengah malam atau pun datang pagi-pagi buta tergantung dari shif yang dia dapatkan

__ADS_1


Syasha sangat berharap semoga kali ini dia diterima diperusahaan WinsFood agar dia bisa memperbaiki taraf kehidupan nya.


Sebenarnya dulu Syasha mendapatkan tawaran beasiswa untuk melanjutkan S-2, namun ibunya melarang dia pergi jauh karena ayah nya mengalami kecelakaan dan tidak ada yang bekerja mencari uang sedang kan dua orang adik Syaha masih sekolah dan membutuhkan biaya pendidikan


Kerena itulah Syasha menolak program beasiswa luar negeri tersebut dan memilih untuk mencari kerja. Ibu Syasa sendiri hanya berjualan gorengan di depan rumah. Kondisi ayah nya yang lumpuh membuat ibu nya tidak bisa bekerja jauh, jika pun jauh paling cuma jadi tukang cuci baju di rumah sebelah


Kemiskinan membuat Syasha harus bertahan dengan berat nya hidup. Dan Syasha harus kuat menanggung semua beban terutama beban moral karena tajam nya mulut tetangga


Krriing krriingg


Syaha baru saja mendapat sebuah pesan yang masuk dari ponsel nya. Syasha luar biasa bahagia karena itu adalah pesan pemberitahuan kalau dia diterima bekerja menjadi sekretaris CEO WinsFood


"Aaaahhhh aku diterima... Aku diterimaa"


Syasha berjingkrak jingkrak senang


"Aahh bahagia nya, ternyata begini rasanya mendapatkan pekerjaan dari perusahaan"


Malam itu juga Syasha membuat surat pengunduran diri nya di toserba. Sebelum pulang Syasha menyempatkan diri untuk mampir ke toko dan membeli beberapa stel baju untuk dia bekerja


Syasha pun memberi tahu orang tuan nya di rumah kalau dia berhasil diterima di perusahaan bergengsi itu. Bu Karin pun juga turut senang karena itu artinya akan ada lebih banyak uang bulanan untuk membiaya kehidupan dan biaya pendidikan untuk Fina dan Fano. Fina dan Fano adalah adik kembar Syasha dan mereka itu kembar pengantin, Fina adalah kakaknya karena lahir satu menit lebih dulu berjenis kelamin perempuan dan Fano berjenis kelamin laki-laki karena itulah disebut kembar pengantin


Bu Karin pun memasak berbagai macam makanan lezat untuk merayakan kabar baik ini, hingga malam indah ini pun berlalu dan mentari pagi menunggu di esok hari.


Kini disini lah Syasha berada, duduk tepat di depan pintu ruangan CEO.


"Baik ka, mohon bantuan nya" jawab Syasha sopan


Maya pun mulai menjelaskan tentang pekerjaan yang harus Syasah lakukan, Maya cukup senang karena Syasha orang nya mudah diajari dan cepat memahami sesuatu hingga bukan hal sulit untuk membuat Syasha mengerti tentang pekerjaan nya


Waktu sudah menunjukan pukul 10 namun CEO belum juga menunjukan batang hidung nya. Apa dia selalu terlambat seperti ini pikir Syasha tanpa Syasha tau sebenarnya Justin sudah tiba di kantor sejak pukul 7 pagi tadi namun dia langsung keluar karena harus meeting di luar kantor


Tak tak tak


Suara langkah kaki bersahutan tanda bahwa ada yang mendekat ke arah mereka. Tentu saja itu adalah Justin dan juga Rei yang baru datang, Maya dan Syasha pun berdiri, membungkuk dan memberi hormat


"Ciih apa-apa CEO jam 10 baru datang ke kantor" batin Syasha


Tak lama setelah itu Syasha pun diminta untuk masuk ke ruangan Justin. Syasha pun masuk dengan percaya diri seperti apa adanya dirinya


"Ada yang bisa Saya bantu Tuan?" ucap Syasha


"Yaa bagaimana pekerjaan mu?"


"Saya masih belajar dari ka Maya Tuan"

__ADS_1


"Apa Maya mengajari mu dengan baik?"


"Yaa Tuan sangat baik dan sangat mudah untuk dimengerti"


"Hhmm baiklah kalau begitu kerjakan pekerjaan mu yang lain"


"Baik Tuan"


Syasha pun melangkahkan kaki nya bermaksud untuk pergi dari ruangan Justin namun baru juga berbalik Justin telah memanggil nya lagi


"Mau kemana kau?"


"Maaf Tuan, Saya mau melanjutkan pekerjaan Saya"


"Siapa yang menyuruh mu?"


"Tuan"


"Kapan aku menyuruh mu?"


"Tadi baru saja Tuan bilang agar aku melakukan pekerjaan ku yang lain"


"Yaa dan pekerjaan itu ada disini"


"Astaga kenapa tidak bilang dari tadi" batin Syasha namun tak bisa ia ungkapkan hingga Syasha hanya bisa tersenyum jengkel


Justin mengangkat kedua kakinya dan meletakan itu diatas meja


"Pekerjaan mu sekarang adalah memijit kaki ku"


"Apaaahhh"


"Kenapa? Tidak mau? Kalau begitu silahkan keluar dan jangan injakan kaki lagi di kantor ku ini"


"Tidak Tuan akan aku lakukan"


Dengan hati dongkol, Syasha memijit kaki Justin. Justin dengan santai berselonjor dengan tangam yang sibuk membolak balik berkas sumber kekayaan nya


"Kau bisa memijit tidak sih... Apa tangan mu itu terbuat dari besi kenapa keras sekali"


"Aaauuu" Justin sedikit meringis karena Syasha menekan pijitan nya kuat hingga membuat Justin kesakitan


"Aahh sudah lah kau tidak bisa bekerja, mijit saja tidak bisa... Sekarang kau ambil tumbukan berkas yang ada di bawah meja ku"


Syasha pun patuh dia beranjak dan mengambil berkas yang ada di bawah meja Justin. Alangkah terkejutnya Syasha melihat tumpukan berkas itu kembar seperti adik nya dan tinggi nya jika di ukur mungkin sekitar 100cm

__ADS_1


"Kau berikan aku resuman juga laporan dari berkas-berkas itu. Ku beri waktu sampai pukul 2 siang"


"Wwhaaaaattttt!!!!!! Berkas sebanyak inii dikerjakan dalam waktu kurang dari 4 jam, oh astaga yang benar saja" batin Syasha menggerutu


__ADS_2