CINTA SIAL CEO ARROGANT

CINTA SIAL CEO ARROGANT
CINTA ATAU PERSAHABATAN


__ADS_3

"Bro loe sibuk gak?"


"Kenapa?"


"Yaa gua mau ngajak loe makan siang bareng"


"Whahahha dasar jones, lu emang udah gak punya cewek lagi buat diajak jalan hahaha"


"Sialan loe, mau apa gak.. Kau jangan menguji kesabaran ku Justin?"


"Iyaa iyaa oke... Dimana?"


"Tempat biasa"


"Oke baik 15 menit lagi aku meluncur"


"Rei aku akan keluar sebentar, kau bisa handle pekerjaan ini?"


"Baik Tuan"


Justin pun pergi dari kantor dan menuju tempat pertemuannya bersama Edo. Ternyata disana Edo sudah menunggu Justin duduk disalah satu meja di dekat pojokan.


"Justin" terdengar dari kejauhan ada seorang wanita yang memanggil Justin


Ternyata itu adalah Dea, secara kebetulan Dea juga ingin makan ditempat itu bersama teman-teman nya


"Dea"


Dea pun berlari menghampiri Justin dan mendarat ke dalam pelukannya.


"Wah siapa De, guaanteng banget" ucap Milda teman Dea


"Huush mata jangan jelalatan, ini calon suami ku"


"Wooaaallah calon suami toh, ya udah kalau gitu kita duluan ajaa deh gak enak nanti dikira obat nyamuk"


Teman-teman Dea pun pergi dan tidak jadi makan di cafe tersebut. Lebih tepat nya mereka malas makan bersama Dea karena Dea pasti akan pamer kepada mereka. Teman-teman Dea tau kalau Dea itu punya sifat ria dan haus akan pujian apalagi Dea mendapatkan calon suami konglomerat semakin menjadi jadilah sifat ria nya ini


"Kau mau makan disini juga Justin"


"Yaa teman ku sudah menunggu di dalam"


"Benarkah, apa aku mengganggu?"


"Sama sekali tidak, ikut lah akan aku perkenalkan kau dengan nya"


Justin dan Dea pun masuk beriringan ke cafe tersebut dan jangan lupakan tingkah Dea yang selalu menempel pada Justin seolah Justin adalah layangan yang akan terbang tertiup angin jika Dea tidak memegang tali nya dengan kuat


"Apa sudah lama menunggu?" ucap Justin pada Edo


Edo sibuk bermain ponsel hingga dia tidak menyadari kalau Justin datang bersama dengan seorang wanita

__ADS_1


"Cih aku sudah lama menunggu mu tau"


"Maaf"


Justin pun menarik kursi untuk Dea duduk dan kemudian menarik satu lagi untuk dirinya. Edo sedikit bingung kenapa Justin menarik dua kursi, Edo pun lalu mengangkat kepala nya dan mengalihkan pandangan nya pada orang yang duduk disamping Justin


Praaaannnkkkk


Ponsel yang dipegang oleh Edo terjatuh, Edo bengong dan mengedipkan mata nya berulang-ulang seolah tidak percaya dengan sosok wanita yang kini tepat ada dihadapan matanya


Tek tek tek


Justin menjentikan jari jemari nya berulang kali untuk menyadarkan Edo dari rasa terpukau nya. Justin tau betul kalau Edo saat ini sedang terpukau dengan kecantikan Dea maklum lah Edo bagi Justin adalah playboy cap kapak yang gak bisa liat barang bening dikit


"Edo sadar wooyy sadar"


"Hah apa... Gimana?"


"Kau kenapa?"


"Apa kau melihat wanita yang ada di depan mata ku?"


"Yaa tentu saja aku melihat nya"


"Benarkah... Jadi aku tidak sedang bermimpi kan... Tampar aku Jus tampar"


Buuuuukkkkk


"Woy, loe ngajak berantem yaaa..."


Edo langsung menarik kerah leher Justin dan bersiap untuk membalas bogem mentah dari nya


"Lah kan elo yang minta bro"


"Yaa bukan bogem mentah juga kali bambang...."


"Hehehe sorry bro sorry"


Edo menyusap bibir nya yang sedikit mengeluarkan darah sedangkan Justin tertawa cekikikan


"Ohh yaa kenalin ini Dea" ucap Justin


"D-ea" ucap Edo sedikit terbata


"Iyaa Dea, dia ini adalah calon istri ku"


"Whaaattt.... Calon istri???"


"Iyaa... Dia calon istri ku"


Edo menatap Justin dan Dea secara bergantian dengan ekspresi muka yang sulit untuk diartikan

__ADS_1


Dea pun mengulurkan tangan nya terlebih dahulu pada Edo. Dengan sedikit ragu, Edo pun menyambut uluran tangan dari Dea


"Deandra Stevani"


Begitu saja jabat tangan itu selesai tanpa satu kata pun dari Edo. Edo mulai mengingat kembali sosok wanita yang menjadi incaran nya selama ini, Edo mulai mencocokan aroma tubuh yang ada di dalam ingatan nya tentang wanita yang menghabiskan malam panas bersama nya dulu di Amerika


Benar ingatan Edo tidak salah, dialah orang nya. Wanita yang mengabiskan peluh panas dan berbagi keringat bersama Edo adalah wanita yang sekarang mengaku sebagai calon istri dari Justin


Edo tidak salah, tidak mungkin dia salah. Edo selalu mengingat setiap wanita yang dia anggap spesial dan wanita ini adalah yang paling spesial dimata Edo. Karena wanita ini pula lah Edo memutuskan untuk berhenti bermain dengan wanita dan menjadi lelaki baik yang tidak celap celup kesana sini


Namun apa, kenyataan ternyata wanita yang dia cari selama bertahun tahun dia cari malah ditemukan dan dikenalkan sebagai calon istri dari orang lain terlebih lagi orang itu adalah sahabat nya sendiri


Sekarang Edo binggung harus bagaimana, Edo sangat tau saat Justin mencintai wanita Justin akan sangat sayang padanya dan Edo takut Justin akan kembali patah hati dan menyakiti dirinya seperti yang sudah sudah


Haruskah Edo mengalah atau mengatakan yang sebanarnya pada Justin bahwa Dea adalah wanita yang selama ini Edo cari. Edo bingung apakah harus mengalah atau bersikap sedikit egois. Disatu sisi Edo juga sangat mencintai wanita ini


"Kau... Apa kau tidak mengingat ku?" ucap Edo pada Dea


"Apa kita pernah bertemu sebelum nya?"


"Amerika, Club X"


"Hah" ucap Dea binggung


"Lupakan lah seperti nya aku salah orang"


Edo menghentikan ucapan nya karena melihat Dea mulai salah tingkah. Seperti nya Dea tidak jujur pada Justin tentang masa lalu nya begitu analisa Edo yang ada di dalam pikiran nya


"Astaga... Dia mengenali ku... Apa dulu aku pernah melayani nya" batin Dea


"Eehh maaf Tuan, mungkin karena aku seorang model jadi kau pernah melihat wajah ku di majalah mungkin" ucap Dea agar Justin tidak curiga


"Hhhmm"


Kali ini Edo lebih banyak diam dan lebih banyak memperhatikan interaksi Justin dan Dea. Biasanya Edo akan selalu berceloteh tapi tidak untuk kali ini, sedangkan Justin seperti biasa dia menjadi pria kaku yang tidak mengerti bagaimana cara menyanjung wanita, Justin adalah produk laki-laki tidak romantis yang pernah ada di dunia karena itulah wanita yang bersama Justin sering bosan dan mencari kelembutan dari laki-laki lain sehingga Justin berakhir dengan penghianatan cinta


"Bro, gua duluan... Kalian lanjutkan saja berdua" ucap Edo


"Loh... Tumben"


"Ahh sudah lah... Gua ada meeting"


"Oke baiklah"


Edo melirik sebentar pada Dea, dan jujur saja Dea sedikit gemetar mendapat serotan tajam dari Edo tapi Dea berusaha untuk tidak menunjukan itu dihadapan Edo dan bersikap seolah acuh


Edo pun akhirnya pergi meninggalkan Justin dan Dea yang kembali melanjutkan makan siang nya


"Cih dasar sial sila sial" Edo memukul setir mobil berulang kali


Edo terus mengumpat tidak jelas, menyesalkan takdir, mengapa harus Justin... Seandainya itu orang lain Edo tidak akan ragu untuk merebut Dea dan membuat Dea berada dipangkuan nya. Tapi ini adalah Justin, teman nya, sahabatnya, orang yang selalu ada dan yang selalu mendukung Edo disaat Edo berada dalam masalah

__ADS_1


Haruskah Edo merebut Dea atau membiarkan Dea yang sudah lama ia cari berada dipelukan Justin. Ini adalah dilema cinta atau persahabatn di dalam hubungan pertemanan Edo dan Justin


__ADS_2