CINTA SIAL CEO ARROGANT

CINTA SIAL CEO ARROGANT
KE BANGKOK


__ADS_3

🌼KE BANGKOK🌼


****


Syasha dan Justin sudah berada di kantor sekarang. Entah kenapa semenjak kejadian di restoran tadi mood Justin jadi turun. Dia seperti tidak bersemangat lagi untuk bekerja


Semua orang pun bertanya siapa gerangan wanita cantik yang berjalan beriringan dengan Justin. Seingat mereka sekretaris Justin yang baru tidak terlihat seperti itu


Kaum wanita menatap kagum dan iri sedangkan kaum lelaki terpesona dan terpikat dengan penampilan Syasha


Namun Syasha tidak perduli pandangan orang di sekitarnya. Syasha yang memang pada dasar nya jutek tidak pernah perduli dengan bagaimana cara orang memandang nya. Syasha merasa biasa saja dan tidak ada yang berubah dari dalam diri nya


"Aaaiiissh aku ini kenapa?" ucap Justin sembari mengucak ngucak rambut nya kasar


Justin menarik nafas nya dalam, sekarang dia benar-benar badmood


"Aahh perasaan macam apa lagi ini? Kenapa aku peduli? Apa ini cuma perasaan karena aku ingin mengayomi bawahan ku? Yaa itu mungkin cuma perasaan seperti itu. Hanya perasaan yang ingin melindungi bawahan nya dan sebagai atasan memang harus seperti itu kan" Justin bermonolog pada diri nya sendiri


Tiba-tiba Dea datang dan ingin masuk ke ruangan Justin. Syasha yang belum tau kalau Dea adalah tunangan Justin mencoba menghalangi langkah Dea


"Maaf nona Anda mencari siapa?"


Dea pun memperhatikan orang yang baru mencegat nya ini.


"Siapa dia, kenapa dia cantik sekali" batin Dea


"Kau yang siapa? Kau tidak tau siapa aku?"


Syasha diam dan menggeleng


"Bo**doh aku ini adalah bos mu, aku calon istri dari Justin kau paham"


"Aahh yaa, kalau bagitu siapa nama Anda biar Saya konfirmasi terlebih dahulu pada Tuan Justin"


"Aiiishh menyebalkan sekali, dimana Maya?"


"Maaf nona, ibu Maya sudah resign dan aku adalah Syasha sekretaris baru yang menggantikan bu Maya"


"Astaga... Maaf yaa aku tidak punya waktu meladeni mu"


Setelah mengatakan itu Dea pun terus melanjutkan langkahnya menuju ruangan Justin dan Syasha pun masih mencoba untuk mengahalagi Dea sehingga terjadi lah adu mulut dan adegan tarik menarik


"Minggirr.... Mingggiiir ku bilang"


Buuuukkkk Dea berhasil masuk


"Maafkan aku Tuan Justin tapi nona ini memaksa untuk masuk"

__ADS_1


"Pergilah" ucap Justin sembari mengibas-ngibaskan tangan nya menyuruh Syasha untuk pergi


Syasha pun membungkuk memberi hormat dan meninggalkan Justin dan Dea berada berdua di ruangan itu


"Sekretaris mu itu sungguh menyebalkan" ucap Dea dengan nada yang sedikit tinggi


"Maklumi saja lah dia baru beberapa hari bekerja disini"


"Lihat lah kulit ku memerah karena tadi dia menarik ku dengan kuat"


"Itu tidak terlihat seperti cidera bagi ku"


"Justin jadi kau lebih membela sekretaris mu itu dari pada aku calon istri mu" Dea sedikit berteriak


"Astaga cobaan macam apa lagi ini Tuhan" batin Justin


Sontak saja kemerahan Dea membuat kepala Justin menjadi semakin berdenyut


"Baiklah Dea maafkan aku, sekarang sebagai permintaan maaf ku kau mau apa?"


"Aku mau kau pecat dia"


"Tidak bisa seperti itu Dea, kau tidak bisa mencampurkan urusan pribadi dengan masalah kantor. Lagi pula ini bukan masalah yang serius... Apa kau tidak mau perawatan saja di salon?" Justin mencoba membujuk Dea


Dea diam dan berpikir sejenak.


"Aku tidak mau" ucap Dea sembari melipat kedua tangan nya di dada


Ambil lah ini untuk mu, gunakan saja sesuka mu dan kau bisa mengajak teman-teman mu juga untuk pergi berbelanja


Seketika mata Dea pun menjadi berbinar, kesempatan bagus untuk berfoya-foya dan juga pamer kekayaan yang akan menjadi milik nya juga hanya kurang dari 30 hari lagi


"Benarkah?"


"Hhmm tentu saja"


"Apa aku boleh mengajak teman-teman ku liburan?"


"Kau mau kemana?"


"Justin sebentar lagi kita akan menikah, aku tidak akan bisa lagi bermain bersama teman-teman ku. Setidak nya untuk terakhir kali aku ingin bermain bersama mereka dan liburan ke luar negeri"


"Oke baiklah... Lakukan sesuka mu dan bersenang-senang lah"


"Yeeee... Makasih sayang..  Kau yang terbaik"


Cup cup cup

__ADS_1


Dea mengecup pipi Justin berulang kali, namun Justin hanya tersenyum dan bersikap biasa


Dea pun memberanikam diri duduk di pangkuan Justin. Justin tidak menolak dan membiarkan Dea melakukan apa yang dia mau


Dengan berani Dea mengec**up bibir Justin. Selama mengenal Justin, Dea sama sekali tidak pernah mendapatkan perbuatan mesra dari Justin hingga Dea sendiri yang harus memulai nya


Justin menikmati permainan Dea hingga adegan sesap mengasaap dan bunyi keecapan pun bersahut sahutan


Dea mulai mennddesaah "aaahh"


Dea pikir Justin nol besar masalah wanita ternyata Dea salah, Justin juga pandai membuat wanita mabuk kepayang


Justin menekan tengkuk leher Dea dan meperdalam ciuman nya. Dea pun  terus meleng**kuh dan meliuk liukan tubuh nya seperti cacing yeng tersiram abu


Tangan Justin pun mulai turun ke tengah dan meremas satu bukit kembar milik Dea hingga membuat Dea menge**rang


"Aaahhh Jus-tiin" ucap Dea terbata dengan suara serak penuh birahhii


Justin menghentikan aksinya saat dia merasa kalau dia pun kini juga sudah terbawa naf**su. Jujur Dea kecewa, Dea ingin meminta hal yang lebih dari Justin, otak Dea pun bahkan sudah  membayangkan bagaimana ganasnya Justin di ranjang mengingat bagaimana cara Justin memberikan pemanasan


"Kenapa berhenti?"


"Aku menghargai mu Dea. Mari kita lakukan setelah kita menikah"


Jujur Dea sedikit malu mendengar jawaban Justin. Muka Dea pun menjadi merah. Segera Dea membetulkan kembali pakaian dan rambut nya yang sedikit berantakan


"Baiklah aku pergi dulu, mungkin sore ini aku akan berangkat bersama teman-teman ku"


"Eemm pergilah... Hati-hati dan bersenang senang lah" ucap Justin sambil tersenyum


Dea pun membalas senyuman Justin lalu setelah itu Dea pergi dan keluar dari ruangan Justin dengan raut muka yang sedikit kesal


Dea pun menelpon teman-teman nya dan tujuan Dea kali ini adalah Bangkok


Drrtttt ddrrttt drrttt


Sebuah panggilan masuk di ponsel Justin dan itu adalah telpon dari Rei


"Ada apa Rei?"


"Tuan mohon maaf seperti nya masalah disini sedikit lebih rumit dan aku perlu tambahan waktu untuk menyelesaikan nya"


"Apa aku perlu kesana?"


"Tidak perlu Tuan, tapi sebaiknya Anda bersiap karena Anda ada perjalanan bisnis ke Bangkok"


"Astaga aku lupa... Lalu bagaimana aku pergi tanpa diri mu?"

__ADS_1


"Tuan aku sudah menerima laporan yang diberikan oleh Syasha tentang rapat Tuan bersama Mr. Fredlic. Saya rasa Syasha cukup mampu untuk menemani perjanan bisnis Tuan kali ini"


Justin pun diam dan mencerna ucapan Rei


__ADS_2