
"Astagaa... Dasar bos tidak tau diuntung, dia punya dendam apa sih sampai ngasih kerjaan gak ada becanda nya... Huuufffhhh baiklah Syasha semangaaatttt!!!!!"
Syasha pun mulai melakukan pekerjaan nya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Justin. Satu per satu tumpukan kertas itu Syasha bolak balik hingga kini berkurang sedikit demi sedikit
Saking seriusnya Syasha bekerja dia bahkan tidak menyadari kalau sekarang sudah tiba waktunya untuk makan siang. Bahkan saat Justin meninggalkan ruangan nya pun Syasha sama sekali tidak menyadari
Justin melirik sekilas pada Syasha yang sibuk bekerja, dalam hati Justin merasa kagum karena Syasha pekerja keras
Sampai tenggak waktu yang ditentukan oleh Justin Syasha berhasil menyelasaikan pekerjaan nya.
"Wwoow hebat juga dia" batin Justin
"Mohon diperisaksa lagi Tuan, jika ada kesalahan akan Saya perbaiki"
"Tentu saja ini harus diperbaiki lagi, kau masih kurang teliti dalam menetapkan kesimpulan, ini masih terlalu sulit untuk dimengerti"
"Baik Tuan akan Saya perbaiki lagi"
Huhhff sebenarnya Syasha mengeluh karena merasakan lapar pada perut nya. Namun karena pekerjaan ini harus segera dia selesaikan dia pun mengabaikan suara rintihan cacing di dalam perut nya.
Justin pun menatap lewat bilik yang bisa terbuka atau tertutup otomatis. Jika bilik tersebut terbuka view nya akan langsung mengarah ke meja sekretaris nya
Semakin lama Justin memperhatin Syasha, Justin semakin kagum dan semakin penasaran dengan sosok pekerja keras yang baru ia kenal kurang dari 24 jam
"Tuan hari ini kita harus pulang cepat karena malam ini keluarga Tuan akan bertemu dengan keluarga Tuan Arya untuk membahas masalah pernikahan Tuan dengan nona Deandra"
"Astaga aku lupa, baiklah kita pulang sekarang"
Sebenarnya dibilang semangat yaa tidak juga tapi dibilang tidak semangat juga tidak. Justin hanya mengikuti alur saja tanpa bermain hati. Justin takut terluka lagi seperti yang sudah-sudah jika dia kembali mencintai wanita. Karena itulah Justin hanya mengikuti alur saja, jika dia berjodoh dengan Dea maka pernikahan itu pasti akan terlaksana, jika pun tidak Justin juga tidak mengapa
Justin lelah berjuang, kadang dia juga iri melihat orang lain justru diperjuangkan oleh wanita, lah Justin malah kebalikan nya hanya dia yang selalu berjuang dan bertahan tapi ujung-ujung nya dicampakan
Sebelum pulang Justin menitipkan pekerjaan nya pada Syasha karena pekerjaan itu harus selasai besok pagi. Itu adalah draf penting untuk meeting Justin besok dan mau tidak mau dia harus mempercayakan nya pada Syasha sekarang
Syasha yang diberikan kepercayaan sebesar ini pun merasa bangga. Artinya dia sudah mendapatkan kepercayaan dari bos nya. Ini lampu hijau untuk Syasha yang masih dalam masa percobaan
__ADS_1
Syasha belum menandatangani kontrak kerja karena Justin ingin melihat kinerja Syasha terlebih dahulu dan Syasha mendapat masa percobaan selama 3 bulan dengan gajih yang masih dibayar separo
Separuh gajih yang dibayar oleh perusahaan WinsFood ini saja bisa memenuhi semua kebutuhan dan biaya pendidikan untuk kedua adiknya. Tidak terbayang jika gajih itu diberikan penuh pada Syasha. Karena alasan inilah Syasha semangat bekerja kendati pun Justin terkesan menindas nya tapi Syasha harus tetap bertahan dan harus kuatĀ sekuat kuat nya sampai tak satu pun benda atau makhluk di muka bumi ini yang mampu menumbangkan nya. Begitu lah semangat Syasha
"Jadi gimana Jen, mau tunangan dulu atau langsung dinikahin ajaa?" ucap mama Alin
Saat ini Justin beserta kedua orang tua nya sedang bertandang ke rumah keluarga Arya yakni orang tua dari Dea untuk melangsungkan acara makan malam yang sudah di atur oleh mama Alin dan bu Jenni
"Aduh aku sih terserah anak nya ajaa lin, kan mereka yang menjalan kan"
"Jadi gimana Dea, kamu mau gak langsung nikah ajaa sama Justin aduh soalnya tante udah tua, tante pengen banget nimang cucu"
"Dea terserah Justin ajaa tante"
"Aduuhh ini koq jadi terserah terserah sih... Ya udah kalian langsung nikah ajaa yaa... Gak usah pakai acara tunangan, biar cepet"
"Hahaha iyaa Alin iyaa... Gimana kalau dua bulan lagi mereka menikah?"
"Kelamaan Jen, bulan depan ajaa gimana?"
"Apa gak terlalu cepat maa?" ucap papa Brian menimpali
"Yaa sudah baiklah, benar kata Alin kalau niat baik itu harus langsung disegerakan" ucap pak Arya
"Alhamdulilah kalau semua nya sudah setuju"
Akhirnya mama Alin senang bukan kepalang, harapan nya untuk memiliki menantu sebentar lagi akan terkabul. Semoga kali ini Justin benar-benar berjodoh dengan Dea, mama Alin selalu berdoa untuk kebahagian Justin
Setelah makan malam dan sedikit berbincang keluarga Justin pun pamit pulang
"Ma.. Paa.. Justin mau ke kantor sebentar ada berkas yang tertinggal"
"Yaa ampun Justin ini sudah hampir jam 12 malam loh, kerja tu tau waktu donk Justin... Gimana sih kamu ini"
"Bentar ajaa maa, cuma ngambil berkas doank habis itu Justin pulang. Ini berkas penting maa besok pagi Justin ada meeting"
__ADS_1
Justin pun pergi lagi ke kantor sedangkan mama Alin dan papa Brian langsung pulang ke rumah. Diperjalanan ke kantor Justin menyempatkan untuk menghubungi Edo namun masih sama telpon Edo tidak aktif. Justin pun berencana untuk mengunjungi rumah Edo besok karena setiap Justin datang ke kantor Edo, Edo selalu saja tidak ada di tempat begitu kata sekretaris Edo
Saat Justin tiba di kantor Justin sudah tidak mendapati sosok Syasha. Justin pikir mungkin Syasha akan menginap di kantor malam ini karena beban kerja yang diberikan Justin sangat banyak.
Justin pun langsung masuk ke dalam ruangan nya namun alangkah terkejutnya Justin mendapati ruang kerja nya yang begitu rapi. Tumpukan berkas yang tadi masih berserakan kini tersusun rapi di atas meja. Bahkan tak ada sebutir debu pun ada di dalam ruangan Justin
Justin langsung menaruh curiga takut ada yang tidak beres. Akhirnya Justin pun langsung mengecek cctv yang ada di dalam ruangan nya ini. Ternyata itu adalah Syasha, Syasha bekerja lebih dan membersihkan ruangan Justin, Syasha juga memisahkan berkas-berkas penting milik Justin yang mana perlu Justin tanda tangani cepat dan yang mana yang masih bisa menunggu. Syasha melap bahkan mempel ruangan Justin hingga ruangan itu benar-benar bersih dan kabel-label yang tadi terlilit sana sini pun kini telah tertata rapi
Justin pun menyunggingkan senyum, ternyata keputusan nya untuk memilih Syasha adalah pilihan yang tepat. Justin memeriksa sebentar pekerjaan yang tadi Justin berikan pada Syasha, luar biasa untuk orang yang belum berpengalaman dalam bekerja Syasha dinilai cukup cekatan dan cerdas menurut Justin
Ting ting ting
Itulah adalah dentang jam dinding yang menandakan bahwa sekarang tepat pukul 12 malam. Samar-samar Justin mendengar ada langkah kaki seseorang, apa itu satpam pikir Justin. Justin pun membuka tirai yang menutup dinding kaca nya namun tidak ada orang disana bahkan meja kerja Syasha pun kosong
Tapi tiba-tiba kursi kerja Syasha bergoyang dan tidak ada siapa pun disana.
"Astagfirullah apa itu? Positif thinking mungkin itu cuma ada tikus lewat... Eh tapi apa iyaa tikus bisa membuat kursi bergoyang?" Justin berguman sendiri
Aduh bagaimana ini, Justin binggung karena dia harus pulang dan beristirahat tapi Justin takut untuk melewati meja kerja Syasha
"Sejak kapan kantor ku jadi horor begini?" batin Justin
Tiba-tiba terdengar lagi langkah kaki dan kali ini langkah kaki nya mendekati Justin
Kreeeettt
Pintu ruangan Justin terbuka, sontak itu membuat Justin langsung bersembunyi di bawah kolong meja karena merasa takut
Justin pikir itu adalah hantu dan Justin takut hantu karena itulah Justin memilih untuk bersembunyi sambil memejamkan mata dan membaca doa-doa
"Tidak ada lagi.... Suara langkah kaki itu tidak terdengar lagi"
Justin pun memberanikan diri untuk keluuar dari kolong meja namun saat Justin membalikan badan Justin melihat sosok wanita dengan rambut sebahu yang tergerai dengan wajah yang putih pucat sedang duduk di kursi sofa milik nya
"Aaaaaaaaa" Justin berteriak kaget
__ADS_1
Tapi tidak untuk sosok yang Justin lihat, soaok itu sekilas nampak terkejut dengan kemunculan Justin namun sedetik kemudian terlihat biasa
"Han-tuuu" ucap Justin terbata