
"Astaga bos ini Saya" ucap Syasha sembari membuka masker di wajah nya
"Kau... Kau sedang apa di ruangan ku... Kau mau maling heh"
Mendengar dirinya di tuduh maling oleh Justin Syasha pun meradang. Kendati Syasha adalah orang miskin tapi dia selalu menjaga nafkah yang ia berikan untuk keluarganya.
Sebagai makhluk beragama Syasha selalu menjunjung tinggi nilai dan norma yang dia anut. Pantang bagi Syasha mencuri walau dia harus kelaparan sekali pun
"Hheh bos somplak... Biar Saya orang miskin pantang bagi Saya mengambil apa yang bukan menjadi hak Saya... Saya disini hanya numpang duduk karena Saya lelah, kalau bos tidak sudi sofa nya Saya duduki maka akan Saya bersihkan lagi sofa ini sampai tidak satu pun debu berani hinggap disini"
"Hhheem"
Justin sedikit salah tingkah, jujur kalimat yang tadi keluar dari mulut Justin hanya keluar begitu saja karena Justin sedikit gugup. Sejujur nya Justin justru merasa bersalah karena telah menuduh Syasha yang tidak tidak
Karena sebelum nya Justin sudah mengecek cctv, karena itulah dia sudah tau apa yang Syasha lakukan. Jadi sangat wajar jika Syasha duduk dan beristirahat
Syasha benar-benar membuktikan kata-katanya. Dia mengambil alat pembersih bahkan sapu dengan ukuran paling kecil. Syasha sangat detail dan memastikan tidak ada debu yang menempel di sofa yang dia duduki tadi
Justin pun dibuat melongo dengan tingkah Syasha, mengapa ada orang yang sedetail itu apa Syasha ini psikopat pikir Justin. Justin pun bergidik ngeri dengan pemikiran nya sendiri
"Aahh sudahlah... Kau sudah bekerja dengan baik, sekarang kau boleh pulang"
"Tuan.. Apa Anda tidak mau memastikan dulu apakah tempat ini sudah bersih"
"Tidak perlu... Aku bukan psikopat seperti mu"
Syasha menaik turun kan dada dan mengembang kempis kan hidung nya karena meradang dengan ucapan Justin. Andai saja laki-laki ini bukan bos nya bukan sumber penghasilan nya mungkin Syasha sudah meninju nya sekarang
"Apaa... Kenapa kau menatap ku seperti itu.. Kau benar tidak ingin pulang"
Syasha pun tersenyum lebar tapi dengan senyum yang tidak ikhlas.
"Tidak bos, ini sudah dini hari... Tidak ada bis atau ojek jam segini... Jadi aku akan menginap saja di kantor"
"Kau memang berani tidur sendiri di kantor sebesar ini?"
"Tentu saja, karena aku bukan pengecut"
"Aaiisshh ni anak nyindir gue" batin Justin
__ADS_1
"Lalu kau mau tidur dimana hah... Jangan bilang kau akan tidur diruangan ku?"
"Tidak.... Aku akan tidur di meja kerja ku... Selamat malam" ucap Syasha sembari berlalu meninggalkan Justin
"Aahh apa-apa'an dia" gumam Justin pelan
Justin diam sebentar di ruangan nya, bukan apa Justin hanya ingin tau apa benar Syasha tidak akan pulang... Sekitar 15 menit sudah Justin menunggu tapi Syasha tidak lagi terdengar rimba nya
"Apa dia tidak jadi menginap? Apa dia memutuskan untuk pulang?" pikir Justin
Justin pun keluar namun pemandangan pertama yang ia lihat adalah Syasha yang tertidur dengan posisi duduk di meja kerja nya sendiri dan dengan muka yang ditutup dengan sebuah map
"Astaga... Apa dia benar tidur?"
Justin pun memberanikan diri untuk membuka penutup kepala Syasha dan benar saja Syasha sudah tertidur pulas karena suara dengkuran Syasha terdengar sangat nyaring
"Gilaa... Dia benar tidur... Apa iya ada manusia bisa tidur dengan posisi seperti ini?"
Justin dilanda kegalauan, mau diangkut atau dibiarkan saja kira-kira begitulah suara rintihan hati Justin. Kalau Syasha ditinggal sendiri di kantor dengan posisi tidur seperti ini Justin sangat kasian tapi kalau mau diantar pun juga Justin tidak tau dimana rumah Syasha
"Aahh sudahlah masa bodo" ucap Justin sembari beralalu
Akhirnya Justin kembali, Justin pun sedikit berlari untuk pergi menuju lantai atas dan menggunakan lift dengan tergesa-gesa
Begitu tiba di atas Justin masih melihat pemandangan yang sama. Syasha masih tertidur dengan pulas dan masih dengan posisi yang sama
Tanpa ada keraguan lagi, Justin menggendong Syasha dan membawanya pulang. Karena tidak tau dimana rumah Syasha akhirnya Justin memutuskan untuk membawa Syasha ke rumah
"Ini cewek atau bilah lidi sih, kenapa tubuhnya ringan sekali" gumam Justin
Tidak butuh waktu lama Justin pun telah sampai di rumah. Kondisi rumah sangat sepi karena semua orang telah tidur kecuali satpam tentu nya. Satpam pun tidak berani bertanya tentang sosok wanita yang Justin bawa kerena tidak mau ikut campur urusan majikan
Waktu pun sekarang sudah menunjukan pukul dua pagi, tubuh Justin pun juga terasa sangat lelah. Setelah meletakan Syasha di kamar tamu, Justin pergi ke kamar nya di lantai dua dan buuukkk Justin langsung menjatuhkan tubuhnya dan tertidur bahkan tanpa membersihkan diri terlebih dahulu
Pagi hari Syasha merasakan ada yang aneh, apakah dia belum terbangun dari mimpinya begitu pikir Syasha. Tadi malam Syasha bermimpi bahwa dia tertidur disebuah istana dimana kasurnya terbuat dari awan yang sangat empuk dan membuat Syasha merasa nyaman untuk merebahkan diri disana
Di tempat lain saat ini Justin dan juga kedua orang tuanya tengah menikmati sarapan pagi bersama.
"Tuan muda, ini stelan baju yang Anda pesan" ucap Pak Purno sang kepala pelayan
__ADS_1
"Yaa"
"Apa itu Justin?"
"Baju maa"
"Baju untuk siapa?"
Belum juga pertanyaan mama Alin terjawab tiba-tiba terdengar suara teriakan dari kamar tamu. Mama Alin dan papa Brian nampak terkejut tapi tidak untuk Justin, Justin terlihat biasa dan tetap menghabiskan sarapan nya
Syasha berlari keluar dari kamar tamu dan tiba-tiba dia menjadi pusat perhatian semua orang. Kini Syasha bahkan berdiri tepat dihadapan Justin dan kedua orang tua nya
"Tuan" ucap Syasha binggung
"Kau ini berisik sekali"
Buuukkkk
Justin melempar paper bag yang berisi baju untuk Syasha.
"Cepat mandi dan pakai itu lalu segera berangkat ke kantor. Pagi ini aku ada meeting penting dan kau jangan pikir kau bisa terlambat bekerja atau gajih mu akan aku potong" ucap Justin tegas tanpa basa-basi
Mama Alin dan papa Brian pun hanya bisa saling pandang. Entah apa yang terjadi orang tua Justin pun tidak tau.
Justin yang sudah selesai makan pun kemudian pamit pada mama Alin dan papa Brian tidak lupa sebelum pergi Justin mencium punggung tangan kedua orang tua nya
"Justin berangkat dulu ma.. Paa"
"Yaa kamu hati-hati" ucap mama Alin
Sedangkan Syasha masih diam mematung binggung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Apa tadi malam dia tidur sambil berjalan, lalu kenapa bisa berakhir dirumah bos nya sendiri...
Syasha menggaruk-garuk kepalanya karena binggung
"Kau... Siapa kau?"
Suara bariton menyadarkan Syasha dari lamunan nya. Melihat bagaimana bos besar nya memperlakukan kedua orang dihadapan nya ini Syasha pun yakin bahwa mereka adalah orang tua dari Justin. Syasha pun membungkuk memberi hormat
"Maaf Tuan, Saya adalah Syasha sekretaris Tuan Justin yang baru"
__ADS_1
Mama Alin dan papa Brian pun kembali saling pandang. Bagaimana pun juga Syasha adalah wanita pertama yang Justin undang ke rumah. Apakah mungkin sesuatu telah terjadi???