CINTA SIAL CEO ARROGANT

CINTA SIAL CEO ARROGANT
PENYESALAN SYASHA


__ADS_3

PERINGATAN !!!


Bagi Para Bocil Tolong di Skip Saja, Bab terlarang untuk para Bocil


******


Justin kembali mendarat kan sebuah ciuman. Tapi kali ini tidak hanya ciuman, Justin sedikit membuat tanda di daerah leher hingga turun ke dada Syasha


Syasha yang tidak tau pengalaman apa ini membiarkan saja diri nya berada di bawah kungkungaan Justin.


Syasha melayang, ada sesuatu yang menggelitik dada Syasha. Sesuatu yang tidak pernah ia rasakan sebelum nya, rasa nikmat yang membuat daerah sensitifnya berdenyut


Syasha pun mendeesahh dengan lembut dengan suara yang makin parau. Justin kini juga hilang akal, biasanya Justin selalu bisa menahan diri. Setiap kali bermain bersama pacar nya itu tidak lebih dari sekedar ciuman.


Jika Justin sudah mulai teranggsaang maka dia akan menghentikan aktifitasnya. Kali ini berbeda, Syasha begitu menggoda di mata Justin. Justin tidak ingin berhenti dan naluri Justin sebagai lelaki meminta lebih


Justin sudah mulai sadar sekarang, karena alkohol yang Justin minum tadi memang tidak banyak hingga kesadaran Justin juga kembali dengan cepat. Beda dengan Syasha yang masih sedikit mabuk ditambah lagi dengan perlakuan Justin sekarang benar-benar membuat Syasha tidak bisa menarik kembali kesadaran nya


Syasha dibuat merasa sangat nyaman dengan sentuhan Justin hingga Syasha hanya bisa diam dan pasrah merasakan setiap sentuhan yang diberikan oleh Justin


Justin benar-benar tidak lagi bisa menahan diri. Tubuh Syasha terlalu indah dan Syasha terlalu menggoda. Justin mulai melepaskan gaun yang masih melekat di tubuh Syasha lalu pelan-pelan Justin melepaskan pengaman bukiit kembar Syasha. Mata Justin menjadi berbinar ternyata bukit Syasha juga sangat indah dan kenyal, Justin pun langsung melahap salah satu bukiit itu dan satu tangan Justin meremas bukit yang satu nya


Syasha terus menndesaah dan meliuk liukan tubuh nya membuat Justin semakin bergairaahh. Lidah Justin pun mulai turun sampai kepada bagian perut dan pinggull Syasha


Dengan tidak sabar Justin kembali melepaskan pengaman terakhir milik Syasha. Hanya dalam satu tarikan pengaman itu pun robek lalu Justin melempar nya ke sembarang arah


"Wow.. So beautiful baby" ucap Justin saat melihat daerah sensitif Syasha


Justin pun mulai menempelkan lidah nya disana

__ADS_1


"Aaauuuu uuuhhh" racau Syasha tidak karuan


Sampai pada akhirnya Syasha merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dari sana. Syasha berusaha menyingkirkan kepala Justin namun yang ada lidah Justin malah semakin dalam menerobos hingga membuat Syasha semakin mengeraaang panjang


"Aaahhhhh" erangaaan panjang Syasha bersamaan dengan cairan yang keluar dan membasahi wajah Justin


Justin sama sekali tidak jijik malahan juga menikmati sensasi nya. Ini juga yang pertama untuk Justin, Justin juga tidak punya pengalaman hanya saja naluri nya sebagai lelaki matang menuntun nya berbuat demikian


Tidak lagi, Justin tidak lagi mampu menahan hasrat. Justin memposisikan diri nya di antara belahan pahaa Syasha, senjata nya pun benar-benar seperti tongkat baseball sekarang


Tongkat baseball itu mulai menusuk dan menerobos masuk


"Aahhh"


Justin dan Syasha menjerit kesakitan


Justin merasakan senjata nya sakit dan tidak bisa masuk, begitu pula dengan Syasha yang merasakan perih karena ada benda asing yang berusaha untuk menerobos


Kemabali Justin memposisikan diri dan kali ini Justin pun menghentak dengan keras


Syasha pun meringis menahan sakit. Syasha menggapai lengan Justin dan mencakar nya dengan air mata yang kini telah berderai. Justin masih mencoba untuk masuk lagi dan lagi Justin menghentakan senjata sampai Justin merasakan ada cairan hangat yang mengalir di senjata pamungkas nya


"Daraahhh...Syasha tidak bohong... Dia masih perawan" batin Justin


Dengan mengalirnya darah tadi menandakan bahwa perjuangan Justin telah berhasil. Justin juga merasakan perih pada bagian ujung senjatanya tapi saat sudah berhasil masuk sensasi yang Justin dapatkan melebihi rasa perih yang ia terima


Justin mulai menggerakan pinggulnya dan ternyata sangat nikmat...


"Aarrrgggghhh aagggrrrhhhhh" racau Justin dan Syasha saling bersahut-sahutan

__ADS_1


Tidak ada lagi rasa perih dan sakit, semuanya telah berganti dengan rasa nikmatt tiada tara


Sampai pada saat Justin merasakan sesuatu akan keluar dari bagian inti kepemilikan nya dan byuuuuuurrr Justin menyemburkan lahar kenikmatan milik nya lalu tumbang di atas tubuh Syasha


Justin menarik nafas berulang kali, kegiatan nya tadi sangat memicu adrenalin dan menguras tenaga. Justin mengecup wajah Syasha berulang kali, entah dimulai dari mana Justin merasa kalau dia sudah mulai tertarik pada sang sekretaris yang bekerja pada nya bahkan kurang dari satu minggu


Setelah lelah Justin hilang, Justin kembali memulai aktifitas nya. Satu kali dua kali Syasha masih membuka mata namun entah sudah yang keberapa Syasha merasa benar-benar lelah hingga Syasha pun tertidur namun Justin masih betah dengan kegiatan nya


Pagi mulai datang kini Justin pun juga tumbang. Justin membawa Syasha kedalam pelukan nya, sekali lagi Justin mengecup puncak kepala Syasha lalu tidur dengan nyenyak


Namun sebelum benar-benar tertidur Justin mengirim pesan pada Rei agar menunda sebentar rapat yang akan diadakan hari ini bersama kolega bisnis nya di Thailand


Semula rapat di jadwalkan pukul delapan pagi namun Justin meminta agar rapat itu dilakukan pada saat jam makan siang saja. Tentu saja itu karena Justin lelah dan butuh tidur, Syasha begitu membuat Justin candu dan tidak bisa tidur semalaman, entah apa yang akan Syasha katakan saat Syasha nanti terbangun tapi yang jelas Justin pasti akan bertanggung jawab


Dia tidak akan membiarkan Syasha bersedih dan menangisi apa yang terjadi tadi malam. Yang justru Justin pikirkan sekarang adalah bagaimana cara dia mengatakan ini pada mama Alin. Mama Alin pasti akan mengamuk dan membuat nya babak belur nanti


Syasha merasakan seluruh tubuhnya sakit dan seperti ditindih oleh karung beras. Dengan sangat berat Syasha membuka mata dan dalam sekejab Syasha melihat wajah Justin tepat berada di depan wajah nya. Syasha pikir ini hanya mimpi, sekali lagi Syasha memejamkan mata dan membuka nya lagi namun wajah Justin juga tidak hilang


Syasha pun menyentuh wajah itu dan benar ini nyata, Justin memang ada dihadapan mata nya. Syasha pun melihat kearah tubuh nya seketika Syasha melotot dan membulatkan mata sempurna karena mendapati diri nya tidak memakai baju begitu juga dengan Justin


Tangan Justin melingkar sempurna di pinggang Syasha. Syasha ingin berteriak tapi dia tidak mau membuat kegaduhan dan membangunkan Justin


Syasha pun melihat keseluruh tubuhnya, banyak sekali tanda kebiruan disana sini. Dengan perlahan-lahan Syasha memindahkan tangan Justin yang melingkar di tubuh nya. Syasha pun mengambil kemeja Justin yang tergeletak dibawah ranjang


"Aaauuuu" Syasha meringis merasakan sakit pada bagian kewanitaannya


Pelan-pelan Syasha mencoba bangkit dan berdiri. Untung saja kamar Syasha berseberangan dengan kamar Justin. Pelan-pelan Syasha melangkah dengan daerah inti yang terasa perih dan pedih, Syasha pun mengambil tas nya lalu pergi ke kamar milik bya sendiri


Dikamar Syasha melepaskan kemeja Justin dan memandangi seluruh tubuh nya di pantulan cermin. Seketika tangis Syasha pun luruh. Syasha mengingat kembali apa yang terjadi pada nya semalam, Syasha pun merutuki kebodohan nya yang diam dan menikmati saja apa yang sudah Justin lakukan. Padahal Syasha merasa kalau dia pun sadar saat Justin menggagaaahi nya tadi malam namun kenapa dia tidak menolak

__ADS_1


Dengan tergopoh Syasha pergi ke kamar mandi, menyalakan shower dan menangis sejadi jadi nya. Menyesal pun tidak berguna, marah pada Justin juga tidak bisa kerena Syasha sadar dia pun juga menikmati apa yang terjadi semalam


Syasha sangat sadar kalau Justin yang notabene nya orang kaya dan juga pernah tinggal di Amerika tentu pergaulan Justin sangat bebas. Syasha merasa kalau dia lah yang tidak bisa menjaga diri karena bagi Justin ini pasti adalah hal yang biasa begitu pikir Syasha


__ADS_2