CINTA SIAL CEO ARROGANT

CINTA SIAL CEO ARROGANT
KEKHAWATIRAN MAMA ALIN


__ADS_3

🌼KEKHAWATIRAN MAMA ALIN🌼


Sudah 5 tahun Justin menimba ilmu di Amerika, setelah dia menyelesaikan S-1, Justin tidak langsung kembali ke Indonesia melainkan kembali melanjutkan ke jenjang pendidikan S-2


Begitu juga dengan Edo, namun Edo sedikit terlambat. Tahun ini Justin sudah berhasil menyelesaikan S-2 nya karena Justin sangat pandai hingga bisa lulus dengan cepat


Sdangkan Edo harus berada setidaknya satu tahun lagi di Amerika itu pun kalau dia bisa menyelesaikan tesis nya dengan cepat


Selama di Amerika, Justin pun menjalin hubungan dengan wanita berkebangsaan Amerika bernama Charlotte. Satu tahun hubungan mereka berjalan baik, tahun kedua pun demikian, tahun ketiga mereka bertambah mesra


Di tahun keempat Justin dan Charlotte sudah seperti amplop dan perangko yang tidak ingin terpisahkan hingga menginjak usia 5 tahun hubungan mereka Justin berniat untuk melamar Charlotte dan memboyong nya pulang ke Indonesia mengikuti Justin


Namun Charlotte menolak, Charlotte bahkan mengatakan kalau dia telah dijodohkan oleh orang tua nya dengan laki-laki yang berkebangsaan sama dengan nya.


Sekuat apa pun Justin berusaha untuk meyakin kan Charlotte namun Charlotte tetap kekeh dengan pendirian nya untuk menikah dengan laki-laki pilihan orang tua nya dan meninggalkan Justin


Berita putus cinta Justin ini pun sampai ke telinga mama Alin. Bukan apa-apa mengingat pengalaman yang sudah-sudah Justin akan menangis dan mengurung diri di kamar karena putus cinta hal ini sungguh membuat mama Alin sangat khawatir


Akhirnya mama Alin pun langsung terbang ke Amerika untuk menyusul Justin dan benar saja saat mama Alin sampai Justin sama sekali tidak menjemputnya.


Justin sudah 3 hari mengurung diri di kamar bahkan tanpa makan dan minum bahkan Edo pun sudah berusaha untuk membobol pintu apartemen Justin namun sia-sia


Mama Alin pun memanggil beberapa petugas keamanan bahkan juga ahli IT agar bisa membobol pasword apartement Justin dan benar saja berkat bantuan mereka pintu apartement itu pun dapat terbuka setelah beberapa kali usaha yang juga mengalami kegagalan


"Justinnnnnnn Justinnnnnnnn" teriak mama Alin


Namun sama sekali tidak ada sahutan dari Justin


Mama Alin juga ditemani oleh Edo bergeges menuju kamar Justin. Saat pintu kamar dibuka terlihat disana Justin sedang berbaring di tempat tidur namun aneh nya tubuh nya sesikit memucat seperti orang mati


"Yaa Allah Justinnnnn " mama Alin mulai panik dan berteriak histeris


Mama Alin dan juga Edo mengguncang tubuh Justin berulang kali namun Justin sama sekali tidak mau membuka mata


Edo pun memeriksa deyut nadi dan juga detak jantung Justin


"Tan masih hidup tan, deyut nadi nya masih ada"


"Huuaa huuaa Justin, Cepat Cepat bawa putra ku ke rumah sakit"


Edo dan beberapa orang petugas keamanan tadi pun membawa Justin ke rumah sakit dengan menggunakan ambulance yang tersedia di apartement


Jangan ditanya bagaimana perasaan mama Alin saat ini melihat putra nya terbujur kaku seperti orang mati mama Alin pun bahkan hampir terkena serangan jantung


Justin adalah anak satu-satu nya, Justin adalah pelita hati mama Alin. Melihat kondisi anaknya yang seperti ini sungguh mama Alin tidak kuasa menahan kesedihan


Saat sampai di rumah sakit Justin segera mendapatkan penanganan yang intensif mengingat detak jantung Justin ternyata sudah melemah


Mama Alin tidak bisa berhenti manangis, untung Edo selalu ada disisi mama Alin dan memberikan semangat untuk mama Alin

__ADS_1


"Tante, mending tante kabarin om Brian sekarang"


"Astaga Edo, tante lupa ngabarin om"


Mama Alin pun langsung menelpon sang suami tercinta. Saat memutuskan untuk pergi ke Amerika mama Alin sama sekali tidak membayangkan kalau kondisi Justin akan separah ini.


Mama Alin pikir Justin hanya akan menangis dan mengurung diri di kamar karena itu lah mama Alin memutuskan untuk berangkat sendiri dan tidak mau mengganggu kesibukan suaminya di kantor


"Hallo ma"


"Pa-paa" ucap mama Alin sembari terisak


Sontak saja nada bicara mama Alin ini seketika membuat Tuan Brian disana merasa sangat cemas


"Ada apa maa, kenapa mama menangis"


"Justin pa hiks hiks Justin"


"Justin kenapa?"


"Justin ada dirumah sakit pa hikks hikks hikks"


"Apaa? Kenapa ma? Ada apa? Coba mama ceritakan sama papa"


"Mama juga gak tau pa, saat mama sampai Justin sudah tidak sadarkan diri dan tubuhnya sudah pucat dan terbujur kaku"


"Apaaahh, mama serius"


"Bukan begitu ma, maksud papa"


Tut tut tut


Mama Alin memutuskan telponnya sepihak karena kesal dengan Tuan Brian yang menggap dirinya hanya bercanda


"Hallo ma, Mama"


"Astaga, kenapa telponnya dimatikan. Seno... Seno" Tuan Brian memanggil asisten kepercayaan nya


"Saya Tuan"


"Siapkan penerbangan, kita berangkat ke Amerika sekarang"


"Baik Tuan"


Tuan Brian pun bergegas pergi ke Amerika tapi sebelum itu Tuan Brian mengirimkan pesan pada mama Alin mengabarkan kalau dia akan terbang ke Amerika dan sebuah pesan yang berisikan kata maaf


Tuan Brian paham betul perangai istri nya jika sudah merajuk maka dia tidak akan pernah mengangkat panggilan dari Tuan Brian.


Karena itulah Tuan Brian hanya mengirimkan sebuah pesan karena pasti mama Alin akan membaca nya

__ADS_1


"Justin, Kau sudah sadar nak"


"Ma-maa" ucap Austin terbata dan lemah


"Yaa sayang, mama disini sayang"


Melihat sang mama menangis sembari membelai puncak kepala Justin tanpa terasa air mata Justin pun ikut menetes


"Sayaaaang, mama ada disini tolong kau jangan bersedih mama sakit melihat mu begini nak hikks hiiks hiikk"


Tok tok tok


"Good afternoon madam"


"Selamat siang bu"


"Good afternoon doctor"


"Selamat siang juga dokter"


"How are you feeling right now Mr Justin?"


"Bagaimana perasaan Anda Tuan Justin?"


"What happened doc?" Mom Alin say


"Apa yang terjadi dok?" ucap mama Alin


"Mr. Justin is dehydrated, looks like he hasn't eaten and drank for days. But don't worry, madam, I have given you vitamins to replace the lost fluids from Mr. Justin's body"


"Tuan Justin mengalami dehidrasi, sepertinya dia belum makan dan minum selama berhari-hari. Tapi jangan khawatir Bu, Saya sudah memberi Tuan vitamin untuk menggantikan cairan yang hilang dari tubuh Tuan Justin"


Dokter dan para perawat pun melakukan pemeriksaan menyeluruh lagi pada Justin dan memberitahukan pada mama Alin kalau terus istirahat dalam 24 jam Justin akan kembali sehat seperti semula


Alangkah bahagia nya mama Alin mendengar penuturan dari dokter karena hal buruk yang sedari tadi berwara wiri di kepalanya tidak terjadi


Mama Alin berpikir Justin nekad minum racun dan berniat untuk mengakhiri hidup nya. Syukur lah itu hanya karena dehidrasi batin mama Alin


"Justin kau ini benar-benar membuat mama khawatir... Lihat saja mama pasti akan menghukum mu"


"Maa, yaa sayang"


"Chatlotte ma"


"Astaagaa Justin lupakan dia, dia sudah menikah dan bahagia dengan laki-laki lain. Sudah lah Justin dia itu memang bukan jodoh mu. Mau sebanyak apa pun kau menangis bahkan jika bumi ini tenggelam karena air mata mu itu tidak akan membuat kau berjodoh dengan Charlotte. Charlotte itu sudah ditakdirkan untuk menjadi jodoh orang lain dan bukan jodoh mu jadi mau sekuat apa pun kau memaksa Tuhan tidak tetap tidak akan membuat kau berjodoh dengan nya"


"Memang dari mana mama tau kalau Charlotte tidak dijodohkan dengan Justin"


"Tentu saja mama tau, saat mama hamil kau mama melihat malaikat memberikan catatan jodoh untuk mu"

__ADS_1


"Iish dasar mama aneh"


Mendengar kata-kata absurd dari mama Alin membuat Justin bisa tersenyum walau pun senyum nya sedikit samar dan tipis tapi itu sudah mampu membuat rasa khawatir di hati mama Alin berkurang


__ADS_2