
🌼TERLUKA LAGI🌼
Waktu pun kini telah berlalu dan Justin juga telah berhasil menyembuhkan luka hatinya.
Saat ini Justin sudah duduk di kelas 3 dan minggu ini di sekolah Justin akan dilakukan masa oreantasi siswa baru. Justin tidak ingin terlibat dalam hal ini, beda ceritanya dengan Edo.
Kalau Justin cengderung kalem dan pendiam, Edo justru sebaliknya pecicilan dan urak-urakan, kang bikin onar dan kang bikin keributan.
Setelah putus dengan Tania, Justin sama sekali tidak tertarik dengan yang namanya wanita baginya cukup sudah luka besar digoreskan oleh Tania dan dia tidak ingin menambah goresan itu
Sampai pada suatu hari ada seorang anak baru berani terang-terangan menyatakan cinta pada Justin.
Gadis itu bernama Nita, awalnya Nita cuma dikerjai oleh Edo untuk menyatakan cinta pada salah satu kakak kelasnya, tapi diluar dugaan ternyata Nita serius... Ia benar-benar menyatakan cinta pada Justin
Sejak kejadian menyatakan cinta bohongan itu, Nita terus saja mengejar Justin.
Setiap pagi Nita datang ke sekolah lebih awal dan menunggu Justin di depan sekolah, dia akan memberikan Justin bekal yang ia bawa dan masuk beriringan dengan Justin
Awalnya Justin sedikit risih, karena adik kelasnya ini selalu saja menempel padanya hingga akhirnya Justin terbiasa.
Dan satu hari saja tidak melihat Nita mengganggunya Justin akan terlihat gelisah dan mencari keberadaan sosok Nita
Nita yang merasakan Justin tidak lagi cuek padanya mulai memberanikan diri untuk menyatakan cinta sekali lagi untuk yang ketiga kalinya pada Justin
Diluar dugaan, ternyata kali ini Justin menerima Nita untuk menjadi kekasih masa mudanya
"Yaaa jadi sekarang kita jadian kaa"
"Yaa menurut mu apa"
Nita dan Justin lalu menjalani hari-hari selanjutnya dengan status yang baru yakni sebagai pasangan kekasih. Sosok Nita yang ceria, hangat dan mudah bergaul seperti melengkapi Justin yang cenderung lebih banyak diam dan dingin.
Semuanya berjalan normal dan seperti biasa hingga Justin telah menamatkan sekolah menengah atas pun Nita masih menjadi kekasihnya
Karena tidak ingin jauh dari Nita, Justin menolak keinginan orang tuanya untuk kuliah di luar negeri. Dia tidak mau Nita patah hati seperti saat Tania pergi meninggalkan Justin.
Justin tidak ingin Nita merasakan sakit seperti yang dirasakan oleh Justin dulu. Karena alasan itulah Justin memilih kuliah di negeri sendiri.
Padahal Justin adalah anak yang berprestasi di sekolah juga orang tuanya pun sangat kaya. Sunghuh pemikiran Justin ini sangat di sayangkan oleh kedua orang tuanya.
Ini adalah moment pertama Edo dan Justin berpisah. Sejak kecil hingga sekarang Edo tidak pernah kehilangam sosok Justin begitu juga dengan Justin yang tidak pernah kehilangan sosok Edo
Namun karena rasa cintanya pada Nita begitu besar, terpaksa Justin harus merelakan Edo pergi berkuliah di Amerika dan Justin tetap disini menemani Nita
Awalnya semua tetap berjalan seperti biasa. Setiap akhir pekan Justin akan mengajak Nita jalan-jalan sama seperti kebiasaanya dulu bersama Tania.
"Bii hari ini aku jemput seperti biasa yaa"
"Maaf bii, nenek ku baru saja datang dari Jogya jadi hari ini aku tidak bisa keluar"
"Benarkah, uuh sayang sekali padahal ada film seru di bioskop"
"Maaf yaa bii, mungkin lain kali kita bisa nonton film itu"
__ADS_1
"Iyaa gak papa, titip salam ajaa buat nenek kamu yaa"
"Okee bii, bye"
Nita menutup panggilan dari Justin dan tepat saat itu juga masuk panggilan lain dari sang mama
"Hallo ma"
"Justin, kamu bisa jemput mama nak? Ban mobil mama kempes"
"Mama dimana sekarang ?"
"Mama ada di jalan XxxX"
"Okee, mama tunggu disana Justin kesana sekarang"
Tak ingin sang mama menunggu lama, Justin langsung menyambar kunci mobilnya dan pergi ke tempat sang mama terkena musibah
Kurang dari 20 menit Justin melihat sang mama berdiri di dekat mobil yang ada di tepi jalan yang sepi
"Mama" panggil Justin
"Mama koq sendirian? Mana jalan sepi banget lagi, kalau ada orang jahat gimana ma?"
"Iyaa yah, koq mama gak mikir sampai situ"
"Adduuhh mama ini kebiasaan sekali"
"Justin kita singgah di pedagang yang di ujung jalan sana yaa... Mama haus, mama mau beli es doger"
"Oke ma"
Justin menepikan mobilnya di sisi lain jalan agar tidak mengganggu lalu lintas. Ia dan mama Alin pun turun untuk menikmati es doger di tengah teriknya matahari
"Bang es dogernya 2 yaa"
"Dibungkus atau mau dimakan disini Mas ?"
"Makan sini aja Jus" mama Alin berteriak
"Makan sini ajaa bang"
"Siiiaapp.... Silahkan duduk dulu mas"
Justin dan mama Alin pun duduk lesehan dibawah pohon besar. Pohon itu sangat teduh dan kebetulan anginnya sedang sepai sepoi membuat suasana jadi lebih adem
"Eeemmm siang-siang gini es doger emang paling enak"
"Loh koq udah habis, mama cepat amat makannya"
"Hehe mama kan doyan Justin"
"Mama itu doyan atau rakus"
__ADS_1
"Heh gak boleh loh ngomong gitu sama orang tua, udah sana pesankan mama es dogernya lagi"
"Iyaa iyaaa"
Justin meletakan mangkuk es miliknya namun ketika Justin tidak melihat, mama Alin justru memakan jatah es doger milik Justin
Justin memesan satu lagi es doger untuk sang mama. Tapi saat memesan untuk yang kedua kalinya ini dari kejauhan Justin melihat sosok yang sangat ia kenali. Tempat Justin berada saat ini memang tidak jauh dari taman kota sehingga banyak muda mudi yang jalan-jalan di tempat ini
Justin memperhatikan dengan seksama sosok itu, semakin lama Justin semakin yakin bahwa apa yang dia lihat itu tidak salah
Dari jauh Justin melihat seorang gadis sedang bermesraan dengan seorang laki-laki bahkan mereka pun berciuman.
"Astaga pemandangan apa ini" batin Justin
Meskipun Justin sudah 2 kali berpacaran tapi Justin sama sekali tidak pernah berciuman. Yang Justin lakukan hanyalah berpegangan tangan lalu jalan-jalan begitu lah gaya pacaran ala Justin
Perlahan-lahan Justin melangkahkan kakinya mendekati pasangan sejoli ini.
Justin sangat berharap kalau dugaannya salah tapi saat Justin tepat berada di belakangan pasangan sejoli ini, Justin sudah tidak bisa menyangkal fakta
"Nita"
"Ju--sstin" ucap Nita terbata
Wah ternyata nenek yang kamu bilang itu seorang laki-laki yaa, ternyata masih muda juga
"Gak, Justin aku bisa jelaskan"
"Gak ada yang perlu dijelaskan lagi, aku sudah melihat semuanya Nita"
Justin langsung pergi dari tempat itu, Nita pun berusaha menghalangi dan mengejar Justin, namun langkah Justin terlalu lebar untuk hisa Nita imbangi
"Jussttiiiinnn" Nita berteriak namun tidak dihiraukan oleh Justin
"Justin langsung masuk ke dalan mobil dan menyuruh sang mama ikut masuk"
"Maa ayo buruan masuk"
"Loh es doger mama gimana Justin"
"Kalau mama gak masuk, Justin tinggal"
"What (mama Alin kaget)"
Mama Alin masih diam di tempat, Justin langsung menghidupkan mesin mobil membuat mama Alin kaget
"Aiisshh kau serius ingin meninggalkan mama"
Mama Alin lalu bergegas masuk ke dalam mobil. Seketika dia langsung mendapati pemandangan muka Justin yang tidak bersahabat
"Ehh ini ada apa" batin mama Alin heran
Mama Alin lalu melihat dari kaca spion ternyata Nita sedang berusaha mengejar Justin. Kini mama Alin tau kalau sedang terjadi sesuatu yang buruk dengan anaknya
__ADS_1