
🖐 Hai Readers jika kalian suka novel ini masukin aja ke daftar favorit kalian yaa, Silahkan Like dan Coment serta Vote jika kalian berkenan ⚘
******
🌼Masa SMA🌼
Justin kini adalah salah satu murid di sekolah favorit di kota Jakarta. Hanya kalangan konglomerat, pengusaha dan anak para pejabat saja yang bisa sekolah disini. Walau pun ada juga beberapa siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu karena mendapatkan beasiswa dari yayasan tersebut
Kedatangam Justin di sekolah itu membawa angin segar tersendiri untuk lawan jenisnya. Justin begitu tampan dan punya bentuk tubuh yang atletis karena Justin suka berolah raga. Banyak wanita bahkan tidak segan-segan untuk menyatakan cinta pada Justin
Justin menolak setiap wanita yang datang padanya. Bukannya Justin mau sombong, Justin hanya memegang teguh janjinya kepada sang mama agar menjaga dan menghargai perempuan.
Karena itulah Justin tidak mau ada banyak wanita di sekitarnya karena takut menyakiti perasaan wanita tersebut juga Justin tidak mau disebut sebagai golongan f**k boy
Sebenarnya ada seorang gadis yang sangat menarik perhatian Justin, dia adalah kakak kelasnya. Saat ini Justin baru saja masuk bersekolah disini sedang gadis yang menarik perhatian Justin sekarang duduk di kelas dua.
Justin yang minim pengetahuan masalah wanita selalu seja serba salah jika sedang berada di dekat gadis itu.
Jangankan untuk menyapa, untuk melihat ke arahnya saja Justin tidak sanggup. Justin selalu saja mengeluarkan keringat dingin dengan tubuh yang bergetar jika dia berniat untuk menyapa gadis itu
"Whahhaha bro lu gak usah gugup gitu kalau lu suka Tania tinggal bilang aja bro" celetuk Edo
Edo adalah sahabat Justin dari sekolah dasar. Orang tua Edo dan Justin berteman akrab sekaligus juga sebagai rekan bisnis karena itulah Edo dan Justin sangat dekat
Tidak seperti Justin, Edo tergolong dari kalangan seorang player yang suka bergonta ganti pacar dan dikelilingi gadis-gadis cantik.
Dengan bermodal muka tampan walau pun masih tampan Justin dan status sebagai anak konglomerat membuat Edo dengan mudah memikat gadis mana pun yang dia mau
Akhirnya berkat bantuan dari Edo, Justin berhasil mendapatkan hati Tania kakak kelasnya sekaligus cinta pertama untuk Justin.
Sebagai laki-laki yang setia, Justin selalu menuruti kemauan Tania. Setiap minggu Tania selalu menyeret Justin ke mall dan menonton film yang Tania suka.
Justin sama sekali tidak keberatan, malah Justin sangat senang jika dia bisa melihat Tania bahagia sekali pun kadang Justin harus melakukan hal-hal yang sangat membosan kan menurutnya tapi Justin selalu menikmati kebersamaannya bersama Tania
Setiap detik, menit, jam hari dan minggu berlalu Justin semakin sayang pada Tania. Justin bahkan bertekad untuk jadi seorang pembisnis yang hebat bahkan lebih hebat dari orang tuanya agar nanti Tania tidak hidup kekurangan dan bisa berpoya-poya sesuka hatinya
Aaahhh sungguh naif sekali pikiran Justin ini yaa Readers 😁✌
Justin ingin menjadikan Tania cinta pertama dan terakhir untuk Justin. Meski masih muda Justin bahkan sudah berpikir untuk menikahi Tania jika mereka berdua sudah sama-sama dewasa
__ADS_1
Namun impian tetap lah menjadi impian. Angan dan harapan tidak sesuai dengan kenyataan yang Justin hadapi
Hari ini adalah hari kelulusan untuk Tania sementara Justin masih duduk di kelas 2 SMA. Sungguh naas buat Justin hari ini adalah hari patah hati yang akan membekas selamanya untuk Justin
"Justin, terimakasih selama ini kamu sudah mau menemani aku dan menjadi kekasih yang baik untuk ku. Maaf jika selama menjadi kekasih mu aku banyak kekurangan. Justin aku aku akan kuliah di Milan, maaf hubungan kita sampai disini saja"
"Kenapa harus berakhir, kita bisa menjalani hubungan jarak jauh"
"Tidak Justin, aku tidak mau hubungan rumit yang seperti itu. Kita putus sampai disini dan semoga kamu menemukan seseorang yang bisa mencintai mu dengan tulus. Maaf Justin aku pergi"
Hancur sudah harapan Justin seiring dengan kepergian Tania. Justin membawa kembali buket bunga mawar merah dan sebuah boneka teddy bear yang rencananya akan Justin hadiahkan untuk Tania sebagai ucapan selamat atas kelulusannya
Tapi ternyata boneka dan bunga itu mahal menjadi saksi dari perpisahan mereka. Justin pun bergegas pulang ke rumah
Dia meletakan boneka teddy bear itu di atas sofa dan melemparkan buket bunga mawar kesembarang arah. Justin berlari menuju kamarnya di lantai dua dan bruuuukkkk Justin membanting pintu dengan keras
"Huuuaaa huuuaaa huuuuaaaa"
Justin meraung di dalam kamarnya bagai anak gadis yang patah hati. Justin berguling guling di atas kasur dan menutup mukanya dengan bantal sambil terisak dengan keras
"Justin kamu kenapa sayang"
Mama Alin khawatir mendengar putranya yang tiba-tiba meraung tidak jelas. Mama Alin mengetuk pintu berulang kali namun Justin sama sekali tidak mau membuka pintu dan terus saja meracau tidak jelas
"Astaga... Jadi karena putus cinta Justin sampai nangis histeris kayak gitu do ?"
"Iyaa tante... Soalnya cewek itu cinta pertamanya Justin"
"Emang kenapa mereka bisa putus ?"
"Tania itu kakak kelas tan dan hari ini dia udah lulus. Terus dia bilang ke Justin kalau dia akan kuliah di Milan dan tidak bisa LDRan jadi yaa akhirnya mereka putus"
Edo menjelaskan semua yang terjadi dengan Justin tanpa ada yang dikurangi atau pun dilebihkan
Sejujurnya Edo pun cukup kasihan dengan Justin, karena Justin itu tipe lelaki setia jadi wajar saja Justin sangat merasa kehilangan tidak seperti dirinya yang kalau putus satu tumbuh seribu
Edo pun mulai mencoba menghibur Justin namun Justin tetap mengurung diri di kamar. Setiap hari Edo datang berkunjung ke rumah Justin namun Justin sama sekali tidak mau bicara dengan Edo.
Sudah seminggu berlalu dan libur sekolah pun akan berakhir. Justin sama sekali tidak kemana mana, dia tetap mengurung diri di kamar dan hanya keluar di tengah malam ketika petutnya sudah lapar
__ADS_1
Mama Alin pun mencoba untuk bicara dan menenangkan putranya ini namun tetap saja Justin masih larut dalam kesedihan.
Edo yang sudah tidak tahan melihat sikap Justin akhirnya bertindak, dia juga tidak bisa melihat sahabatnya terpuruk seperti ini
"Jestiiinnn (teriak Edo) kalau lu gak keluar, gue bakalan hancurkan pintu ini"
Kriik kriik lagi lagi Justin tidak menghiraukan perkataan Edo
Edo yang mulai kesal mengambil tongkat baseball dan memukul kan itu ke ganggang pintu berkali-kali. Tapi pintu kamar Justin masih terkunci dengan rapat akhirnya dia mengambil sebuah barber dari ruang fitnes ayah Justin dan kembali menghantam pintu kamar Justin berkali kali
Braaakkkk
Pintu itu berhasil di buka paksa oleh Edo, mama Alin melihat itu semua, dia membiarkan saja Edo melakukan apa yang dia mau.
Karena besar harapan mama Alin agar Justin tidak lagi mengurung diri di kamar dan mau bicara lagi. Jujur mama Alin takut kalau Justin jadii depresi hanya karena hal konyol di putuskan cinta bahkan saat masih duduk di bangku SMA
Edo yang berhasil membuka pintu lalu menyeret Justin keluar.
"Lu apa-apa'n sih do" ucap Justin karena tidak terima Edo menyeretnya seperti anjing
"Lu tu yang apa-apa'n. Bisa bisanya lu jadi gini cuma karena diputuskan sama Tania"
"Lu gak tau rasanya sakit hati karena lu gak pernah tulus sama wanita"
"Hahahaha semua wanita itu matre Justin, lu gak sadar selama ini juga Tania cuma manfaatin lu doank"
"Jangan jelek-jelekin Tania di depan gua"
Buuukkk
Tiba-tiba Justin mendaratkan bogem mentah di pipi Edo
"Hahaha"
Edo tertawa tetapi kemudian membalas pukulan Edo
Buk buk buk baku hantam itu kembali terjadi sampai mereka berdua akhirnya sama-sama babak belur
Melihat muka mereka yang sudah sama-sama tidak beraturan mereka pun tertawa bersama dan saling berpelukan
__ADS_1
"Lu harus bangkit bro, kita ini masih muda masih banyak cewek selain Tania"
"Kali ini Justin tidak lagi marah dan mau mendengarkan kata-kata Edo