CINTA SIAL CEO ARROGANT

CINTA SIAL CEO ARROGANT
JANGAN REMEHKAN AKU TUAN


__ADS_3

🌼 JANGAN REMEHKAN AKU TUAN🌼


Happy Reading


*****


"Ahh sekretaris baru yaa, jadi Maya sudah resign?" ucap mama Alin


"Benar nyonya, dan Saya baru dua hari bekerja menggantikan bu Maya"


"Ahh kalau begitu kau duduk lah dulu dan makan lah bersama kami"


"Terimakasih nyonya, tapi Saya akan terlambat. Terimakasih atas kebaikan Tuan dan nyonya tapi Saya harus buru-buru kalau tidak Tuan Justin akan benar-benar memotong gajih Saya"


"Hahahaha kau takut pada Justin?"


"Saya tidak takut Tuan besar, Saya hanya tidak mau dipecat"


"Kenapa?"


"Karena sangat sulit mendapatkan pekerjaan di Ibu kota dan juga Saya butuh uang"


"Kau suka uang?" lanjut papa Brian


"Tentu saja Saya suka uang Tuan, dengan uang Saya bisa berfoya-foya"


"Hahahaha aku suka kejujuran mu, sebaik nya kau bergegas atau kau benar-benar akan terlambat" ucap papa Brian sambil menunjuk pada jam yang tergantung di dinding


Syasha pun melihat ke arah jari tunjuk papa Brian dan benar saja 15 menit lagi pukul delapan artinya Syasha bahkan sudah tak punya waktu untuk mandi


"Mati akuuuuuu" ucap Syasha sembari berlari ke kamar yang tadi dia tempati


"Hahahaha aduh ma, anak itu lucu sekali"


"Uuhh Justin kejam sekali" ucap mama Alin


Mama Alin pun meminta para pelayan nya  membuatkan bekal untuk Syasha juga mama Alin dengan senang hati meminjam kan mobil beserta supir nya untuk mengantar Syasha ke kantor


Syasha pun benar tidak mandi, dia hanya mencuci muka bahkan baju dari Justin pun tidak dia gunakan. Dia masih menggunakan baju yang ia pakai kemaren. Sebelum keluar dari kamar tersebut Syasha memperhatikan sekeliling apakah ada barang milik nya di kamar ini namun seperti nya tidak ada.


"Hhmm seperti nya barang-barang ku semua ada di kantor" gumam Syasha


Syasha pun bergegas pergi namun di depan pintu dia dicegat oleh mama Alin


"Eemm siapa tadi nama mu?"

__ADS_1


"Nama Saya Syasha nyonya"


"Ahh yaa Syasha ini bekal untuk mu"


"Tidak nyonya, Saya tidak pantas mendapatkan ini dari nyonya"


"Iissh apa-apa'an kalimat itu... Ambil lah dan supir akan mengantarkan mu ke kantor"


"Tidak nyonyaa... Itu..."


Belum juga Syasha menyelesaikan kalimatnya mama Alin sudah terlebih dahulu memotong


"Jika kau menolak kebaikan ku maka aku akan menyuruh Justin untuk memecat mu"


"Tapi nyonyaa"


"Tidak ada tapi-tapi'an... Sudah cepat kau akan terlambat nanti"


"Terimakasih nyonya"


Syasha pun mengulurkan tangan, awalnya mama Alin bingung apa Syasha mau minta uang jajan begitu kah namun karena Syasha melihat mama Alin tidak mengulurkan tangan nya Syasha pun dengan berani meraih tangan mama Alin kemudian mencium punggung tangan nya


Sontak saja perbuatan ini membuat mama Alin terkejut sekaligus terharu. Mama Alin pun mulai menyukai Syasha karena dimata mama Alin Syasha anak yang sopan dan beradap beda sekali dengan muda mudi kebanyakan di jaman sekarang. Sontak saja perasaan mama Alin pun menghangat dan senyuman tulus terbit dari bibir mama Alin


"Waalaikumsalam warahmatullahiwabarakatuh"


Syasha pun masuk ke mobil yang sudah  disiapkan mama Alin. Jujur Syasha pun merasa terharu karena masih ada orang kaya yang baik seperti mama Alin


"Iis kenapa orang tua Tuan Justin sangat berbeda dengan diri nya. Tuan Justin galak nya minta ampun lah orang tua nya baik banget... Gak salah tuh si Justin emang bener anak mereka?"


Syasha pun membuka kotak bekalnya dan seketika mata Syasha dibuat berbinar. Bukan apa-apa itu adalah nasi dengan lauk pauk komplit dan mahal lengkap dengan potongan buah segar. Seumur hidup Syasha baru pertama kali makan makanan mewah seperti ini


"Huhuhu nyonya Anda baik sekali"


Syasha pun mehalap makanan nya sampai habis, bahkan tidak menyisakan satu butir nasi pun. Tepat saat Syasha meneguk air terakhir nya saat itu juga mobil yang Syasha tumpangi telah berhenti tepat di depan kantor


"Kita sudah sampai nona"


"Ahh iyaa, makasih yaa pak... Maaf sudah merepotkan"


Syasha pun bergegas masuk ke kantor dengan menenteng kotak bekal yang telah kosong. Tidak mungkin kan kalau Syasha mengembalikan kotak bekal itu dengan keadaan kotor, sungguh tidak tau diri sekali pikir Syasha


Justin sendiri sedang rapat bersama kolega bisnisnya disebuah restoran dan tentu saja di dampingi oleh Rei. Setelah rapat itu selesai Justin mendapatkan kabar kalau ada masalah dengan cabang perusahaan mereka di kota B sedangkan Jam 10 ini kolega bisnis Justin dari Jerman akan datang, tidak mungkin Justin pergi ke kota B sekarang.


Karena itulah Justin akan mengutus Rei untuk pergi kesana dan dia sendiri akan pergi bersama Syasha. Namun saat Justin sampai di kantor pemandangan buruk menodai matanya

__ADS_1


Syasha masih memakai baju yang kemaren berkutat dengan pekerjaan di depan komputer bahkan tubuh nya pun mengeluarkan bau tidak sedap


"Heh kau pikir kantor ku ini tempat sampah kenapa tubuh mu bau sekali heh... Dan apa ini bukan kah aku sudah memberikan mu baju ganti" ucap Justin dengan nada yang tinggi


"Heh Tuan, Tuan pikir karena apa aku datang dengan keadaan seperti ini. Katakan makhluk dari mana yang bisa datang ke kantor dalam waktu 15 menit dalam keadaan baru bangun tidur"


Justin sedikit terkejut dengan jawaban Syasha, karena ini baru pertama kali ada karyawan nya yang berani bicara nyolot pada Justin


"Eehh ini kenapa jadi galakan dia" batin Justin


"Ahh sudah lah sekarang kau ikut aku"


Syasha pun patuh dan mengikuti langkah Justin dengan wajah yang cemberut. Hingga Justin dan Syasha saat ini telah berada di parkiran mobil


Justin membuka pintu mobil nya tentu saja itu bagian depan stir sedangkan Syasha membuka pintu belakang


"Heh kau pikir aku ini supir mu"


"Tuan muda yang terhormat, bukan kah tadi Anda bilang kalau Saya bau dan mencemari udara Anda... Karena itulah Saya memilih untuk duduk di belakang agar Anda bisa terus menghirup udara segar"


"Aahh alasan saja, coba kau bisa menyupir jadi harus nya aku yang duduk di belakang"


Buuuukkkk


Syasha menutup kasar pintu mobil yang tadi sempat dia buka


"Tentu saja aku bisa menyupir Tuan, hidup membuat aku bisa melakukan segala nya"


Syasha pun merebut kunci mobil dari tangan Justin dan segera duduk di kursi supir.


"Tunggu apa lagi Tuan, silahkan masuk atau aku juga harus membukakan pintu untuk mu?"


"Iissh apa-apa'an dia ini" Justin menggerutu


Justin pun duduk di belakang lalu memakai masker


"Ciihh segitu hina nya aku di mata mu Tuan"


"Kenapa... Kau tersinggung?"


"Untuk apa aku tersinggung sungguh sangat tidak berfaedah"


"Kalau begitu cepat jalan, atau jangan-jangan kau benar tidak bisa menyupir"


"Jangan remehkan aku Tuan"

__ADS_1


__ADS_2