CINTA SIAL CEO ARROGANT

CINTA SIAL CEO ARROGANT
IKUT KE BANGKOK


__ADS_3

🌼IKUT KE BANGKOK🌼


"Syasha bersiap lah, kita akan pergi ke Bangkok sore ini" ucap Justin melalui sambungan telpon di meja kerjanya


"Apa... Tuan mengapa mendadak. Aku belum meminta ijin pada orang tua ku"


"Kalau begitu jangan buang waktu. Pulang sekarang dan aku tunggu kau di bandara sore nanti"


"Tapi Tu--"


Tut tut tut


Justin sudah menutup telpon nya. Syasha melihat jam di pergelangan tangan nya dan itu sudah menunjukan pukul 2 siang. Kalau pergi pukul 4 itu artinya Syasha hanya punya waktu 2 jam untuk pulang ke rumah, berkemas lalu meluncur ke bandara


"Astaga apa dia pikir aku ini robot" ucap Syasha menggerutu


Syasha pun bergegas untuk pulang. Untung saja dia membawa motor, tentu saja motor itu kemaren juga ikut menginap di parkiran kantor, jadi sekarang Syasha bisa langsung tancap gas ditengah macet nya ibu kota


Syasha melesat begitu saja namun tidak lupa rambu-rambu lalu lintas tetap dia taati sebagai warga negara yang taat akan hukum


Singkat cerita Syasha telah sampai di rumah. Ibunya pun kaget setelah tidak pulang semalam sekarang datang tapi seperti orang di kejar setan


"Bu.. Syasha harus menemani bos Syasha pergi ke dinas di luar negeri"


"Apa... Astaga Syasha apa tidak apa-apa ikut ke luar negeri. Kau ini kan perempuan nak dan bos mu itu laki-laki"


"Tidak apa bu, bos Syasha itu orang baik"


"Nak jika bekerja di perusahaan itu memberat kan mu lebih baik kau berhenti saja"


"Tidak bu, Syasha akan berjuang. Ibu lupa bagaimana sulit nya mencari pekerjaan, sekarang Syasha sudah dapat pekerjaan bagus dan Syasha janji kita akan hidup lebih baik dari sekarang"


Ibu Syasha pun terharu mendengar kalimat anak nya. Syasha memang anak yang baik dan tidak berat tangan, sekarang dia rela menjadi tulang punggung keluarga juga demi membiayai pengobatan ayah dan juga sekolah adik-adik nya


Syasha memasukan barang-barang sembarang ke dalam koper. Tidak punya persiapan dan perencanaan yang matang pokoknya baju apa saja masuk. Masalah pakaian tidak terlalu vital buat Syasha karena dia bisa memakai baju apa pun termasuk baju yang lusuh di mata orang lain


Syasha tidak pernah mempermasalahkan baju lusuh karena yang terpenting bagi nya baju tersebut sopan, tidak menerawang dan yang paling penting adalah nyaman saat dipakai


Karena telah bekerja sebagai sekretaris seorang CEO hal yang kini menjadi prioritas adalah pekerjaan. Semua berkas dan hal yang menyangkut pekerjaan Syasha cek berulang kali agar tidak ada yang tertinggal dan setelah memastikan semua telah lengkap Syasha pun buru-buru pergi ke bandara.


Kini ia tidak naik motor sendiri melainkan memesan sebuah ojek dengan aplikasi yang ada di smart phone nya. Tentu saja cuma ojek, bukan tidak mampu membayar taksi tapi Syasha hanya tidak mau terjebak macet


Justin sendiri saat ini sudah ada di bandara. Berkali kali dia melihat jam dipergelangan tangan nya.


"Astaga anak itu... Kebiasaan buruk nya selalu saja terlambat"

__ADS_1


"Tuuuaaaannn" Syasha berteriak dari jauh ketika melihat Justin sudah menunggu


"Kau ini niat bekerja tidak. Kau selalu saja terlambat"


Hooossshh hoosshh hoosshhh


Nafas Syasha masih ngos ngosan


"Tuaan a-k"


"Aahh sudah lah cepat berangakat"


Justin mendorong koper nya ke arah Syasha, tujuan nya tentu saja Justin ingin Syasha yang membawa barang bawaan nya. Justin pun berjalan lebih dulu, Syasha sebenarnya sangat penat dan ingin duduk tapi mau bagaimana lagi dia harus mengikuti langkah Justin yang lebar


Syasha pun terlihat sedikit berlari agar tidak tertinggal terlalu jauh dari Justin. Syasya pikir dia akan menaiki pesawat komersil tapi ternyata itu adalah pesawat pribadi milik Justin sendiri


Ini moment ke dua kali nya Syasha pergi ke luar negeri dan ini pertama kali nya Syasha menaiki sebuah pesawat pribadi


Pesawat itu begitu luas dan nyaman. Dekorasi di dalam nya pun sangat memukau


"Ciihh sekaya apa sih CEO ku ini" batin Syasha


Syasha pun meletakan koper nya dan juga koper milik Justin di kabin pesawat. Baru saja Syasha akan mendaratkan bokong nya suara bariton dari Justin sudah menyapa indera pendengaran Syasha


"Astaga... Sabar sabar sabar" batin Syasha


"Yaa Tuan"


"Ini adalah berkas pekerjaan kita di Bangkok, kau pelajari ini dan berikan kesimpulan nya untuk ku"


"Baik Tuan"


Syasha pun mengambil pekerjaan itu lalu mulai bekerja lagi dengan serius. Justin pun demikian, dia juga bekerja melalui sebuah tab hingga tanpa terasa malam sudah kembali tiba


Saat ini Syasha telah tertidur sedangkan Justin masih asik dengan pekerjaan nya.


Justin mendengar Syasha mendengkur


"Aaiiisshh berisik sekali" gumam Justin


Justin pun mendekati Syasha, tidak ada kesan wanita cantik disana. Syasha tidur dengan mulut yang terbuka lebar dan juga dengan air liur yang menetes


Bukan nya jijik, Justin malah menyunggingkan senyum. Saat wanita lain selalu tampil jaim di hadapan Justin Syasha justru sebalik nya. Syasha selalu menjadi apa ada nya diri nya dengan segala kelebihan dan kekurangan nya


Dengan iseng Justin mengambil hp milik nya lalu mengambil foto Syasha beberapa kali. Setelah itu barulah Justin meletakan selimut di tubuh Syasha

__ADS_1


Karena juga merasa lelah dan penat Justin pun juga berniat untuk tidur. Justin membuat tempat tidurnya agar terasa nyaman, menarik sebuah selimut setelah itu Justin pun juga tertidur


Setelah mengudara sekitar 3 jam 30 menit, kini pesawat yang Justin tumpang telah sampai di bandara internasional Suvarnabhumi di Bangkok Thailand


Tidak ada perbedaan waktu di Bangkok dengan waktu Indonesia bagian barat. Kini waktu sudah menunjukan pukul 8 malam


Syasha pun menggeliat kan tubuh nya dan sedikit meregangkan otot-otot nya sebelum turun dari pesawat


"Cepat lah Syasha kau ini lamban sekali"


"Kalau kau mau aku berjalan cepat, bawa koper mu sendiri"


"Apa kau bilang !!!!"


"Tidak Tuan aku tidak bilang apa-apa"


Syasha langsung bergegas pergi dengan membawa dua buah koper di tangan nya. Justin lansung di jemput oleh orang-orang nya di negara ini dan menuju ke sebuah hotel mewah yang telah di pesan oleh orang-orang nya juga


"Kau bersiap lah, malam ini kita akan menghadiri sebuah pesta"


"Sekarang Tuan?"


"Tidaak... Tahun depan kalau perlu menunggu lebaran monyet"


"Tapi....."


"Tapi apaa...?"


"Aku tidak punya gaun pesta Tuan"


"Astaga kau ini" Justin memijat pelipis nya yang bedenyut


Sekarang hati kecil Justin kembali mempertanyakan keputusan nya mempekerjakan Syasha


Setalah sampai di hotel Syasha dan Justin menuju kamar nya masing-masing tentu saja kamar Justin dan Syasha masih berdekatan alias berseberangan


Saat Syasha masih binggung ingin memakai baju apa, tidak mungkin kan dia memakai stelan kerja di sebuah pesta. Saat itu juga ada seorang yang mengetuk pintu


Orang itu adalah utusan Justin dan dia mengantarkan sebuah gaun pesta untuk Syasha


"Aahhh gaun nya indah sekali" ucap Syasha girang


Syasha menenteng baju nya dan melihat pantulan diri nya di depan cermin


"Gilaa baju ini cantik sekali. Apa aku pantas memakai baju mahal seperti ini" Syasha bermonolog pada diri nya sendiri

__ADS_1


__ADS_2