CINTA SIAL CEO ARROGANT

CINTA SIAL CEO ARROGANT
CALON ISTRI


__ADS_3

Seorang wanita cantik dengan tinggi 170cm, kaki jenjang, kulit putih dan paras rupawan baru saja turun dari sebuah taksi


Dea sengaja datang hanya menggunakan taksi agar nanti dia punya alasan agar Justin mengantar nya pulang.


Karena itulah Dea tidak mau mengendarai salah satu mobil mewah milik nya hasil dia bekerja sebagai model selama ini


"Apa Justin ada di kantor?" ucap Dea pada salah satu resepsionis


"Maaf nona apa Anda sudah membuat janji?"


"Yaa, katakan padanya kalau Deandra Stavani datang"


Resepsionis itu pun menelpon sekretaris Justin guna mengkonfirmasi kebenaran janji yang dibuat oleh seorang yang bernama Deandra Stevani


"Silahkan nona, Tuan Justin ada di lantai 25"


"Baiklah terimakasih"


Deandra pun melangkah kan kaki nya pasti menuju ruangan seperti yang telah diarahkan oleh resepsionis tadi


Tok tok tok


"Masuklah"


"Justin"


"Dea"


"Apa aku mengganggu mu"


"Tidak sama sekali"


"Hhmm bagus lah, apa aku boleh duduk?"


"Ahh maafkan aku, silahkan duduk"


"Terimakasih"


"Kau ingin minum apa?"


"Apa saja"

__ADS_1


"Benarkah, apa seorang model seperti mu tidak punya pantangan?"


"Mengapa harus?"


"Iyaa kan biasanya model itu selalu menjaga bentuk tubuh mereka"


"Hahaha tidak semua model begitu, aku selalu makan apa saja yang aku mau"


"Waah hebat sekali rupanya kau"


Justin pun menelpon sekretarisnya untuk membuatkan kopi dan juga membawakan sedikit cemilan


"Kau ternyata benar seorang pembisnis yang handal yaa"


"Tidak juga, aku hanya mencintai pekerjaan ku"


"Wow sama pekerjaan ajaa cinta apalagi sama istri. Pasti kalau kau menikah kau akan sangat sayang juga pada istri mu"


Justin tak lagi menanggapi, dia hanya tersenyum mendengar kalimat demi kalimat yang terlontar dari mulut Dea. Sebenarnya Dea sedikit cerewet tapi tidak apa Justin suka wanita yang banyak bicara karena Justin sendiri orang nya pendiam jadi Justin suka dengan pasangan yang berkebalikan sifat dari diri nya


"Ini sudah waktu nya makan siang bagaimana kalau kita makan siang di luar"


Justin melirik sebentar pada arlogi nya


Justin pun keluar bersama Dea dan jangan ditanya lagi bagaimana ekspresi para karyawan Justin. Bukan tanpa alasan semua orang pun mulai menerka siapa gerangan wanita yang berjalan disisi Justin.


Apa iya itu adalah calon istri Justin, wanita itu sangat cantik bak bidadari yang baru saja turun dari kayangan


Para lelaki pun terkagum kagum dan memandang Dea penuh damba. Justin ganteng dan Dea cantik itu adalah perpaduan sempurna dari alam semesta


Justin sama sekali tidak peka, dia tidak tau kalau orang-orang tengah berbisik tentang diri nya. Lain hal nya dengan Dea, begitu mendengar bisik-bisik tetangga Dea semakin berani memepet Justin bahkan merangkul tangan Justin


Justin pun tidak perduli dan membiarkan Dea melakukan apa yang dia mau. Justin tetap melanjutkan langkah kaki nya tanpa tau gunjingan orang tentang diri nya


"Kau mau makan dimana?" ucap Justin saat mereka sudah berada di dalam mobil


"Dimana saja tidak masalah"


"Kau yakin tidak ada restoran yang ingin kau datangi?"


"Eemmm bagaimana kalau kita ke restoran Z saja"

__ADS_1


"Baik lah"


Restoran Z bukan lah restoran kaleng-kaleng. Bahkan satu menu hidangan penutup saja bisa mencapai angka 4 juta, bayangkan saja harga menu utamanya bisa mencapai 8-10 juta per porsi nya


Tentu saja bagi Justin itu tidak masalah karena Justin memang tidak pernah hitung-hitung jika sedang dekat dengan wanita.


Yaa begitu lah Justin, beruntung sekali wanita yang berhasil dekat dengan Justin karena Justin selalu memberikan apa yang pasangan nya mau


Setelah menempuh perjalan kurang lebih 30 menit, Justin dan Dea kini telah sampai di restoran Z.


Begitu sampai  mereka langsung disambut oleh dua orang pelayan, pelayan tersebut membukakan pintu mobil untuk Justin dan Dea lalu mereka memarkirkan mobil mewah milik Justin di parkiran restoran


Pintu restoran pun dibukakan juga oleh dua orang karyawan yang memang bertugas untuk membukakan pintu untuk para tamu.


Pelayanan disini luar biasa ramah dan memuaskan karena itulah harga nya pun juga sangat mahal sesuai dengan pelayanan yang mereka dapatkan


"Silahkah ini menu nya tuan dan nona"


Dea pun memesan makanan yang sangat mahal, tidak satu pun makanan yang Dea pesan itu berharga dibawah 1 juta. Sedangkan Justin dia hanya mengikuti apa yang Dea pesan. Justin bukan tipe pemilih makanan, jadi dia bisa makan apa pun selama makanan itu higines


Dea pun makan dengan anggun dihadapan Justin. Justin sebenarnya tidak terlalu memperhatikan, karena ini memang waktu nya untuk makan siang jadi perut Justin pun memang lapar hingga Justin melahap makanan nya dengan riang guna memberantas pemberontakan cacing yang ada di dalam usus nya


Setelah selai makan Justin pun membayar tagihan dan benar saja tagihan makan siang itu hampir menyentuh angka 30 juta untuk 2 porsi makanan dengan 3 macam hidangan


Justin tidak kaget karena begitulah standar harga di restoran mewah. Uang 30 juta bagi seorang pembisnis sukses seperti Justin bahkan tidak ada seujung jari.


"Maafkan aku Dea aku tidak bisa menemani mu lagi karena setelah ini aku akan ada meeting"


"Baiklah aku mengerti dan sangat paham jika kau sibuk. Tapi apakah kau bisa mengantarkan aku pulang?"


"Baiklah"


Justin pun mengantarkan Dea pulang ke rumah nya, disepanjang jalan Dea banyak bercerita tentang diri nya mulai dari bagaimana ia menjadi model atau pun cara dia hingga bisa go internasional


Tentu saja Justin tidak pernah menanyakan itu tapi Dea bercerita dengan sendiri nya. Justin pun sebenar nya tidak begitu tertarik dengan cerita Dea jika di bandingkan dengan harga saham Justin lebih tertarik untuk mendengarkan itu. Tapi kalau protes nanti Dea marah yaa sudah lah dengarkan saja, begitu lah isi pikiran Justin


Hari-hari pun berlalu, Dea dan Justin pun semakin dekat. Dea sering mengajak Justin jalan dan berbelanja kebutuhan Dea tentu saja menggunakan uang Justin. Dea sangat senang sekali karena Dea seperti menemukan tambang emas, sedang Justin tidak pernah mepermasalahkan setiap pundi-pundi rupiah yang keluar dari kantong nya


Justin mulai terbiasa dengan ocehan Dea dan cerewet nya Dea hingga tanpa terasa Justin mulai nyaman dekat dengan Dea.


Semakin  hari Justin merasa makin nyaman. Justin sudah tidak ingin menjalin hubungan berlama-lama dan bertele tele. Kerena itulah Justin tidak ingin pacaran dengan Dea. Justin ingin langsung meminang Dea dan menjadikan Dea sebagai istrinya

__ADS_1


Tentu saja niat baik Justin itu disambut baik oleh mama Alin. Bagi mama Alin ini seperti mimpi yang menjadi nyata. Mama Alin pun bahkan sampai turun tangan sendiri dan menghubungi bu Jenni untuk membicarakan perihal Justin dan juga Dea


__ADS_2