CINTA SIAL CEO ARROGANT

CINTA SIAL CEO ARROGANT
BIKIN PUSING


__ADS_3

🌼BIKIN PUSING🌼


Tanpa memperdulikan ekspresi bingung dari sang mama, Justin melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata


"Justin pelan pelan. Justin mama bisa jantungan kalau gini"


Tapi Justin tidak memperdulikan teriakan panik dari sang mama, hingga mama Alin hanya bisa memajamkan mata dengan mulut komat kamit berdoa agar masih diberikan keselamatan


Ciiiitttt


Mobil yang Justin kendarai berhenti mendadak


Jedooottt


"Aaauuu"


Mama Alin kejedot bagian depan mobil karena kaget Justin yang tiba-tiba menginjak Rem.


Buuukkk


Justin membanting pintu mobil, wajah dingin dan datarnya membuat semua udara yang berputar disekitar tubuh Justin menjadi lebih dingin dari kutub utara


"Astagfirullah Justin, mama beneran bisa jantungan kalau gini" mama Alin menggerutu sendiri


Justin tidak perduli, dia terus saja melangkahkan kakinya menuju kamar dan kembali mengunci pintu.


Nita menghubungi Justin berulang kali namun Justin tidak menghiraukan itu.


Justin mengabaikan setiap pesan dan panggilan dari Nita lalu setelah itu Justin segera memblokir nomer Nita dari handphonenya


Tok tok tok


"Justin kamu kenapa sih, kalau ada masalah itu bicarakan baik-baik"


Mama Alin pikir Justin tidak akan membuka pintu karena mengingat pengalaman dengan cinta pertamanya dulu Justin tidak membiarkan siapa pun mendekatinya


Namun di luar dugaan, Justin membuka pintu kamar dan mau menemui mama Alin


"Maa Justin mau nyusul Edo ke Amerika"


"Haaah, tunggu. Apa kuping mama udah lama gak dikorek yaa, kayak nya mama salah dengar"


"Maa, Justin serius dan Justin gak becanda"


"Kamu beneran serius"


Krikk kriikk


Justin tidak menjawab tapi mukanya datar dan sorot matanya mengarah tajam pada sang mama


"Oke baiklah kau sepertinya benar serius"


"Tapi Justin kalau kamu menyusul Edo, gimana kuliah kamu disini ?"


"Itu urusan mama sama papa, pindahkan Justin secepatnya. Tapi Justin sore ini akan tetap terbang ke Amerika"


"Hah (kaget) sore ini? Kamu becanda kan Justin"


"Justin serius"

__ADS_1


Justin kembali masuk kedalam kamarnya meninggalkan mama Alin yang masih bingung


"Ohh astaga, darah tinggi ku. Aduuhh kepala ku, Ohh jantung ku"


Mama Alin berusaha mengendalikan dirinya agar bisa tetap sabar menghadapi kelakuan anak semata wayangnya ini


Mama Alin lalu menelpon sang suami Tuan Brian dan memintanya untuk segera pulang.


Tuan Brian pun paham, akhirnya beliau bergegas untuk pulang. Padahal saat ini Tuan Brian sedang ada meeting penting dengan kolega bisnisnya dari Singapur tapi jika itu sudah berhubungan dengan keluarganya maka Tuan Brian akan mengesampingkan apa pun


Kurang dari 30 menit, Tuan Brian telah sampai di kediamannya dan saat ini dia sedang melihat istrinya dengan keadaan tidak tenang


Mama Alin berjalan mondar mandir mengitari ruang tengah sambil menggigit salah satu jarinya. Ini adalah kebiasaan mama Alin jika dia sedang resah


"Ada apa lagi maa dengan anak itu? Dia patah hati lagi"


"Papa"


Mata mama Alin berbinar melihat kedatangan sang suami. Kendati mereka sudah tidak sama-sama muda lagi tapi Tuan Brian dan mama Alin sangat harmonis dan mesra.


"Papaaaaa"


Mama Alin berteriak dan berlari kecil berniat untuk menjatuhkan diri dalam pelukan sang suami


Tuan Brian pun dengan senang hati merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan sang istri


Namun diluar dugaan kaki mama Alin malah tersandung kaki meja, mama Alin oleng dan terjatuh. Tapi sebelum mama Alin mendarat sempurna pada lantai, mama Alin ternyata sempat memegang celana Tuan Brian berniat untuk mencari penyangga agar tidak jadi mencium lantai


Namun yang terjadi adalah justru celana Tuan Brian yang melorot dan menyisakan ce××na da×lam berwarna pink dengan motip bintang laut seperti pada film kartun spongebobs


Mama Alin shock melihat adegan yang dia buat terlebih saat ini para pelayan sedang berada disekitaran ruang tengah membuat mama Alin malu setengah mati


"Hehe maaf pa, mama kan gak sengaja"


"Makanya mama jangan lari-lari dong kayak anak kecil"


"Oohh jadi ini salah mama, papa nyalahin mama"


Mama Alin bangkit, bertolak pinggang dan menaikan nada bicaranya satu oktaf


Tuan Brian mengedipkan matanya berulang kali "waduh kayaknya aku salah ngomong nih" batin Tuan Brian


"Enggak maa, Mama gak salah"


"Trus ini salah siaapppa? Siaaappaa?"


"Salah papa ma, kenapa papa taro meja disitu"


"Bagus kalau papa tau salah papa apa"


"Jadi meja nya mau dibuang kemana ma"


"Kenapa dibuang, biarin ajaa disitu..  Kan yang salah papa bukan mejannya"


"Astagrirullah muudahan aku bisa terus bersabar dengan kelakuan istri ku yang aneh bin gaib ini"


"Jadi mama nyuruh papa pulang kenapa ?"


"Ahh yaa mama lupa"

__ADS_1


"Sini deh papa duduk dulu"


"Justin paa, Justin. Aduh anak itu bikin mama jantungan, darah tinggi mama bisa kumat kalau gini"


"Emang Justin kenapa ma?"


"Mama gak tau pa" mama Alin memasang wajah polos


Wajah polos mama Alin ini membuat Tuan Brian menarik nafasnya dalam


"Kalau mama tidak tau Justin kenapa lalu kenapa mama bisa jantungan"


"Sabar ngapa pa, ngomong nya jangan ngegas gitu"


"Oohh Tuhan, cabut saja nyawa ku Tuhan"


"Jangan Tuhan, kalau kau cabut nyawa suami ku nanti aku jadi janda aku belum siap jadi janda kembang"


"Kembang apa maa? Kembang busuk? Udah tua bangkotan gini janda kembang dari mana"


"Hah papa menghina mama udah tua, papa gak sayang lagi sama mama"


"Aduh kenapa ceritanya jadi panjang gini, kan papa pulang karena mau ngomong masalah Justin, kenapa jadi kita ngeributin hal yang gak penting gini sih ma"


"Gak penting! papa bilang mama gak penting"


"Aduuuhh Gustiii" ucap Tuan Brian sambil memijit pelipisnya


"Udah yaa mama sayang, kita lanjut bicarakan masalah ini nanti. Sekarang mama cerita apa yang terjadi sama Justin ?"


"Justin itu mau pergi ke Amerika pa nyusulin Edo"


"Loh kenapa mendadak. Kemaren kemaren ajaa gak mau"


"Kayak nya dia punya masalah sama pacarnya Nita itu"


"Trus kuliah nya disini gimana ma ?"


"Yaa katanya dia mau pindah pa"


"Huhhh anak itu benar-benar menguji kesabaran seperti mamanya" Tuan Brian bergumam pelan


"Apa papa bilang"


"Enggak. Papa gak bilang apa-apa"


"Mama dengar loh tadi paa.."


"Udah maa papa pusing, mending mama panggilkan Justin sana, suruh dia kesini"


"Oke tapi papa harus puji mama dulu"


"Huuuffff" Tuan Brian menarik nafas dalam


"Sayang ku, cinta ku, manis ku, jiwa ku, nyawa hidup ku yang paling cantik sejagat raya tolong panggilkan anak kita Justin kesini yaa" ucap Tuan Brian dengan senyum yang sedikit dipaksakan


"Baik papa sayang"


"Huh mama dan anak sama saja suka ribet, bikin pusing ajaa" Tuan Brian menggerutu

__ADS_1


__ADS_2