
🌼 CEMBURU🌼
*****
Syasha melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang
"Lamban sekali, ini mobil apa siput?"
"Tuan ku yang terhormat kau belum mengatakan pada ku kita mau kemana"
"Kau jalan saja ke daerah KL dan berhenti di depan butik QUANCY"
Syasha paham dan dia pun menaikan kecepatan mobil nya hingga membuat Justin sedikit terkejut dan tubuh Justin sedikit terpental ke belakang
"Heh kalau kau ingin mati, matilah sendiri"
"Tuan, bukan kah tadi Anda sendiri yang meminta agar mobil ini tidak berjalan seperti siput"
"Astagaa, kau ini benar menyebalkan sekali"
Syasha tidak menjawab, dia hanya mencebikkan bibir nya seolah mengikuti ucapan Justin
Melihat tingkah Syasha seketika membuat kepala Justin berdenyut
"Oh Tuhan, mimpi apa aku ketemu orang gila seperti ini" Justin bergumam
Tidak lama mobil Justin pun sampai di butik QUANCY. Ini adalah butik langganan mama Alin dan pemilik dari butik ini pun sangat mengenal mama Alin dan keluarganya
"Loh Justin" ucap Tante Melly
"Pagi tan"
"Pagi... Mama kamu mana? Biasanya kamu sama mama"
"Gak tan, mama ada di rumah..."
"Aahh dia siapa?" ucap tante Melly sembari mengamati penampilan Syasha dari atas sampai bawah
"Dia sekretaris Justin yang baru tan. Nih Justin punya tugas buat tante, Justin mau ada rapat dengan kolega bisnis Justin dari Jerman tante urus dia supaya gak malu-maluin Justin"
"Ooaaalllahhh... Huh syukur lah... Tante pikir tadi ini pacar kamu loh"
"Gak akan tante... Justin gak mau sama cewek bar-bar urak-urakan kayak dia"
"Whahahaha kamu koq jadi orang jujur banget, hati-hati loh ntar kamu jatuh cinta"
"Gak akan tan, lagian Justin udah mau nikah sama Dea"
__ADS_1
"Aahh iya tante lupa, mama kamu padahal sudah cerita loh dan udah pesan baju juga sama tante"
"Tante... Justin kesini bukan mau gosip loh"
"Eehh iyaa tante lupa.. Maaf yaa... Kalau gitu kamu duduk dulu sana, tante pastikan kamu akan puas dengan pekerjaan tante"
Tante Melly pun mengedipkan mata pada Justin dengan gaya genit nya kemudian berjalan menghampiri Syasha
"Uuhh koq kamu bau sekali"
"Tidak usah dijelaskan nyonya, Saya tau Saya bau" ucap Syasha dengan nada kesal
"Whahaha... Aduh Justin kamu nemu dimana sih asisten unik kayak gini"
Justin tidak lagi menjawab dan hanya mengangkat kedua bahunya saja
Tante Melly membawa Syasha ke lantai dua, disana Syasha di mandikan dengan air susu dan taburan kelopak bunga mawar. Syasha berendam disana selama 15 menit kemudian Syasha mendapatkan perawatan tubuh berupa lulur dan spa terakhir Syasha diminta berendam kembali dengan air madu
Setelah mandi Syasha pun didandani dan melakukan perawatan wajah dan kuku. Tidak lupa tante Melly mencatok rambut sebahu Syasha agar terlihat rapi dan indah
"Nah selesai, coba kamu lihat diri kamu di cermin"
Syasha pun melihat pantulan dirinya di cermin dan Syasha pun di buat melongo dengan penampilan nya... Apa benar ini dia, apakah ini Syasha Miranda pikir Syasha
Syasha seperti menjadi orang yang berbeda, lebih fress dan memancarkan inner beauty. Tante Melly memberikan stelan baju kerja berwarna navy pada Syasha hingga menghidupkan aksen wanita karier yang dewasa. Riasan yang tante Melly berikan pun hanya riasan tipis, tante Melly menyadari kalau Syasha sebenar nya memang sudah cantik hanya saja Syasha tidak pandai merawat diri sehingga dia kelihatan seperti tomboy
"Justin" panggil Melly
Justin sendiri sekarang sedang sibuk dengan sebuah tab. Sembari menunggu Syasha Justin pun bekerja dan memeriksa beberapa pekerjaan nya melalui tab miliknya
Begitu mendengar namanya dipanggil Justin pun menengok ke belakang. Sesaat Justin melongo melihat sosok wanita cantik yang berjalan beriringan dengan tante Melly
"Loh Syasha mana tan?"
"Syasha siapa?"
"Asisten Justin tadi tan"
"Ooaallllah Justin, uuhh hebat kan kerjaan tante sampai kamu sendiri tidak mengenali asisten kamu"
"Please tan jangan bercanda, Justin lagi buru-buru nih"
"Ini asisten kamu Justin"
"Hah... Dia"
"Iyaa... Ini Syasha"
__ADS_1
"Ahh tante mah kalau becanda kelewatan, masa cewek secantik ini dibilang Syasha, Syasha mah kalah jauh"
"Tante gak bacanda Justin"
"Ehheeem Tuan, sebaiknya kita berangkat sekarang, Tuan tidak mau terlambatkan"
"Uuhhuuuukk uuuhhhuukk" Justin tersedak air liur nya
"Jadi kamu benar Syasha?"
"Yaa... Tidak mungkin kan wanita secantik ini hantu"
"Whahahaha... Aduh kalian ini lucu sekali... Sudah sana kalian pergi biar tagihan nya tante masukan ditagihan kartu kredit kamu"
Justin pun menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Entah kenapa Justin menjadi salah tingkah sendiri terlebih lagi tadi dia mengatakan kalau Syasha cantik aduh bisa ge'er banget tu anak pikir Justin
Sedangkan Syasha sudah lebih dahulu berjalan keluar dan mengambil mobil Justin.
Kembali ke posisi yang sama dimana Syasha duduk di depan sebagai supir dan Justin duduk di belakang di kursi penumpang. Hanya saja bedanya Justin tidak lagi menggunakan masker malah hidung Justin seperti dimanjakan dengan aroma tubuh Syasha. Sesaat Justin seperti dibuat mabuk dengan aroma ini namun Justin berusaha untuk tetap menjaga kesadaran dan kewarasan nya
Justin pun diam-diam mengamati Syasha lewat kaca spion mobil. Kaca itu sedikit bengkok hingga wajah Syasha terlihat jelas melalui kaca tersebut
"Tuan, kita mau kemana lagi" ucap Syasha menyadarkan lamunan Justin
"Eehh eemm kita ke restoran ZX"
Sesaat Justin sedikit gugup karena Justin pikir dia ketahuan sedang memperhatikan Syasha diam-diam
Setelah membelah jalanan ibukota Justin dan Syasha pun telah sampai di restoran yang dimaksud Justin
Justin pun sedikit menunggu karena ternyata dia datang 10 menit lebih awal dari waktu yang telah mereka sepakati bersama
"Aahh Mr. Justin has been waiting for a long time?"
"Aahh Tuan Juatin sudah lama menunggu?"
"No Mr. Fredlic, I just came early"
"Tidak Tuan Fredlic, aku hanya datang lebih awal"
Tuan Fredlic dan Justin pun membicarakan kerja sama bisnis nya dengan serius. Begitu pula dengan Syasha, Syasha dengan cekatan mencatat setiap kata perkata dari kedua belah pihak sungguh luar biasa tidak satu pun dari kalimat mereka terlewat dari notulen milik Syasha
Berbeda dengan asisten Mr. Fredlic yang terus mencuri pandang ke arah Syasha. Syasha yang nol besar masalah lelaki tidak mengerti arti tatapan asisten Mr. Fredlic bahkan Syasha pun tidak menyadari kalau asisten Mr. Fredluc terus memperhatikan nya
Berbeda dengan Justin yang tidak suka melihat Syasha ditatap dengan tatapan lapar seperti itu. Ingin rasanya Justin mencongkel mata dari asisten Mr. Fredlic ini
"Aduuh kenapa aku peduli, apa aku cemburu?" batin Justin bermonolog
__ADS_1