
🌼KISAH BRIAN DAN ALIN🌼
Hari hari pun berlalu, Justin berhasil membuktikan diri pada sang papa. Banyak proyek perusahan besar berhasil dimenangkan oleh Justin, Tuan Brian sama sekali tidak menyangka dibalik sifat manja Justin ternyata dia lebih bertangan dingin dan berjiwa baja melebihi Tuan Brian
Justin tidak segan-segan menyingkirkan orang-orang yang tidak produktif di perusahaan nya dan Justin juga sangat disiplin seperti Tuan Brian. Aturan perusahaan dibuat lebih ketat dan reward bagi yang berprestasi pun ditambah
Dalam waktu dua tahun Justin sudah bisa melebarkan sayap perusahaan sampai di kawasan Asia bahkan menjadi tren nomer satu di Asia Tenggara.
Kini target Justin akan menyasar pangsa bursa dagang Amerika dan menjadikan perusahaan nya sebagai salah satu perusahaan yang berpengaruh di dunia.
Tuan Brian pun luar biasa takjub dengan pencapaian yang telah di dapat oleh Justin, tidak sia-sia rupanya dia menimba ilmu selama lima tahun di Amerika ternyata hasilnya sungguh sangat memuaskan
"Justin papa ingin bicara"
"Yaa pa"
"Kemari dan duduk lah"
Saat ini Tuan Brian dan Justin sedang ada di rumah dan sebentar lagi waktu makan malam akan tiba. Tapi sebelum itu Tuan Brian memanggil Justin sebentar ke ruang kerja milik nya
"Bagaimana rasa nya bekerja di perusahaan papa?"
"Tidak buruk, aku menyukai nya"
"Yaa, papa tau itu. Terlihat jelas dari pencapaian mu selama dua tahun ini"
"Itu bukan apa-apa pa"
"Justin mungkin ini sudah waktu nya"
"Apa maksud papa?"
"Papa ini sudah tua Justin, sudah saat nya papa pensiun dan papa rasa kau sudah cukup mampu untuk memimpin perusahaan tanpa papa"
"Tidak pa, aku masih harus banyak belajar dari papa"
"Papa yakin kau bisa Justin, apa yang kau lakukan sampai sejauh ini bahkan sudah melampaui papa. Papa sudah lelah Justin, papa ingin pensiun dan menghabiskan hari tua papa bersama mama"
"Apa papa tidak takut aku akan mengecewakan papa"
__ADS_1
"Papa yakin kau tau yang terbaik untuk mu dan untuk perusahaan, mulai besok kau bukan lagi wakil CEO tapi kau adalah CEO nya. Besok pagi akan ada rapat pengangkatan mu ingat jangan terlambat"
"Baik papa"
"Sekarang ayo kita turun, mama sudah menunggu untuk makan malam"
Justin dan papa Brian pun turun ke lantai satu dan langsung menuju meja makan
"Amboy mesra sekali kalian ini"
"Kenapa mama cemburu sama Justin"
"Untuk apa mama cemburu sama anak sendiri"
"Uuhh mama imut banget kalau lagi ngambek"
"Huh enak saja, memangnya mama ini tukang ngambek apa"
"Ckckckck"
Justin dan papa Brian pun tertawa tertahan karena ulah mama Alin. Papa Brian sangat sangat sayang sekali pada mama Alin karena disaat papa Brian lelah bekerja mama Alin selalu menjadi pelepas lelah dan penghibur hati papa Brian.
Dan sekali lagi makan malam keluarga ini dipenuhi oleh canda tawa lepas tanpa beban seperti tidak pernah ada masalah apa pun di hidup mereka
Itu adalah yang terlihat dari kacamata orang lain tanpa mereka tau ujian apa yang mereka lalui sampai sejauh ini. Mama Alin dulu di vonis mengalami kanker ovarium dan di vonis mandul kerena ada kista, hingga setelah lima tahun pernikahan mereka, mereka sama sekali belum diberikan keturunan.
Orang tua papa Brian bahkan meminta papa Brian untuk menceraikan mama Alin namun papa Brian menolak bahkan keluarga besar papa Brian mengeluarkan papa Brian dari daftar waris keluarga dan mencabut semua fasilitas kekayaan papa Brian saat itu
Papa Brian dan mama Alin bertahan, papa Brian membawa mama Alin pergi menjauh dari ke dua belah pihak keluarga mama Alin atau keluarga papa Brian.
Sebenarnya mama Alin bisa saja pulang ke rumah kedua orang tua nya, mama Alin juga dari kalangan orang berada karena dia seorang ningrat namun papa Brian menolak karena gengsi akan tanggung jawabnya sebagai laki-laki harus bisa menafkahi keluarganya sendiri tanpa bantuan orang tua mama Alin
Akhirnya papa Brian dan mama Alin pergi keluar kota, menyewa sebuah rumah kontrakan dan menyewa sebuah ruku dengan sisa uang tabungan papa Brian
Papa Brian membuka usaha properti skala kecil-kecilan dan dari hasil usahanya itu papa Brian membawa mama Alin untuk berobat.
Doa dan usaha dilakukan papa Brian semaksimal mungkin agar istrinya bisa sembuh dari penyakit kanker yang dideritanya
Papa Brian menolak untuk menyerah, ketika mama Alin kehilangan semagat papa Brian adalah orang yang selalu memeluk mama Alin dan memberikan kekuatan hingga mama Alin pun terus berusaha untuk melawan penyakit nya
__ADS_1
Sampai pada suatu hari keajaiban pun terjadi tepat 8 tahun usia pernikahan mereka kabar gembira pun datang.
Saat mama Alin dan papa Brian tengah makan malam untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-8 mama Alin pingsan dan saat diperiksa di rumah sakit ternyata mama Alin tengah mengandung
Ini adalah kabar bahagia yang telah lama di tunggu-tunggu oleh sepasang suami istri ini. Awal nya semua berjalan baik namun saat menginjak usia kehamilan 3 bulan mama Alin mulai mengeluh kan rasa nyeri dan sakit yang luar biasa pada perut nya.
Walau pun penyakit kista mama Alin sudah bisa ditangani dengan baik oleh pengobatan medis dan tradisional namun sel kanker masih tetap hidup dan mulai menggerogoti rahim mama Alin
Dokter menyarankan untuk menggugurkan kandungan mama Alin dan mangangkat rahimnya guna membuang sel kanker tersebut
Mama Alin menolak, dia tidak ingin kehilanagn harapan yang sudah dia nanti nantikan sejak lama.
Mama Alin pun bertahan dengan rasa sakit dan hanya dibantu dengan obat-obatan baik medis dan tradisional mama Alin mempertahankan kandungan nya.
Hingga saat usia kandungan mama Alin menginjak tujuh bulan mama Alin mengalami pendarahan dan rasa sakit nya pun sudah tidak bisa lagi dibendung.
Mama Alin berpesan pada papa Brian jika ia harus memilih maka tolong pilih lah anak yang sedang mama Alin kandung. Mama Alin lebih memilih untuk mati guna memberikan kehidupan baru pada anak yang sedang dia kandung
Papa Brian pun tidak henti-henti memanjatkan doa kiranya Tuhan berkenan untuk menyelamatkan anak dan istri nya. Papa Brian bersujud siang dan malam, saat mama Alin berjuang di ruang operasi papa Brian berjuang lewat doa hingga lahir lah Justin ke dunia
Papa Justin menangis haru melihat Justin kecil lahir dengan sempurna meski harus mendapatkan perawatan intensif karena lahir secara prematur. Itu adalah anak yang lahir dari perjuangan mama Alin selama tujuh bulan menahan rasa sakit
Justin kecil harus berjuang hidup di dalam inkubatur bayi sedangkan mama Alin masih harus berjuang di meja operasi guna mengangkat rahim nya yang telah di tumbuhi sel kanker serta membersihkan sel-sel itu agar mama Alin kembali sehat
Mama Alin pun koma dan berada di ruang ICU selama dua hari setelah menjalani operasi. Selama itu pula papa Brian tidak pernah absen untuk berdoa pada Allah
Setelah dua hari koma mama Alin pun sadar dan setelah lima belas hari mendapatkan perawatan mama Alin dinyatakan sembuh dan sel kanker yang bersarang di rahim mama Alin dinyatakan bersih
Kini tinggal Justin kecil yang harus berjuang sedikit lebih lama. Karena lahir prematur dengan kondisi mama Alin yang sakit membuat beberapa organ vital di tubuh Justin kecil belum siap secara sempurna
Mama Alin dan papa Brian pun melakukan segala macam cara, doa dan usaha itulah yang setiap hari dilakukan oleh mama Alin dan papa Brian hingga Justin kecil pun dinyatakan siap untuk menerima hangat nya pangkuan sang mama
Mama Alin dan papa Brian pun menangis bahagia. Ini adalah buah dari usaha dan doa mereka selama ini papa Brian pun langsung bersujud syukur kepada Allah dari kemurahan yang sudah Allah berikan untuk mereka
Berita kelahiran Justin pun didengar oleh keluarga besar papa Brian. Keluarga papa Brian pun meminta maaf atas kesalahan yang dulu telah mereka lakukan awalnya papa Brian menolak untuk kembali pada keluarganya tapi papa Brian juga tidak ingin dibilang sebagai anak yang durhaka
Akhirnya papa Brian pun kembali dengan memboyong keluarga kecil nya dan melupakan masa lalu. Perusahaan WinsFood yang dijalankan oleh adik dari papa Brian mengalami kerugian yang sangat besar dan hampir bangkrut karena adik dari papa Brian tidak kompeten dalam memimpin perusahaan lalu dia pun kabur entah kemana meninggalkan semua kekacauan di perusahaan
Papa Brian pun mulai menduduki posisi CEO sejak saat itu dan membangun kembali perusahaan yang hampir bangkrut tersebut hingga sekarang papa Brian memutuskan untuk menyerahkan itu pula pada Justin putra nya satu-satu nya.
__ADS_1
Itu adalah kisah dari perjuangan Brian dan Alin yang akan selalu Justin ingat dan itu adalah orang tuanya. Justin sangat bangga karena terlahir dari rahim mama Alin yang sangat sanyang pada nya dan papa Brian yang sangat baik dan bijaksana. Begitulah Justin menilai kedua orang tua nya