Cinta Terakhir BadBoy

Cinta Terakhir BadBoy
Orangtua Billa


__ADS_3

Andrian ingin bertemu dengan orangtua Billa sebab penasaran. Awalnya Billa kurang yakin ingin membawa pria kerumah orangtuanya melihat Andrian juga merupakan anak geng motor yang sudah banyak membuat onar dan kerusuhan.


"Billa ... Kakak ingin bertemu orangtua kamu sebab kata kamu bahwa berasal dari keluarga harmonis," ucap Andrian kepada Billa rasa penasarannya semakin kuat.


"Boleh saja, Kak. Te-Tetapi jangan bikin ulah jika sudah berada dirumah gue."


Bagi Billa tidak masalah jika siapa saja datang kerumahnya. Tetapi melihat Andrian yang terlibat dalam pergaulan bebas, suka gonta ganti pasangan, pemabuk membuat Billa agak kurang yakin mengenalkan Andrian kepada orangtuanya.


"Sip." Andrian mengacungkan jempolnya akan siap.


"Nah bagus dong, jika begitu ayo kerumah orangtua Billa."


Andrian berdiri lalu mereka bergegas untuk pergi kerumah orangtua Billa. Ayah dan Mama Billa bernama Sandro dan Cia sangat harmonis. Bahkan selama 24 tahun mereka membina rumah tangga jarang terjadi pertengkaran diantara mereka.


Sesampainya di rumah Billa langsung menyuruh Andrian untuk masuk. Anggap saja seperti rumah sendiri dan jangan pernah merasa sungkan dirumah tersebut.


"Ayo Kak ... Masuk." Billa menarik tangan Andrian untuk masuk.


"Iya, Billa."


Sandro dan Cia sedang makan malam namun mereka belum menghabiskan makanan sebab Billa akan pulang. Melihat Billa membawa seseorang pria membuat mereka bertanya.


"Nak, siapa?" tanya Sandro pada putrinya sebab tak pernah, mengenali pria itu sebagai teman Billa.


"Ayah, perkenalkan Andrian." Billa lalu berbicara kepada Andrian, untuk mengenalkan ayahnya. " Andrian, ini ayahku namanya Pak Sandro," kata Billa kepada Andrian.


Andrian langsung berpura-pura ramah dan tersenyum. Lalu Andrian menunduk menghormati Sandro sebagai orangtua dari Billa.


"Halo Ayah ... Perkenalkan, nama saya Andrian," kata Andrian sambil menyalin tangan orangtua tersebut.


"Halo juga, Nak. Perkenalkan, saya Sandro ayah dari Billa."


Lalu Cia menyapa Andrian, mereka welcome kepada tamu yang datang. Apalagi Andrian datang baru pertama kali di rumah tersebut mereka lalu menyuruh Andrian untuk makan terlebih dulu, sebelum mengobrol lebih lanjut mengenai hal pribadi.

__ADS_1


"Hay Tante ...Perkenalkan saya Andrian teman Billa." Andrian mengenalkan diri terhadap mama Billa.


"Halo Nak ... Perkenalkan, nama tante Cia orangtua dari Billa." Cie tersenyum ramah melihat Andrian sangat cocok dengan Billa karena ganteng.


"Senang berkenalan ..." Andrian menunduk kan lagi kepalanya.


"Ayo makan, nak Andrian ayo makan? Tante sudah masak untuk keluarga ini, nah mengapa tidak bilang sama Mama Billa bahwa teman kamu mau datang," ucap mama merepet kepada Billa.


"Dia yang minta, Ma. Bukan kemauan aku membawanya kerumah ini," jawab Billa sangat malu membawa Andrian, prediksi orangtuanya. Jika Billa sudah membawa teman cowok, maka itu adalah pacar dari Billa sebab mereka yakin, bahwa anak mereka ini sudah punya pacar.


"Kalian berdua ini pacaran?" tanya Sandro menunjuk kepada keduanya sambil menuju ke meja makan.


"Bukan Ma! Kak Andrian ini hanya teman Billa dan kami tidak punya hubungan." Billa menggelengkan kepala bahwa mereka tidak mempunyai hubungan.


"Sudah jangan malu, akui saja ..." Cia menyambung, mereka berdua yakin bahwa kedua anak tersebut sedang jatuh cinta namun malu sama orangtua, untuk terus terang sama orangtua.


"Gimana mau ngaku? Kami tak ada yang special!" Billa merepet sama mamanya sebab menudingnya pacaran.


Cia menyendok nasi Andrian dan Billa lalu menyeduh kan kopi untuk Andrian. Tamu datang kerumah harus disambut, namun mereka berdua tidak makan lagi karena sudah makan duluan.


"Sudah, Nak. Kami tidak makan lagi sudah kenyang."


"Ayo makan lagi Pak dan Tante ..." Andrian segan untuk makan berdua saja.


"Sudah kalian habiskan saja. Maaf nak Andrian menu kami sajikan hanya sedikit cuma masak itu saja." Cia merendah di depan Andrian.


Menu makan malam tersebut terdiri dari ayam goreng, ikan baung asam pedas, nila bakar dan patin. Mereka hanya memasak sesuai porsi dengan banyaknya orang di rumah pada saat itu.


"Nak, maaf. Tante ingin bertanya kamu ini umur berapa? Teman kampus Billa?" tanya Cia.


Andrian lalu menyahut Tante Cia, bahwa Andrian adalah teman Billa. Lalu Andrian tersenyum.


"Kami ini teman, Tante. Tetapi masih dalam proses pendekatan," kata Andrian sambil tersenyum.

__ADS_1


Cia senang mendengar, bahwa putri mereka masih dalam proses pendekatan. Hal ini yang mereka tunggu, melihat Billa menemukan tambatan hati, selama ini mereka sebagai Orang tua. Tidak pernah melihat Billa pacaran dengan yang lain.


"Bagus dong, Billa ini anak, Tante. Tidak pernah dekat dengan pria lain selain kamu nak," bisik Cia.


Billa merasa malu saat Orang tuanya mengaku, bahwa Billa belum pernah pacaran dengan orang lain. Membuat diri Billa seperti tidak harga diri saja, merasa bahwa kurang beruntung dalam percintaan. Membuat Billa menjadi insecure.


"Aku merasa insecure, Ma. Jangan begitu dong, ngomongnya sama Andrian." Billa menjadi salah tingkah.


"Aku suka kok sama anak, Tante," kata Andrian tiba-tiba.


Billa sejenak menjadi salah tingkah ketika mendengar omongan Andrian, merasa omongan Andrian tidak benar. Tidak mungkin Andrian jatuh cinta dengan cewek cupu seperti dirinya.


"Ahhh kakak ini, tidak mungkin kakak jatuh cinta dengan cewek cupu ...."


"Kakak tidak melihat dari penampilan tetapi dari hati," sahut Andrian sambil memberikan harapan yang begitu dalam.


Sang mama langsung mendorong badan Billa. Supaya tidak salah tingkah ketika mendengar ucapan Andrian, mereka juga senang. Saat ada pria yang mengatakan cinta pada anak mereka.


"Cie, ada yang mengatakan cinta sama anak mama," sahut Cia ikut nyambung dalam pembicaraan tersebut.


"Ihhh apaan sih, Mama."


Andrian disambut baik kehadirannya oleh keluarga Billa. Dalam rumah tersebutlah Andrian menemukan jati diri, bahwa masih ada keluarga lain harmonis dan merasa iri dengan kehidupan keluarga Orang lain sedangkan keluarga sendiri hancur.


"Aku merasa tidak pantas ngomong sama keluarga harmonis ...," ucap Andrian menyebut dirinya sangat insecure berteman dengan anak yang berasal dari keluarga harmonis.


Cia menatap Andrian dengan heran karena tidak mengetahui, bahwa Andrian berasal dari anak Broken home. Membuat Cia bertanya-tanya dalam hati.


"Nak Andrian, maaf, Tante ingin bertanya sama, kamu. Apakah, Nak Andrian ini berasal dari anak keluarga Broken home?" tanya Cia kepada Andrian.


Takut perkataan sang istri menyakiti hati Andrian. Lalu Sandro menyenggol bahu istrinya, supaya tidak melanjutkan lagi omongan sang istri.


"Maaf, Nak Sandro. Jika Tante kamu bertanya hal seperti itu," sambung Sandro tidak enakan dan segera minta maaf.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Pak. Saya tidak merasa sakit hati, kok. Memang begitu kenyataan dalam hidup saya." Andrian berbicara sejujurnya kepada Orang tua Billa.


__ADS_2