
Andrian sudah berubah untuk mencari jati diri yang sesungguhnya, setelah gagal atas hidupnya. Andrian sudah pernah merasakan kehancuran akan hidup.
Andrian ingin membuktikan kepada Orang tuanya, bahwa pria nakal ini bisa menjadi lebih baik lagi. Pria ini bisa berdiri sendiri tanpa di bantu oleh Orang tua.
Terdengar kabar isu tidak menyenangkan buat Andrian, bahwa Ayah Elsh mau menikah lagi dengan perempuan muda yang masih berumur 19 tahun.
"Bibi, benarkah ayah akan menikah?" tanya Andrian kepada bibi inah, saat Andrian berada diruang tamu, sedang membersihkan sampah kacang di meja tamu.
"Benar, tadi malam bapak membawa perempuan lagi kerumah ini," jawab Bibi Inah saat ditanya.
"Oh, sama perempuan berumur berapa menikah?" tanya Andrian, menduga bahwa perempuan yang akan dibawa kepelaminan menjadi istri kelima, pasti perempuan masih muda.
"Umur 19 tahun kalau tidak salah," kata Bibi Inah.
"Oh, masih anak baru gede." Andrian menertawakan Ayah Elsh. Menikah dengan perempuan berumur tahun.
"Ia, Andrian."
Usai sudah pembicaraan Andrian dengan Bibi Inah. Andrian bergegas keluar dari rumah dan akan memulai kehidupan di luar rumah, pada saat itu pria tersebut duduk diruang tamu menunggu ayahnya pulang, ada hal yang ingin Andrian bicarakan.
Sesampainya di rumah, Andrian melihat ayahnya muncul. Langsung menghampiri ayah untuk menyampaikan niatnya, hendak keluar dari rumah dan akan memulai kehidupan baru di luar rumah.
"Kamu mau kemana?" tanya Elsh saat melihat putranya, menenteng tas besar dan melihat ada sebagian barang yang dimasukan dalam koper.
"Aku mau keluar dari rumah ...." Andrian sudah menetapkan hati, bahwa akan keluar dari rumah.
"Kamu sudah yakin akan keluar dari rumah kita. Mau jadi apa kamu di luar sana?" tanya Elsh meremehkan putranya.
Elsh penasaran dengan alasan Andrian keluar dari rumah. Elsh sudah memberikan kehidupan layak, mulai dari mobil, atm dan hidup dengan bergelimang harta.
Andrian tidak peduli tetap keluar, bahwa Andrian ihklas akan meninggalkan kehidupan mewah. Demi menemukan jati diri di luar sana dan tidak ingin bergantung kepada ayahnya saja.
"Saya sudah yakin keluar rumah," jawab Andrian.
__ADS_1
"Alasan kamu keluar?" tanya Elsh merasa marah, sebab putranya tidak tahu bersyukur sudah diberikan kehidupan dengan bergelimang harta, malah meninggalkan rumah.
"Alasannya pengen mencari jati diri dan tidak bergantung kepada kalian!"
Plakkkkkkkkkkkkkkkk
Elsh menampar putranya, sampai tamparan tersebut. Membuat pipi Andrian berdarah dan bengkak.
"Dasar anak biadab! Sudah diberikan kehidupan layak, Orang tua kamu ini kurangnya apa?" tanya Elsh merasa bangga sudah membesarkan anak, tidak dengan cinta kasih sayang, hanya dengan hidup bergelimang harta saja.
"Buat apa saya tinggal di rumah ini! Hidup saya menderita ...," kata Elsh merasa paling menderita.
"Kamu menderita! Hidup enak, kamu bilang menderita?" Elsh menatap tajam suaranya sangat lantang kepada putranya.
"Harta tidak menjamin hidupku akan bahagia selamanya," bentak Andrian.
"Sini kalau kamu nekat keluar, serahkan fasilitas yang diberikan kepada kamu mulai dari atm, kartu credit, kunci mobil dan fasilitas lain." Elsh meminta fasilitas yang diberikan jangan dibawa.
Untunglah Elsh sudah mengirim uang yang ada di atm Elsh, ke atm temannya. Supaya tidak dituntut oleh ayahnya tersebut sebab pria tersebut, tidak akan peduli dengan kehidupan Andrian lagi.
"Pergilah, jangan pernah melangkahkan kaki ke rumah ini!" Elsh langsung mengusir putranya tersebut.
Andrian mengangkat barang-barangnya yang akan dibawa, kedalam taksi. Andrian sudah memesan taksi menuju kerumah temannya karena Andrian, akan tinggal sementara waktu di rumah Raffa.
Raffa sahabat dekat Andrian, semenjak Andrian berubah. Pria ini menjadi ikut berubah mengikuti langkah Andrian, mereka menuju hidup yang lebih baik.
"Kamu angkat kaki dari rumah? Mengapa angkat kaki bro. Lihatlah, hidup sudah bergelimang harta namun masih berani minggat dari rumah," canda Raffa, saat Andrian sudah sampai dirumah Raffa.
"Loh tidak akan tahu jadi aku, sebab aku terlahir dari keluarga Broken home," jawab Andrian.
Awalnya Andrian tidak berani mengambil langkah, untuk keluar dari rumah. Andrian hanya ingin mandiri dengan hasil keringat yang di miliki sendiri.
"Kita sama bro sama-sama terlahir sebagai anak Broken home. Gue tidak ingin tinggalkan rumah karena ini harta gue, tidak suka gue jika si perempuan genit yang sudah merusak rumah tangga Orang tuaku, menguasai rumah ini." Raffa adalah pria yang cerdik, tidak akan meninggalkan rumah. Andrian merasa bahwa rumah tersebut harus menjadi miliknya dengan adik.
__ADS_1
"Kita beda guys, Orang tua loh baik dan peduli sama loh. Gue anak Broken home walaupun orangtua masih satu rumah, buktinya mereka sama-sama mempunyai selingkuhan," ucap Andrian tidak malu menceritakan masalah rumah tangga Orang tuanya.
"Terserah kamu deh ...." Raffa tersenyum dan tidak mau ikut campur.
Raffa akan mendukung Andrian untuk melakukan hal positif. Raffa tidak mempermasalahkan Andrian tinggal dirumah mereka.
"Sudahlah, Bro. Gue mau istrahat, di mana kamar gue?" tanya Andrian.
"Di lantai dua, biar gue antarkan saja."
Raffa mengantar Andrian ke kamar tepat berada di lantai dua. Mama tiri Andrian tidak senang, teman Raffa tinggal di rumah tersebut.
Sesampainya di bawah, Dini memanggil Andrian. Sebab Dini tidak suka ada orang asing masuk kedalam rumah dan menginap di rumah.
"Raffa ...," panggil Dini.
"Ia ..."
"Sudah berulang kali gue bilang, jangan pernah ada orang asing masuk kedalam rumah ini!" bentak Dini marah.
"Urusan kamu apa? Rumah ini milik ayah saya dan bukan milik kamu!" jawab Raffa mendengar Dini, langsung membentak Dini pada saat itu.
"Kamu bandel banget deh! Kamu seharusnya mendengar omongan saya!" kata Dini.
Dini marah kepada Raffa, pria itu balik memarahi ibu tirinya, sebab tidak punya hak untuk mengatur di rumah. Dini adalah orang asing yang masuk dalam lingkungan keluarga mereka.
"Saya bukan putramu, jangan mengatur saya sekarang! Kamu hanya pelakor yang merusak hubungan keluarga saya!" bentak Raffa.
Andrian mendengar dari lantai dua, bahwa Raffa sedang berseteru dengan mama tirinya pada saat itu. Andrian sebenarnya tidak enak hati karena dirinya tinggal di rumah tersebut, membuat keduanya berselisih.
"Aduh, gue jadi tidak enak hati pada keduanya sedang berselisih," gumam Andrian dalam hati.
Andrian lalu tidak peduli lagi, sebab mama tiri Raffa juga hasil berebut suami orang. Bahkan Andrian sangat benci dengan namanya pelakor karena tidak pantas untuk merasa dikasihani.
__ADS_1
Andrian hanya tinggal sementara saja di rumah Raffa. Rencananya Andrian akan membangun bisnis kecilan yaitu membuka restoran sederhana saja.
Andrian ingin membuktikan, bahwa dirinya bisa berhasil tanpa peran Orang tua dalam hidupnya saat ini. Andrian sudah terlanjur kecewa dengan Orang tuanya.