Cinta Terakhir BadBoy

Cinta Terakhir BadBoy
Billa Lulus Wisuda


__ADS_3

Hari ini adalah hari bahagia, untuk Billa dan keluarga. Sebab Billa sudah lulus menyandang gelar sarjana yaitu sarjana ekonomi dari universitas ternama.


Rencananya Billa akan melanjutkan magister di universitas tersebut. Andrian tidak memberikan Billa untuk kuliah lagi, sebab Andrian akan meminangnya sebagai istri ketika lulus wisuda.


Andrian mengenakan jas hitam mendatangi hotel sebagi tempat wisuda. Andrian terlihat bahagia, datang dengan orangtua Billa memberikan buket kepada Billa, saat sudah berada di hotel tempat acara diselenggarakan saat itu.


"Selamat dek, sudah berhasil mendapatkan gelar sarjana," kata Andrian memberikan buket bunga mawar merah.


"Terimakasih, abang."


Billa mengenakan baju kebaya berwarna hijau tersebut, berhasil lulus dengan menyandang gelar cumlaude. Dengan nilai IPK yang sangat membuat orangtua bangga, tidak sia-sia pengorbanan Billa selama kuliah.


Andrian melihat dari ujung rambut hingga kaki Billa. Begitu cantik dan mempesona tampilan calon istri Andrian, bahkan pria tersebut terlihat kagum dan memeluk Billa dihadapan orangtua Andrian.


"Hmmmm cie romantis," teriak Cia dan Sandro selaku orangtua.


"Abang akan nikahi kamu, dek. Banggakan sebentar lagi, abang akan menikahi seorang Billa. Pujaan hati abang selama ini," ujar Andrian terlihat senyum dikedua pipinya dan matanya berkaca-kaca.


"Adek sudah siap untuk menjadi istri abang kelak ...," jawab Billa.


Billa sudah siap untuk dipersunting oleh Andrian. Kini Andrian sudah berhasil mengembangkan usaha restorannya, bahkan sudah mempunyai banyak pelanggan dari semua kalangan.


Uang dari hasil bisnis tersebutlah yang akan digunakan Andrian. Untuk membiayai pernikahannya dengan Billa, bahkan Andrian tidak sendirian. Orang tua Billa akan membantu biaya resepsi pernikahan tetapi Andrian tidak mau, ingin resepsi pernikahan dari hasil kerja kerasnya.


"Billa serius sudah siap menjadi istri abang kedepannya?" tanya Andrian, berulang kali Andrian bertanya tentang keseriusan Billa karena mengingat masa lalu. Andrian adalah seorang berandal dan terlibat dalam pergaulan bebas.


"Adek serius, abang kuatir dengan keseriusan Billa?" tanya Billa balik, sepertinya Andrian sangat tak percaya.

__ADS_1


"Abang hanya takut Billa menyesal, soalnya Billa tahukan masa lalu abang? Masa lalu abang gelap!" ucap Andrian.


"Bang, kamu sudah berjanji. Abang akan berubah, Billa sudah melihat perubahan abang selama ini." Riana memegang kedua pipi Andrian.


"Baiklah, semoga abang bisa menjadi suami yang baik untuk, Billa."


"Iya."


Sandro dan Cia sangat senang melihat keduanya mulai terlihat romantis. Sandro merestui hubungan mereka walaupun mengetahui latar belakang Andrian, dulunya sangat suram. Namun Sandro yakin semua orang bisa berubah, bahkan seorang penjahat pun bisa menjadi suami yang baik dan sosok ayah yang baik.


Dihadapan kedua Orang tua Billa, Andrian memohon untuk direstui. Pria tersebut akan membanggakan anak Sandro dan Cia kedepannya. Walaupun sang calon mertua sudah mengetahui masa lalu Andrian yang tidak bagus, namun masa lalu hanyalah masa lalu.


Kini adalah menghadapi masa lalu dengan masa depan. Belajar untuk menerima masa lalu dan belajar mengubah diri menjadi baru di masa depan. Andrian bukanlah pria baik yang menjanjikan akan berubah seutuhnya dengan Billa, namun menyakinkan Billa Andrian tidak bisa memastikan. Namun Andrian akan berusaha, menjadi suami yang lebih baik.


"Ayah dan tante. Maaf sekarang Billa sudah lulus wisuda, izinkan Andrian untuk melamar Billa dan menjadikan Billa menjadi istri Andrian," kata Andrian sambil bertekuk lutut dihadapan Orang tua Billa.


Cia tersenyum sumringah saat Andrian berlutut dihadapan mereka. Untuk meminta restu kepada Orang tua Billa, betapa bahagia hati mereka. Saat anaknya dilamar dihadapan mereka.


"Kami berdua merestui hubungan kalian untuk menikah," ucap keduanya sambil menorehkan senyum.


Andrian bahagia ketika mendapatkan restu dari Orang tua Billa. Sudah tidak sabar untuk naik kepelaminan bersama Billa, menjadi suami istri. Andrian butuh dampingan seorang istri, supaya tidak terjebak dalam lingkaran hitam pergaulan bebas.


"Billa hari ini kamu cantik sekali dan terimalah kalung pemberian dari, saya. Sebagai kado hari kelulusan wisuda kamu." Andrian mengeluarkan kalung berlian tersebut dari kotak merah dibeli dari toko berlian.


Billa tersenyum melihat kalung berlian pemberian Andrian. Betapa bahagianya Billa merasa diistimewakan oleh Andrian.


Billa merasa, bahwa lelaki baik itu masih ada sampai saat ini. Meskipun Andrian adalah mantan geng motor, mabukan dan terlibat pergaulan bebas. Namun Andrian bisa membuktikan dengan pembuktian luar biasa dengan mengajak Billa menikah.

__ADS_1


"Kapan kita selenggarakan pernikahan kalian berdua?" tanya Cia sudah tidak sabar, ingin mempunyai cucu.


Billa dan Andrian saling bertatapan mereka sudah tidak sabar. Ingin melangsungkan pernikahan dan merasakan menjadi pasangan suami istri.


"Secepatnya, Ma," sahut mereka berdua.


"Baiklah, pernikahan kalian akan diselenggarakan bulan depan," kata Sandro kepada keduanya.


"Terimakasih ayah dan mama," kata keduanya mengucapkan terimakasih.


Billa menatap wajah Andrian dengan binar-binar kebahagiaan. Ditatapnya sebongkah kalung berlian tersebut, bahwa Billa merasa terharu. Tidak pernah ada sosok lelaki yang memberikan kalung berlian di hari bahagianya.


"Bang, terimakasih atas kalung berlian yang engkau berikan. Aku menangis bang atas pemberian abang yang luar biasa, bahwa Billa menangis, tidak ada yang pernah memberikan kado semahal ini." Billa menangis terharu.


"Adek kado ini tidak sebanding dengan pengorbanan, adek. Menjauhkan abang dari lingkaran hitam pergaulan bebas," jawab Andrian memegang tangan Billa.


Betapa berarti Billa didalam hidupnya sebab sudah mengeluarkan Andrian, supaya tidak terjerumus lagi dalam lingkaran hitam pergaulan bebas. Namun perasaan bahagia ini bergelut dengan kesedihan, sebab Orang tua Andrian tidak merestui hubungan mereka untuk melangkah kepelaminan karena Andrian masih muda.


"Bang jangan begitu ... adek ikhlas membantu dan menyuport abang," jawab Billa memeluk Andrian.


"Dek walaupun badai menerpa hubungan kita suatu saat nanti, jangan goyah dengan hubungan kita. Pastikan, bahwa kamu sanggup menjalani biduk rumah tangga bersama, abang." Andrian menyakinkan Billa apakah sanggup berumah tangga dengan Andrian, sebab Andrian belum mendapatkan restu Orang tua.


Riana menyakinkan diri, bahwa sanggup membina rumah tangga dengan Andrian kedepannya. Riana akan mengarahkan Andrian ke hal positif supaya tidak terjerumus lagi.


Billa tidak mau suatu saat nanti Andrian mencoba pergaulan bebas. Billa tidak mau Andrian mencoba, jika Andrian mencoba maka Billa akan memutuskan untuk bercerai jika terulang kembali.


"Bang ... sebelum kita menikah, adek pengen ngomong sama abang. Adek ingin abang tidak terlibat dalam pergaulan bebas lagi jika kita menikah, dihadapan Orang tua adek saat ini, apakah abang mau berubah dan jika tidak berubah, apakah abang siap jika suatu saat nanti Billa meminta cerai ketika kita sudah menikah?" tanya Billa sebelum melangkah kepernikahan supaya tidak salah memilih pasangan.

__ADS_1


__ADS_2