Cinta Terakhir BadBoy

Cinta Terakhir BadBoy
Maafkan Abang.


__ADS_3

Andrian memasuki kamar Billa melihat ternyata sang kekasih, berada di dalam kamarnya. Hanya saja Billa sedang berbohong karena sudah terlanjur kecewa dengan sikap Andrian.


"Dek katanya keluar? Adek memerintahkan Bibi, supaya tidak menemui Abang?" tanya Andrian berdiri tepat di depan Billa.


Perempuan itu berpura-pura tidak mendengarkan pembicaraan Andrian walaupun Billa menatapnya. Beranjak tidur ke atas tempat tidur, belum lagi Billa naik ke atas tempat tidur. Andrian sudah menarik tangan sang kekasih karena ada yang ingin mereka bicarakan.


"Dek, maafkan, Abang. Maafkan, sudah membuat kecewa ...," kata pria itu membelai rambut sang kekasih dengan penuh perhatian.


Billa langsung menepis belaian yang diberikan Andrian, tak peduli lagi dengan omongan yang diberikan oleh pria itu kepadanya, untunglah Orang tua Billa pergi dalam perjalanan bisnis keluar negeri dua hari yang lalu. Jadi mereka bisa bebas untuk berbicara.


"Sudahlah, Bang! Aku tidak mau mendengarkan lagi, apapun alasan yang keluar dari mulut Abang. Semua hanya mengandung rasa kecewa mendalam." Billa tidak ingin dikecewakan lagi, memberikan kode supaya Andrian keluar saja.


Andrian tahu cara meluluhkan hati wanita yang dia cintai. Dengan belaian lembut dan suara yang lembut, bisa meluluhkan kembali hati Billa.


"Dek, Abang memang salah. Abang minta maaf, jangan ingat lagi kesalahan yang membuat kecewa satu minggu yang berlalu ...," ucap pria itu dengan penuh kelembutan dalam berbicara.


Billa menatap mata sang kekasih dengan perasaan masih cinta, berbalut luka seakan tak dihargai, Billa masih berpikir jika Andrian adalah korban dalam keluarga, mengapa pria ini tega melampiaskan kepada seorang perempuan sebagai bentuk pelampiasan dalam hatinya.


"Aku tidak bisa tahu cara berpikir Abang bagaimana! Apakah Billa pernah menuntut yang lebih terhadap, Abang?" ucap Billa menggelengkan kepalanya, seakan tidak setuju dirinya dijadikan korban pelampiasan oleh pria berasal dari keluarga Broken home ini.


Andrian menjawab dengan menggelengkan kepala. Selama mereka dekat hingga menjalin kasih, wanita yang sangat Andrian cintai ini tidak pernah menuntut banyak mulai dari segi waktu, perhatian, dan lain-lain.


Bagi Andrian kekasihnya adalah sosok yang sangat bisa menghargai pasangannya, hingga dari itu pria itu ingin membuat dalam hatinya terdalam, bahwa Billa adalah pelabuhan terakhir dalam hatinya dan menjadi ibu dari anak-anaknya.


"Dek, Abang tidak pernah menjadikan Adek sebagai pelampiasan, jauh didalam lubuk hati Abang, ingin menjadikan Adek sebagai ibu dari anak-anak, Abang." Pria itu memang menginginkan Billa menjadi pelabuhan terakhir didalam hatinya.

__ADS_1


Billa lalu bertanya bagaimana dengan rencana pernikahan mereka, sambil memegang kedua tangan Andrian. Billa memohon supaya tanggal pernikahan mereka tidak diundur.


"Kalau tidak pelampiasan! Mengapa Abang mengundur, tanggal pernikahan kita?" tanya Billa, mata Billa berkaca-kaca. Seakan ingin mengeluarkan deraian air mata.


"Abang hanya berusaha menenangkan hati untuk sementara waktu, tidak ada niat dalam hati, Abang. Untuk meninggalkan Billa sampai kapan pun." Andrian berusaha untuk menyakinkan Billa.


Terlintas dalam pikiran Andrian, buat apa membatalkan tanggal pernikahan? Membatalkan tanggal pernikahan sama saja memperlambat Andrian, untuk menjadikan Billa sebagai pasangan hidup.


"Ya, sudah. Kita tidak perlu membatalkan pernikahan. Abang akan menetapkan, bahwa pernikahan kita bulan depan," jawab Andrian seakan berubah pikiran.


Billa akhirnya bisa berbahagia, sang kekasih tidak membatalkan tangan pernikahan mereka. Pernikahan tersebut, akan dilaksanakan bertepatan dengan tanggal yang sudah mereka sepakati bersama dengan keluarga.


"Bang benarkah ...?" tanya Billa menepuk manja dada pria itu dengan kedua tangannya yang lembut.


"Aduhhhhhh sakit ...," balas Andrian dengan berpura-pura kesakitan, ketika ditepuk pelan sambil menggombal.


Melihat ekspresi Billa seakan bertanya-tanya benar atau tidak? Membuat Andrian tersenyum dengan mengangkat bibirnya miring ke kiri.


"Serius, Dek. Abang berpikir supaya tidak


membatalkan tanggal pernikahan kita, itu sama saja, Abang memperlambat kita untuk menjadi pasangan yang sah." Andrian sudah tidak sabar menikah, dalam impiannya ingin satu rumah dan melihat Billa selalu didekapnya.


Billa menatap Andrian menyandarkan kedua tangannya. Entah apa dipikiran perempuan cantik ini, dirinya sudah mengentahui, bahwa Andrian adalah mantan dari ketua geng motor dan bisa dikatakan pengalaman hidupnya hampir banyak, dihabiskan terjatuh dalam sebuah lingkaran hitam.


Mulai dari pergaulan bebas, ketua geng motor buat onar, tega, suka gonta ganti pasangan dan terlibat dalam dunia malam sudah pernah Andrian rasakan, selama sebelum menikah dan hingga pada saat mengenal Billa, semua berubah.

__ADS_1


"Apakah, aku yakin? Akan bisa membangun rumah tangga dengan pria yang hidupnya penuh dramatis dan hitam?" tanya Billa dalam hatinya, sempat bertanya dalam hatinya apakah suatu saat akan sanggup membina rumah tangga.


Namun dengan sebuah keyakinan, akhirnya Billa menjawab dalam hatinya untuk bisa menerima Andrian, sebagai pasangan hidupnya. Wanita ini yakin akan bisa mengubah hidup Andrian, jauh menjadi lebih baik.


Andrian melihat Billa merenung, saat berbicara dengannya. Seperti ada yang dipikirkan oleh Billa, pria ini ingin tahu apa yang sedang terpikirkan dalam hati calon pasangannya tersebut.


"Sayang, apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Andrian dengan menepuk bahu Billa, supaya tidak terbuai dalam lamunan.


Billa akhirnya tersadar saat merenung atau melamunkan sesuatu. Pola pikirnya sudah sampai kemana-mana, hingga tidak melihat lagi lawan bicaranya pada saat itu.


"Oh, gak ada memikirkan apa-apa, kok." kata Billa.


"Eem jangan banyak melamun. Tidak baik banyak melamun, entah apa yang ada dalam pikiran, belum menikah saja sudah banyak yang dipikirkan," ucap Andrian menyadarkan perempuan itu.


Tidak mungkin Billa menceritakan, bahwa dirinya sedang menyakinkan diri, apakah sanggup untuk membina rumah tangga dengan Andrian. Bisa membuat Andrian marah padanya, bisa terjadi keributan antara mereka.


Andrian pria yang mudah salah paham dengan sesuatu yang berkaitan dengan hal sensitif, jika sudah membicarakan masalah kurang yakin dengan pernikahan dan keluarga bisa membuat Andrian memikirkan semuanya sampai satu mingguan.


"Tidak ada apa-apa, kok!" jawab Billa.


Wanita ini langsung menarik tangan Andrian membawa ke ruang tamu. Billa meminta Andrian untuk menunggu, soalnya Billa akan membuatkan makanan enak untuk sang kekasih. Selagi datang bertamu kediaman Billa pada saat ini.


"Abang tunggu di sini, Billa akan masak enak untuk, Abang." Billa menyuruh Andrian untuk duduk diam di ruang tamu.


Pria itu pun akhirnya duduk diam, sambil menunggu Billa selesai memasak. Sambil menunggu Billa memasak, pria ini memainkan ponselnya sejenak serta memutar game. Sebab Andrian mudah terbawa suntuk jika tak ada hiburan yang di tonton.

__ADS_1


"Pasti makan yang dimasak kesayangan aku sangat enak ...," gumam Andrian dalam hati sambil menorehkan senyum dihati.


__ADS_2