
Andrian merasakan kebahagiaan, mengenal cinta pertama dalam hidupnya, selama ini Andrian memang terlibat dalam gonta-ganti pasangan. Namun tidak untuk menjadikan pasangan dalam pernikahan.
Saat menjelang satu bulan lagi kedekatan dengan pernikahan, tiba-tiba sahabat Andrian datang kembali menemui pria ini. Setelah mereka bermusuhan selama 3 bulan selama ini.
Kedatangan Devan ingin bermaksud jahat membawa pria ini, terjun bebas ke lingkaran hitam. Devan memintanya kembali untuk bergabung, menjadi ketua geng motor kembali.
Setelah memecat Andrian, pria ini merasakan tak ada perkembangan dengan grup geng motor yang di pimpinnya. Pria semakin kehilangan arah, meminta Andrian untuk kembali supaya merasakan kembali geng motor.
Di cafe kelabu indah tersebut mereka bertemu. Sebab Devan yang meminta untuk bertemu, ada hal yang ingin dibahas.
Sesampainya disana dengan penampilan rapi memakai kemeja berwarna hitam, celana levis berwarna hitam dan sepatu anak muda berwarna hitam. Semakin menambah ketampanan pria ini bertambah.
"Ada kabar ...?" sapa Andrian dengan lantang saat memegang pundak Devan dari belakang saat itu.
"Andrian ... kamu sudah sampai? Duduklah ada hal, ingin aku sampaikan?" sahut pria itu beranjak berdiri, mempersilahkan Andrian untuk duduk di bangku yang telah ditunjukan dengan tangannya.
__ADS_1
"Terimakasih ...," sambung Andrian.
Andrian duduk seakan tidak menampakkan rasa sakit hati, walaupun pria itu pernah merasakan sakitnya, saat dikeluarkan dari ketua geng motor.
Namun keluar dari geng motor, pria berandal tidak tentu arah ini. Keluar dari grup geng motor, membuat Andrian menemukan tujuan hidup yang sesungguhnya. Pria itu sangat berterimakasih pada sahabatnya, andai dulu Andrian tidak dikeluarkan. Mungkin pria ini tidak akan pernah terbebas dalam lingkaran hitam yang menyakitkan.
"Andrian ... ada hal, ingin aku sampaikan kepada, Kamu." Devan melihat kearah Andrian, senyum palsu pertunjukannya pada saat itu.
"Masalah apa ...?" tanya Andrian berpura-pura memainkan ponselnya, seakan tidak ingin menjatuhkan harga dirinya.
"Aku merasa malu untuk menyampaikan semua ini!" jawab Devan sadar, bahwa semua ini merendahkan harga diri. Demi kelangsungan komplotan geng motor yang dipimpinnya.
"Aku merendahkan harga diriku! Semua ini karena ada maunya," gumam Devan dalam hati pada saat itu.
Andrian tidak canggung berbicara kepada sahabat, kini sudah dianggap olehnya sebagai lawan. Mereka sudah tidak dalam satu prinsip dan naungan dalam klub geng motor.
__ADS_1
Sementara Andrian sudah meninggalkan dunia malam, pergaulan bebas dan suka gonta-ganti cewek. Sedangkan Devan semakin hancur dalam dunia gelap yang dirasakannya.
"Aku mendengar, bahwa kamu sudah berubah sekarang. Tidak terlibat dalam dunia malam serta pergaulan bebas lagi!" ujar pria itu kepada Andrian.
Mendengarkan, lantas membuat Andrian tertawa. Sudah hampir satu tahun lebih Andrian, keluar dari klub geng motor.
Namun Devan masih berusaha mencari tahu tentangnya, Andrian juga bertanya maksud pria ini apa? Mengapa membawanya untuk bertemu kembali, sebab merasa bingung dengan tujuan Devan.
"Apa tujuan Kamu, mengajakku, untuk bertemu?" tanya Andrian masih tertawa pada saat itu.
"Hahaha santai, bro! Kamu tidak perlu takut kuatir, bawa untuk tenang. Aku hanya ingin mengajak kamu, untuk bergabung kembali dalam klub geng motor." Pria itu bersikap lembut, untuk merayunya masuk ke dalam klub geng motor.
Andrian lantas merasa terkejut, mantan sahabatnya kembali meludahi perkataan yang sudah dikeluarkan. Satu tahun silam, Devan pernah membanggakan diri sendiri.
Andrian masih teringat dimana dulu, pria ini berlagak sombong. Tanpa Andrian klub geng motor tersebut, bisa sukses dibawah naungan Devan.
__ADS_1
"Bukan kah, Ke