
Billa mengubah tekadnya untuk menjadi cantik. Setelah mendapatkan begitu banyak gunjingan dan bully dari teman-teman dan orang disekelilingnya.
Billa pergi ke salon kecantikan, untuk mengubah gayanya menjadi lebih cantik dari rambut, memasang kuku palsu, facial dan memasang bulu mata.
Billa melepaskan kacamata culunnya supaya tidak terlihat kolot. Billa ingin tidak dikenal oleh banyak orang dengan mengubah penampilannya dan supaya semua mata tertuju kepadanya.
Selesai kesebuah salon kecantikan, hari ini ada jadwal kampus. Ini adalah kesempatan Billa untuk pamer kesemua anak-anak kampus, bahwa dirinya ini ternyata cantik sekali.
Billa langsung turun dari mobil dan semua berbisik. Menatap Billa dengan penuh kagum terpesona, bahkan Andrian melihat Billa turun dari mobil langsung pangling.
"Billa kah ini?" tanya Andrian menghampiri Billa.
"Kak ini aku, Billa." Perempuan itu langsung menyapa Andrian.
Andrian pangling matanya tertuju dari ujung rambut sampai kaki Billa. Tatapan Andrian jatuh cinta melihat perubahan Billa yang sangat luar biasa.
"Sejak kapan kamu berubah Billa? tanya Andrian kepada Billa, sambil cengengesan melihat Billa.
"Sejak aku di bully, maka aku mengubah penampilan aku menjadi lebih cantik dan menawan," canda Billa, namun di pelupuk matanya tersimpan luka yang begitu susah untuk disembuhkan.
Billa masih teringat rasa sakitnya, saat dihina oleh Nia, di lempar dengan kertas dan di pandang jelek oleh orang lain. Bahkan ada seseorang yang menyebutnya jelek dan tidak berselera.
"Billa, aku mendukung perubahan, nanti habis pulang kampus. Kita jalan iya adikku sayang yang imut-imut," Andrian mencubit pipi Billa dan memegangnya dengan kuat.
"Sakit, Kak."
"Kamu mau tidak jalan denganku?" tanya Andrian, mengulangi pembicaraan untuk mengajak Billa.
"Hmmm aku mau,"
"Udah mulai jual mahal sekarang," canda Andrian sambil meledek Billa, yang mulai jual mahal agak sedikit cuek.
"Bukan jual mahal, aku kan sudah cantik sekarang. Agak meninggi dong bicaranya sama kakak," jawab Billa sambil tersenyum bahwa kini Billa sudah menemukan jati dirinya.
__ADS_1
Billa pergi ke kampus, usai belajar. Billa akan menerima tawaran Andrian, yang sudah mengajaknya untuk jalan-jalan habis kampus seusai pelajaran studi.
Andrian kini sudah menemukan rumah ternyaman. Rumah yang menurutnya paling berharga, yang tidak akan pernah ditemui Andrian dirumah pribadi orangtuanya yaitu rumahnya sekarang adalah Billa.
Andrian dan Billa jalan-jalan, Andrian menyuruh temannya untuk membawa mobil sebab sore ini. Andrian menumpang mobil Billa dan perempuan itu akan mengantarnya pulang.
Di parkiran kampus Andrian langsung menemui Billa. Di dampingi oleh Raffa yang siap untuk membawa mobilnya tersebut ke rumah Andrian.
"Rafa ... Tolong bawa mobil gue pulang kerumah. Loh kan nanti sampai rumah, bisa minta tolong sama Roy antar pulang kalian pergi dua mobil saja," Andrian menyerahkan kunci mobil.
"Cieeeeeeeee ada yang mau jalan nih sama cewek. Cuit cuit ..." Siul Raffa.
"Sudah deh, kalian diam saja. Tidak perlu meledek gue begini," balas Andrian menjadi salah tingkah.
"Cie ada yang salah tingkah, teman luh salah tingkah," sambung Roy.
"Byeeeee gue pergi dulu," Andrian melambaikan tangan. Bahagia banget Andrian bisa jalan bersama bidadari yang sudah berubah menjadi lebih cantik.
"Kakak-kakak pergi dulu," Billa pamit minta izin untuk pergi, sambil menundukkan kepalanya.
Andrian senang dengan perubahan itu dan ingin mengenal Billa lebih lanjut. Andrian menyetir sambil menatap serius penuh pesona kearah Billa. Matanya tidak berkedip dan terus menunjukan kesan jatuh cintanya pada pandangan pertama.
"Fokus nyetir ... Kak, tolong lihat depan dan berhati-hatilah," ujar Billa menyuruh Andrian untuk fokus menyetir mobil.
"Hmmm gimana aku fokus menyetir mobil kedepan. Soalnya di samping aku ada bidadari cantik," balas Andrian memegang tangan Billa.
Billa menolak untuk bersentuhan tangan dengan Andrian. Sebab Billa tidak pernah pacaran dan Billa tidak mau tangannya di pegang oleh laki-laki.
"Lepaskan kak! Ini tangan Billa,"
"Ia, ini memang tangan Billa ... Kakak bolehkan memegang tangan, kamu." kata Andrian langsung mengangkat tangan Billa dan menciumnya.
Billa tidak bisa menolak tangannya di cium berulang kali. Andrian merasa kagum gadis hebat itu membuat Andrian kini merasa nyaman, dengan rumah yang sesungguhnya yang tidak didapatkan dirumah.
__ADS_1
Andrian diantar pulang oleh Billa dan kedua orangtua sudah pulang. Mereka kaget saat Roy dan Raffa. Antar pulang mobil Andrian kerumah.
Billa turun dari mobil dan mengantar Andrian sampai ke pagar rumah. Usai makan malam tersebut dan Elsh melihat dari cctv bahwa ada seorang perempuan yang mengantar anak mereka pulang.
"Kak, gue pulang dulu. Hari sudah malam dan nanti Mama dan Papa kuatir," Billa pamit pulang dan hanya bisa mengantar sampai pagar.
"Iya, Dek. Hati-hati dijalan, sampaikan salam kakak sama Papa dan Tante." Andrian perhatian dan menyampaikan salam untuk orangtua Billa.
"Oke, Kak. Nanti Billa sampaikan bahwa kakak Andrian kirim salam,"
"Baik, Dik. Terima kasih atas jalan-jalan ini Billa. Aku senang jalan sama Billa," kata Andrian mengelus rambut Billa.
Elsh pertama kali melihat anaknya diantar oleh perempuan. Elsh ingin mengenal siapa perempuan itu? Elsh sebagai ayah jadi mempunyai rasa penasaran sendiri.
Billa pulang, lalu Andrian melambaikan tangan paling kencang. Lalu Andrian masuk kedalam rumah, ketika masih berada di pintu masuk kerumah. Andrian sudah berhadapan dengan ayah kandungnya dan Andrian bingung mengapa pria itu muncul biasanya Elsh tidak pernah muncul di pintu.
"Dari mana kamu?" tanya Elsh.
"Terserah dong dari mana! Peduli apa Ayah terhadap anaknya," jawab Andrian tak peduli langsung pergi saja, namun dengan sigap orangtua tersebut langsung memegang tangan Andrian.
"Dasar anak tidak tahu sopan! Orangtuamu ini berbicara, kamu dengarkan dong orangtua kamu ngomong," Elsh marah kepada anaknya tersebut. Sebab Andrian sudah tidak menghargai dirinya sebagai kepala keluarga lagi dirumah.
"Peduli apa Ayah?" tanya Andrian meragukan kepedulian ayahnya.
"Saya tidak peduli dengan kamu, namun saya penasaran dengan perempuan yang mengantar kamu pulang," Elsh bertanya tentang perempuan yang mengantar Andrian pulang.
"Tidak usah bertanya? Aku bukan anak yang kalian pedulikan kan. Percuma bertanya sama gue, pasti gue tidak akan jawab itu siapa perempuan?" Andrian melawan terhadap orangtuanya.
Plakkkkkkkkk
"Dasar anak kurang hajar kamu! Saya sudah capek membesarkan kamu!" Elsh marah tak sadar ternyata sudah menampar pipi kanan dan kiri anaknya.
Habis emosi Elsh langsung menunjang kedua kaki anaknya. Hingga jatuh kelantai membuat Andrian naik darah, meninju balik orangtuanya karena terbawa emosi.
__ADS_1
"Dasar ayah kurang hajar!" Andrian marah sebagai anak, dikatai tidak benar dan menjadi korban kekerasan.