Cinta Terakhir BadBoy

Cinta Terakhir BadBoy
Kehancuran


__ADS_3

Kehancuran keluarga membuat Andrian berubah pikiran untuk menikah dalam bulan depan. Andrian berdiri dihadapan Billa untuk menyampaikan kabar buruk ini, bukan kemauan dirinya untuk menggagalkan pernikahan dalam bulan depan.


Andrian hanya berusaha untuk menenangkan sementara pikirannya. Andrian menatap serius kearah Billa, untuk menyampaikan mereka akan menikah dalam 3 bulan lagi karena Andrian berusaha untuk mencoba menerima kenyataan keluarga.


"Dek, ada hal yang ingin Abang sampaikan ke Adek?" ucap Andrian matanya tak kuat untuk menyampaikan ini semua, saat berada di ruang tamu rumah Andrian. Saat itu Billa datang ke perumahan Andrian.


"Mau sampaikan apa Bang?" tanya Billa sambil membaca buku dan menatap kearah dinding, dimana banyak foto Andrian terpajang. Foto masa kecil Andrian diliputi dengan senyuman.


"Dek kita tidak usah dulu menikah bulan depan, ya ...." Andrian menggengam tangan Billa, matanya terpejam dan wajahnya sendu tak bisa menatap kearah Billa.


Billa yang sedang fokus menatap foto Andrian tersebut. Langsung mendekati Andrian, bahwa dalam pikiran Billa saat ini Andrian sedang mempermainkan cintanya sampai tega mau menggagalkan pernikahan mereka berdua.


"Abang mau bermain-main dengan cinta dan pernikahan bersama, Adek?" tanya Billa kepada Andrian. Tangannya bergetar dan mulutnya bergetar dan wajah Billa penuh kesedihan.


Billa sedih, bahwa undangan pernikahan sudah mereka cetak. Namun belum dibagikan kepada orang lain, bahkan sudah memberikan dp untuk wedding organizer yang mereka percaya untuk memegang pernikahan mereka bulan depan.


"Dek, undangan pernikahan belum kita sebar sekarang. Masih bisa kita gagalkan pernikahan ini, bahwa diri Abang belum bisa tenang sekarang. Abang memang mau menikahi, Adek. Namun berikan waktu kepada Abang ...." Andrian tidak mau menyakiti hati Billa.


"Abang tega, ya. Bagaimana Adek mau bilang sama ortu? Pernikahan kita ini diundur 2 atau 3 bulan lagi! Abang tidak punya perasaan banget sih?" ucap Billa menghentakkan tangan Andrian yang memegang tangan perempuan itu.


Andrian hanya takut untuk menyakiti hati Billa dan mau menemui mamanya, sebab Andrian ingin berbicara kepada mamanya. Andrian juga mendapatkan kabar, bahwa ayahnya mau menikah lagi yang keenam kali.


Billa menyinggung masalah keluarga Andrian sampai saat ini pria ini masih sering memikirkan mamanya menikah lagi, padahal Billa selalu bilang kepada pria itu, untuk melupakan mengenai masalah keluarga membuatnya sakit hati.


"Alasan Abang mengundur pernikahan ini karena apa?" tanya Billa kepada Andrian.

__ADS_1


"Sudahlah, Dek. Jangan banyak tanya? Biar Abang yang berbicara dengan ayah dan tante nanti ...!" kata Andrian, sudah siap untuk berbicara kepada Orang tua Billa.


"Abang masih sanggup untuk berbicara untuk mengundurkan pernikahan kita, mengapa tidak kita batalkan saja pernikahan ini?" ucap Billa yang sudah merasakan sakit hati dan berbicara lantang kepada Andrian.


"Apa maksudmu, Dek? Abang hanya mengundurkan tanggal pernikahan kita bukan membatalkan pernikahan kita ...!" kata Andrian dengan suara mulai tinggi dan terbawa emosi, sebab Billa berencana untuk membatalkan pernikahan mereka jika Andrian mengundurkan tanggal pernikahan mereka bulan depan.


Billa menyalahkan Andrian, mengapa tidak berbicara dari awal? Mengapa harus jadi seperti ini, saat sudah mencetak undangan pernikahan. Untunglah Billa belum mengumumkan pernikahan keduanya kepada teman dan keluarga.


"Abang kalau tidak niat nikahi Billa, tinggal Abang beritahu saja. Tetapi aku mohon sama Abang, jangan permainkan hati anak orang suatu saat nanti." Billa menatap wajah sang kekasih dengan suara serak basah dan mau menangis.


Billa menangis meninggalkan pria itu dan Andrian mengejar Billa, dengan seribu penyesalan sudah membuat hati sang kekasih tersakiti saat itu.


"Sayang tunggu, Abang. Sebenarnya kamu yang salah paham, ketahuilah Abang sangat menyanyangi Billa," teriak pria tersebut mengejar sang kekasih. Saat itu Billa memberhentikan taksi di tepi jalan karena terbawa emosi.


Dalam taksi Billa menangis sekencangnya karena sudah sakit hati. Ternyata tidak enak pacaran atau menjalin hubungan dengan anak yang berasal dari keluarga berantakan Broken home.


Andrian tidak mengejar Billa karena frustasi sebab ayahnya menyebut Andrian adalah anak kurang hajar. Pria itu memilih pergi ke club malam, di sana Andrian akan menghabiskan waktu dengan teman-temannya untuk minum.


Karena frustasi membuat Andrian lupa harus bisa tidak terkena lingkaran hitam pergaulan bebas. Nyatanya, malam itu Andrian tidak sadar sudah sampai ke club malam karena bertengkar dengan Billa.


Di club malam sahabatnya Raffa sudah di sana. Raffa menyapa Andrian ketika sudah memasuki ruangan club malam, Raffa juga merupakan anak dari korban perceraian Orang tua.


"Apa kabar ...?" tanya Raffa karena mereka sudah lama tidak bertemu, semenjak Andrian keluar dari kampus dan tidak melanjutkan pendidikannya lagi.


"Baik ...." Andrian sedang tidak baik-baik dan jiwanya sedang berkecamuk karena banyak pikiran.

__ADS_1


Raffa melihat, bahwa sahabatnya tersebut sedang tidak baik-baik saja. Raffa seperti melihat ada kegundahan tersendiri dihati Andrian pada saat itu.


"Ada apa, Bro. Tidak seperti yang dulu kamunya sekarang, waktu sudah berubah dan Aku tidak melihat sosok Andrian yang dulu berusaha tegar." Raffa menepuk pundak sahabatnya tersebut.


Andrian menyuruh Raffa untuk duduk dulu di ruangan club. Ada banyak hal yang ingin pria tersebut katakan pada sahabatnya mengenai masalah pernikahan.


"Ayo duduk dulu, aku mau bicara sama kamu sekarang." Andrian mencari tempat duduk dan menunjukkan kearah pojok kiri.


"Ada apa? Cerita dong."


"Ini mau cerita tolong didengarkan cerita dari saya," kata Andrian memulai obrolan santai dimalam hari.


Andrian lalu memesan banyak bir dan minuman keras. Pria ini ingin berpuas-puas pada malam hari karena bertengkar dengan Billa.


"Bro apakah aku salah? Mengundur tanggal pernikahanku?" tanya Andrian.


"Ahhhh apa pernikahan? Kapan kamu mau menikah? Sama siapa cewek yang akan kamu nikahi?" tanya Raffa dengan seribu tanda tanya di kepalanya pada saat itu.


Raffa tidak pernah mendengar, bahwa Andrian sudah mempunyai kekasih atau pun orang dekat. Menjadi syok saat mendengar Andrian hendak menikah dan perempuan yang mau dinikahi juga Raffa tidak tahu siapa perempuan itu?


"Aku mau menikah dengan, Billa."


Raffa kaget saat nama Billa disebutkan, jadi membuat Andrian terheran-heran, selama ini mereka belum diketahui oleh sahabat Andrian tersebut mempunyai hubungan atau kedekatan.


Andrian yang dulunya Playboy tidak mungkin dekat dengan Billa. Bahkan Billa masih jauh dari standar kecantikan mantan-mantan Andrian dimasa lalu.

__ADS_1


"Kamu sadar gak sih? Billa kan masih jauh standar kecantikan dengan mantan kamu dimasa lalu." Sejak saat itu Raffa menertawakan Andrian lalu mengambil rokok dan menghisap rokoknya.


"Aku suka sama gadis itu, maka dari itu aku melamar gadis itu ...," kata Andrian pada Raffa pada saat itu.


__ADS_2