Cinta Terakhir BadBoy

Cinta Terakhir BadBoy
Bertemu Orang Tua Andrian


__ADS_3

Mereka berdua melangkahkan kaki ke rumah Orang tua Andrian. Hendak meminta restu akan pernikahan, akan dilaksanakan dua minggu lagi.


Pria itu menghentakkan kaki demi langkah supaya bertemu Elsh, walaupun Andrian dengan berat hati ingin bertemu, tetapi semua ini atas perintah Billa, demi lancarnya acara pernikahan mereka.


Sesampainya di pintu masuk ke ruang tamu saat itu. Andrian terkejut dengan sepatu heels warna coklat, tergeletak di teras rumah. Pria itu tidak curiga lagi, pastilah itu adalah selingkuhan sang ayah.


Saat Andrian berhenti melangkahkan kaki lalu Billa langsung merangkul salah satu bahu Andrian. Walaupun Billa sangat mengerti dengan calon suaminya, pria itu masih enggan untuk bertemu dengan Orang tua yang sudah membesarkannya.


Ternyata benar sesampainya mereka, di ruang tamu. Melihat Elsh sedang ciuman membuat Andrian malu, terhadap sang istri. Pria itu langsung naik darah.


Emmmmmmmmmmmm


Andrian mendesak seketika berdehem, lihat umur sang ayah sudah tua. Namun masih saja celup sana sini, bahkan Orang tuanya tidak takut dengan suatu penyakit.


Billa sontak kaget, pertama kali ingin berkenalan dengan mertua. Ternyata kesan pertama sudah buruk di depan mata wanita ini. Menurutnya, berani sekali seorang perempuan muda berumur 19 tahun menjadi simpanan Om-om.


Elsh terkaget melihat kedatangan putranya saat itu. Menghentikan ciumannya dengan perempuan bernama Dwi tersebut, pria itu langsung menepuk tangan, bahwa putra mereka yang hilang sudah kembali.


"Wkwkk, sekarang putraku yang sudah hilang kembali pulang, dengan membawa seorang perempuan." Elsh langsung menepuk tangannya, wajah Elsh tidak terlihat bahagia dengan kedatangan mereka.


Billa langsung berlindung di bahu Andrian melihat seakan Orang tua itu, membentak keduanya. Billa selama hidup, tidak pernah dibentak oleh Orang tuanya, melihat wajah bengis Orang tua Andrian. Membuat wanita ini semakin ketakutan.


"Bang, aku takut ...," bisik Billa di balik bahu calon suami.


"Sudah tidak perlu takut, Dek. Biar Abang bicara baik-baik, sama Orang tuaku," bisik Andrian di telinga Billa.

__ADS_1


Diyakinkan oleh Andrian tidak perlu takut membuat wanita ini, semakin lebih tenang bertemu dengan calon mertua. Sedikit Billa mengatur pernapasannya, dengan berharap bisa mendapatkan restu.


Andrian memasukan kedua tangannya di saku celananya. Dengan berharap Orang tuanya bisa menerima kehadirannya dengan meminta restu.


"Halo, Ayah. Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu, semenjak aku meninggalkan rumah ini, Ayah tetap masih sama seperti dulu suka gonta-ganti pasangan." Pria ini masih menaruh kedua tangannya di saku celananya dan sedikit tersenyum, sebagai tanda basa-basi saja.


Elsh menyuruh Dwi untuk pergi ke kamar pria ini, supaya tidak mendengar perseteruan keduanya.


"Pergilah, sebentar. Masuklah ke dalam kamar. Ada hal yang ingin aku bicarakan pada putraku," kata Elsh kepada wanita simpanannya tersebut.


Dwi beranjak pergi menuju kamar, wanita ini sudah mendapatkan banyak uang dari perselingkuhan dengan Ayah Andrian. Wanita mana yang tidak mau menjadi selingkuhan Elsh, pria itu bergelimang harta dan wanita matrek akan selalu menyandarkan bahu untuk memikat hati pria ini.


"Kabar baik ... wah terlihat membawa seorang wanita. Apakah, kamu mau mengikuti jejak ayahmu," pekik Elsh membalas dendam dengan kata-kata kasar.


Andrian terlihat geram, sang ayah sama saja tidak berubah. Masih saja sama seperti dulu pikirannya masih saja wanita. Pria ini memang pernah terlibat masa lalu yang suram. Namun kini Andrian sudah tidak dalam lingkaran hitam itu lagi.


Lalu Andrian memperkenalkan calon istri kepada Elsh, bahwa wanita yang berada di sampingnya adalah calon istri, wanita yang paling pria itu cinta.


"Perkenalkan ini, Billa. Wanita yang paling aku cinta dan sayang, Ayah." Andrian langsung memegang bahu Billa.


Billa langsung memberikan senyuman, untuk kesan pertama, dalam bertemu seorang mertua. Wanita ini merasa ada yang tidak beres dalam hidup ayahnya, bahkan tega membawa perempuan ke dalam rumah tanpa ada ikatan pernikahan.


"Hebat ... keluar dari rumah, langsung menemukan kekasih. Luar biasa kamu ini dalam mendapatkan wanita, terhembus kabar saat ini, bahwa perempuan yang kamu bawa ke rumah adalah perempuan pintar dengan segudang prestasi." Ayah Andrian tidak menyukai, jika Andrian membawa wanita melangkahkan kaki ke rumah.


Elsh belum mengentahui apa tujuan Andrian datang ke rumah? Pria itu tanpa basa-basi langsung bertanya, kepada putra semata wayangnya.

__ADS_1


"Apa tujuan kamu datang ke rumah? Beri tahu maksud kedatangan kalian ...?" ucap Elsh tidak memberikan respon yang baik.


Semenjak anaknya meninggalkan rumah berapa bulan yang lalu, pria ini menjadi keteteran dalam mengurus bisnisnya, rencananya Andrian akan diangkat menjadi Ceo mengantikan sang ayah. Namun Andrian tidak mau, karena sudah mempunyai bisnis dari hasil keringatnya sendiri.


"Ayah, Kedatangan kami kesini, ingin meminta restu kepada, Ayah." Andrian bersimpuh di hadapan Elsh, dengan besar harapan sang ayah bisa merestui hubungan mereka.


Seketika Elsh langsung tertawa, saat putranya meminta restu padanya. Menurutnya anaknya belum pantas untuk menikah, sebab mengurus diri sendiri saja belum sanggup dan bisa.


Sosok anaknya masih dikenalnya sebagai berandalan dan ketua geng motor di kampusnya dulu. Bahkan anaknya juga merupakan, mahasiswa abadi di kampus ternama.


"Mau menikah? Sadarlah, mengurus diri sendiri saja, belum sanggup!" kata Elsh menertawakan putranya tersebut.


Andrian sadar sedang di tertawakan oleh Elsh. Sebab di mata Orang tuanya, Andrian memang masih seorang anak kecil. Tetapi pria itu percaya, bahwa suatu saat nanti Billa akan menjadi rumah ternyaman.


"Aku memang pernah mempunyai masa depan yang suram, tetapi dibalik masa depan yang suram, bukan berarti aku tidak bisa menemukan suatu kebahagiaan," ucap Andrian.


"Bagaimana kamu bisa mempunyai kebahagian, sedangkan masa lalu kamu sudah suram," pekik Elsh, menyakiti hati anaknya.


"Aku percaya, bahwa calon istriku, bisa menjadi rumah ternyaman. Aku percaya wanita ini bisa membimbing aku di jalan yang terbaik." Andrian langsung menggengam tangan Billa, menoleh ke arah wanita itu dengan senyuman.


Billa melihat calon suaminya seperti di pojoknya oleh calon mertuanya, langsung bereaksi, mencoba untuk membela Andrian di hadapan Orang tuanya.


"Pak. Bang Andrian ini dulunya, memang mempunyai masa depan suram. Namun aku percaya, bahwa Abang bisa berubah. Aku melihat perubahannya sekarang," ucap Billa membela Andrian.


Seketika Andrian menoleh kagum, ke arah calon istrinya tersebut. Seketika mendengarkan pembelaan dari wanita yang dicintai, perempuan itu tidak tinggal diam saat calonnya di hina.

__ADS_1


"Apa yang kamu lihat? Lihatlah, pria yang kamu cintai ini! Pria tidak jelas dan masa depannya suram, apakah kamu mau mempunyai suami berandalan?" kata Elsh Orang tua sendiri yang memojokkan anak di depan Billa.


__ADS_2