
Andrian masih terlibat dalam sebuah pergaulan bebas. Bahkan lingkaran hitam tersebut belum bisa membuat pria ini melepaskan masih terlena.
Andrian masih suka dugem dan ke bar setiap malam. Bersama teman-temannya Raffa dan Adit juga merupakan anak broken home sebab mereka tidak menemukan rumah menjadi tempat ternyaman.
"Gimana teman-teman, lets goo ... Mari kita nikmati hari-hari dengan seperti ini," ucap Andrian merasa bangga dengan kebiasaan buruknya tersebut.
Mereka berjoget bersama untuk menghilangkan penat mereka. Raffa lalu mengambil 10 botol anggur merah dan memberikan kepada Adit dan Andrian pada saat berjoget.
"Mari kita minum dan menghisap rokok soalnya gue bahwa semuanya," ucap Raffa lalu memberikan rokok kepada kedua sahabatnya.
"Wah mantap ... Kita akan bersenang-senang pada malam ini," jawab Andrian lalu mengambil anggur merah tersebut dan menuangkan dalam gelas. Dalam gelas porsi besar.
"Aku juga mau banyak ..." Adit menuangkan juga dalam porsi besar.
Minuman 10 botol tersebut sudah habis lalu mereka bertiga. Menambah 5 minuman anggur merah lagi dan 10 bungkus rokok membuat mereka semakin mabuk.
"Gue sudah tak sanggup lagi, soalnya sudah minum banyak." Andrian memegang kepalanya dan merasakan pusing dan mulai berbicara sendiri.
Ketiganya mulai mabuk dan mereka lalu menyewa pelayan bar. Untuk tidur bersama mereka bertiga dalam satu kamar dengan 3 wanita pelayan bar.
Billa menghubungi Andrian pada malam hari sebab sudah 4 jam. Tidak mendapatkan kabar atau membalas chat dari Billa yang ingin mengetahui aktivitas Andrian.
Ada yang mengangkat telpon dari Billa ternyata Cesi. Perempuan yang menemani Andrian dalam satu malam.
"Halo ... Ini siapa?" tanya Cesi kepada Billa orang yang menghubungi Andrian.
"Halo ... Kakak kemana saja sih? Billa sudah menunggu chat dari kakak," tanya Billa kepada Andrian, namun suara perempuan lain yang mengangkat.
"Maaf, kamu bicara dengan Cesi, wanita yang tidur satu malam dengan Andrian dan pria itu sedang mabuk sekarang. Maka dari itu siapa pun yang menghubungi pasti saya yang akan angkat." Cesi bicara dengan bangganya karena sudah terpesona dengan kegantengan Andrian.
__ADS_1
Billa langsung mematikan telpon tersebut ternyata tak ada gunanya menasehati Andrian jika keluar telinga kiri. Billa merasa sakit tak berdarah bahwa pria itu masih belum bisa terlepas dengan pergaulan bebas yang sudah membuat Andrian terlena.
"Sakit kamu, Kak. Belum bisa lepas juga dalam pergaulan bebas," gumam Billa dalam hatinya.
Billa menangis ternyata ketika sudah percaya dengan pria. Ketika sudah suport lebih dalam untuk tidak terlibat pergaulan bebas dan minuman keras.
Billa menjadi merana dengan kelakuan Andrian. Kini Billa menjadi bimbang akan selamanya bersama pria itu berteman atau tidak.
"Mau berubah! Tetapi masih begini,"
Billa mematikan ponselnya, lalu tertidur namun pipinya sudah bengkak. Sebab menangis dalam semalam bahwa sudah mengetahui bahwa Andrian tidur bersama perempuan lain dan minum 10 botol anggur merah karena Cesi memberitahu semua kelakuan Andrian.
Andrian tersadar bersama kedua temannya dan mereka pulang dari kamar hotel. Raffa membereskan pakaiannya dan menyuruh ketiga orang wanita tersebut untuk pulang karena sudah selesai menemani ketiga pria ini dalam satu malam.
"Kami sudah tidak mabuk lagi, pulang lah soalnya kami mau pulang." Raffa memerintahkan mereka untuk pulang dan tidak mengantar ketiga pekerja malam tersebut karena buru-buru.
Pada pagi hari Andrian bertemu Billa di tempat makan dekat kampus. Mereka sarapan pagi, namun Billa terlihat cuek namun Andrian berusaha untuk mendekat kepada Billa.
Namun gadis itu terlihat cuek dan tidak merespon Andrian. Sudah sakit hati melihat Andrian tidak berubah dan masih brutal dalam menjalani hidup bahkan Billa terlihat capek sekali.
"Mulai sekarang kita menjauh, Kak." Billa mengambil keputusan untuk menjauh dari Andrian.
"Kenapa?" tanya Andrian penuh tanda tanya di dalam kepalanya.
"Kakak sudah membohongiku! Kakak mengatakan ingin berubah, namun sampai saat ini kakak tidak berubah!" ucap Billa sudah merasakan kecewa.
"Maksudnya gimana? Sampai saat ini kakak tidak mengerti?" tanya Andrian kebingungan bahwa sadar, tidak ada melakukan salah kepada Billa. Namun Billa menyalahkan dirinya.
"Ngapain kakak semalam? Kakak mabuk lagi dan mengajak pelayan bar tidur bersama kakak kan," teriak Billa dan menangis di hadapan kakak Andrian.
__ADS_1
"Billa maafkan, Kakak. Semalam kakak mabuk dan melampiaskan ke orang lain,"
"Sudah berapa botol kakak minim hingga mabuk?" tanya Billa menduga bahwa minuman yang Andrian minum, lebih dari 10 botol minuman.
Andrian mau jujur tetapi takut untuk jujur kepada Billa. Bahwa Andrian sudah meminum lebih 10 botol minuman anggur merah dan 10 bungkus rokok untuk satu orang.
"Jawab jujur kak!"
"Oke ... Kakak jujur, bahwa kakak sudah meminum lebih 10 botol minuman anggur merah dan 10 bungkus rokok."
Billa menggelengkan kepala, ternyata luar biasa. Andrian bisa menghabiskan begitu banyak minuman keras dan gonta ganti pasangan setiap malam.
"Kakak! Tega benar, menyakiti diri sendiri dengan minum yang banyak, coba kakak pikirkan efek jangka panjang dengan kesehatan kakak. Dasar gila kakak ini sampai parah banget!" Billa mengomel hingga omongannya sudah keluar dengan banyak celetukan.
"Maafkan kakak, Dik. Kamu suatu saat akan sadar. Jika kamu tidak menemukan rumah ternyaman, maka akan melampiaskan keluar dari rumah," ucap Andrian sebab pria terlahir dari anak broken home.
"Aku memang tidak merasakan, Kak! Aku mohon tidak semua anak broken home lari ke negatif." Billa masih merasa marah ingin marah-marah.
Andrian sadar bahwa posisi Billa tidak sama dengannya. Bahwa kehidupan keduanya tidak bisa di sama ratakan karena sudah terlahir dari dua lingkungan keluarga yang berbeda sekali.
"Kamu tidak akan tahu? Bagaimana sakitnya menjadi anak broken home! Saat tidak mempunyai rumah untuk singgah, sedangkan kamu terlahir, dari keluarga yang harmonis dan keluarga bahagia." Andrian membedakan kehidupan keluarga mereka sudah berbeda lingkungan.
"Kita tidak usah berteman lagi! Aku capek berteman sama kamu," ucap Billa kepada Andrian.
Lalu Billa tak mood untuk makan lagi di rumah makan. Langsung membayar makanan tersebut namun tidak memakannya karena tidak mood melihat pria yang berdiri di hadapannya tersebut.
"Kamu tidak bisa begini, kita sudah berteman tetapi kamu malah menjauh dari aku," ucap Andria merasa sakit hati.
"Sudahlah, capek aku berhadapan dengan orang seperti kamu," Billa langsung pergi dari hadapan Andrian.
__ADS_1
Andrian merasa sedih lalu berlari untuk mengejar Billa. Namun Billa tidak menoleh dan tetap lanjut berlari pergi dari hadapan Andrian karena sudah sakit hati terhadap pria itu.
"Sakit diginiin," gumam Billa dalam hati.