
Andrian dicari terus oleh Elsh, bahwa Andrian tidak boleh keluar dari rumah. Rana sangat marah kepada Elsh karena sudah mengizinkan putranya keluar dari rumah mereka.
"Sekarang kamu cari anak itu sampai ketemu Elsh! Aku tidak mau tahu, mengapa kamu tidak memberitahuku! Terlebih dulu, bahwa Andrian keluar dari rumah," ucap Rana sangat marah.
"Dia mau keluar dari rumah ini, aku tidak bisa memaksakan," jawab Elsh.
"Kamu cari dia sampai ketemu atau kamu tidak boleh pulang ke rumah," ancam Rana kepada suaminya.
Ancaman istrinya membuat Elsh takut, lalu mencari Andrian. Rumah pertama yang akan Elsh singgah terlebih dulu adalah rumah Raffa, sahabat karib dari anaknya.
Sesampainya dirumah Raffa, Elsh bertemu dengan Dini. Istri muda dari ayahnya Raffa lalu wanita itu bertanya, hendak mencari siapa.
"Hendak mencari siapa?" tanya Dini kepada Elsh.
"Kemana putraku," ucap Elsh dengan lantang datang kerumah orang lain.
"Hei, kamu tidak ada sopan? Sebelum bertanya utamakan salam!" kata Dini merasa Elsh tidak punya sopan santun.
Dini menjadi dongkol, sebab Elsh tidak tahu sopan santun. Dini kebingungan Elsh hendak mencari siapa di rumah, tamu di rumah tersebut hanya Andrian.
"Aku sedang mencari putraku! Kalian sembunyikan di mana dia?" tanya Andrian dengan lantang.
"Putra kamu, Andrian."
"Iya ...."
"Nah, kebetulan putra kamu ada dirumah ini dibawa Raffa, lebih baik kamu bawa pulang tuh, putra kamu ke rumah." Dini bahagia karena sebentar lagi, Andrian tidak akan tinggal satu rumah.
"Kemana dia? Saya hendak membawanya pulang! Cepat panggil dia," bentak Elsh dengan angkuhnya.
Dini menyuruh pembantunya untuk memanggil Andrian. Mereka sedang di lantai tiga bermain fitnes dan gym, Dini merasa senang bahwa benalu tidak akan menyusahkan mereka lagi.
"Sebentar di panggil Bibi Sari, ke lantai tiga anak kamu. Mereka sedang gym dan fitnes kamu tunggu saja," jawab Dini mengangkat tangannya.
__ADS_1
Bibi Sari memberitahu Andrian, bahwa Orang tuanya datang untuk menemuinya, Andrian tidak mau ketemu. Sebab sudah banyak luka yang diterimanya sebagai seorang anak selama ini. Andrian meminta kepada Bibi Sari untuk mengusir Elsh.
"Nak Andrian, kamu dicari," panggil Bibi Sari saat Andrian gym.
"Ahhh siapa yang cari, Bibi?" tanya Andrian bingung.
"Ayah kamu, Nak."
"Ngapain dia? Bibi Sari boleh minta tolong usir dia dan katakan saya tidak mau pulang kerumah," Andrian memang tidak mau pulang kerumah lagi.
Bibi Sari menyuruh Andrian untuk turun kebawah dulu. Menyelesaikan urusannya dengan sang ayah, Dini langsung menoleh kearah Andrian ketika pria itu muncul.
"Tuh, ayah kamu sudah datang." Dini menunjukan kearah ayah Andrian.
"Mengapa ayah kesini?"
Andrian tidak menyukai Orang tuanya datang kerumah Raffa. Andrian langsung mengusir pria itu, namun Elsh bersikeras menyuruh para body guard untuk mengangkat Andrian kedalam mobil, sebab Rana akan marah jika anaknya tidak pulang.
Raffa yang melihat Andrian hendak dibawa ke dalam mobil. Raffa langsung memanggil scurity komplek rumahnya, untuk mengamankan Ayah Elsh yang hendak membawa Andrian.
Andrian memberontak sekuat tenaga, saat kedua tangannya sudah di pegang. Andrian marah kepada ayahnya, mengapa datang untuk mempermalukan dirinya.
"Ayah bikin malu saja! Datang untuk mempermalukan, lebih baik tidak usah datang kesini," kata Andrian sambil berteriak.
"Dasar anak kurang hajar! Saya juga tidak mau menjemput kamu, jika bukan mama kamu yang nyuruh," jawab Elsh ogah membawa putranya pulang.
"Tega banget sih loh, jadi manusia punya otak dikit dong," kata Andrian hendak menampar ayahnya.
Dini memarahi Raffa, sebab sudah ikut campur dalam urusan keluarga temannya tersebut. Dini merasa benci banget dengan anak itu sebab sudah menghancurkan keinginannya, untuk membuat Andrian pergi dari rumah.
"Dasar kamu anak kurang hajar! Biarkan dia dibawa oleh, ayahnya. Kamu tidak perlu ikut campur!" geruti Dini kepada Raffa.
Raffa marah kepada ibu tirinya, sebab hal ini bukan urusan ibu tirinya. Raffa merasa di kekang, sebab tak ada hak ibu tiri untuk ikut campur.
__ADS_1
"Dasar anak goblok! Biarkan saja dia pergi dari rumah ini," jawab Dini, terasa angkuh dan sombong.
"Kamu siapa? Kamu kan sama dengan ayah elsh, sama-sama berantakan dan tak tentu arah." Raffa menyindir sang ibu tiri.
Andrian meminta bantuan kepada Raffa untuk mengusir, ayah kandungnya. Andrian tidak sudi untuk kembali lagi kerumah tersebut karena sudah macam siksaan, jika berada di dalam rumah sendiri.
"Raffa bantu gue." Andrian meminta bantuan dengan memohon.
"Baiklah, tenangkan dirimu." Raffa merangkul Elsh.
Raffa lalu berbicara kepada ayah Andrian untuk tidak membawa Andrian, meminta kepada Elsh, untuk membiarkan Andrian mandiri. Andrian perlu mencari jati diri dengan hidupnya, tak harus bergantung dengan ayahnya saja.
"Ayah maafkan, saya. Jika saya lancang saat ini. Bukan untuk ikut campur, namun ada baiknya. Ayah membiarkan Andrian untuk mandiri dan berdiri sendiri," kata Raffa membantu sahabatnya.
"Maksud kamu?" tanya Elsh.
"Berapa hari yang lalu, putra om cerita sama saya. Putra om pengen mandiri dan bahagia dengan meninggalkan rumah." Raffa terlibat bijaksana, membela sahabatnya untuk tidak dibawa pulang.
Dini menarik kerah baju Raffa, sebab Dini tidak mau melihat Andrian, tinggal bersama mereka saat ini. Dini ingin menguasai dengan leluasa rumah milik suaminya, bahwa rumah tersebut harus menjadi dibawah kekuasaan nya.
"Tidak bisa! Raffa dia tidak bisa tinggal disini dan hal itu, tidak boleh terjadi." Dini merasa tidak setuju.
"Sudah kamu diam! Biar saya yang bicara kepada Ayah Andrian," bentak Raffa.
Dini akhirnya diam tak banyak bicara karena Raffa membentaknya. Namun Elsh juga tidak mau, putranya keluar dari rumah. Sang mama Andrian sudah memberikan peringatan keras kepada Elsh, bahwa jika nanti Ayah Andrian tidak membawa putranya pulang, maka siap-siap Elsh untuk tidur di luar rumah.
Tidak ingin hal itu terjadi, Elsh tetap memaksa Andrian untuk pulang. Namun Elsh tidak suka di paksa pulang oleh ayahnya, menyuruh ayahnya untuk pulang saja. Andrian akan pulang jika suatu saat, Orang tuanya sudah berubah dan Andrian sudah sukses.
"Sudah pulanglah, ayah."
"Ayah tidak akan pulang, ayolah pulang sebab mama, kamu. sudah memberikan peringatan keras, jika ayah tidak membawa kamu pulang maka, ayah tidak dapat tidur dirumah," kata Elsh memohon.
"Tidak ayah, aku masih ingin mencari jati diri dengan hidupku." Andrian teguh dengan pendiriannya saat ini.
__ADS_1
"Kamu sudah diberikan hidup dengan bergelimang harta, kurang apa coba. Tinggal menikmati kekayaan orangtua, kamu." kata Elsh dengan sombong dan pamer kekayaan kepada Raffa dan Dini.
"Sombong amat," sambung Dini, tidak suka melihat Elsh dari cara ngomong.