Cinta Terakhir BadBoy

Cinta Terakhir BadBoy
Menemukan Jati Diri


__ADS_3

Di lingkungan barunya Andrian menemukan jati diri menjadi lebih baik. Billa membawa Andrian ke lingkungan positif ikut dalam kegiatan sosial.


Billa merupakan relawan sosial membantu fakir miskin, menjadi donatur ke panti asuhan dan membantu anak yatim piatu.


Billa membawa Andrian dalam kegiatan panti asuhan. Di panti asuhan Billa ingin memberikan pembelajaran kepada Andrian bahwa di panti asuhan. Masih banyak anak panti yang tidak mengenal orangtuanya dan sebagian dari mereka, tidak mengetahui di mana orangtuanya berada.


"Lihatlah kak ... Masih banyak yang lebih pahit hidupnya dari kakak," ucap Billa menunjuk kearah anak panti.


"Iya ... Kehidupan mereka lebih mengenaskan dari, aku." Andrian tersadar bahwa hidupnya dan permasalahan belum seberapa dengan permasalahan anak panti.


"Sekarang kakak jadi tersadar? Maka dari itu ayo bangkit kak. Temukan jati diri kembali sebagai Andrian," Billa merangkul kembali Andrian.


"Iya, kakak berusaha untuk bangkit." Andrian ingin berubah.


Andrian menemukan banyak pelajaran bahwa kehidupan panti asuhan lebih dramatis sebab anak panti. Mempunyai latar belakang yang sangat berbeda. Bahwa dari mereka ada anak yang terlahir dari anak di luar nikah, anak kurang mampu, orangtua meninggal dan orangtua malu mengakui anak.


Anak-anak itu dititipkan di panti asuhan dengan permasalahan orangtua yang berbeda-beda. Sedangkan Andrian hanya anak broken home yang sudah diberikan kehidupan mewah hanya kurang kasih sayang dari orangtua.


"Kakak hanya anak broken home ..." Billa menasehati banyak anak broken home yang di kenalnya, mampu kembali bangkit dengan masa lalu, luar biasa buruknya.


"Aku hanya anak broken home, namun mentalku telah dihancurkan dari kecil hingga dewasa, kamu tidak akan mengerti itu jika kamu tidak pernah merasakan," jawab Andrian sebab Billa, belum pernah merasakan di posisi Andrian.


"Kak, maaf jika kata-kata aku ada menyinggung," ucap Billa meminta maaf kepada Andrian.


"Kamu kan lahir dari keluarga harmonis, kamu tidak akan ngerti!" jawab Andrian merasa sedih karena Billa, tidak mengerti dengan posisi Andrian dan terlalu menyudutkan nya sebagai broken home.


"Sudahlah, Kak. Jangan tersinggung dan aku minta maaf."


Suasana semakin menegangkan ketika Andrian merasa tersinggung. Namun di saat mereka saling tegang, ibu panti menghampiri mereka untuk meminta keduanya untuk memberikan sambutan selamat datang karena sudah meluangkan waktu ke panti asuhan.


"Nak ayo kemari, sudah dicari anak-anak untuk sampaikan kata sambutan dan berkenalan dengan anak-anak," panggil ibu panti.


"Baik, Bu."

__ADS_1


Mereka menghampiri anak-anak panti untuk berkenalan. Supaya lebih dekat lagi dengan anak panti asuhan, dihadapan anak panti selaku ibu ketua panti dan pemilik panti asuhan.


Ibu tersebut mengenalkan Andrian dan Billa kepada mereka. Supaya suatu saat Billa dan Andrian datang ke sana mereka bisa lebih dekat lagi.


"Anak-anak, perkenalkan ini kakak Billa dan kak Andrian. Mereka ini adalah donatur di panti asuhan kasih." Ucap Bibi Narti selaku pemilik panti asuhan.


"Mari kita ucapkan salam kenal kakak."


"Hai kakak ... Salam kenal untuk kakak," ucap anak panti secara bersama-sama.


"Salam kenal kembali adik-adik," sahut mereka secara bersama-sama.


Andrian merasa senang sebab anak panti merasa welcome dengan kehadiran mereka disana. Andrian suka dengan keramaian serta aksi lucu mereka.


"Mereka lucu-lucu." Bisik Andrian kepada Billa pada saat itu.


"Ya, mereka sangat lucu."


Andrian merasakan kenyamanan luar biasa saat Billa membawanya panti asuhan. Anak yatim piatu begitu menyambut dengan sorai kebahagian, bahkan di panti asuhan tersebutlah. Andrian menitikkan air mata untuk pertama kali.


"Kakak menangis? Lihatlah, mereka tinggal di panti asuhan saja merasakan bahagia tanpa mengeluh," kata Billa menyadari, bahwa berada di posisi mereka tidak akan mudah dengan menyandang status, sebagai anak tumbuh tidak bersama Orang tua.


"Kakak bisa melihat hidup menjadi mereka tidak mudah? Kakak mungkin juga, tidak akan sanggup menjadi seperti mereka," kata Billa menggengam tangan Andrian.


Andrian tersadar seketika sudah menghabiskan waktu dengan terlibat pergaulan bebas. Tidak menyadari, bahwa membangun jati diri sebenarnya gampang asal tidak terpengaruh saja.


"Kakak menjadi menyadari untuk menemukan jati diri yang sesungguhnya," kata Andrian ingin berubah.


"Nah ... mulailah kakak meresapi omongan Billa, mau sampai kapan seperti ini? Kakak mau jatuh ke belenggu lebih dalam?" tanya Billa.


"Tidak! Kakak tidak mau terjerumus lagi lebih dalam. Sudah capek rasanya, namun mungkin kakak akan terjatuh. Ketika Billa tidak berada di samping kakak lagi." Andrian menyadari takut kehilangan Billa.


Andrian tidak sanggup jauh dari adik junior kampusnya tersebut. Jika suatu saat Billa menyakiti hatinya, bisa jadi Andrian akan terlibat dalam pergaulan bebas.

__ADS_1


"Seandainya suatu saat Billa tidak berada di samping kakak, apakah kakak sanggup menemukan jati diri, kakak yang sesungguhnya?" tanya Billa.


"Tidak ... kakak tidak akan sanggup jauh dari dirimu! Kakak mohon, jangan tinggalkan kakak." Andrian meminta Billa jangan menjauh.


"Seandainya terjadi?" tanya Billa.


"Seandainya terjadi, kakak akan kembali terlibat pergaulan bebas," ancam Andrian kepada Billa.


"Berarti kakak murni bukan karena kemauan sendiri ingin berubah. Namun harus ada bimbingan Orang lain." Billa menggelengkan kepala.


"Kakak tidak bisa berdiri sendiri tanpa ada topangan dari Orang lain," jawab Andrian merasakan tidak sanggup tanpa Billa.


Billa menasehati Andrian, menemukan jati diri yang sesungguhnya. Tidak perlu dengan bimbingan Orang lain, tetapi harus mampu berdiri sendiri dan melewati semua permasalahan dari hidup.


"Pantas kakak mudah terjerumus! Ternyata gampang terpengaruh ...," kata Billa ternyata Andrian masih gampang di ombang ambingkan hatinya.


Andrian masih gampang tergoda jika tidak ada yang membimbing. Andrian meminta kepada Billa, untuk menjadi pembimbing terbesar dalam hidupnya.


"Billa kakak mau, kamu yang menjadi pembimbing nomor satu, kakak." Andrian memegang tangan Billa, lalu menaruh tangan Billa di kedua pipinya.


Ternyata masalah ini tidaklah susah jika dihadapi dengan keberanian. Billa meminta Andrian, untuk menghadapi masalah sendiri dengan keberanian.


"Kakak harus berani keluar dari zona aman dong," ujar Billa.


"Baik, setelah melihat kehidupan panti asuhan dengan beragam cerita dan latar belakang anak panti. Kakak menjadi sadar, bahwa setiap orang mempunyai masalah terbesar dalam hidupnya," jawab Andrian sambil memberikan senyuman kepada Billa.


"Nah gitu dong ... ini Kakak Andrian yang Billa kenal," ucap Billa sambil tersenyum sumringah.


"Nah belajar dong, kak. Untuk mengasah diri lebih baik," saran Billa untuk Andrian.


"Baik, dek."


Andrian memberikan senyuman kepada Billa dan tidak akan mengecewakan Billa kedepannya, bahwa akan berubah demi diri sendiri dan demi Billa.

__ADS_1


"Selagi Billa menyuport, kakak. Maka kakak bisa dipastikan berada di zona aman," kata Billa memberikan dukungan.


__ADS_2