Cinta Terakhir BadBoy

Cinta Terakhir BadBoy
Sudah Hancur


__ADS_3

Andrian sudah hancur, hendak dihancurkan lagi oleh kedua orangtua, meminta Andrian untuk kembali lagi. Andrian tidak mau kembali lagi, lebih baik kehilangan harta dari pada kehilangan masa depan.


Dihadapan Billa, pria ini menangis menangis menceritakan masa lalunya yang sudah hancur. Menjadi Broken home tidak enak buat Andrian.


"Menjadi Broken home, tidak enak," kata Andrian.


"Terus? Kamu mau begini terus," tanya Billa kepada Andrian.


"Tidak deh, gue mau bangkit, Billa." Andrian semangat untuk bangkit.


"Mau bangkit, aku kerja kejar masa depan yang sudah hancur," ajak Billa untuk mengubah Andrian.


"Iya, sayang."


Andrian tiba-tiba memanggil Billa dengan sebutan sayang, Billa menjadi geli mendengar dipanggil sayang. Andrian menatap wajah gadis itu, sangat cantik dan mempesona luar biasa.


"What, sayang?" teriak Billa.


"Salahkah, aku memanggil dengan sebutan sayang." Andrian membelai rambut Billa pada saat itu.


Saat membelai rambut Billa, pria itu mengatakan, bahwa jika nanti sukses harus Billa yang menemani dititik kesuksesan Andrian. Pria itu merasakan semangat dalam diri telah tumbuh.


"Dek, suatu saat kakak sukses. Adek harus jadi istri abang." Andrian menginginkan hal tersebut terjadi.


"Udah panggil adek saja ...," ucap Billa.


Billa agak sedikit canggung, ketika Andrian menatap dirinya. Billa belum pernah pacaran bahkan untuk menatap pria, secara langsung saja tidak pernah. Billa dulunya gadis cupu dan kolot.


Pria mana yang mau mendekati Billa pada saat itu. Penampilannya saja sudah menyeramkan, dimata para lelaki. Hanya Andrian yang beruntung, mendapatkan Billa ketika sudah modis dan cantik.


"Hmmm suka-suka abang, dek. Mau panggil apa ...," jawab Andrian, menggengam tangan Billa. Sepertinya Andrian sudah menemukan kekuatan, tidak takut lagi untuk menghadapi kehidupan ini.

__ADS_1


"Okelah, bang. Terserah abang, saja."


Lalu Andrian bertukar pikiran, meminta Billa untuk memberikan solusi. Andrian mau membuka cafe sederhana, mau memulai membuka usaha. Uang tersebut di kumpulkan Andrian dari hasil tabungannya selama ini menabung demi Billa.


"Dek, bagaimana jika kakak hendak membuka cafe?" tanya Andrian.


"Cafe apa, kak?" tanya Billa balik.


"Cafe sederhana saja dek, kakak ada sedikit tabungan buka usaha,"


"Bagus tuh kak, ide yang luar biasa," jawab Billa menyuport pacarnya.


"Adek dukung abang kan?" tanya Andrian sambil melemparkan senyuman manja terhadap Billa.


"Dukung dong bang,"


Billa akan mendukung Andrian, selagi niat yang direncakan pria tersebut berbaur hal positif. Billa tidak pernah menuntut Andrian harus menjadi pengusaha besar, bagi Billa niat dari Andrian dulu.


Andrian besar keinginannya, supaya suatu saat Billa tetap menetap. Tidak pergi meninggalkannya saat susah, sebab Andrian sudah menaruh harapan besar kepada Billa untuk berada di samping.


"Tidak dong bang! Lagian siapa yang mau sama Billa? Aku ini jelek, tidak ada yang mau sama Billa," kata Billa sambil merendah dihadapan Andrian.


Andrian tidak sanggup ditinggalkan Billa suatu saat. Bila hal tersebut terjadi, maka pria itu akan bisa gila, sebab tidak ada lagi orang yang bisa di percaya.


"Pokoknya jangan macam-macam, jika kamu tinggalkan abang, suatu saat abang ini bisa gila, dek." Andria tertawa namun takut kehilangan.


Billa kini merasakan keseriusan pria yang berdiri dihadapannya. Begitu besar cinta pria tersebut untuk Billa, bahkan hal yang membuat Billa salut adalah Andrian bisa berubah menjadi versi yang lebih baik.


"Iya, kak."


"Adek cocok jadi ibu dari anak-anak, sebab adek pintar dan baik." Andrian dari dulu sudah senang lihat cewek pintar.

__ADS_1


Cewek pintar dimata Andrian sangat wah luar biasa. Cewek pintar, tidak neko-neko, baik dan berpenampilan feminim, adalah impian kaum semua pria.


Billa lalu bertanya hal apa yang membuat Andrian cinta. Billa merasakan bahwa dirinya masih banyak kekurangan dari segi fisik dan karakter, namun hal tersebut belum sempat ditanyakan Billa dari kemarin.


"Abang, adek mau tanya. Hal apa sih yang membuat abang jatuh cinta?" tanya Billa awalnya mereka hanya musuh, pertemuan mereka diawali dengan ketika Billa menabrak Andrian didepan kampus, coklat yang dipegang mengenai baju Andrian.


Andrian merasa tidak perlu untuk menjawabnya. Sebab hal tersebut terlalu konyol, hal yang membuat jatuh cinta karena pembawaan Billa yang ceria, sangat bersemangat, bahkan ketika orang lain berada disamping Billa, tidak akan pernah merasakan garing atau kesepian.


"Pakai nanya lagi? Abang tidak perlu untuk menjawabnya," ucap Andrian diawali dengan mengelus kepada Billa.


"Aku butuh jawaban bang! Tolong jawab dong bang," teriak Billa, paksa Andrian untuk berkata jujur.


"Abang cinta sama, kamu. Soalnya kamu itu cewek hebat dan pintar," jawab Andrian.


"Lah berarti kakak melihat fisik dan pilih-pilih dong?" ucap Billa, bahwa jawaban dari Andrian kurang tepat.


"Dek, abang ini cinta sama kamu, abang ini sudah menerima kelebihan dan kekurangan kamu," jawaban seorang Andrian, tidak perlu menyakiti hati Billa.


Andrian tidak pernah jatuh cinta begini terhadap seseorang. Bahkan saat masa lalunya suram, Andrian sudah gonta ganti pasangan, bahkan sudah membawa ke ranjang, namun mereka hanya pelampiasan sesaat Andrian saja.


Andrian bahkan sudah pernah membuat perempuan lain hampir gila. Sebab Andrian sudah merusaknya, namun tidak dinikahi Andrian pada waktu itu. Untunglah perempuan di masa lalu Andrian, kini mulai bangkit menjalani hidup. Semenjak putus dengan Andrian.


"Abang serius cinta sama, Billa? Tidak ada perempuan lain lagi kan?" tanya Billa, selama ini Billa tidak pernah bertanya hal ini, namun kali ini Billa penasaran ingin bertanya mengenai kedekatan Andrian, dengan perempuan yang ada di masa lalunya.


"Tidak ada lagi, dek. Semenjak abang pacaran menjalani hubungan serius, tidak ada perempuan lain lagi." Andrian menjawab dengan apa adanya.


"Serius kan ... jangan sakiti hati, Billa. Aku akan marah, jika abang selingkuh dengan yang lain. Jika abang ketahuan selingkuh kita akan batalkan pernikahan, jika suatu saat Billa lulus wisuda," ujar Billa, tidak suka di khianati bahkan Billa tidak mau merasakan sakit hati pacaran.


"Ihh tidak mungkin abang selingkuh. Abang sayangnya sama, Billa." Andrian ingin membuktikan keseriusan.


Andrian ingin membuktikan, dengan membuka usaha sederhana. Walaupun suatu saat hasil yang didapat, tidak bisa sekaya ayahnya. Namun bisa membawa Billa dalam kehidupan bahagia dan akan menjadi laki-laki bertanggung jawab.

__ADS_1


"Okelah, bang. Jaga kepercayaan Billa sama abang,"


Perempuan itu belum pernah merasakan sakit hati untuk pertama kali, besar harapan perempuan tersebut. Kelak suatu saat Andrian jangan mengecewakan Billa dengan janji manis, seperti janji manis dengan cewek dimasa lalu pria itu.


__ADS_2