Cinta Terakhir BadBoy

Cinta Terakhir BadBoy
Billa Si Gadis Cupu


__ADS_3

Billa berasal dari anak konglomerat terkaya namun tidak pernah sombong. Billa di suport dalam dunia pendidikan bahkan talenta anak sangat di dukung oleh kedua orangtuanya tersebut, membuat Billa menjadi anak yang cerdas berprestasi.


"Sayang kamu ada kegiatan kampus?" tanya Yuni selaku orangtua Billa.


"Ada Ma, tetapi nanti siang."


Billa masih sibuk mengerjakan pr kampus di meja tamu. Yuni meminta kepada anaknya tersebut supaya jangan terlalu memaksakan dalam belajar, soalnya otak juga ada masa di mana istrahat.


"Nak, jangan di paksakan banget belajarnya sekarang." Yuni melihat anaknya pagi-pagi sudah belajar yang rajin.


"Gak di paksakan kok, Ma. Cuma ada Dosen killer di kelas ..." Billa takut sama Dosen killer tersebut.


"Oh begitu, kalau begitu lanjut dong belajar yang giat sayang."


Yuni menyiapkan bekal makan siang anaknya tersebut. Setiap mau berangkat kampus Yuni selalu menyediakan cemilan dan minuman yang bergizi untuk Billa.


"Nak. Minuman sama makanan untuk siang sudah Mama taruh diatas meja," kata Yuni bergegas hendak pergi arisan.


"Oke Ma. Terimakasih, Ma." Billa mendapatkan perhatian ekstra.


Selesai mengerjakan pr hari juga mulai siang dan Billa bersiap-siap menuju kampus. Billa tidak pernah membawa kendaraan, namun selalu diantar oleh sopir pribadi ayahnya ke kampus.


Billa tidak mau di cap sombong, oleh anak-anak kampus. Billa ingin menjadi diri sendiri yang tidak menunjukan banyak harta serta berpenampilan seperti biasa saja tanpa ada polesan di wajah.


"Pak, tolong antar aku ke kampus." Billa meminta tolong kepada Pak Rian.


"Kemana Nona?" tanya Pak Rian.


"Ke kampus, Pak."


"Baiklah, Nona ..."


Billa selalu memakai kaca mata andalannya dan baju serba panjang. Billa tidak mau memakai baju yang pendek karena menurut Billa tidak sopan, mama Billa pandai bergaya serta modis. Namun tidak dengan Billa yang selalu berusaha merendah.

__ADS_1


"Nona kapan lulus kuliah?" tanya Pak Rian ingin tahu.


Billa adalah mahasiswi semester 5 yang sedang masa-masa mau menyusun skripsi di kampus. Billa juga tidak mempunyai banyak teman di kampus karena Billa termasuk gadis introvert dan cupu.


"Gak tahu kapan, Pak. Semoga saya cepat lulus Pak," jawab Billa tersenyum.


Sesampainya di kampus Billa mendapatkan bully dari teman-temannya. Lalu mereka melempar kertas kepada Billa, anak kampus berpenampilan menarik dan cantik tersebut menghina Billa karena dekil, tak pandai jaga penampilan serta cupu.


"Hahahaha si cupu muncul lagi!" ucap seseorang ketua geng grup cantik tersebut bernama Nia.


"Ada apa?" tanya Billa sudah mulai merasa kurang enak, atas munculnya mereka di hadapan Billa.


"Ada apa ... Gue mau bully loh, jadi orang jangan dekil, jelek dan tak pandai berpenampilan menarik! Pantas loh tak punya teman," sambung Ica anggota geng cantik tersebut.


"Gue tidak ada cari ribut sama kalian, lebih baik kalian minggir!" jawab Billa meminta mereka untuk minggir.


"Sombong amat loh! Gue tidak bisa minggir emang loh pikir loh siapa? Asal loh tahu gue anak orang kaya," benyak Nia yang merasa sombong atas kekayaan orangtua.


Mereka mengira bahwa Billa adalah anak orang miskin dan tak mampu. Serta tidak mempunyai banyak uang, hingga penampilan nya biasa saja. Sedangkan mereka sebagai grup geng cantik, selalu berpenampilan cantik dan modis.


Geng grup cantik di sekolah tersebut merasa geram. Langsung melempar Billa dengan kertas, mereka yang terdiri dari 10 orang tersebut tidak terima dengan Billa dan menuding bahwa Billa hanya pandai cari perhatian Dosen dengan penampilan cupunya tersebut.


"Kita lempar kertas saja, sama si cupu yang kurang hajar ini," sambung Nia, mengambil kertas dari tasnya lalu memberikan kertas tersebut kepada temannya.


"Ayo kita lempar ..." Mereka saling beriringan melempar Billa dengan kertas.


Andrian sedang berjalan menuju ruangan kampusnya. Melihat kearah samping ada Billa yang sedang di lempar kertas oleh adik junior nya tersebut.


Andrian masih memantau dari kejauhan sambil menoleh kearah mereka. Andrian sebenarnya benci sama Billa, sejak kejadian terkena coklat Billa.


Namun Andrian merasa kasihan ketika melihat Billa. Sebab kasihan dengan gadis itu selalu di bully sama teman-temannya, bahkan di kampus pun tidak mempunyai teman.


"Mau menolong Billa namun sudah terlalu benci," gumam Andrian dalam hati merasa kasihan ketika Billa di lempari kertas oleh geng cantik tersebut.

__ADS_1


Andrian segera mendatangi mereka. Jika Andrian sudah muncul mereka pasti takut dengan pria itu, sebab mereka takuti bahwa Andrian adalah pria berandal yang bisa melakukan segala cara jika sudah dendam terhadap orang lain.


"Kalian ...!" Teriak Andrian dari kejauhan.


Nia dan anggotanya melihat Andrian datang lalu mereka pergi. Nia juga kagum sama Andrian namun sudah berulang kali cintanya di tolak oleh Andrian.


"Guys cabut, Andrian sudah datang," kata Nia meminta supaya cabut.


Nia dan teman-temannya akhirnya cabut tidak bully Billa lagi. Billa melihat bahwa Andrian datang untuk menolongnya, membuat Billa merasa malu telah di tolong oleh Andrian di jauhkan dari mereka-mereka yang telah berbuat jahat.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Andrian kepada Billa.


"Tidak apa-apa," jawab Billa dengan cuek.


"Baguslah ..."


"Terimakasih." Billa menunduk, lalu pergi hendak meninggalkan Andrian.


Andrian melihat bahwa ada kertas kecil-kecil di rambut Billa. Lalu Andrian menarik tangan Billa, untuk mengambil kertas kecil tersebut dari rambut Billa.


"Ihhh Kamu ini ada apa! Jangan sentuh rambut saya, tidak suka deh." Billa memarahi Andrian memukul pelan tangan Andrian karena sudah gretel menyentuh rambut Billa tersebut.


"Apaan sih! Gue cuma ambil kertas yang nyangkut di rambut loh ... Jangan geer deh gue mau nyentuh loh," gerutu Andrian sama Billa.


Billa merasa malu langsung main cabut saja dari situ, Andrian masih menatap tajam kearah Billa yang sudah meninggalkan tersebut. Cuma ucapan terimakasih yang telah di terimanya dari Billa.


"Dasar aneh dan cupu! Mana mungkin gue mau menyentuh loh!" gumam Andrian dalam hati.


Sejak pertemuan mereka pertama kali sudah mengesankan. Pengalaman yang tidak baik antar keduanya, Billa sudah gak suka dengan Andrian dan begitu pula dengan Andrian yang tidak suka dengan Billa.


"Gue kalau lihat loh, mengapa bawaan nya geram selalu!" gumam Andrian lagi di dalam hati.


Andrian tidak bisa marah banget hanya sama Billa. Pertemuan mereka sudah empat kali namun selalu diakhiri dengan keributan namun entah mengapa hari ini, mereka agak sedikit akur.

__ADS_1


Andrian merasa Billa sering tidak sopan dengannya karena cuek. Billa sama sekali tidak peduli dengan Andrian bahkan tidak takut dengan Andrian, yang merupakan ketua geng motor.


__ADS_2