Cinta Terakhir BadBoy

Cinta Terakhir BadBoy
Kembali Lagi Pergaulan Bebas


__ADS_3

Sejak pertengkaran itu Billa tidak mau menghubungi Andrian. Rasa sakit masih berkecamuk dalam hatinya, bahkan perempuan itu tidak mau memulai berkomunikasi duluan.


Entah bagaimana cara untuk ngomong sama Orang tua, bahwa pernikahan mereka akan di undur dua atau tiga bulan lagi, didalam kamar Billa tidak bisa menyembunyikan perasaan kecewa.


"Dengan cara begini, kamu mempermainkan hati anak orang, Andrian," gumam Billa dalam hati mengigit bantal tempat dia menaruh kepalanya.


Kadang tanpa sadar Orang tua yang mematahkan semangat anak dan menghancurkan masa depan anak. Begitulah hidup, yang harus diterima Andrian sebagai anak Broken home.


"Aku sudah dipatahkan, aku tidak boleh mematahkan hati perempuan juga," kata Andrian dalam hati.


Ada beberapa hal yang tidak bisa dimengerti Orang lain, tidak semua orang tahu bagaimana kuatnya seorang anak Broken home untuk berdiri, bahkan untuk bangkit dan berusaha menghibur diri sendiri saja sangat susah.


Andrian lalu menghubungi Billa, namun nomor Billa tidak bisa dihubungi. Segera Andrian melajukan mobil, menuju kediaman rumah perempuan itu untuk meminta maaf sudah bikin patah hati.


Sesampainya disana, Andrian turun dari mobilnya. Membawakan makanan dan oleh-oleh, namun sayang Orang tua Billa sedang tidak ada di rumah karena ada perjalanan bisnis.


Billa sudah berpesan kepada asisten rumah tangga, Bibi Nana. Jika ada Andrian datang ke rumah, jangan diterima kedatangannya dan biarkan mereka menghibur hati untuk sementara waktu.

__ADS_1


"Bibi Nana, maaf, mau tanya? Billa nya ada di rumah, Bi?" tanya pria itu, melihat rumah seperti seperti ditinggalkan pemiliknya.


Bibi Nana menghela nafas, sebenarnya tidak mau berbohong. Namun demi kebaikan Billa dari cerita perempuan itu, Bibi Nana terpaksa harus bohong, "Nona, Billa. Sedang keluar Nak, Andrian." Bibi Nana melihat kearah Andrian.


"Keluar kemana, Bi?" tanya Andrian balik pada saat itu, tidak pernah sang kekasih tidak mengabari dirinya jika mau keluar.


Andrian sudah menduga-duga dengan seribu tanya, di dalam isi kepalanya, bahwa Bila sedang jalan dengan pria lain. Andrian menjadi posesif pada saat itu, berusaha tenang tetapi tidak ihklas, jika wanita itu jalan dengan yang lain.


"Kurang tahu, Pak. Ada pria yang menjemput Nona," kata Bibi Nana mengikuti perintah atasannya, pada saat itu.


"Terimakasih, Bi. Atas infonya." Andrian tersenyum kepada Bibi Nana sambil menaikan senyuman. Namun tidak dengan hatinya, sudah terbakar api asmara yang berapi-api.


Andrian masih tak bisa mempercayai ini semua, lalu mengambil ponselnya dan menghubungi kembali Billa, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, semakin membuat Andrian marah, pergi-pergi mengapa nomor sang kekasih tidak aktif.


Billa tersenyum melihat dari cctv, bagus ternyata Bibi Nana, menyampaikan perintahnya kepada Andrian. Hingga pria ini seperti kepanasan jengot.


"Rasakan! Kamu sudah mengundur tanggal pernikahan ini, kamu tahu, bagaimana susahnya untuk bercerita sama Orang tua pernikahan diundur," gumam Billa didalam hati diselimuti rasa marah yang belum redam dari hatinya.

__ADS_1


Andrian tetap menunggu di ruang tamu Billa tak mau pergi, seakan pria itu tidak percaya Billa keluar. Jam sudah menunjukan pukul delapan malam, tetapi Billa belum juga muncul setelah dua jam berlalu Andrian di rumah Billa.


"Kemana anak ini, mengapa belum pulang sudah malam?" gerutu Andrian mengomel sendiri.


Melihat Andrian masih duduk di sofa ruang tamu, sambil memainkan ponselnya membuat Mbak Nana, kewalahan untuk mengusir pria itu. Begitu pula dengan Billa sangat capek, memantau dari Cctv, saat itu pria itu belum juga bergegas dari dalam ruang tamu.


"Mengapa dia masih disana?" tanya Billa dalam hati, sebenarnya Billa haus, mau mengambil minum. Tetapi Billa harus melewati ruang tamu dulu, baru bisa mengambil minum di dapur. Jika nanti Billa keluar bisa ketahuan sama Andrian, bahwa Billa tidak keluar dan ketahuan sudah berbohong.


"Argh, bagaimana ini? Gue sudah kehausan banget ...," gumam perempuan itu dalam hati di dalam kamar, serta Billa juga mondar mandir. Sambil mengerakkan kedua tangannya karena sudah tegang, hanya di kamar saja.


Tiga jam berlalu, Andrian belum pulang dari rumah Billa, membuat pria itu bertanya kemana sang kekasih keluar. Saat pria itu bertanya-tanya, tiba-tiba terdengar suara dari kamar sang kekasih.


Ternyata suara buku terjatuh ke lantai, Billa tidak menjatuhkan buku. Namun buku tersebut yang tidak sengaja, jatuh ke bawah lantai. Membuat Andrian mencari sumber suara dari kamar pojok kiri, kamar tersebut ditempati oleh kekasihnya.


"Suara apa itu?" tanya Andrian dalam hati dan beranjak dari sofa, menuju sumber suara dari kamar Billa.


"Aduh, bagaimana ini? Pasti suara tersebut terdengar sampai ke ruang tamu, kamu sih buku, mengapa pakai jatuh segala," ngomel Billa dalam hati.

__ADS_1


Andria


__ADS_2