Cinta Terakhir BadBoy

Cinta Terakhir BadBoy
Curhatan Billa


__ADS_3

Billa menangis di pelukan Andrian saat di bully oleh geng cantik yaitu Nia. Sebab Billa di katai sebagai anak cupu dan idiot. Sedih bagi Billa mendengar saat dikatai idiot pada hal Billa adalah anak pintar.


Saat pulang kampus mereka jalan bareng kesebuah taman. Sebab Andrian ingin mendengarkan cerita Billa, lalu Billa menyandarkan kepala di bahu Andrian sebab sudah lelah di ejek.


"Kak, mengapa sih. Saya selalu mendapatkan bully? Apakah saya idiot, tidak pintar dan jelek bagi semua orang? Apakah saya tidak pantas dianggap manusia!" ucap Billa mengeluarkan segala curahan hatinya, sebab terkadang tidak tahan melihat sikap Nia dan anggotanya terlalu semena-mena sama Billa.


"Siapa bilang kamu jelek, idiot, tidak pintar dan cupu. Pandangan setiap orang berbeda dalam menilai, tidak sama."


"Lalu menurut Kakak, saya ini jelek atau bagaimana?" tanya Billa supaya Andrian menilai Billa.


"Maaf, Kakak ini tidak bisa menilai kamu karena masih berandalan. Tidak pantas untuk menilai orang lain," jawab Andrian.


Andrian tidak mau mengkritik Billa sebab baginya tak ada kekurangan Billa. Namun hanya di poles sedikit saja dan di perhatikan penampilannya supaya terlihat menarik dan cantik.


Andrian tidak pandai kritik karena Andrian masih terlibat pergaulan bebas, suka gonta ganti pasangan, suka mabuk karena banyak meminum minuman keras dan merupakan ketua geng motor.


"Kritik saja, Kak.Tidak masalah bagi Billa dan tidak sakit hati kok," ucap Billa.


"Kamu hanya perlu di poles saja," ucap Andrian namun tidak tega ingin berbicara seperti itu sebenarnya. " Te-Tetapi, kamu jangan marah sama, Kakak." Andrian menjadi super perhatian kepada gadis itu.


"Baik, Kak. Jika sekedar penampilan yang menjadi masalahnya, maka saya akan mengubah penampilan supaya lebih terlihat menarik ..." Billa berniat mengubah penampilannya menjadi lebih menarik suatu saat nanti.


"Billa ... Kamu jangan sakit hati ..." Andrian meminta maaf dengan merapatkan kedua tangannya.


"Tidak apa-apa, Kak. Selagi kritik membangun Billa akan dengar," Billa tersenyum, lalu Andrian takjub dengan senyuman Billa ternyata manis juga.


Selama ini Billa jarang senyum dan lebih terlihat serius. Namun saat mendebarkan senyumnya begitu luar biasa manis Billa walau pun memakai kacamata dan masih dengan gaya culunnya.


"Kak, kenapa diam?" tanya Billa saat Andrian terdiam dan menatapnya lebih lama saat Billa tersenyum.


Andrian sadar saat Billa memanggil dirinya pada saat itu:

__ADS_1


"Gak apa-apa Billa, Kakak hanya terpana saja dengan senyum manis, Kamu."


Di puji Andrian membuat Billa menjadi salah tingkah. Sebab baru pertama kali Billa di puji oleh pria lain, selama ini tak ada pria yang mau kenal dengan Billa karena malu dengan penampilan gadis itu.


"Kenapa Billa?" tanya Andrian sepertinya Billa salah tingkah.


"Tidak apa-apa, Kak. Selama ini Billa tidak pernah dekat sama cowok dan berteman saja dengan cowok tidak pernah," Billa menceritakan semuanya.


"Kenapa?"


"Mereka malu berteman sama Billa. Sebab Billa ini tidak menarik di mata mereka selama ini, Kak."


"Billa jangan begitu dong, manusia mempunyai kelebihannya masing-masing dan bagi Kakak kamu sangat baik, lucu dan mengemaskan." Andrian mencubit pipi kiri dan kanan Billa.


"Hah ... Mengemaskan? Billa ini bukan anak-anak, Kak. Sebab mengemaskan cocok untuk anak kecil ...." Tawa Billa.


"Tidak dong, semua bisa menjadi mengemaskan," canda Andrian.


"Billa, gue mau cerita sama, Adek. Bolehkan kakak bercerita?" tanya Andrian.


"Boleh dong, Kak."


Andrian mulai menceritakan tentang kesedihannya. Selama ini Andrian berandal karena tak mendapatkan kasih sayang Orang tua. Bahkan kini ayahnya sudah mempunyai 3 anak dari 3 istri.


"Gimana perasaan kamu, saat mendapatkan bahwa ayah kamu mempunyai anak dari selingkuhan nya?" tanya Andrian berkaca-kaca matanya menceritakan semua yang terjadi.


"Aku pribadi mungkin tidak akan sanggup menerima adek tiri ...," jawab Billa dengan jujur.


Billa merasakan bahwa diposisi Andrian tidaklah mudah. Mempunyai ayah pemabuk dan selingkuh, mempunyai mama yang pacaran dengan berondong. Dari kecil Andrian selalu ditinggalkan di rumah karena urusan bisnis.


"Kamu enak berasal dari keluarga mampu dan mendapatkan kasih sayang, bahkan mempunyai ayah dan ibu yang super baik kepada anaknya," kata Andrian ketika melihat kehidupan keluarga Billa.

__ADS_1


Billa merasakan juga merasa bangga terlahir dari anak keluarga harmonis. Namun tidak menutup kemungkinan dia berteman dengan anak yang tidak berasal dari keluarga harmonis.


"Aku bangga menjadi anak keluarga harmonis dan kakak juga hebat, bisa berdiri dengan goncangan keluarga yang menimpa kakak sekarang." Billa memuji Andrian, bahwa pria ini hebat.


"Iya, aku sebenarnya tidak sanggup, tetapi aku mau jujur. Aku sebenarnya pernah mencoba mau bunuh diri. Namun aku pikirkan lagi jika aku bunuh diri, maka aku tidak akan merasakan bahagia juga." Andrian menceritakan semua keluh kesahnya.


"Kak, jangan coba-coba lagi bunuh diri," kata Billa turut prihatin.


Billa merasa kasihan dengan hidup Andrian sampai saat ini. Namun Billa bisa berbuat apa? Karena tidak bisa mencampuri urusan keluarga Andrian dan Billa hanya bisa membantu suport saja.


"Tidak jadi, Dek. Denganmu kakak bahagia dan tidak akan mencoba hal bodoh lagi dalam hidup, Kakak," kata Andrian sambil menorehkan senyuman dan mengelus rambut Billa.


Andrian menjadi bersemangat ketika berada di samping Billa. Semangatnya semakin menggelora, bahwa berpikir Billa lah orang yang mampu membuat pria berandal ini menjadi sosok yang penuh lemah lembut terhadap orang lain.


Bahkan sejak mengenal Billa. Andrian mulai menjauhkan pergaulan bebas, bahkan ayahnya dulu adalah seorang yang terlibat dalam pergaulan bebas. Andrian sifat dan tabiatnya turun dari ayahnya.


"Dek, jangan tinggalkan, Abang. Mungkin Adek lah belahan jiwa," kata Andrian menyakini diri. Billa lah yang dicari untuk menjadi belahan jiwa dalam hidupnya.


Billa juga meminta disuport oleh Andrian untuk menjaga dirinya. Banyak Orang menertawakan Billa yang cupu dan berpenampilan kolot. Meminta Andrian untuk menjadi pelindungnya.


"Iya, Bang. Adek juga mohon sama abang sekarang. Jadilah pelindung Adek ketika orang lain berbuat jahat," ujar Billa takut di bully lagi.


"Dek, percayalah. Abang akan menjadi pelindung dalam hidup, kamu. Jika perlu abang melindungi jiwa dan raga kamu sampai kita menua," canda Andrian.


"Ihhh kakak bercanda saja, aku lagi ngomong serius loh, Kak."


"Kakak juga serius," jawab Andrian.


Akhirnya mereka saling menatap bersama dan mata mereka saling memandang satu sama lain. Andrian melihat ternyata Billa cantik juga Billa diperhatikan secara teliti dan detail.


"Dia cantik juga ternyata," gumam Andrian dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2