
Andrian terlibat perseteruan dengan temannya Devan. Sebab Andrian mau keluar dari pergaulan bebas, namun Devan tidak mau dan mengancam Andrian akan mengeluarkan menjadi ketua geng motor karena Devan punya kekuasaan di klub geng motor.
"Kamu tidak mau minum di bar dan dugem sama kami?" tanya Devan kepada Andrian dengan nada sedikit membentak Andrian pada saat itu.
"Maafkan, saya. Soalnya Billa menyuruh gue untuk berhenti dari pergaulan bebas dan tidak bisa mengikuti kalian," jawab Andrian semua di lakukan demi Billa.
"Dasar pria bodoh! Demi perempuan menjadi menuruti kata-katanya!" Devan marah dan meninju Andrian.
Andrian tidak terima dan meninju balik Devan sebab sudah menjadi keputusannya dan tidak bisa diganggu gugat. Andrian tidak suka diatur dan disepelekan oleh pria tersebut karena harga diri lebih penting.
"Saya bukan bodoh! Ini lebih kebaikanku dan saya tidak mau terlibat lingkaran hitam seperti ini lagi."
"Jika itu mau kamu, maka aku akan mengeluarkan kamu, menjadi ketua geng motor. Sebab kamu tidak pantas menjadi ketua geng motor," bentak Devan merasa marah.
"Apa hak kamu? Tidak punya hak atas ini semua," jawab Andrian.
Devan tetap nekat untuk mengeluarkan Andrian dari klub motor. Sebab bapak Devan lah yang banyak mengeluarkan uang untuk kegiatan geng motor mereka.
"Aku punya hak ... Sebab Bapak gue lah yang membiayai semua kegiatan dari anak geng motor."
Andrian mulai terbawa emosi dan meninju Devan hingga berdarah. Devan menghajar balik Andrian, terjadilah pertengkaran sengit di antara mereka. Sebab Andrian tidak suka diatur oleh Devan, bahwa keputusan yang diambil oleh Devan sudah tepat.
"Jangan sombong, kamu. Saya punya uang dan harta orangtua gue banyak." Andrian membanggakan kedua orangtuanya dan merupakan orang kaya.
"Kita sama-sama anak orang kaya, namun bedanya. Kamu itu terlahir dari keluarga broken home dan saya berasal dari keluarga harmonis," ucap Devan membanggakan orangtuanya, yang berasal dari keluarga harmonis.
Andrian naik darah sebab Devan menghinanya dan menyebut sebagai anak broken home. Orang lain tidak perlu menghakimi keluarga Andrian, biarlah ini menjadi urusan keluarga mereka bahwa hancurnya sebuah keluarga, tidak di minta Devan untuk berkomentar.
Puk Pakkkkkkkkkkkkkk
"Kamu bilang anak broken home! Kamu sadar bahwa kamu adalah hama dalam keluarga kamu dan mencoreng nama baik keluarga kamu. Sebab kamu terlibat dalam pergaulan bebas," ucap Andrian.
__ADS_1
Lebih baik menjadi anak broken home hancur karena keluarga. Dari pada berasal dari keluarga harmonis namun mencoreng nama baik keluarga, begitulah dengan Devan sudah berulang kali mencoreng nama baik keluarga orangtuanya.
"Kamu laknat! Dengar saya bukan hama dalam keluarga, Saya." Devan menampar balik Andrian.
Ina teman sekampus Andrian melihat bahwa keduanya sedang bertengkar. Keduanya di lerai oleh Ina namun tidak bisa karena sudah saling adu mulut dan saling menampar satu sama lain.
Ina pergi keruangan kampus Billa, untunglah Billa sudah selesai jadwal belajar kampus dan waktunya pulang. Ina buru-buru menghampiri Billa dan menyampaikan bahwa Andrian sedang bertengkar dengan Devan sahabat karibnya.
"Bil ... Billa ..." Ina memanggil Billa.
"Ada apa kak Ina?" tanya Billa kepada Ina karena teman Andrian.
"Andrian berantam Bil ... Andrian berantam dengan Devan," ucap Ina nafasnya tersengal pada saat menyampaikan.
"Dimana mereka Kak? Ayo kita kesana kak dan tolong temani Billa." Perempuan itu berlari lalu menarik tangan Ina.
"Disana di taman," ucap Ina menunjuk kearah taman.
"Ayo kak kesana."
"Kak Andrian, sudah ..." Billa melerai dan menoleh ke Andrian.
"Oh, ini perempuan yang sudah membuat kamu berubah. Kamu lihat apa sih? Dari cewek cupu ini!" sambung Devan melihat seperti menyepelekan Billa.
Devan kurang sreg melihat Billa sebab wanita ini cupu. Tidak menarik untuk di pandang dan model bajunya sangat kolot. Ditambah kacamata Billa sudah kehilangan model membuat Devan kurang berselera untuk memandang Billa.
Andrian marah ketika Billa sang pedekate di remehkan. Bahwa bagi Andrian semua manusia sama saja, Andrian melihat bahwa Devan semakin bertingkah dan membuatnya jengkel.
"Apakah pantas kamu menghina seseorang disini?" kata Andrian.
"Aku pantas menghinanya," jawab Devan tertawa.
__ADS_1
Billa merasa sakit hati telah di hina oleh temannya Andrian. Bahwa dihina itu sangat menyakitkan dan membuat Billa menjadi down tak karuan.
Andrian langsung memegang pundak Billa dan merangkul Billa. Supaya tidak bersedih anggap saja omongan pria itu adalah omong kosong dan tidak perlu didengarkan.
"Kakak tidak perlu menghinaku," sambung Billa. Matanya mulai berkaca-kaca dan terlihat sendu.
"Tidak mau dihina, seaturnya kamu sadar bahwa, saya ini ngomong berdasarkan kebenaran yang ada." Devan menertawai Billa ketika wajahnya sudah sendu.
Devan langsung mengeluarkan Andrian dari grup geng motor. Andrian tidak terima namun Billa menyuruh Andrian untuk mengikhlaskan saja, bahwa tidak mungkin bertahan dalam naungan klub geng motor.
"Mulai detik ini, kamu keluar dari klub geng motor. Dibawah naungan Ayah saya dan jangan pernah muncul."
"Tidak bisa begitu dong!" Andrian tidak terima dengan keputusan Devan.
"Kakak sudahlah ikhlaskan ... Bahwa kakak tidak mungkin juga bertahan disana dan aku senang kalau kakak keluar," bisik Billa ditelinga Andrian.
"Tetapi Billa ... Kakak masih ingin bergabung dalam klub geng motor," ucap Andrian bahwa geng motor lah, Andrian bisa bertemu dengan banyak teman.
Billa tidak senang jika Andrian masih bergabung dalam klub geng motor. Bahkan Billa tidak suka Andrian menjadi ketua geng motor, sebab teman-teman dekat Andrian tidak memberikan pengaruh baik kepada Andrian.
"Kak, aku tidak senang. Jika kakak menjadi ketua geng motor. Bahwa disana kakak mengenal banyak teman yang sudah rusak membawa kakak, dalam sebuah lingkaran hitam," bisik Billa di telinga Andrian.
"Billa, kakak pasti akan mengambil hal yang baik. Tetapi kakak masih ingin menjadi ketua geng motor ..."
Andrian masih ingin mempertahankan menjadi ketua geng motor. Namun Billa memberikan arahan, bahwa menjadi ketua geng motor bukan solusi untuk ingin bebas dengan hal negatif.
"Pokoknya kakak tidak usah bertahan dan lebih baik kakak mundur,"
Billa meminta Andrian untuk mundur dari klub motor. Billa ingin Andrian berubah menjadi lebih baik lagi dan supaya tidak terlibat pergaulan bebas.
"Nih, hebat dia! Bisa mengatur, kamu." Devan menunjuk kearah Billa dan tepuk tangan bahwa perempuan itu begitu hebat membuat Andrian ingin berubah.
__ADS_1
"Sudahlah, Devan. Kamu tidak perlu mencari masalah dengan, Saya."
Andrian tidak open kepada Devan, lalu mengajak Ina dan Billa untuk pergi dari hadapan Devan. Bahwa hubungan pertemanan mereka sudah putus mulai detik ini.