
Kedekatan Andrian dengan Billa membawa pria badboy mengenal cinta yang sesungguhnya, bahwa kini Andrian sudah menemukan jati hidup.
Dihadapan Orang tua perempuan, Andrian menyampaikan niatnya, ingin melamar Billa menjadi istrinya. Andrian sudah berubah dan menginginkan mengarungi rumah tangga bersama Billa.
"Ayah dan tante, dihadapan berdua, saya ingin menyampaikan niat saya. Menikahi anak tante dan ayah," ucap Andrian dihadapan Orang tua Billa.
"Terimakasih, nak Andrian. Menyampaikan ingin menikahi anak kami, tetapi boleh kami minta dari segi waktu. Billa bisa menikah dengan nak, Andrian. Saat setelah lulus wisuda." Sandro merestui hubungan anaknya Billa, namun waktu belum tepat.
"Boleh saya tahu alasannya ayah?" tanya Andrian kepada Sandro.
"Putriku masih lulus menempuh pendidikan saat ini, untuk saat ini supaya, tidak mengganggu kegiatan belajar Billa, maka kamu harus menunggunya." Sandro berbicara serius kepada Andrian.
"Baik, ayah!" ucap Andrian, untuk bisa menerima omongan Orang tua perempuan yang sangat di cintainya.
Sandro tidak mempersalahkan, kelak pria mana yang akan menikahi putrinya tercinta tersebut. Sandro juga, sudah mendengar dari orang lain, bahwa Andrian adalah ketua geng motor dan terlibat dalam pergaulan bebas yang awalnya, membuat Sandro ragu akan kedekatan putrinya.
Namun saat mendengar dari putrinya yang manis tersebut, bahwa Andrian adalah anak yang terlahir dari keluarga Broken home kurang kasih sayang, dari Orang tua.
"Saya dengar, kamu adalah ketua geng motor motor? Apakah kamu terlibat, dalam pergaulan bebas?" tanya Sandro menanyakan hal serius.
"Saya memang mantan ketua geng motor dan sekarang, saya sudah berubah demi Billa seorang." Andrian mantap menjawab kini sudah berubah, bahwa yang mengubahnya menjadi lebih baik adalah Billa.
"Sejak kapan kamu berubah?" tanya Sandro penasaran.
"Saya berubah, semenjak mengenal Billa dalam hidup pak. Billa membawa hal positif ketika kami bertemu," jawab Andrian.
"Oh, begitu!"
"Alasan kamu terlibat dalam pergaulan bebas apa nak?" Sandro ingin mengetahui langsung alasan Andrian. Mengapa Andrian terlibat dalam pergaulan bebas dan kejujuran omongan pria itu, adalah hal yang paling utama dalam hidup Sandro.
Awalnya Andrian tidak bisa menjawab pertanyaan dari Sandro. Sebab masalah pribadi yang sangat menyakitkan untuk diungkit kembali.
__ADS_1
"Saya sudah kehilangan rumah yang sesungguhnya, ayah." Andrian menitikkan air mata, bahwa terasa akan kesedihan yang sangat luar biasa.
"Kehilangan rumah ...?"
"Iya, ayah. Orang tua saya hampir bercerai dan kehidupan rumah, tidak seindah dalam rumah tangga orang lain," jawab Andrian.
"Sabar nak, kamu pasti kuat dalam menghadapi cobaan ...." Sandro merangkul Andrian, pada saat Andrian bersedih menceritakan masalah pribadi kedua orangtuanya.
Kini pria tersebut menemukan rumah yang sesungguhnya. Andrian di rumah Billa menemukan kenyamanan, bahwa kenyamanan tersebut tidak akan didapatkan di rumah Orang tuanya.
"Ayah terimakasih atas supportnya sangat luar biasa, jika nanti Billa sudah lulus wisuda maka saya sudah berubah," kata Andrian menyakinkan diri bisa berubah menjadi lebih baik.
"Ayah akan tunggu perubahan kamu, jangan pernah terlibat lagi, nak. Ingatlah bahwa lingkaran hitam tidak akan menyenangkan selamanya," ucap Sandro memberikan sedikit nasehat, pada Andrian.
Ketika Andrian sudah menyampaikan akan niat seriusnya. Cia merasa bahagia ternyata anaknya, akan mempunyai pendamping hidup di kemudian hari. Senyum Cia terlihat sumringah, Cia tak sabar ingin mempunyai mantu.
"Apa nak, ingin melamar Billa? Wah sebentar lagi, ibu akan mempunyai mantu," ucap Cia menggengam kedua tangannya.
Andrian sudah memantapkan diri dan menyakinkan hatinya, bahwa Billa adalah istri yang cocok, untuk membawa Billa melangkah ke pelaminan.
"Baik, tante tidak akan melarang. Billa ini anak tante satu-satunya, jadi menikahlah ketika Billa sudah lulus kuliah," Cia satu pendapat dengan suaminya.
Mereka tidak melarang Andrian untuk melamar anak mereka, namun mereka sangat bahagia. Anak mereka akan dinikahi oleh Andrian, namun tinggal menunggu Billa lulus wisuda.
Billa adalah anak mereka satu-satunya dan mereka menginginkan, bahwa anak mereka mendapatkan jodoh terbaik. Billa yang akan menentukan, siapa kelak yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak.
Lalu sang mama bertanya kepada anaknya tersebut, bahwa setelah lulus wisuda anak mereka mau menikah. Cia bertanya serius kepada Billa, apakah sudah memantapkan hati, untuk menikah dengan Andrian.
"Nak, mama mau tanya? Apakah kamu sudah memantapkan hati, untuk menerima Andrian menikahi kamu kelak?" tanya Cia dengan sungguh-sungguh.
Dengan wajah berbinar, Billa terlihat bahagia menoleh kearah Andrian, bahwa siap menerima Andrian. Billa hanya menginginkan Andrian, tidak ada yang lain di dasar hati yang paling dalam.
__ADS_1
"Ma, anak mama ini. Siap, untuk menikah dengan Andrian," jawab Billa menoleh kearah Andrian dan memegang tangan pria di cintainya tersebut.
"Baiklah, setelah kamu lulus kuliah nanti anakku. Kedua Orang tua kamu ini, akan menyiapkan pernikahan kalian, jika nak Andrian mau meminta bantuan kepada kami berdua." Cia akan membantu ikut serta dalam acara pernikahan anaknya.
"Terimakasih semua ...." Andrian mengucapkan terimakasih, bahwa sudah diterima dalam lingkungan keluarga Billa yang sesungguhnya.
Kini Andrian seperti menemukan keluarga baru. Setiap kali Andrian bertamu di rumah tersebut, Andrian sangat disambut dengan keramahan, serta di bimbing untuk menjadi lebih baik.
Kehilangan rumah sudah membuatnya hancur, namun di bahagiakan dengan lingkungan rumah baru. Terlibat pergaulan bebas, diubah menjadi lebih baik oleh seseorang perempuan.
Pria yang sudah berantakan hidupnya tersebut, kini di bangunkan kembali menjadi lebih baik, oleh seorang perempuan pintar dan baik hati.
Ketika kembali kerumah yang sesungguhnya di rumah Orang tua. Andrian menjadi orang yang paling menderita, tak menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Sesampainya dirumah, Andrian mendapati ayahnya. Membawa perempuan cantik yang tak dikenalnya masuk kedalam rumah, ingin sekali. Andrian meninju ayahnya sendiri karena sudah berbuat kotor, didalam rumah mereka sendiri.
"Ini siapa?" tanya Andrian sebagai seorang anak.
Elsh dan perempuan bernama Claudia tersebut, baru keluar dari kamar. Andrian merasa marah kepada Elsh. Andrian tidak bisa menerima orang lain masuk kedalam rumah mereka.
"Perkenalkan ini Intan, bahwa Intan ini adalah selingkuhan ayah kamu ...," ucap Elsh merapikan baju di pakainya.
"Dasar tega ...!" Andrian tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Tega bagaimana? Bukankah, sudah kebiasaan. Kami membawa pasangan lain kerumah ini," jawab Elsh menatap tajam kearah putranya.
"Terserahlah, saya tidak peduli lagi dengan kehidupan kalian berdua."
"Nah, bagus dong! Jika kamu sudah mengerti dengan kedua Orangtua, kamu." Elsh memegang dagu anaknya.
Andrian langsung menepis tangan ayahnya tersebut. Andrian tidak peduli lagi, bahkan sudah tidak menganggap kehadiran orangtuanya ada.
__ADS_1
"Terserah ...!" Andrian tak peduli sebab anak sudah merasa capek.