
Tak ada yang salah dengan cinta,karena ia hanyalah sebuah kata ,tetapi kitalah yang memaknai arti dari kata itu dan merasakannya .Bahkan banyak orang yang rela terluka karena rasa cinta itu namun tidak ingin keluar dari rasa yang menyakiti itu.
Apa yang sudah terjadi di kehidupan ini pasti tidak akan pernah bisa di ulang kembali.Karena jika seandainya waktu bisa di putar ,maka semua orang akan kembali ke masa-masa dimana hatinya merasa nyaman.
Kini Anaya telah berada di villa tempat yang di tujukan sebagai penginapan untuk karyawan Maholtra group.Dia memang sengaja lebih dulu pulang lewat pintu belakang aula tempat acara itu di langsungkan.
"Huh...,akhirnya aku sampai juga,setidaknya disini lebih baik dari pada harus berada di aula itu,sesak rasanya melihat mereka berdua apalagi sampai harus satu meja dengan mereka,pasti sekarang pak Alan dan Keysa sudah jadian,begitu malangnya nasibku yang mengharapkan air laut berubah jadi tawar!" Ucap Anaya sambil merebahkan badannya di tempat tidur.
"Oh my God,aku hampir lupa!Tadi pagi aku menitipkan sweater ku di meja resepsionis ."
Ucap Anaya menepuk jidatnya dan bergegas keluar dari kamarnya menuju meja resepsionis.Dan tak sengaja bertemu dengan Alan dan Olan di sana.Anaya berlari-lari kecil menuju area itu.sampai pada akhirnya dia menabrak sesuatu.
Bruk...
Anaya tak sengaja menabrak Alan karena tidak melihat jalan.
"Au...sakit sekali ."Anaya merintih
"kalau jalan lihat-lihat dong!"bentak Alan tanpa melihat siapa yang menabrak dirinya.
"Anaya?kamu ngapain lari-lari di sini?"tanya Olan.
Mendengar nama Anaya yang di sebut adiknya itu,Alan langsung mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang menabraknya.
"Eh ...,kamu ternyata,kenapa kamu berlari-lari,dan kamu mau kemana?" tanya Alan .
"Maaf pak ,maafkan!!! saya saya tidak sengaja,tadinya saya hanya ingin ke meja resepsionis ini untuk mengambil sweater saya yang saya titipkan tadi pagi."
Ucap anaya sambil menundukkan kepalanya.
"Baiklah ,kami akan memaafkan mu tetapi ada syaratnya!"
kata Olan menggantung kalimatnya kemudian melihat ke arah kakaknya Alan dan mengedipkan matanya.
"Mati aku!!sepertinya aku akan terkena masalah besar lagi!"
Batin Anaya ,lalu menundukkan kepalanya berharap kedua kakak beradik itu akan memaafkannya.
"Kenapa wajahmu seperti orang ketakutan Nay...?tenanglah! kami berdua tidak akan membunuhmu kok,ia kan kak Alan?."
ucap Olan seraya mengedipkan matanya ,seperti memberikan sebuah kode kepada Alan .
"ya."
Sahut Alan dengan sedikit senyum di wajahnya,sejujurnya dia memang tidak mengerti maksud kode yang di berikan adiknya itu,tetapi dia percaya kali ini adiknya akan membantunya untuk meminta maaf kepada gadis itu.
"Oh Tuhan...,belum cukupkah penderitaan ku hari ini?hari ini aku baru saja menyaksikan orang yang aku cintai jadian dengan orang lain,bahkan sekarang pun aku harus berhadapan dengan kedua makhluk ini!"
"Besok temui kami di area taman villa ini jam 8 pagi,kami berdua akan menunggumu di sana."kata Olan.
"Baik pak."ucap Anaya pasrah.
"Ya sudah, kalau begitu kami berdua duluan ke kamar kami dulu yah.Sampai jumpa besok di taman villa."
kata Alan lalu pergi menggalakan Anaya di susul adiknya Olan.
"Baik pak."
Balas Anaya sambil menundukkan kepalanya .Sampai kedua lelaki berlalu itu pergi meninggalkan dia .
"Mbak saya ingin mengambil sweater saya yang tadi pagi saya titip ."
Kata Anaya kepada salah seorang penjaga meja resepsionis itu.
"Oh ...,ini mbak,silahkan diambil."
Kata wanita itu sambil menyerahkan sebuah sweater berwarna hitam dengan motif bunga mawar di depannya.Lalu dia bergegas kembali ke kamarnya untuk beristirahat dan berharap malam ini akan tambah panjang waktunya .
***
Sementara di kamarnya Alan dan Olan masih sibuk membahas rencana mereka besok pagi .
"Kak,apa kau lihat ekspresi wajah Anaya tadi? ternyata dia itu lebih menggemaskan disaat dia ketakutan."
kata Olan sembari mengambil segelas air minum .
"Ia,melihat dia seperti itu ,sepertinya timbul di otakku untuk lebih sering untuk mengerjainya."
Kata Alan dengan senyuman licik di bibirnya.
"Hemp...!aku bahkan tidak akan percaya kalau kamu mampu untuk mengerjai dia."
kata Olan mengejek.
"Heh...,kau itu bukannya membela kakakmu ini,malah meragukan ku,kamu itu adik ku apa bukan sih?"kata Alan.
__ADS_1
"Ah...yah,baiklah ."balas Olan.
"Olan,sebenarnya apa yang kamu rencanakan besok?kenapa kamu menyuruh Anaya ke taman ?"tanya Alan.
"Ya,menjalankan misi pertama kita."kata Olan."
"Misi?maksudmu misi apa?"tanya Alan kembali.
"Besok pagi ,kakak minta maaf saja sama si Anaya soal kakak yang pernah menjadikan dia jadi bahan praktek ujicoba pernyataan cintamu kepada keysa."
"Terus....gimana caranya aku ngomong???"
"Berikan dia bunga mawar merah ,biasanya wanita akan senang jika menerima bunga mawar merah."kata Olan.
"Lalu,aku harus bagaiman lagi?"tanya Alan.
"Ya kakak jujur saja kalau kakak mulai menyukainya"kata Olan.
"Apa kamu yakin dengan ide mu itu?"
"Ya ...,setidaknya aku sering menonton adegan seperti itu di film."kata Olan.
"Benarkah?"baiklah akan aku coba besok.Tapi kamu juga harus ada di sana ya,supaya nanti kalau dia menerimaku maka kamulah yang akan menjadi saksi cinta ku."
Ucap Alan sambil berkhayal bahwa Anaya menerima cintanya dan memeluknya ,kemudian mereka berlari-lari di tengah kebun bunga yang sangat luas ,lalu jatuh bersama dengan posisi Alan menindih tubuh Anaya sambil ingin mengecup bibir mungil gadis itu."
Kini Alan mulai memanyunkan bibirnya seperti seseorang yang hendak berciuman,akan tetapi belum sempat bibirnya itu menyentuh buah apel yang hendak di ciumnya , tiba-tiba Olan melemparnya dengan bantal guling.
"Dasar laki-laki mesum!Apa kamu berpikir buah apel itu adalah bibir mungilnya calon kakak ipar ku itu?"ejek Olan .
"Kau...!"
Bentak Alan sambil membalas melempar guling itu kembali.
"Hemp ...,belum jadi pacar saja sudah berhalu tingkat tingkat dewa,apalagi kalau sudah jadi pacar!mau jadi apa nanti negara kita ini?"
Ejek Olan.
"Kok kamu bawa-bawa negara sih?"
"Ya ialah...!!! kalau semua orang di negara kita ini seperti kakak ,bagaimana nasib kami para jomblower ini?"ketus Olan.
"Huh ....dasar ABG labil."Ejek Alan .
"Is....is.....is....tak sadar ya,yang ABG labil itu siapa ."kata Olan
"Hemp ,bermimpi lah....dan semoga mimpi indah mu malam ini tidak berubah menjadi mimpi buruk besok pagi."Kata Olan.
"Apa kamu sedang mendoakan ku untuk mengalami mimpi buruk?"
Tanya Alan dengan tatapan tajam ke adiknya itu.
"Ha...ish.....kau ini selalu saja menilai buruk tentangku,mana mungkin aku mendoakan mu seperti itu".kata Olan.
"Baiklah kali ini kau ku ampuni,oh ya dan siapkan bunga untukku besok pagi!"
Kata Alan sambil menarik selimut nya .
"Gampang itu,aku akan mencari bunga terbaik di Bali ini untuk mu,bila perlu aku akan mengimport nya langsung dari Paris."
"Kalau bunganya dari Paris...mungkin tidak akan sampai besok pagi bodoh!"kata Alan.
"Hehehe...,tenanglah kakak ku,akan ku berikan bunga terbaik besok pagi,sekarang tidurlah dan bermimpi!"
kata Olan sambil tersenyum.
Malam yang kelam telah berlalu,kini mentari pagi mulai terbit memancarkan sebuah cahaya yang memberikan sebuah harapan.di sambut kicauan burung di area vila itu.
"Huah..."
suara Alan terdengar menguap.
"Olan ,bangun ini sudah pagi,ayo Carikan aku bunga yang kamu janjikan tadi malam."
"Hemp...iya iya"
sahut Olan malas.
"CK......ah.....ayo bangun!"
Alan menarik selimut adiknya itu lalu mencoba terus mengganggu.
"Ah baiklah kalau kamu tidak bangun ,maka aku akan melemparkan kecoa ini kepadamu."Kata Alan dengan senyum jahatnya.
"Eh...ampun ...ampun...Jangan!Tolong jauhkan kecoa itu,aku akan mencarikan bunganya."kata Olan .
__ADS_1
Lalu dia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang untuk mengantarkan bunga .
"Tolong antarkan bunga mawar merah terbaik di Bali ini ke vila Bali Nusa Indah Resort sebelum jam 8 pagi ini."kata Olan.
"Siapa yang kamu telepon itu?"tanya Alan penasaran.
"Sudahlah tak penting itu siapa,yang penting bersiap-siaplah sekarang."
kata Olan kepada kakaknya itu.
Di depan pintu vila itu tampak seseorang yang sedang membawakan sebuah buket mawar merah yang indah,dan di selipkan tulisan"im sorry".
Keysa melihat laki-laki yang membawa bunga itu dan berjalan menghampirinya.
"Bunga untuk siapa ini?"tanya Keysa.
"Untuk tuan Alan nona,tadi pak Olan menelepon saya dan meminta untuk mengantarkan bunga ini,bapak Olan bilang ini untuk tuan Alan maholtra.Jadi beliau meminta bunga terbaik di seluruh Bali ini ."
Kata laki laki itu,lalu pergi meninggalkan Keysa.
"Hemp...(tersenyum sinis) pasti Alan mau minta maaf kepadaku,soal kejadian tadi malam,ok baiklah...mungkin saja tadi malam dia belum siap untuk menyatakan cintanya.Untung saja tadi malam aku langsung pulang duluan ke vila ini.Tidak sia-sia juga aktingku.Aku tau aku ini memang sangat cantik,makanya Alan akan meminta maaf kepadaku."
Kata Keysa dengan percaya diri.Kemudian dia masuk ke kamarnya sambil merias diri secantik mungkin kemudian berlari kembali mengikuti laki-laki itu menuju kamar Alan.
***
Tok..tok...tok
"Tunggu sebentar ."
Sahut Alan dari dalam kamar.Lalu membuka pintu kamar itu.
"Ini pak bunga pesanannya."
"Oh terimakasih."
Kata Alan lalu memberikan sejumlah uang kepada laki-laki itu."
"Aku akan membawanya ke taman vila,dan meminta maaf di sana".
Kata Alan di depan pintu kamar.
Ternyata dari tadi keysa mengikuti laki-laki yang mengantar bunga itu,dan ia mendengar kalau Alan akan membawanya ke taman dan meminta maaf di sana.
"Alan...,kamu memang pria idaman ku,baiklah aku akan datang diam-diam ke taman,dan memberikan surprise untuk mu calon suami ku."
Gumam Keysa dengan senyuman lebar dan pergi menuju taman.
"Olan,ini bunganya sudah sampai aku akan membawanya ke taman,aku berangkat duluan yah,nanti kamu nyusul."
"Oh ia kak,nanti aku akan kesana
Alan kemudian pergi ke taman tempat mereka akan bertemu dengan Anaya ."
Sudah hampir jam 8 ,aku harus ke taman itu.Kalau tidak, aku tidak akan tau apa yang terjadi dengan ku nanti!"
Kata Anaya setelah selesai dengan dandanannya,lalu bergegas menuju taman.
"Tara....surprise!!!.
Suara Keysa mengejutkan Alan yang sedang duduk menunggu kedatangan Anaya.
"Ka--kamu...disini?"
tanya Alan bingung.
"Wah...gawat,bagaimana si kadal ini bisa ada disini?"batin alan.
Kali ini dia sudah seperti Olan ,dia mulai ikutan menjuluki keysa dengan sebutan kadal.
"Aku tau kok ,kamu kesini mau minta maaf samaku kan atas kejadian tadi malam itu?"
kata Keysa sambil mengambil bunga itu dari tangan Alan.
"Wah...bunga yang sangat indah sayang.kamu memang tau betul untuk menyenangkan hati wanita."
Kata Keysa kembali sambil mengecup pipi Alan.
Seketika mata Alan melotot melihat kedatangan Anaya dan Olan ,yang sedari tadi sudah melihat adegan romantis itu.
"Mati lah aku!!!"
batin Alan dengan ekspresi panik tingkat dewa.
"Waduh...,bunganya di sosor si kadal!!! mana si Anaya juga sudah ada disini dan melihatnya.KACAU.....semuanya".
__ADS_1
kata Olan kesal sambil memukul jidatnya dan melihat kakaknya Alan yang pasrah di cium si kadal alias Keysa.
jangan lupa di like dan favoritkan ya,atau di vote juga boleh.biar aku tetap semangat nulisnya.....😉.