Cinta Untuk Anaya Caroline

Cinta Untuk Anaya Caroline
BAB 20 Ciuman Bergelombang


__ADS_3

Alan menggandeng tangan Anaya keluar dari kamar vila itu. Ada perasaan risih di hati Anaya saat Alan mulai mempererat gandengannya. Takut dan malu jika sampai ada anggota karyawan Maholtra group yang memergoki mereka.


Saat ini masih ada beberapa anggota team dekorasi yang masih berada di vila itu untuk proses finishing .


Sesekali Anaya menghela nafasnya dan menghembuskan nya dengan kasar. Melihat ke kanan dan kiri sekaligus was-was jika tiba-tiba muncul salah satu team dekorasi.


"Alan...,kenapa harus gandengan?aku bisa kok jalan sendiri. Gimana kalau nanti ada team dekorasi yang memergoki kita sedang bergandengan,kan... malu."Anaya membujuk Alan agar melepaskan gandengannya.


"Biarkan saja!Aku tidak peduli. Aku hanya menggandeng kekasih ku,bukan kekasih orang lain jadi untuk apa aku malu."sahut Alan .


"Bagaimana ya caranya menjelaskannya kepada si Spongebob ini."


Anaya menggigit ujung kuku kirinya untuk sejenak mencari akal agar Alan melepaskan tangannya.


"Sayang... ,bagaimana kalau kamu melepaskan tangan ku dulu,soalnya tanganku sedikit pegal."Anaya berusaha menggoda


alan.


"Pegal?mananya yang terasa pegal?biar aku pijitin."


Wajah Alan sedikit panik mendengar ucapan Anaya. Seketika dia menghentikan langkah kakinya dan mulai memijit jari Anaya ."Sayang, apa aku perlu membawamu ke tempat spa,mungkin kamu perlu di urut karena capek."tanya Alan


"kacau!!tadinya aku hanya ingin berpura-pura agar dia melepaskan gandengan tangannya,kenapa sekarang jadi ingin membawaku ke tempat spa?Bagaimana ini?"


Kini wajah Anaya seketika terlihat lesu,di dalam hati dia mengutuki dirinya karena telah berpura-pura sakit. Dan sekarang masalahnya jadi tambah ribet .


"ke spa?ah ti-tidak ,aku tidak perlu ke sana ,hanya pegal sedikit .Sebentar lagi juga sembuh kok."ucap Anaya .


"Putri ubur-ubur ku,jangan coba-coba membohongi ku ya,aku tahu kok, itu tadi hanya taktik mu agar aku melepaskan tangan mu,iya kan."Alan mengangkat kedua alisnya dan melemparkan senyum liciknya kepada Anaya.


Cup.


Tiba-tiba Alan langsung mencium bibir anaya tanpa izin.


"Itu hukuman karena kamu sudah mulai membohongiku,dan sering-seringlah berbohong agar aku selalu memberikan hukuman di bibir mungil mu itu."Alan tersenyum licik sambil mengerlingkan matanya kepada Anaya.


Kini wajah Anaya menjadi pucat ,ia tidak menyangka Alan akan menciumnya di balkon vila yang masih di kerumuni para tamu yang menginap di vila termasuk karyawan Maholtra group.


Beberapa karyawan Maholtra group melihat pemandangan eksotis itu,mereka sempat menganga melihat Alan yang tiba-tiba mencium Anaya di balkon itu.Termasuk salah satunya Stevan .


"ha??? pak Alan mencium Anaya?masih sepagi ini tapi sudah di suguhkan dengan adegan romantis,"Ucap Catherine dengan mulut yang masih terperangah."Nggak nyangka ternyata pak Alan bisa seromantis itu,ini sih sudah seperti drama Korea saja,aku sering sekali melihat adegan seperti ini.


"Oh my God!!!so sweet,kapan aku akan seperti itu. Aku jadi iri melihat Anaya."sahut Tina yang juga merupakan karyawan Maholtra group.


"Apa... pak Alan sudah jadian yah dengan Anaya?.Tapi nggak apa-apa deh,Anaya juga cantik,baik dan lembut,ya wajar saja sih kalau banyak lelaki yang menyukainya termasuk pak Alan .Seandainya aku seorang laki-laki,aku juga pasti akan menyukainya."ucap Catherine kembali.


"Iya,aku bahkan salah satu fans berat Anaya ,kamu ingat nggak ,waktu Anaya bernyanyi bersama dengan pak Olan ,suaranya sangat merdu .Bahkan penampilannya malam itu lebih anggun dari pada wanita yang berbaju merah yang selalu pecicilan sama pak Alan itu."ucap Tina.


"Wanita itu namanya Keysa .Aku juga tidak terlalu menyukainya,dia itu tidak cocok dengan pak Alan ,cocoknya dia sama si Stevan,iya kan...Stevan ?"Ucap Catherine melirik ke arah Stevan.

__ADS_1


"Kalian berdua itu salah total. Anaya hanya cocok menjadi pasangan ku,bukannya jadi pasangan pak Alan .Apa kalian tidak melihat bahwa wajahku ini lebih tampan dari pada pak Alan ?Aku rasa kalian harus memeriksa mata kalian agar bisa membedakan siapa yang paling tampan."ucap Stevan


Dia memang tidak menyukai pemandangan eksotis antara Anaya dan Alan itu. Karena dia juga menyimpan perasaan kepada Anaya.


Catherine dan Tina serempak menatap ke arah Stevan dan kompak bertanya."Maksud mu?"ucap mereka berdua.


"Sudah lupakan saja!"ucap Stevan .


Kini dia berjalan menuju ke arah Anaya dan Stevan.


"Hm....hm..."Stevan mulai perkataannya dengan berdehem.


"Eh...Stevan,"ucap Anaya gugup.


"Aduh...****** aku, jangan-jangan tadi Stevan juga melihat ku saat Alan mencium ku."


kemudian matanya melihat sekelilingnya dan berhenti pada dua sosok wanita yang juga merupakan karyawan di perusahaan Maholtra group. Dia adalah Tina dan Catherine yang sedari tadi sudah melihat atraksi eksotis itu.Mereka melemparkan senyum kepada Anaya .


"Tuh kan,mereka juga ada di sini."


Dia mulai melangkah ke balik tubuh Alan, untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah mulai di penuhi semburat merah yang menjalar di pipinya itu. Dan mulai membisikkan sesuatu kepada Alan .


"Semua ini gara-gara kau!.Lihatlah mereka sudah menertawai kita,harus bagai mana ini?"tanya Anaya.


Dia sangat kesal dengan ulah Alan .Tetapi beda halnya dengan sikap Alan,justru dia senang melakukan hal itu,agar mereka juga tau kalau saat ini Anaya adalah miliknya seorang.


"Biarkan saja,aku sengaja melakukan itu kok,karena aku ingin memberitahukan tentang status kita sekarang ."Ucap Alan dengan tersenyum penuh kemenangan.


"Iya,kenapa?apa ciuman ku itu masih kurang?aku bisa melakukan ciuman bergelombang lagi kok. Mau?"


Alan bertanya dengan mengedipkan matanya di sertai dengan senyuman licik yang seakan menyosor Anaya kembali.


"Eh...eh mundur , jangan mendekat! kamu mau ngapain ?"Anaya mundur menjauhi tubuh Alan yang ingin kembali mendekatinya.


Semua mata para tamu di vila masih tertuju kepada sepasang kekasih itu.


"Memberikan ciuman bergelombang ronde ke 2,supaya semua orang yang di balkon ini melihat kalau kamu adalah milik ku." ucap Alan .


Dia mulai melangkah mengikuti Anaya yang selalu mundur menjauhi dirinya


"Berhenti di situ dan jangan melakukan itu lagi. Atau kau akan ku disfikualisasi sebagai kekasih ku." Anaya sedikit mengancam .


"Barang yang sudah di beli tidak dapat di kembalikan. Dan kekasih yang sudah di terima ,tidak bisa di disfikualisasi!"Alan mengejek Anaya dengan memanyunkan bibirnya mengejek Anaya .


"Hei! ada apa dengan kalian berdua,kenapa kalian jadi bertingkah seperti itu."Stevan bertanya karena bingung melihat tingkah Alan dan Anaya .


"Aku mau mencium kekasih ku lagi!kenapa?apa kau keberatan?"Alan menatap tajam ke arah Stevan.


"Kekasih?Apa Anaya adalah ke-"

__ADS_1


"Ya .Anaya adalah kekasih ku,iya kan putri ubur-ubur ku sayang."Alan menoleh ke arah Anaya .


Dia hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Alan .


"Sayang...,bukankah tadi kita mau pergi jalan?ayolah kita pergi."Anaya mencoba mempengaruhi Alan agar dia tidak melanjutkan aksinya.


"Oh iya, ayo..."sahut Alan.


Lalu pergi meninggalkan Stevan ,Tina dan Catherine yang sedari tadi hanya sebagai penonton drama mereka.


"Silahkan masuk tuan putri ubur-ubur ku."Alan membukakan pintu mobilnya. kemudian kembali masuk ke dalam mobilnya.


"Oh iya Nay...,kita Selfi dulu yuk. Aku mau memposting foto kita ke akun medsos ku."Ajak Alan sambil mengambil ponselnya untuk mengabadikan momen saat ini.


"Satu...dua...tiga ."


cekrek.....


"ini sangat bagus,aku akan mengupdate nya dulu ke akun ku,lalu kita berangkat .Tunggu sebentar ya."


Alan mengelus kepala Anaya dan langsung membuat caption untuk pose mereka itu lalu mempostingnya ke akun medsosnya.


"Oke beres!,yuk kita jalan keliling kota Bali ."


Alan mulai menghidupkan mesin mobilnya.


"Ternyata kamu bisa seromantis ini,begitu bahagianya aku saat ini. Semoga cinta mu akan abadi selamanya"gumam Anaya.


Ini adalah gambar pose hasil jepretan Alan yang di posting nya ke akun medsosnya.


.


"Sayang,coba kamu buka deh akun medsos ku,baca caption nya ya."ucap Alan .


Kemudian Anaya membuka aplikasi Instagram dari akun Alan .Lalu tersenyum membaca isi caption nya.


Cup...


Anaya mengecup pipi Alan.


"Trimakasih ya sayang."


"Ha...?"


Seketika Alan terkejut ,saat Anaya mencium pipinya.Biasanya dia yang selalu lebih dulu mencium Anaya .Tapi kali ini sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak kepadanya .


Rasa bahagia yang dirasakannya saat ini, seperti perasaan seseorang yang sedang mendapatkan uang senilai 700 juta di masa-masa sulit saat pandemik Corona ini.


Sampai dia tidak merasakan kakinya menginjak gas mobilnya itu sampai melaju dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Hampir saja ulahnya itu membuat jantung Anaya copot ,karena ketakutan saat Alan menginjak gas mobil itu.


__ADS_2