Cinta Untuk Anaya Caroline

Cinta Untuk Anaya Caroline
BAB 22 Kencan di Gemintir garden


__ADS_3

"Sayang ,sebenarnya kita mau kemana sih?sudah hampir 2 jam kita jalan ,tapi kok belum nyampe juga."ucap Anaya yang sudah mulai bosan di dalam mobil.


"Sabar dong,sebentar lagi juga nyampe kok."sahut Alan .Dia hanya tersenyum melihat wajah Anaya yang sedari tadi hanya sibuk bertanya."Nay...,kamu pernah gak bermain di tengah hamparan bunga yang luas ?"tanya Alan .Menatap wajah Anaya yang sepertinya sudah kehilangan moodnya .


"Belum,aku hanya melihatnya di film Bollywood saja.Biasanya kalau nonton film Bollywood selalu ada aja tuh adegan kayak gitu,mereka akan bernyanyi dan menari kemudian berlari-lari di tengah hamparan bunga itu ,kemudian cowoknya mengejar si cewek lalu terjatuh,eh... tiba-tiba si ceweknya di timpa si cowok itu,lalu...,Ah... so sweet lah pokoknya."ucap Anaya.


Dia mengatupkan kedua tangannya di depan bibirnya sambil tersenyum-senyum memikirkan adegan yang di ceritakan nya.


Alan hanya tersenyum melihat Anaya yang jadi baper sendiri dengan cerita India nya.


"Kamu mau juga adegan seperti itu?"tanya Alan .Menatap Anaya yang masih tersenyum-senyum memikirkan adegan romantis di film India itu.


Seketika Anaya memalingkan wajahnya menatap Alan."Ha?serius?memangnya kamu mau bawa aku ke lokasi syuting film India itu ?"ucap Anaya .Wajahnya yang tadi tidak terkondisikan karena jenuh kini berubah jadi lebih antusias.


Alan menganggukkan kepalanya mengiyakan Anaya .


"Serius?,tapi aku belum pernah mendengar kalau di Bali ini ada tempat lokasi syuting artis Bollywood untuk adegan seperti itu."timpal Anaya lagi.


"Iya memang,tapi tempat yang aku maksud ini akan menjadi lokasi syuting kita berdua."ucap Alan.


Anaya hanya menghela nafasnya .Dia merasa kalau Alan hanya berbohong.


"Sayang kita sudah hampir sampai,kita turun disini yah. Soalnya ke dalam itu, mobil tidak di izinkan masuk,kita jalan kaki saja dari sini.Nanti di balik tikungan yang di depan itu kamu akan melihat keindahan lautan bunga seperti yang kamu tonton di film India itu."ucap Alan.


Kemudian berjalan menuju sebuah pos ronda tempat tamu melapor.


"sayang kamu mau kemana?,kok aku di tinggal?"tanya Anaya. Lalu berlari kecil yang mengejar Alan.


"Mau melapor dulu sama pemilik kebun bunganya. Kalau mau masuk ke taman bunga itu ,wajib lapor dulu sama bapak yang ada di pos itu."Alan menunjuk seseorang yang sedang duduk di pos pintu masuk ke taman itu.


"Oh,sekalian bayar tiketnya yah?"tanya Anaya kembali.


"Nggak,disini tempatnya itu gak pake karcis. Yang penting kita wajib lapor dulu sama bapak pemilik kebun itu. Jadi intinya gratis. Persiapkanlah dirimu untuk syuting film India ala Mr .Alan dan Miss Anaya ."ucap Alan. Sambil tersenyum menggoda Anaya .


Setelah permisi kepada sang pemilik kebun,Alan dan Anaya berjalan menuju tempat yang di maksud Alan .

__ADS_1


Kini mereka sampai di sebuah gerbang yang bertuliskan welcome to Gemintir garden. kemudiaan membuka kunci gerbang yang terbuat dari seng itu.


"Wah...,indah sekali bunga Gemintirnya."ucap Anaya. Berlari lebih dulu ke tengah hamparan bunga Gemintir atau yang sering juga disebut sebagai Marigold.



"Kamu suka?"tanya Alan .


Anaya hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan .Dia masih takjub melihat keindahan taman bunga Marigold yang luas itu.


"Apa kamu siap ?"Alan mengedipkan sebelah matanya yang di sertai dengan senyumnya yang menyeringai seakan memberi pertanda bahaya untuk Anaya.


"Siap untuk apa?"ucap Anaya.


"Ah...,sepertinya kamu lupa ya,ucapan mu yang di dalam mobil tadi.Mari biar aku mengingatkan mu kembali."


Alan mulai berjalan mendekati Anaya dengan tatapan sedikit mengintimidasi .Tatapannya membuat Anaya kikuk ,dan perlahan-lahan mulai mundur menjauhi Alan. Lalu mereka berlari-lari di tengah hamparan bunga Gemintir yang berwarna kuning hingga berwarna oranye itu.


Pada akhirnya Anaya tersandung dan langsung di tangkap oleh Alan sebelum dia tersungkur ke tanah .


"Terimakasih ya sayang,kamu sudah membawaku ketempat ini.Aku bahkan tidak pernah membayangkan semua ini .Bagiku ini adalah momen yang tidak akan pernah terlupakan."Memandang wajah Alan yang tidur telentang di sampingnya menyaksikan keindahan langit biru di tengah-tengah hamparan bunga Gemintir itu.


Alan kembali memandang ke wajah Anaya ,lalu tersenyum membalas ucapan Anaya ."Ini bukanlah apa-apa,bagiku melihatmu tersenyum manis seperti itu jauh lebih berharga. "ucap Alan mengelus pipi Anaya yang berbaring di lengannya .


Lalu Anaya memetik setangkai bunga Gemintir itu dan menempelkannya di hidung Alan .


"ih...bau *** ayam"gerutu Alan


"Namanya juga bunga Gemintir ,kalau wangi bunga rose ,pasti nama tamannya akan jadi Rose Garden."balas Anaya sambil tersenyum.


"Eh kamu tau nggak sayang,kalau di film India itu ya... Bunga Gemintir ini di buat sebagai kalung untuk dewa atau Dewi mereka saat mereka akan melakukan puja loh."ucap Anaya .Dia mulai membalikkan wajahnya menghadap ke wajah Alan .


"Oh ya?,kenapa harus pakai bunga Gemintir ini ,kok gak pake bunga rose saja,kan bunga rose itu lebih cantik dan lebih wangi lagi. "tanya Alan sambil mendekatkan wajahnya kembali ke wajah Anaya. Hingga tulang hidung mancung mereka saling bertemu.


"Entahlah,aku juga tidak tau soal itu,hanya saja jika aku menonton serial India, bunga ini selalu saja di kenakan kepada Dewi Parwati,Dewa Siwa...,ah...pokoknya masih banyak lagi,aku lupa nama-nama Dewa dan Dewi nya."ucap Anaya yang masih berusaha untuk mengingat nama-nama Dewa dan Dewi itu.

__ADS_1


"Oh ia,aku juga pernah melihat di serial film India ,kalau pasangan pengantinnya akan mengenakan kalung yang di rangkai dari bunga Gemintir ini. Bagaimana kalau kita mencobanya?"ucap Alan.


Kemudian memetik bunga Gemintir itu dan merangkainya menjadi sebuah kalung.Dia membuat dua buah rangkain kalung dari bunga Gemintir.


"Sudah selesai, bagus kan?"Ucap Alan sambil memamerkan hasil karyanya .


"Iya,hanya saja api suci dan pak pendetanya belum lengkap ."ucap Anaya menimpali perkataan Alan tadi.


Alan tersenyum mendengar ucapan Anaya .


"Kamu mau aku hadirkan pendetanya?,biar aku telpon Olan datang kesini untuk jadi pendeta kita."sahut Alan .


Alan mengambil ponselnya untuk menghubungi adiknya Olan ,tapi tiba-tiba Anaya merampasnya.


"eits...,kamu mau ngapain?"Merampas ponsel Alan .


"Mau nelpon si Olan ,biar dia datang ke mari untuk jadi pendeta kita."sahut Alan dengan wajah polosnya.


"Apa Olan itu seorang Pendeta?sembarangan! Pernikahan itu sakral ,bukan permainan .Apa kamu ingin menikah seperti ini?"ucap Anaya kesal.


"Tidak,aku hanya bercanda. Suatu hari nanti aku hanya akan menikah dengan seorang wanita cantik yang mengenakan gaun pengantin yang sangat indah dan aku akan menggandengnya berjalan di atas red karpet kemudian di taburi bunga di sepanjang red karpet itu. Lalu aku akan memakaikannya cincin terindah yang di hiasi berlian."ucap Alan. Dia menghayalkan pernikahannya yang sangat mewah suatu hari nanti .


"Begitu beruntungnya wanita yang akan kamu nikahi nanti."Anaya sedikit cemburu.


"Ya,aku juga beruntung bisa hidup dengannya nanti."sambung Alan .


Kini Anaya mulai geram,dia berpikir bahwa wanita yang akan di nikahi oleh Alan adalah orang lain. Alan melihat raut wajah Anaya yang terlihat cemburu. Namun dia hanya tersenyum memandangi wajah itu.


"Dan kamu adalah wanita yang ingin aku nikahi nanti. Apa kamu bersedia untuk jadi pendamping ku nanti berjalan di atas red karpet itu?Alan bertanya.


"Seketika wajah Anaya memerah,antara percaya dan tidak .Hingga akhirnya hanya sebuah senyuman tulus dari bibirnya yang menjawab pertanyaan itu dan disambut dengan pelukan hangat Alan .


"Kita Selfi yuk, biar seperti pengantin India yang di tv ."ucap Alan sambil memakaikan kalung buatannya itu ke leher Anaya .kemudian mengambil ponselnya untuk mengabadikan momen itu.


"1...2...3 cis" ucap Alan memberi aba-aba.

__ADS_1


Cekrek...


__ADS_2