Cinta Untuk Anaya Caroline

Cinta Untuk Anaya Caroline
Bab 23 Si pembawa bencana


__ADS_3

POV Olan


"Hu....ah...."


Terdengar suara Olan yang sedang menguap. Menepuk-nepuk mulutnya yang masih menganga untuk membulatkan konsentrasinya setelah terjaga semalaman .


Matanya melirik semua ruangan kamar vila itu mencari keberadaan sosok Alan .Namun hasilnya zonk. Alan tak ada di ruangan itu.


" kak Alan pergi kemana?,kok gak bilang-bilang kalau mau pergi. Semenjak Anaya jadian sama kak Alan , dia jadi lupa dengan ku. Dasar bucin! ntar kalau giliran patah hati ... baru deh ingat aku. Keterlaluan!"Alan mengoceh.


Mengambil handuk berwarna putih lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"segar..."ucap Alan . Mengusap-usap rambutnya di depan cermin sambil mulai mengenakan stelan baju berwarna putih polos yang di padukan dengan celana jeans.Tak lupa di sematkan nya kacamata berwarna hitam diantara kedua telinganya.


"Wah...ternyata aku ganteng juga ." ucapnya memuji diri.


Memperbaiki letak kacamatanya dengan menyentuh pangkal hidung mancungnya itu sambil bercermin. Sesekali juga mengusap-usap rambutnya itu mengoleskan minyak rambut untuk menata rambutnya. Lalu keluar untuk sarapan di luar area vila .


Olan keluar sambil bersiul .Menatap layar ponselnya untuk membuka aplikasi akun medsosnya sekedar mengecek perkembangan jumlah para fansnya di setiap wall akun nya .


"Hehehe....dia ini bodoh sekali, mau-mau nya dia bertingkah konyol seperti ini hanya untuk mengejar seorang wanita. Dasar bucin !"ucap Olan .Merasa geli saat menonton sebuah cuplikan video yang sedang viral di ponselnya .


Karena terlalu fokus dengan ponselnya ,Olan tidak memperhatikan jalannya hingga menabrak dingding tembok.


"Aduh...,sakit"Olan merintih sambil mengusap-usap keningnya yang terjedot ke tembok .Lalu berbalik untuk kembali ke posisi berjalan .Namun si*l ,sekali lagi kepalanya terbentur.Tapi bukan ke dingding lagi melainkan membentur kepala seorang gadis yang kebetulan lewat .


"Sakit sekali."Wanita itu merintih kesakitan memegangi kepalanya.


Kemudian secara bersamaan melihat satu sama lain setelah usai dengan ocehan karena rasa sakit di kepala mereka.


"Makanya kalau jalan lihat-lihat,untung kepalaku tidak bocor."Gadis itu menatap Olan dengan wajah kesal .


"Wah gadis ini cantik sekali...,walaupun terlihat sedikit jutek."


"Heh...!malah bengong ,bukannya minta maaf."bentak gadis itu kembali


"Oh iya ...kenalin namaku Olan ,namamu siapa?"Ucap Olan .


Mengulurkan tangannya berharap akan di sambut oleh wanita itu. Sambil membuka kaca mata hitamnya untuk lebih jelas melihat wajah wanita jutek yang di hadapannya.


Namun apa daya,wanita itu malah berbalik meninggalkannya saat Olan mengulurkan tangannya.


"Disuruh minta maaf malah ngajak kenalan. bodoh...atau bodoh amat yah cowok ini."


Wanita itu terus melangkah dengan perasaan kesal meninggalkan Olan sambil menaruh kembali handuk leher di bahunya .Sepertinya dia akan berolahraga.


"Wah,cuek sekali .Baru kali ini aku bertemu wanita judes seperti dia. Eh tapi gak apa-apa deh,dia cantik .Aku jadi penasaran dengannya."


Olan kembali masuk kedalam kamarnya .Sepertinya dia tidak akan jadi pergi untuk sarapan .Dia malah mengganti kembali pakaiannya dan menukarnya dengan mengenakan kaus berwarna kuning .Dia ingin mengikuti wanita cuek tadi.


"Wahai perut ku,bersabar yah...nanti saja makannya. Sekarang ada misi yang paling penting."Mengelus perutnya yang sudah mulai terasa perih karena lapar.

__ADS_1


Tadi saja sok membully status orang karena rela jadi bucin,padahal sepertinya sekarang dia juga sudah menjadi salah satu target seorang bucin.


Olan keluar dari kamar itu dan berlari kecil menuju pintu luar area vila.Mencari-cari sosok wanita yang tadi.


Dia berlari-lari kecil agar terlihat seperti seseorang yang sedang melakukan olahraga.


Namun sejujurnya bukan itu yang ingin dia lakukan .Itu hanya sekedar formalitas saja.


Sudah hampir 10 menit dia berlari-lari,namun wanita itu belum terlihat olehnya. Dia memandangi seluruh area taman vila itu sampai pada akhirnya pandanganya berhenti kepada seseorang yang sedang meneguk air mineral dari botol minumnya.


"Itu dia."ucap Alan.


Dia berlari-lari berpura-pura sedang berolahraga untuk bisa dekat dengan wanita itu.


Sekali lagi nasibnya sungguh sial.Dia malah menabrak wanita itu hingga air minumnya tumpah membasahi baju nya.



foto Olan saat menabrak Karyna.Hingga air minumnya tumpah.


"Ah...,aku basah!"


Karyna berteriak kesal karena bajunya sudah basah kena tumpahan air minum itu. Dia mengangkat kepalanya untuk melihat seseorang yang sudah menabraknya hingga membuat air minumnya tumpah.


"Kau !!"Dari tadi kamu selalu saja membuat masalah .Setelah menabrak ku di loby,sekarang kau menumpahkan air minum ku lagi,lihat ini bajuku sudah basah!"


Karyna marah-marah kepada Olan .Dia mengusap-usap bajunya. Menatap tajam wajan Olan ,berharap laki-laki yang ada di depannya itu mengerti kalau dia sangat kesal.


"Ih...,cowok ini gila kali yah !sudah di bentak-bentak ,masih saja senyam-senyum."


"Heh...,kamu ngapain senyam-senyum!bukannya minta maaf malah senyam-senyum. Dasar pembawa bencana. Mau mu apa sih!"Bentak Karyna


"Eh...,nona cantik,jangan galak-galak dong ngomongnya. Nanti siapa tahu kamu jadi naksir sama aku loh."Goda Olan .


"Ih... amit-amit deh,aku sih berharap ya,kalau kita tidak akan pernah bertemu lagi .Soalnya setiap ketemu kamu ,aku selalu saja kena sial."sahut Karyna.


"Yakin...?"Olan kembali menggodanya sambil mengernyitkan dahinya .


"Yakin dong!"sahut Karyna.


Dia menjawab dengan nada sangat pasti. Kemudian berbalik ingin meninggalkan Olan .Tapi tangannya langsung di tarik Olan .


"Hei...,kamu mau kemana?kita belum kenalan loh."ucap Olan menahan wanita itu.


"Eh lepasin tangan aku nggak?jangan pegang-pegang!"Karyn mengancam.


"wah...,semakin dia marah, aura kecantikannya semakin jelas.Jadi kepengen buat dia marah terus."


Olah terkekeh dalam hati. Dia justru malah berjalan mendekati Karyna dan membisikkan sesuatu di telinganya Karyna.


"Kamu itu kalau lagi marah cantik banget loh,semoga kita sering-sering bertemu. Dan satu lagi ,kalau kamu tidak mau kenalan dengan aku,maka bersiaplah .Karena aku akan terus mengganggumu .Gimana?"

__ADS_1


Olan mengulurkan tangannya kembali .Kali ini Karyna terpaksa harus menuruti nya. Agar Olan tidak lagi mengikuti dan mengganggunya.


"Kenalin namaku Olan Maholtra,panggil saja Olan ."


Ucap Olan sambil mengulurkan tangannya.


"Namaku Karyna,biasa di panggil Yna.Jadi terserah mau kamu panggil apa!"ketus Karyna.


"oke,aku akan memanggil mu dengan sebutan Yna saja sepertinya itu lebih cantik."


Olan melemparkan senyumnya kepada Karyna sesaat sebelum tangannya di tepis oleh Karyna karena kelamaan menjabat tangannya itu.


"lepasin tangan ku,gak usah kesempatan dalam kesempitan ."ketus Karyna.


"Oh iya,aku hampir lupa,soalnya tangan kamu halus dan adem banget."Ucap Olan kembali


Sebenarnya dia masih belum rela untuk melepaskan tangan mulus itu, hanya saja Karyna sudah lebih dulu menepisnya.


"Oh ya Yna...,kita sport bareng yuk!"ajak Olan antusias.


" Ogah...,aku gak mau!Ntar yang aku kena sial Mulu."


Kemudian berbalik berlari-lari kecil meninggalkan Olan .


"Bodoh amat, biarpun dia ngelarang aku untuk sport bareng sama dia,gak peduli...!aku bakal ikutin dia terus."


Olan mulai berlari-lari kecil mengikuti langkah Karyna. Sesekali dia mensejajarkan langkahnya agar dia bisa melihat wajah Karyna.


"aduh...,pria ini budek kali ya,selalu saja ngikutin aku. Dasar aneh."


Sesekali Karyna menatap sinis wajah Olan .Tapi Olan tidak menghiraukan tatapan sinis karyna. Justru Olan lebih antusias melemparinya senyum.


"Ngapain senyum-senyum.Gak usah sok kegantengan deh."ucap Karyna kesal.


Olan sengaja sering tersenyum-senyum kepada Karyna,karena dengan begitu Karina akan semakin sering kesal.Dan hal itulah yang membuat Olan semakin menyukai Karyna .


"Semakin dia marah,semakin aku menyukainya.Sepertinya aura kecantikannya itu terlihat lebih jelas dibandingkan kalau dia hanya diam .Dia terlihat lebih menggemaskan."


"Terimakasih atas pujian mu telah mengatakan kalau aku memang ganteng. Nanti aku akan mentraktirmu makan sebagai imbalan untuk pujian mu itu.


"Ih...,siapa juga yang memujinya? amit-amit.Kegeeran banget sih jadi orang."


Karyna memandangi wajah Olan ,bibirnya sedikit di sunggingkan.Ada perasaan tidak suka saat Olan memuji dirinya sendiri.


"Sudah-sudah tak usah menatapi ku seperti itu,aku tau kok kamu kamu juga malu-malu mengakui ke tampan ku yang hakiki ini ."ucap Olan .


Dia terlalu percaya diri mengatakan bahwa dirinya sangat tampan.Sampai-sampai Karyna hampir muntah mendengarnya.


"Oh ya Karyna ,nanti habis olahraga kita sarapan bareng yuk,aku yang bayarin deh."


"Terserah ,aku malas berurusan sama kamu terus . Ngeselin banget!"

__ADS_1


Lalu kembali melanjutkan aktivitas sport nya .


__ADS_2