
Keysa sudah sampai di Jakarta.
"hufftt...,akhirnya sampai juga." Membuka kacamatanya
Keysa menarik kopernya dan memberikannya kepada seseorang yang mengenakan seragam hitam yang sudah lama menunggunya di airport itu.
"Heh, masukkan semua barang-barang ku ini kedalam mobil."
Bentak Keysa kepada seorang pengawal yang dikirimkan ayahnya untuk menjemputnya .
"Baik Non."sahut pria itu. Lalu mengangkat semua barang-barang Keysa dan memasukkannya kedalam mobil.
"Silahkan masuk Non."ucap pria itu membukakan pintu mobil untuk Keysa.
Kemudian kembali kedalam mobil untuk menyetir.
"Antar aku ke rumah keluarga Maholtra dulu.Jangan bilang Ke papa kalau aku mampir ke sana .Kalau sampai papa tau aku pergi ke rumah Alan duluan baru mampir kerumah ,maka ku pastikan besok kau akan kehilangan pekerjaan mu ."ucap Keysa dengan nada mengancam.
"Baik Non."sahut pria itu.
"Aku ingin singgah ke toko bakery yang ada di depan itu."ucap Keysa
"Baik Non,tunggu sebentar saya parkiran dulu mobilnya."
"Silahkan Non."
Pengawal itu membukakan pintu mobilnya dan berlari menuju pintu bakery untuk membukakan pintu toko itu.
Keysa memilih beberapa kue seperti tiramisu, black forest,dan beberapa macam kue kering. Lalu membawanya ke meja kasir.
"Ini mbak punya saya."Menggeser kue yang dipilihnya agar di scan oleh kasir .
"Masih ada lagi mbak yang mau di tambah?"ucap kasir itu sambil menunjukkan barcode yang menempel di kotak kue itu ke alat scan.
"Nggak.Itu saja." sahut Keysa.
"Totalnya Rp 750.000."ucap kasir itu.
Keysa memberikan sejumlah uang yang di ucapkan kasir itu ,lalu menyuruh pengawalnya untuk membawa kue itu.
"Hei! jangan hanya berdiri disitu!Apa matamu tidak melihat barang-barang yang ada di tangan ku ini!"Bentak Keysa kepada pengawalnya yang sedari tadi setia di sampingnya
"Baik Non."ucap pengawal itu dengan menundukkan kepalanya mengambil kue yang di tangan Keysa dan berlari menuju mobil .
"Semoga saja Alan ada di rumahnya. Dia sudah mengerjai ku di Bali.Lihat saja nanti dia harus membayar semua itu.Akan tetapi aku harus berpura-pura baik dulu. Nanti setelah dia menjadi milikku maka aku akan membalasnya. Semua hartanya akan aku kuasai,lalu aku akan menendangnya." gumam keysa
"Kita sudah sampai Non."ucap pengawalnya.
"Hm...,tunggu disini saja !kamu tidak perlu ikut masuk."Keysa membawa semua kue yang di belinya dari toko tadi menuju pintu rumah kediaman keluarga Maholtra.
Ting tong...
Keysa beberapa kali menekan tombol bel yang ada di samping pintu gerbang.
Kemudian dibukakan oleh mamanya Alan yang kebetulan sedang menyemprot beberapa jenis bunga mawar kesukaannya.
"Eh...ternyata kamu sayang,"Sambut ibunya Alan sambil mencium kedua pipi Keysa ."oh iya ayo masuk ke dalam ,disini panas."ucap ibunya Alan .
"makasih Tante."jawab Keysa.
Lalu ikut masuk ke dalam rumah besar nan megah seperti istana itu.
"Ayo silahkan duduk sayang,kamu mau minum apa biar bi Ijah yang bikinin."
"Sudah , nggak usah repot-repot Tan.Oh yah Tan... ini ada saya bawakan beberapa macam kue buat Tante." Menyerahkan tumpukan kue yang dibawakannya.
"Ya ampun sayang ,kue nya banyak sekali."Menerima tumpukan kue yang di berikan Keysa.
"Iya Tante,soalnya Keysa nggak tau kue kesukaan Tante sama Alan ,jadi Keysa membeli semuanya deh."ucap Keysa.
__ADS_1
"Oh..., terimakasih ya sayang."timpal mamanya Alan.
"iya sama-sama Tan,oh iya Tante Alan nya ada?"tanya Keysa.
"Alan?mereka belum pulang sayang. Katanya sih masih ada urusan di Bali ."jawab mamanya Alan .
"Tapi resepsionis itu bilang ,Alan sudah kembali ke Jakarta,tapi kenapa si nenek tua ini bilang dia belum balik ?apa jangan-jangan resepsionis itu membohongiku?
Sejenak Keysa terdiam ,dia mulai mencerna semua kejadian yang terjadi.
"Loh ,kok kamu jadi bengong sih sayang,ada apa?ayo cerita sama Tante dong."
"oh..., enggak kok Tante,Keysa nggak lagi bengong kok. Kesya cuma baru keingat aja kalau ternyata Keysa harus cepat-cepat balik Tante,soalnya masih ada kerjaan di rumah .
"Ih...ngapain juga gue lama-lama disini. Alan nya aja gak ada. Terus apa iya gue kesini cuma mau ngobrol sama si nenek tua ini?ogah banget!"
" Keysa pamit dulu ya Tante,titip salam juga buat Om."ucap Keysa berbasa-basi.
"Oh,ya sudah. Sekali lagi terimakasih ya sayang buat kuenya."ucap mama Alan .
Keysa diantar mamanya Alan sampai ke depan gerbang hingga Keysa masuk kedalam mobilnya dan melambaikan tangannya.
"Sial*n! kedua kalinya kamu ngerjain aku. Awas kau Alan ."
Keysa melemparkan tasnya saat masuk ke dalam mobil itu.
Pengawalnya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak majikannya yang sombong itu dari kaca spion .
"Syukurin! makanya jadi orang jangan terlalu sombong. Mudah-mudahan Den Alan gak mau sama kamu. Semoga aja kamu dapat laki-laki jahat,biar tau rasa kamu."Batin pengawal keysa.
***
"Kita makan dulu yuk sayang,aku lapar."ucap Anaya .
"ya sudah,kamu mau makan apa ?"tanya Alan .
"Mmm...ayam betutu enak kali yah ,kita cari restoran yang ada ayam betutu yah."ajak Anaya.
Mereka berkeliling mencari-cari restauran yang menyediakan menu ayam betutu.
"Sayang...,restoran yang di depan itu kayaknya ada jual ayam betutu deh. Itu ada gambarnya di baliho restauran itu ."Anaya menunjukkan sebuah restauran yang ada di seberang jalan.
"Oh ya sudah,kita makan di sana yah. Sebentar aku putar balik dulu mobilnya."ucap Alan.
Mereka masuk ke restauran tempat yang di tunjuk Anaya .
"Mau pesan apa pak,mbak?tanya seorang waiter restoran itu.
"Aku pesan ayam betutu sama jus terong Belanda.Kalau kamu sayang pesan apa?"Anaya melirik ke arah Alan.
"Samain ajah deh,aku juga pengen ngerasain ayam betutunya."jawab Alan.
"oh...baik pak,mbak. Mohon tunggu sebentar yah."
Waiters itu meninggalkan meja Alan dan Anaya untuk mengambilkan pesanan mereka.
"Sayang, aku ke toilet sebentar ya."ucap Alan dan iyakan oleh Anaya. kemudian pergi meninggalkan Anaya menuju toilet .
Sambil menunggu pesanannya,Anaya sibuk. memainkan ponselnya .Sesekali dia melihat ke seluruh ruangan restoran hingga matanya tertuju pada seseorang yang sepertinya sangat dia kenal.Dia adalah Brayen.
Anaya kemudian melambai-lambaikan tangannya agar Brayen melihatnya.
"Anaya?dia ada disini juga?"Brayen berjalan menuju meja yang di tempati Anaya.
"Hei,ternyata kamu di sini juga?Aku boleh duduk disini nggak?tanya Brayen.
Belum sempat Anaya menjawab pertanyaannya, Brayen sudah lebih dulu menarik kursi tempat duduknya Alan tadi .
Alan sudah kembali dari toilet.kini. dia berjalan menuju meja tempat Anaya.
__ADS_1
Namun seketika dia mengerutkan keningnya melihat seseorang yang duduk di dekat Anaya sedang tertawa lepas dengan kekasihnya itu.
Dia mulai mengepalkan tangannya geram. Rasanya ingin sekali dia meremukkan wajah itu hingga babak belur.
"Baru saja aku ingin kencan pertama dengan Anaya ,tetapi dokter sial*n ini sudah mengganggu!"batin Alan kesal.
Kemudian dia berjalan sampai akhirnya dia berada di meja itu.
"Heh...minggir!ini kursi ku."Alan menyenggol kan badan Brayen ,hingga dia hampir terjatuh.
"Loh,kok ada kamu juga,?udah gitu tiba-tiba nongol lagi."sahut Brayen kaget melihat kedatangan Alan .
"Ya,dari tadi emang aku disini sama Anaya,cuma tadi aku ke toilet sebentar."sahut Alan malas.
"Ini mbak pesanannya."
Seorang pelayan mengantarkan 2 porsi ayam betutu disertai dengan jus terong Belanda.
"Mbak aku pesan 1 lagi yah,menu yang sama."ucap Brayen pada pelayan itu.
"Heh...kamu mau makan dimana?nggak boleh satu meja sama kita. Kembali ke asal mu."Ucap Alan kesal.
"Yeh...,kok jadi kamu yang sewot?Anaya aja Nggak keberatan,kenapa jadi anda yang ribut!"balas Brayen mengejek.
"Sudah...sudah,gak usah ribut ah,malu dilihat banyak orang."
Akhirnya mereka makan bersama.
"Uhuk....uhuk......"Anaya tersendak.
Tiba-tiba kedua pria yang di sampingnya bersamaan menyodorkan gelas masing.
"Nih ,minum dulu."ucap mereka bersamaan.
Anaya mengambil salah satu gelas yang mereka sodorkan tanpa melihat gelas siapa yang di ambilnya. Ternyata gelas Brayen yang di pilihnya.
Terlihat jelas senyum Brayen yang membuat Alan kesal karena Anaya lebih memilih gelasnya.
"Ehemp...... ehemp "Alan berdehem ,berharap Anaya akan menyadari kalau bukan gelasnya yang di pilih.
Anaya mendongakkan kepalanya melihat ke arah Alan,dengan sudut bibirnya yang comel karena bumbu ayam betutu yang menempel di pipinya.
Melihat itu Brayen langsung menarik sehelai tisu yang ada di meja untuk membersihkan wajah Anaya. Tapi tangannya di tepis oleh Alan .
"Heh...!jangan berani-berani menyentuh Anaya ,atau kau akan pulang dengan wajah babak-belur sampai wajah mu itu tidak akan bisa di kenali."Alan mengancam.
"Maksud mu apa? kok kamu malah jadi marah?"tanya Brayen bingung.
Ini adalah gambar dokter Brayen saat bertanya kepada Alan.
"Ingat dan camkan ini mulai sekarang Jagan berani-berani lagi mengganggu kekasih ku ,atau kau akan tanggung akibatnya."ucap Alan dengan nada di tekan .
"Hahahaha...,kekasih? Bukannya waktu itu Anaya bilang kalau kamu bukan kekasihnya?"timpal Brayen.
"Itu dulu,sekarang dia adalah kekasih ku .Tanya saja Anaya. Iya kan sayang?"ucap Alan.
Anaya menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Alan .Hingga akhirnya Brayen kecewa karena dia juga menyukai Anaya .
"Sayang lebih baik kita pindah restoran saja yah,di sini ada serangga pengganggu!"Alan menarik tangan Anaya untuk meninggalkan tempat itu.
Sebelum melewatkan Brayen ,Alan mengatakan sesuatu kepadanya.
"bye!kami tinggal dulu yah,kami mau kencan .Oh yah satu lagi jangan lupa kamu bayar itu semua makanan yang di meja." ucap Alan dengan nada menyindir.
"kok jadi aku yang bayar semuanya?"timpal Brayen.
"Siapa suruh ikutan duduk di tempat ku. Itu resiko mu!"ucap Alan meninggalkan Brayen .
__ADS_1
"Benar-benar hari yang buruk."ucap Brayen mengeluarkan uangnya untuk membayar semua makanan itu di meja kasir.Kemudian meninggalkan tempat itu dan kembali bekerja.